Sinopsis Lakorn- Fah Mee Tawan Episode 8/2


Original Network : Channel 7

Paul kembali sambil membawa uang yang Net butuhkan. Dan Net merasa terkejut darimana Paul mendapatkan uang tersebut. Dengan tenang, Paul menjelaskan bahwa dari pekerjaan nya dahulu, dia mengenal beberapa orang. Lalu dia meminta Net untuk jangan melupakan janji mereka.


Aku tahu apa yang aku lakukan. Aku tidak akan pernah membawa mu ke dalam bahaya. Tapi kamu tidak akan menanyai ku, apa yang akan aku lakukan dengan 10 juta ini? tanya Net, agak ragu.

Itu tidak perlu. Selama kamu tidak lagi khawatir, balas Paul sambil tersenyum manis.

Terima kasih banyak Paul, kata Net tersentuh.



Setelah Bos Kasin menghitung uang yang Net antarkan, diapun melepaskan Singkorn. Lalu dia memberitahu Singkorn tentang siapa yang telah membantu Crown Diamond, yaitu perusahaan dari Hongkong. Mengetahui itu, Singkorn merasa terkejut dan bingung.

Ketika Singkorn masuk ke dalam mobil, Net memukulinya dengan kesal, karena Singkorn melibatkannya dan membuatnya harus bersusah payah mencari pinjaman. Dan Singkorn menghentikan Net serta meminta maaf, juga dia berjanji bahwa dia akan membayar Net. Jika Net membutuhkan apapun atau menginginkan apapun, dia akan melakukannya untuk Net. Mendengar janji itu, Net pun bersikap tenang kembali.


Kamu berjanji bahwa kamu akan melakukan apapun untukku. Jika kamu berbohong padaku, aku tidak akan melepaskan mu, ancam Net.

Ya, aku berjanji, balas Singkorn sambil memegang tangan Net dengan lembut.


Dr. Kashane dan Patcharee mengembalikan foto yang mereka temukan dirumah didesa kepada Nai. Foto Dara dan Poramee.


Ketika Dr. Kashane, Patcharee, dan Nai, keluar dari café, mereka bertemu dengan Dan. Dengan sikap akrab, Dan menyapa Nai sebagai tunangan nya. Mendengar itu, Dr. Kashane menyindir bahwa Dan serta Nai belum bertunangan. Dengan khawatir, Patcharee langsung menghentikan Dr. Kashane agar jangan bercanda.


Menurutku kamu harus kembali ke rumah sakit dan obati pasien mu, Dokter. Tinggal disini terlalu lama, maka kamu yang akan menjadi pasien, ancam Dan dengan halus.

Merasa khawatir, Nai pun menyarankan agar Patcharee dan Dr. Kashane untuk pergi duluan. Tapi mereka tidak mau. Lalu Dan pun mulai emosi. Jadi Patcharee pun menarik Dr. Kashane untuk pergi bersama nya.


Nai. Aku sudah berbicara kepada orang tua ku…” kata Dan, ingin membahas tentang pertunangan mereka.

Aku tidak bisa membuat keputusan sendiri. Ibumu sudah memasang syarat untuk pertunangan kita. Jadi ini semua tergantung Ayah, sela Nai dengan tegas. Lalu dia berniat untuk langsung pergi.

Tapi aku yakin bahwa kita akan bertunangan, kata Dan, membuat Nai berhenti. Aku telah membantumu mengenai pertambangan. Jangan lupa itu.

Mendengar itu, Nai merasa stres dan kesal. Tapi dia tidak bisa membalas. Jadi diapun berjalan pergi begitu saja.

Singkorn menghubungi seseorang. Aku ingin kamu menyelidiki.


Paul ingin membeli rumah Paramee yang berada didesa. Karena dia ingin mendapat kan kembali semua yang berhubungan dengan Ibunya. Dan diapun memerintahkan Wang untuk membantunya. Dan Wang mengiyakan, lalu dia menanyai tentang uang 10 juta yang Paul ambil.


Kamu sudah tahu bahwa 10 juta bukan jumlah besar untukku. Dia harus membayar ku kembali tidak peduli apa, kata Paul sambil tersenyum penuh arti.


