Sinopsis Lakorn : Praomook E13 - 2

 

Note :

Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.

Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

  


Note :

Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.

Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

 



Singkat cerita, tanpa membuang waktu, Lim mengumpulkan semua anggota direksi untuk membahas pengangkatan Lan menjadi wakil presdir. Seperti yang bisa diduga, hal itu sangat ditentang sama Lak dengan alasan Lan sudah merusak kredibilitas perusahaan terkait wawancaranya dengan media kemarin. Danai juga bilang kalau Lan akan kesulitan mengatur waktu karena sudah punya perusahaan sendiri. 


Lan untuk kali ini, tidak terpengaruh pada semua perkataan Lak dan Danai karena Mook ada dipihaknya. Dia mulai menjelaskan rencananya terhadap perusahaan yaitu, dia akan fokus pada pasar daring untuk mempromosikan produk perusahaan tanpa mengandalkan platform lain. Hal ini akan mengurangi biaya dan meningkatkan penjualan. Mereka akan menargetkan pasar baru di Asia untuk tingkatkan distribusi. 

Rencana yang dikemukakan oleh Lan sangat menarik dan terdengar menjanjikan. Lak terus saja menyatakan ketidaksetujuannya. Namun, percuma. Lan sudah diberikan kesempatan oleh Lim dan direksi lainnya. Lan juga langsung meminta Lak menyerahkan pekerjaan padanya karena dia akan mulai bekerja. 


Huft. Hubungan kakak beradik itu makin buruk setiap harinya. Ditambah lagi, setelah semua anggota direksi keluar, Lan menyampaikan lebih jelas kalau dia menginginkan semua laporan proyek yang ditangani oleh Lak, Win dan Danai. Lak sangat marah atas permintaan tersebut, tapi juga nggak bisa berkutik karena sekarang Lan sudah menjadi wakil presdir. 

--


Begitu kembali ke ruangannya, Lak langsung melempar barang-barang yang ada di mejanya dengan penuh emosi. Dia semakin yakin kalau Lan akan merebut semua miliknya. Danai yang mengikutinya, berusaha keras menenangkannya. Dia berkata akan membantu Lak merebut semua miliknya kembali. Dia mempunyai cara untuk menjadikan Lak menjadi nomor satu di perusahaan ini. Jika Lan ingin, dia bisa melakukan apapun untuknya.



Cukup satu perkataan itu, Lak menjadi tenang. Dia ingin menjadi nomor satu di perusahaan dan ingin Danai membantunya.

--


Lan sudah mendapatkan posisi wakil presdir, tapi wajahnya malah terlihat murung. Ah, lebih tepatnya kesal. Mook yang mengikutinya, mulai menanyai tujuan Lan tiba-tiba berubah pikiran dan mau menerima posisi wakil presdir. Apa yang direncanakannya? Lan tidak mau menjawab jujur dan hanya bilang ingin mencobanya.

Mook nggak bodoh. Dia tahu kalau Lan melakukan ini karena Lak. Lan curiga kalau Lak mungkin terlibat dalam insinden penyerangan itu. Lan cukup kaget karena Mook ternyata mengetahui sedikit dari pikirannya. Tapi, apakah dia bisa mempercayai Mook?

“Tataplah mataku dan putuskan sendiri,” jawab Mook.


Setelah tahu rencana Lan, Mook menunjukkan ketidak setujuannya. Dia merasa terlalu berbahaya jika Lan menjadikan diri sendiri sebagai umpan. Udah gitu, Lan nggak punya rencana lain jika seandainya rencana ini gagal. Namun, Mook juga tahu kalau percuma saja menasehati Lan yang keras kepala. Jadi, dia hanya bisa mengingatkan Lan untuk tidak bermain-main dengan nyawanya karena nyawa cuma ada 1. 

--


Saat pulang, Mook melihat Rut yang sedang duduk santai di pinggir kolam renang. Jadi, dia ikutan duduk dan mulai membahas mengenai rencana Lan. Menurutnya, rencana Lan itu sangat berbahaya. Rut juga tahu hal itu. Tapi, melihat Mook yang khawatir pada Lan, dia jadi iri, jika dia yang ada di posisi Lan, apakah Mook akan khawatir?

“Tentu saja. Kita kan berteman,” ujar Mook.

Rut kembali menggoda Mook. Mereka mungkin sekarang hanya teman, tapi tidak ada yang tahu masa depan. Mook hanya menanggapi dnegan senyuman kecil. Rut mulai memberanikan diri mengenggam tangan dan menasehati Mook untuk berhati-hati juga.


Eh, hal itu kelihatan sama Lan yang mau berenang. Dia cemburu sehingga melampiaskannya dengan mencipratkan air pada mereka. Udah gitu, dia sengaja berenang dengan kasar agar ainya menciprat kemana-mana.

--


Danai menemui Nuch untuk menunjukkan surat kontrak perjanjian nikah Mook dengan ayah Lan, Lim, yang isinya, jika Mook menikahi Lan selama setahun, maka dia akan mendapatkan kembali rumah dan hutang keluarganya akan dibayarkan. Saat melihat surat itu, Nuch semakin memandang rendah Mook. Dia kira Mook mau menikahi Lan karna cinta, tapi ternyata karena uang.

