Sinopsis C-Drama : The Little Nyonya E18

 



Sinopsis C-Drama : The Little Nyonya E18



Xi Er memberitahu kalau di keluarga Huang juga ada pelayan bernama Yueniang. Sheng malah merasa kalau Yueniang yang bekerja di rumah keluarga Huang pasti bukan Yueniang yang dimaksudnya karna nama Yueniang kan lumayan pasaran. Sheng merasa demikian karna tidak mungkin keluarga Huang mau menerima Yueniang, anaknya Juxiang.

Xi Er memberitahu ada sebuah keanehan mengenai Yueniang. Jelas-jelas Yueniang adalah gadis muda, tapi keluarg Huang seperti menyembunyikan identitasnya. Mereka bohong pada Nenek buyut (Ny. Chen) kalau Yueniang adalah pelayan tua.

Sheng tentu jadi penasaran dan mau bertemu dengan Yueniang. Xi Er bersedia mempertemukan, tapi kalau mau bertemu, Sheng harus pergi ke rumah keluarga Huang. Sheng tetap keras kepala tidak mau menginjakkan kaki ke rumah keluarga Huang. Xi Er tidak mendengarkan protesnya dan segera menariknya pergi dengannya.

--



Akhirnya, Sheng pun berhasil di bawa Xi Er ke rumah keluarga Huang. Meiyu tampak senang. Walau tidak menyukai keluarga Huang, Sheng tetap menunjukkan rasa hormat pada mereka sebagai formalitas. Selesai memberi salam, dia pamit mau mencuci muka karna berkeringat. Xi Er mengajaknya untuk mencuci muka di sumur belakang saja.


Mendengar itu, Zhen Zhu jadi ketakutan. Meiyu menegur dengan berbisik, menyuruhnya tidak cemas dan panik. Dia yakin kalau Yueniang pasti sudah mati tenggelam dan tidak akan ada yang menemukannya.


Di belakang, Xi Er pergi ke depan kamar Yueniang dan memanggil-manggil ‘ganti rugi sup ayamku’ (itu panggilannya pada Yueniang). Dan tidak ada jawaban sama sekali. Xi Er jadi khawatir kalau sesuatu buruk terjadi pada Yueniang. Sheng tetap mengira kalau Yuening yang dibicarakan Xi Er berbeda dengan Yueniang yang dikenalnya. Karna itu, dia mengira kalau Yueniang mungkin sibuk bekerja karna dia kan pelayan.


Xi Er tetap khawatir dan pergi ke dapur untuk mencari Yueniang.





Saat ditinggal sendirian sama Xi Er, Sheng jadi teringat kenangannya. Dulu, di sumur itulah dia melihat Juxiang. Kenangan yang sudah sangat lama.

--


Acara makan malam dimulai.

Meiyu benar-benar mengerikan. Padahal dia sudah melakukan hal keji pada Yueniang, tapi dia bisa menikmati makanannya. Zhen Zhu pun sama saja. Dia juga mendengarkan Meiyu dan menutup mata atas kejahatannya. Dia seolah lupa dengan apa yang diperbuatnya dan malah sibuk mencari perhatian Ny. Chen.


Saat ny. Chen memuji Yu Zhu, Zhen Zhu sangat cemburu. Dia menggunakan kakinya di bawah meja dan menendang kaki Yu Zhu dengan sangat keras.


Saat makan, Sheng masih penasaran mengenai Yueniang. Sayangnya, Yueniang tidak ada di antara para pelayan yang menyajikan makan malam. Xi Er kemudian terpikir sesuatu. Dia takut kalau Yueniang bertemu dengan preman saat pergi menebus jam tangannya.




Makanya, Xi Er kembali ke belakang dan mencari Yueniang. Tapi, tetap saja tidak ada orang. Saat dia mau kembali ke depan, tanpa sengaja, dia melihat sandal Yueniang di dekat sumur. Dia ingat karna sebelumnya dia memungut sandal itu. Karna curiga, Xi Er pun membuka penutup sumur.




Situasi sangat gelap, jadi tidak kelihatan apapun di dalam sumur. Saat Xi Er hendak menutup sumurnya lagi, dia mendengar suara seperti air yang bergemericik. Xi Er langsung tahu kalau Yueniang ada di dalam sumur. Tanpa membuang waktu, Xi Er mengambil tali tambang yang digunakan untuk menimba. Dia mengikat tali itu ke dinding dan menggunakannya sebagai pegangan untuk turun. Sebelum turun, dia berteriak meminta tolong kalau ada yang tenggelam.