Pengacara Paramee datang ke rumah. Melihat itu, Ratnee merasa heran ada apa, dia yakin pasti ada sesuatu. Dan Net pun berpikir.


Malam hari. Gina memergoki Net masuk ke dalam tempat kerja Paramee dan mencuri perhiasan dari dalam brangkas Paramee.

Dimana Pink Rose? gumam Net dengan wajah tertekuk.


Seseorang menutup mulut Gina dan menyeret nya pergi. Mendengar suara itu, Net merasa terkejut dan melihat ke arah pintu, tapi disana sudah tidak ada siapapun.



Ratnee membawa Gina ke dalam kamar dan memarahinya, karena dia sudah melarang Gina untuk keluar malam, tapi Gina malah menyelinap ingin pergi. Dan Gina sama sekali tidak masalah Ratnee memarahinya, karena sekarang dia sedang merasa heran dengan tindakan Net. Dia menceritakan apa yang dilihatnya barusan kepada Ratnee.

Itu brangkas Paramee. Hanya Khun Paramee yang tahu password nya. Itu berarti Net mencuri? tanya Ratnee, tidak menyangka.


Pagi hari. Paul mendapatkan sms masuk dari Net. Net menyuruh Paul untuk datang menemuinya di kantor nanti siang. Dan Paul mengiyakan.

Patcharee dan Nai melihat Paul menuju ke arah ruangan Net. Dan itu membuat mereka kembali berpikiran buruk tentang Paul.

Net memberikan seset perhiasan diamond yang dicurinya semalam kepada Paul sebagai bayaran hutang nya. Dan Paul menerima itu dengan senang hati.



Lalu disaat itu, Nai datang ke kantor. Melihat seset perhiasan tersebut, dia menanyai Net, mengapa Net memberikan itu kepada Paul. Dan dengan keras, Net menyuruh Nai untuk jangan ikut campur. Tanpa mengatakan apapun, Paul pun pergi dari ruangan. Dan Nai ingin menghentikannya.

Jangan ikuti dia! Dan pura- pura tidak tahu tentang masalah ini, perintah Net dengan keras.


Dengan tulus, Nai menyarankan agar Net jangan lakukan ini lagi. Karena dia beneran ingin melihat Net dan Paramee bahagia, menjadi satu keluarga sempurna seperti yang Net inginkan. Lalu dia memberitahu tentang tujuan kedatangan Pengacara Chote kemarin. Pengacara Chote datang, karena Paramee bersedia untuk menandatangani sertifikat pernikahan dan menjadikan Net sebagai istri resmi. Mengetahui itu, Net sangat senang.


Jadi jangan biarkan Paul menipu mu lagi, kata Nai, menasehati. Tapi Net sama sekali tidak peduli dengan nasihat itu.

Diluar ruangan. Paul mendengarkan semua pembicaraan tersebut.



Ketika Nai melihat Paul, dia memperingatkan Paul untuk berhenti dekat dengan Net, karena apa yang Paul lakukan menyakiti setiap orang. Mendengar itu, Paul tersenyum sambil memainkan kotak perhiasan ditangannya.

Kamu tidak berpikir, apa yang aku dapat, itu mungkin karena aku membantu nya? kata Paul, bertanya.

Membantu? Membantu bagaimana? tanya Nai, tidak percaya.


Mengapa aku harus memberitahumu? balas Paul. Lalu dia berjalan pergi sambil tersenyum puas melihat wajah kesal Nai.

Dihari Paramee akan menandatangi sertifikat pernikahan dengan Net. Dan secara resmi mengangkat Nai sebagai putri angkat. Keluarga Dan datang untuk memberikan selamat.


Awalnya Net merasa senang, tapi saat dia mendengar sindiran Ratnee dan Gina, dia langsung menjadi bad mood. Karena mereka berdua menyindir bahwa dia tidak memiliki pernikahan yang besar, tapi hanya pernikahan sekedarnya saja yang dihadiri oleh beberapa orang.

Kemudian Nai datang ke kamar mengantarkan perhiasan untuk Net. Dan Net kembali merasa senang. Tapi Ratnee merusak mood nya lagi.


Aku kita setelah menandatangani sertifikat pernikahan, dia akan memberimu Pink Rose untuk digunakan, sindir Ratnee.