Dan benar saja, di dalam sumur, dia menemukan Yueniang yang tenggelam.



Suara teriakan Xi Er didengar oleh para pelayan. Mereka segera ke ruang makan dan melaporkan kalau Xi Er jatuh ke dalam sumur. Kabar itu membuat ny. Chen sangat shock hingga jatuh pingsan. Semua juga berbondong-bondong ke belakang. Zhen Zhu dan Meiyu yang paling ketakutan kalau kejahatan mereka ketahuan.



Semua cemas dan panik. Mereka takut kalau Xi Er yang tenggelam karna Xi Er adalah anggota keluarga Chen. Gong yang pintar, melihat tali dan tahu kalau Xi Er pasti hendak menolong orang. Sheng ingin ikut membantu, tapi karna dia sangat mabuk, Gong menyuruhnya untuk tidak ikut campur. Jin Cheng pun memerintahkan Tian Bao untuk membawa Sheng ke kamar tamu.




Tidak lama, Xi Er muncul ke permukaan. Semua pun mulai bekerja sama menarik tali agar Xi Er bisa keluar dari sumur. Xi Er berhasil menyelamatkan Yueniang. Tapi, semuanya hanya fokus menolong Xi Er dan mengabaikan Yueniang yang dalam keadaan lebih parah. Xi Er memberitahu kalau keadaannya baik-baik saja dan meminta ayahnya untuk menyelamatkan Yueniang.



Para pelayan bergegas mengambilkan selimut untuk Xi Er. Ah Tao segera merebut sebuah selimutnya untuk Yueniang. Dia terus menangis dan memanggil nama Yueniang. Saat memeriksa nafas Yueniang, tidak terasa apapun. Ah Tao panik dan memberitahu Yu Zhu. Yu Zhu segera memeriksanya. Xi Er juga mengabaikan keadaannya dan berusaha menolong Yueniang.




Yu Zhu memeriksa nadi Yueniang. Masih berdetak tapi sangat lemah dan hampir tidak bisa dirasakan. Gong yang memperhatikan putranya begitu khawatir pada gadis itu, bertanya pada Jin Cheng, siapa gadis itu? Jin Cheng tampak gugup dan berbohong kalau Yueniang adalah pelayan.



Ah Tao memohon Yu Zhu untuk menolong Yueniang. Dia pernah dengar dari Yueniang kalau Yu Zhu pernah ikut organisasi Palang Merah. Jadi, dia pasti tahu pertolongan pertama untuk keadaan seperti ini. Karna situasi yang sangat mendesak, Yu Zhu jadi nggak bisa ingat apapun. Jin Cheng menyuruh agar Yueniang di bawa supir ke rumah sakit saja. Ah Tao berteriak marah karna Yueniang sekarang ini sedang sekarat. tn. Huang malah memarahinya dan menyuruhnya menyingkir.



Xi Er meminta semuanya untuk tenang. Dengan lembut, dia berkata kalau Yu Zhu pasti bisa. Dia meminta Yu Zhu menarik nafas agar tenang. Yu Zhu mengikutinya. Dia menjadi tenang dan memberitahu apa yang harus dilakukan. Xi Er melakukan seperti yang Yu Zhu katakan. Dan selama proses itu, Zhen Zhu yang terlihat paling ketakutan.




Ah Tao, Yu Zhu dan Xi Er, berusaha keras untuk menyelamatkan Yueniang. Dan pada akhirnya, Yueniang berhasil memuntahkan semua air yang diminumnya.

--



Ny Chen sudah sadar dari pingsannya dan ingin segera menemui Xi Er. Guihua, Meiyu dan Xiufeng yang menjaganya, memintanya untuk tenang dan memberitahu kalau bukan Xi Er yang jatuh ke sumur, tapi dia masuk ke sumur untuk menyelamatkan orang. Pelayan yang menyampaikan kabar tadi hanya asal omong dan salah memberi kabar. Ny. Chen sangat lega mendengarnya.


Selesai menenangkan ny. Chen, Guihua dan Xiufeng keuar sambil mengomel karna Yueniang jatuh ke sumur. Kenapa pula dia bisa jatuh ke sumur?! Xiufeng juga tidak tahu apalagi saat dia memeriksa tadi, Yueniang masih belum siuman.


Zhen Zhu yang melihat Xiufeng, langsung berteriak heboh dan panik meminta Ibunya menolongnya. Guihua sadar ada yang nggak beres dan segera membawa Zhen Zhu dan Xiufeng untuk bicara di dalam kamar. Zhen Zhu pun menjelaskan kalau dia hanya ingin memberi pelajaran pada Yueniang, tapi Yueniang malah menyiramnya. Karna marah, dia pun mendorong Yueniang. Tidak di sangka, dia malah jatuh ke sumur. Dia sudah mau menolong, tapi bibi…



“Aku menghalangi Zhen Zhu,” ujar Meiyu, melangkah masuk ke kamar. “Kularang Zhen Zhu menolongnya. Aku mau dia tenggelam. Dia seharusnya mati sepuluh tahun yang lalu. Dia seharusnya sudah mati sejak dulu. Dia jahat. Dia akar semua masalah. Dia seperti ibunya! Karna mereka, aku telah… menjalani hidup yang menyedihkan. Kalian tidak seharusnya menerimanya. Dia akan merusak kedamaian keluarga Huang! Sepuluh tahun lalu, dia tidak tenggelam di laut. Sekarang, biarkan dia tenggelam di sumur!”

“Meiyu!! Ibu bilang, berhenti!” teriak Guihua.



Dari wajahnya, sekilas, sempat terlihat kalau dia seolah tidak menyangka kalau Meiyu bisa sekejam ini. Walau begitu, daripada memperbaiki putri dan cucunya, Guihua lebih memilih menyembunyikan kejahatan mereka. Yang harus diatasi adalah tidak membiarkan Yueniang mengatakan apapun. Jika Ny. Chen sampai tahu masalah ini, Yu Zhu dan Zhen Zhu tidak akan bisa menikahi Xi Er.


Tanpa hati, dia pun mulai memberikan instruksi pada Xiufeng.

--


Yueniang masih belum siuman. Ah Tao, Yu Zhu dan Xi Er sangat cemas. Xiufeng yang baru datang, mengusir semuanya dari kamar Yueniang. Dia menyuruh Xi Er pergi menemui Ny. Chen karna Ny Chen sangat cemas mengenai Xi Er, mengira dia jatuh ke sumur. Sebelum pergi, Xi Er meminta Xiufeng untuk membawa Yueniang ke rumah sakit. Xiufeng malah beralasan kalau rumah sakit jauh dari sini, tapi dia sudah meminta dokter yang ada di dekat sini untuk datang.



Ah Tao percaya sepenuhnya pada Xiufeng. Tapi, setelah Xi Er pergi, Xiufeng malah bilang sama Ah Tao kalau sekarang sudah tengah malam, jadi mana ada dokter! Yu Zhu pun memohon pada ibunya karna kondisi Yueniang sedang gawat. Xiufeng malah memarahi Yu Zhu karna sudah sembarangan ikut campur padahal bukan dokter. Dia pun menyuruh Yu Zhu untuk ke kamarnya.



Udah gitu, Xiufeng melarah Ah Tao untuk mencari tolong sama siapapun. Ah Tao sudah sangat geram, karna kondisi Yueniang ini sekarat! Tapi, Xiufeng menyangkal dan malah bilang kalau Yueniang hanya shock! Kalau nanti Yueniang meninggal, itu pasti karna kemauan sendiri. Xiufeng bicara seolah Yueniang melompat sendiri ke dalam sumur untuk membuat kehebohan. Dia menuduh Yueniang sengaja melakukannya agar keluar Chen mengira mereka menyiksa Yueniang (ckkck, padahal semua yang dilakukan hanya untuk melindungi Zhen Zhu).

Xiufeng menyuruh Ah Tao untuk menjaga Yueniang saja dan kabari kalau Yueniang sudah sadar dan bisa mengenali orang. Dia pun memperingati Ah Tao untuk menjaga ucapannya.

--


Karna kondisi ny. Chen kurang baik, jadi Gong dan Meiyu menyuruh Ny Chen untuk tinggal beberapa hari di rumah keluarga Huang. Ny. Chen setuju. Xi Er pun meminta izin sama ayahnya untuk tinggal beberapa hari bersama ny. Chen. Meiyu malah melarang dan menyuruh Xi Er untuk fokus bekerja dan membantu ayahnya. Ny. Chen pun setuju dengan Meiyu.


Gong mengingatkan Xi Er kalau besok mereka ada jadwal rapat dengan orang Inggris. Makanya, malam ini mereka sudah harus kembali ke Singapura. Xi Er sebenarnya merasa berat hati tapi mau gimana. (dia pasti juga nggak terpikir kalau keluarga Huang bisa sejahat itu).