Walaupun ini bukan Pink Rose, tapi kamu sudah cantik, puji Nai untuk menyenangkan Net. Lalu dia mengenakan itu kepada Net.




Ketika Net turun, Ayah Dan merasa terpesona melihat kecantikannya. Dengan cemburu, Ibu Dan mencubit tangan Ayah Dan.



Setelah Net dan Paramee resmi menjadi suami istri, Pengacara Chote langsung menyerahkan dokumen perubahan nama kepada Nai untuk ditanda tangani. Dan Net langsung cemberut, tidak senang.


Tanda tangan, kata Paramee. Dan dengan patuh, Nai menanda tangani nya. Setelah itu, Nai pun resmi menjadi Suriyakan.


Nai berlutut memberikan hormat nya kepada Paramee dan berterima kasih padanya. Dengan perhatian dan senang, Paramee membantu Nai berdiri, lalu memeluknya. Kemudian disaat itu, Dan mulai berbicara.



Bagaimana tentang aku dan Nai? tanya Dan.

Terakhir kali, waktunya tidak bagus. Kali ini, mari mulai yang baru, kata Ibu Dan, menyarankan dengan sikap ramah.

Mendengar itu, Paramee merasa agak tidak nyaman, tapi dia tetap setuju dengan saran Ibu Dan. Dia setuju untuk Nai serta Dan mengadakan kembali acara pertunangan mereka yang sebelumnya gagal. Karena dia berpikir, keluarga Dan telah membantu mereka, juga Dan cocok dengan Nai.

Dengan senang, Dan serta keluarganya saling tersenyum. Melihat itu, Net tersenyum dengan sinis. Sementara Nai, dia hanya diam saja.


Paul melihat seset perhiasan diamond yang Net berikan padanya. Lalu dia menatap dirinya sendiri didepan cermin. Aku akan mencari cara untuk mendapatkan kembali semua barang- barang mu, Ma. Termaksud kalung Pink Rose, katanya, penuh tekad.



Dibar. Dan mengucapkan selamat kepada Nai. Karena sekarang Nai sudah secara resmi menjadi Nainapha Suriyakan. Mendengar itu, Nai merasa tidak nyaman. Dengan ketus, dia bertanya, memangnya siapa dia sebelumnya.

Oh Nai. Aku tidak peduli siapa kamu. Orang tua aja yang berpikir berlebihan, kata Dan, bermulut manis. Yang aku pedulikan apa kamu sudah memaafkanku atau tidak? tanyanya dengan hati- hati. Dan Nai diam.


Menyadari sikap Nai, Dan berusaha menunjukkan ketulusannya. Semuanya. Aku ingin kalian semua menjadi saksi cintaku, teriaknya kepada semua orang dibar. Lalu dia berlutut dihadapan Nai sambil menunjukkan cincin yang sudah disiapkannya. Nai. Sebagai permintaan maaf dan konfirmasi cintaku untukmu yang tidak pernah berubah, katanya.




Mendengar itu, Nai teringat saat Dan berniat untuk melecehkannya. Jadi diapun hanya diam saja dan membiarkan Dan memasukkan cincin ke jarinya, tanpa mengatakan apapun sama sekali.



Setelah memasukkan cincin ke jari Nai, Dan mencium tangan Nai dengan lembut. Aku mencintaimu. Mohon ampuni aku, pintanya.

Mendengar itu, Nai teringat akan perkataan kasar Dan saat itu. Jadi sekarang dia merasa sangat ironis dengan pernyataan cinta Dan, juga dia merasa sangat tidak berdaya. Lalu tanpa sadar air matanya mulai menetes.


Aku hanya berbicara sebanyak ini, mengapa kamu menangis? Jangan menangis. Kemari. Kemari, kata Dan, salah paham kalau Nai merasa tersentuh. Lalu dia menarik Nai ke dalam pelukannya.

Melihat itu, semua orang dibar bertepuk tangan sebagai tanda selamat karena pernyataan cinta Dan berhasil.


Dari jauh, Paul menyaksikan semua itu.



Pong memanggil Paul. Dan Paul mendekatinya sambil tersenyum.

Post a Comment

Previous Post Next Post