--


Ah Tao berusaha keras untuk membuat Yueniang tetap hangat. Dia memakaikan banyak selimut, tapi tetap saja dingin.



Xi Er datang berkunjung lagi dan menanyakan apakah dokter sudah datang? Ah Tao sudah mau menjawab kalau dokter belum datang, tapi Xiufeng mendadak muncul dan memotong ucapan Ah Tao. Dia berbohong pada Xi Er kalau dokter baru saja pergi. Dia pun menyingkirkan Ah Tao dengan menyuruhnya membuatkan teh jahe untuk Yueniang.



Setelah Ah Tao pergi, Xiufeng berbohong pada Xi Er kalau menurut dokter Yueniang hanya shock dan tidak ada hal serius. Dia juga melarang Xi Er melihat Yueniang dengan alasan kalau Yueniang tertidur setelah diberikan suntikan. Dan juga, Yueniang tidur dalam keadaan telanja** sesuai anjuran dokter. Xiufeng pun menutup pintu kamar Yueniang rapat-rapat. Xi Er hanya bisa mempercayainya.


Ah Tao memasak teh jahe sambil ngedumel karna Xiufeng mampu berbohong tanpa berkedip! Dia merasa kasihan pada Yueniang yang baik seperti Juxiang. Tapi, kenapa orang baik seperti Yueniang tidak dilindungi? Apa Dewa benar-benar buta?



Baru juga, Ah Tao selesai membuat teh, Zhen Zhu yang baru datang, langsung merebut teh itu. Ah Tao sudah memberitahu kalau teh itu untuk Yueniang dan badan Yueniang sekarang sendingin es. Zhen Zhu nggak peduli dan dengan kejam berkata mau tubuh Yueniang dingin, itu nggak ada hukumannya dengannya!

--


Gong pamit sama keluarga Huang untuk pulang. Dan sebelum Gong pergi, Jin Cheng mengingatkan janjinya tadi untuk membantu ekonomi mereka. Gong tersenyum ramah dan berkata akan mengirimkan uangnya begitu tiba di Singapura.



Baru juga mau pergi, Zhen Zhu muncul dengan membawa teh jahe (yang diambilnya dari Ah Tao). Sok baik, dia meminta Xi Er dan ayahnya untuk minum dulu sebelum pergi. XI Er menerima teh pemberian Zhen Zhu, tapi tidak meminumnya dan memberikannya pada Meiyu untuk diberikan pada Sheng yang masih setengah mabuk. Xi Er lebih memilih berterimakasih karna Yu Zhu sudah membantu menyelamatkan Yueniang tadi. Setelah itu, Xi Er membantu membawa Sheng ke mobil.



Zhen Zhu tentu cemburu setengah mati.

--



Ah Tao sudah membuat teh jahe baru untuk Yueniang. Tapi, percuma saja. Yueniang benar-benar belum siuman.



Ah Tao sangat ketakutan sehingga dia pergi berdoa ke altar leluhur. Dia meminta tolong pada leluhur dan Dewa untuk menyelamatkan Yueniang. Dia sudah menjaga Yueniang semalaman karna dia takut jika dia lengah, Yueniang akan ‘pergi’. Dia memohon agar Yueniang bisa selamat dan dia rela mengorbankan hidupnya.

--



Pagi-pagi, Da Sha sudah berdiri di pintu belakang keluarga Huang untuk menyanyi.

Sementara di dalam, saat Ah Tao kembali setelah berdoa, sudah ada dua orang pria yang membawa tandu untuk membawa Yueniang. Xiufeng ada di belakang para pria itu dan berbohong pada Ah Tao kalau kedua pria itu aakan membawa Yueniang ke dokter. Ah Tao percaya padanya dan sangat bersyukur karna Yueniang akhirnya di bawa ke rumah sakit.


Da Sha yang melihat Yueniang di bawa oleh kedua pria itu, diam-diam mengikuti mereka.

--


Guihua melapor kalau Yueniang sudah di bawa pergi. Dia tidak mau memberitahu Yueniang di bawa kemana, tapi hanya bilang kalau dia sudah mengurus semuanya dengan baik. tn. Huang protes karna Yueniang kan masih hidup. Guihua tanpa hati malah bilang kalau Yueniang itu sekarat. Koma. Dokter bahkan bilang hanya tinggal masalah waktu (padahal, mereka tidak ada memanggl dokter sama sekali). Dibawa ke rumah sakitpun, tidak ada yang mau menerima. Dia bicara seolah Yueniang bunuh dir, dan jika ini sampai ke telinga Ny Chen, tidak akan baik. Jadi, lebih baik mengusirnya dan biarkan dia mati di tempat lain.



tn. Huang benar-benar tidak punya pendirian dan hanya mengikuti apa saja kemauan Guihua. Dia mengabaikan nuraninya.

--




Xiufeng membawa kedua pria itu ke sebuah gedung kosong di jalanan yang sepi. Di gedung itu, banyak sekali burung walet yang membuat sarang. Gedung itu sangat tidak terawat. Xiufeng menyuruh kedua pria itu membawa Yueniang ke lantai dua gedung dan meninggalkan Yueniang di sana. Dia memerintahkan agar kedua pria itu datang memeriksa dua hari lagi, dan jika Yueniang sudah mati, kuburkan. Yang paling penting, mereka harus menjaga rahasianya!



Saat kedua pria itu sudah pergi, Xiufeng menatap Yueniang. Dengan ekspresi sedih, dia meminta maaf pada Yueniang yang masih belum sadar. Dia merasa kalau dirinya tidak punya pilihan karna sebagai seorang menantu, dia harus menuruti ibu mertuanya dan sebagai seorang ibu, dia harus memastikan putrinya menjalani hidup bahagia. (Padahal, setiap hal punya pilihan. Hanya tergantung pada diri kita, berani membuat pilihan atau pasrah.)

--


di Singapore,

Gong dan Chen Xi (Xi ER) berdiskusi mengenai pemilihan Direktur Kamar Dagang yang akan datang. Mereka merasa kalau Charlie Zhang tidak bisa dibiarkan menjadi Direktur selanjutnya karena dia akan memonopili pasar. Karna itu, Xi Er menyarankan agar ayahnya mencalonkan diri.

Setelah pemikiran panjang, akhirnya, Gong menerima saran Xi Er. Dia akan menyalonkan diri.

--



Selesai berdiskusi dengan ayahnya, Xi Er langsung menelpon ke rumah keluarga Huang. Yang mengangkat telepon adalah Meiyu. Xi Er menanyakan kabar neneknya. Saat sudah memastikan kalau neneknya baik-baik saja, Xi Er menanyakan kabar Yueniang. Meiyu langsung berbohong kalau Yueniang sudah dibawa ke rumah sakit dan sudah sadar.

--



Padahal, kenyataannya, Yueniang terbaring sekarang di rumah kosong yang pintunya dikunci. Da Sha yang tadi mengikuti orang-orang yang mengangkut Yueniang, masih berada di depan gedung itu. Dia terus berteriak memanggil Yueniang, tapi tentu saja tidak ada jawaban.



Saat sedang duduk di depan rumah itu, burung-burung walet yang berterbangan, buang kotoran di atas kepalanya. Da Sha jadi marah dan mengejar burung-burung itu tanpa sadar sudah mendobrak pintu. Karna burung-burung itu, Da Sha menemukan Yueniang yang terbaring dengan tubuh dingin di atas tanah.

Da Sha awalnya ketakutan, tapi kemudian menjadi cemas karna Yueniang tidak sadarkan diri. Da Sha yang bodoh, menemukan sarang burung walet yang ada di atap langit-langit rumah. Karna masih sakit hati pada burung walet yang buang kotoran di atas kepalanya tadi, Da Sha jadi ingin balas dendam dengan memakan sarang mereka. (Tanp dia tahu kalau sarang burung walet sangatlah mahal dan mempunyai banyak manfaat).

--



Xi Er pergi mencari pamannya yang sedang menari-nari di tepian pantai. Dia mengajak Sheng untuk pulang dan membantu ayahnya yang akan mencalonkan diri menjadi Direktur Kamar Dagang Anglo Tiongkok, demi menghentikan Charlie Zhang memperluas kekuasaannya.

--



Da Sha benar-benar memasak sarang burung walet. Dia memasaknya dengan mencelupkannya di dalam air. Begitu sudah jadi, dia mencicipinya dan rasanya sangaaat tidak enak. Tapi, jika dia tidak makan, dia akan kelaparan. Kalau lapar, dia bisa mati.

Karna pemikiran itu, Da Sha pun menyuapi Yueniang dengan sarang burung walet yang dimasaknya. Yueniang benar-benar tidak berdaya dan tidak bergerak sedikitpun. Dia tidak sadarkan diri.

--


Xi Er dan Sheng berbincang. Dan ketika membahas mengenai nenek yang sedang dirawat di keluarga Huang, Sheng menjadi emosi. Dia tidak suka saat Xi Er menyuruhnya berterimakasih pada keluarga Huang. Sheng bahkan menegaskan kalau dia tidak akan pergi ke rumah Huang lagi!

“Paman mau bertemu dengan Yueniang kan?” ingati Xi Er.


Sheng membenarkan. Xi Er yang tidak tahu kebusukan keluarga Huang, percaya sepenuhnya pada perkataan Meiyu tadi, sehingga dia pun menyampaikan pada Sheng kalau Yueniang sudah dibawa ke rumah sakit dan sadarkan diri. Xi Er pun mengajak Sheng untuk ikut bersamanya menjenguk Yueniang.

Sheng masih ragu dan merasa kalau Yueniang yang Xi Er bicarakan, pasti bukan Yueniang, putrinya Juxiang. Karna mustahil bagi Yueniang dan Juxiang lolos dari laut. Sheng bahkan merasa sedih karna Dewa Takdir sangat kejam pada Juxiang dan Yueniang.

Sheng pun mulai menyesali semuanya. Dia menyesal karna dulu sudah mengalah dan menikahi Meiyu!

“Paman Sheng, mendengar mu bicara begitu, rasanya tidak adil bagi bibi Meiyu. Selama ini, bibi Meiyu mengabdikan dirinya. Setelah ibuku meninggal, bukan hanya merawat nenek buyut, dia juga harus menangani semua urusan keluarga kita. Hidup tak mudah baginya. Kurasa, dia juga korban.”

“Benar. Benar. Kau benar. Ini semua salah Paman. Paman terlalu pengecut. Paman tak berguna. Paman terlalu cemas. Paman tak berani jatuh cinta, tak bisa membenci orang. Pada akhirnya, bukan cuma diri sendiri, Paman juga menyakiti orang lain. Orang seperti paman, pantas mati.”



Di tengah pembicaraan mereka, supir Sheng datang melaporkan kalau dia sudah menemukan Shi Yanzi. Supir itu juga memberitahu kabar yang didengarnya kalau ada yang mengadukan Yanzi saat menolong seorang ibu dan anak. Akibatnya, Yanzi di tangkap tentara Jepang dan dikirim ke rumah bordil.

“Dimana dia sekarang?!” tanya Sheng, cemas.

“Seseorang melihatnya di Melaka mengemis anggur,” jawab supir.

Sheng langsung teringat dengan wanita yang mengemis anggur waktu itu, yang langsung kabur begitu dia menyuruh pelayan memanggilnya.

Tanpa membuang waktu, Sheng pun segera pergi ke Melaka. Dia akan mencari temannya.

--


Xi Er ikut kembali ke Melaka bersama Sheng. Dia pun mampir ke rumah keluarga Huang untuk memberikan cek yang uangnya bisa digunakan untuk modal mereka. tn. Huang tentu senang karna Gong beneran menepati janji dan membantu keluarganya. Jin Cheng pun ikutan senang.



Jin Cheng pun menanyakan kabar mengenai pencalonan Gong menjadi Direktur Kamar Dagang Anglo Tiongkok. Xi Er membenarkan. Dia pun menjelaskan alasannya meminta ayahnya mencalonkan diri demi menghentikan Charlie Zhang. Charlie Zhang sekarang ini bertindak sangat kelewatan hingga mengacam akan menghentikan bisnis orang-orang yang tidak mendukungnya nanti.

tn. Huang setuju dengan Xi Er. Dia pun mendeklarasikan akan mendukung Gong sebagai Direktur selanjutnya. Eh, Tianbao malah protes karna takut akan menyinggung Charlie Zhang. Jin Cheng langsung memarahi Tianbao karna sudah seharusnya mereka mendukung keluarga sendiri!


Tianbao benar-benar bodoh dan tidak bisa baca stiuasi. Dia malah menyuruh ayah dan kakeknya agar memihak orang yang tepat. Xi Er dengan tenang, bertanya padanya, apa menurutnya, Charlie Zhang adalah orang yang tepat? Tianbao tidak bisa menjawab dan berkata, kalau bukan itu maksudnya. Jin Cheng pun memarahinya untuk tidak ikut campur jika tidak mengerti apapun!



Suasana menjadi sedikit tegang. Jin Cheng dan tn. Huang pun mencairkan suasana dengan menyuruh Xi Er untuk menjenguk neneknya di lantai dua.

 

 

1 Comments

Previous Post Next Post