Karena sudah tahu mengenai perjanjian itu, Danai mengizinkan Nuch untuk memberitahukannya pada Lan agar Lan marah dan menceraikan Mook. Nuch nggak mau, karena dia sudah mempunyai rencana lain. Dia akan mengirimkan foto perjanjian itu pada Lak. Dia sangat yakin kalau Lak akan mengamuk.

--


Petch sangat terobsesi dengan ulang tahunnya. Besok adalah hari ulang tahunnya yang ke – 18. Dia sudah nggak sabar, karena setelah dia berusia 18 tahun, Rut tidak akan melihatnya sebagai anak kecil.

--


Win berada di arena menembak. Dia ternyata jago menembak.

--


Sementara itu, Mook bermimpi buruk. Di dalam mimpinya, dia melihat Lan di tendang dan di tembak oleh seorang pria berpakaian serba hitam. Dan dia nggak bisa melakukan apapun selain hanya berdiri kaku menyaksikan tembakan tersebut.


Mimpi buruk itu membuat Mook terjaga dari tidurnya. Dia bangun, keluar kamar dan berteriak memanggil Lan. Lan ada di dalam kamar Rut. Rut dan Lan bingung saat mendengar teriakan panik Mook. Ditambah lagi, Mook langsung berlari memeluknya saat melihatnya. Mook masih sangat ketakutan dengan mimpi tersebut dan menceritakannya pada Lan. Lan balas memeluk dan mengelus rambutnya sembari berujar kalau itu semua hanya mimpi.

Rut terlihat sedih menyaksikan keduanya.

--


Pagi-pagi sekali, Ting, Oak dan Da sudah menunggu Petch di bawah tangga. Begitu Petch turun, ketiganya langsung menyanyikan lagu ulang tahun sembari membawa kue. Da menasehati Petch yang sekarang sudah berusia 18 tahun dan harus mulai berpikir sebelum bertindak. Ting dan Oak juga mendoakan hal baik untuknya.

Petch kelihatan sangat senang karena usianya kini sudah 18 tahun. Seperti yang diharapkannya.

--


Karena Petch sering sekali datang ke rumahnya, tanpa sadar Rut juga jadi menanti kedatangannya. Poom menyadari hal itu dan menggodanya, tapi Rut malah menyangkal kalau dia nggak menunggu Petch.


Umur panjang, terdengar suara bel. Poom segera keluar untuk membukakan pintu sementara Rut memasang pose cool seolah sibuk. Sayangnya, saat pintu dibuka, tidak ada siapapun. Sebaliknya, hanya ada sebuah foto. Foto Lan yang sudah ditembak. Ini adalah ancaman.


Rut segera memberitahukan ini pada Lan dan Mook. Mook sangat cemas. Ditambah lagi, dari kamera CCTV wajah pengirimnya tidak terlihat. Poom sudah menyarankan agar mereka melaporkan ini pada polisi, tapi Lan terus saja menolak. Alasannya karena nggak punya bukti dan pasti tidak ditemukan sidik jari pada foto itu karena persiapan si pengirim sangat matang (Lah elah,darimana juga dia tahu persiapannya matang? Terus kan udah ada bukti – bukti dia diserang! Ya udah, biar polisi bantu cari tersangka dan nangkap pelakunya!)

Lan malah lebih lega karena rencananya berhasil. Dari cara bicaranya, Lan sepertinya sudah berasumsi kalau penyerangnya adalah orang yang diduganya. Mook sudah memperingatinya untuk tidak berasumsi dulu, tapi Lan nggak mau mendengarkan.


Dibandingkan dengan Lan yang seperti tidak peduli dengan nyawa sendiri, Mook yang jauh lebih khawatir. Dia menjadi lebih overprotective sama Lan. Dia sangat takut kalau Lan diserang tiba-tiba. Lan yang jadi risih dan menyebutnya paranoid. Dia juga nggak mau kalau Mook sampai mengorbankan nyawa deminya. Mook juga nggak mau, tapi jika dia melihat ada yang dalam bahaya, dia refleks melakukannya. Makanya, yang lebih penting sekarang adalah menangkap pelakunya.

Tanpa diketahui siapapun, seseorang diam-diam memperhatikan mereka.

--


Petch sudah semakin berani. Karna usianya sudah 18 tahun, dia merasa sudah sangat dewasa. Makanya, dia berani minta saran Poom, gimana caranya membuat Rut jatuh cinta padanya? Poom jelas kaget mendengar pertanyaannya tersebut.

Petch akhirnya pergi ke ruangan Rut dengan membawa tiramisu dan segelas kopi. Dia menunjukkan perhatiannya. Alasannya datang mau memberikan dokumen. Ketika Rut mengulurkan tangan untuk menerima dokumen, Petch malah meletakkan wajahnya di tangan Rut. 

Siapapun pasti kaget dan malu. Tapi, Petch malah kelihatan senang melihat reaksi kaget plus malu Rut. Udah gitu, dokumen yang di berikannya adalah dokumen terkait gamenya dan judul gamenya : “Cara menjadi Romantis.” Rut yang masih salting, jadi makin salting. Petch semakin senang.

Rut langsung memarahinya anak nakal. Petch malah mendekatkan wajah dan bilang kalau dia sudah bukan anak kecil lagi.

--


Lan nggak bisa fokus bekerja. Kemarin malam, Rut mengajak Lan membahas mengenai Mook. Rut bisa melihat kecemasan Mook terkait keselamatan Lan, dan dia takut kalau kecemasan Mook bisa semakin parah dan berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.

Dan butkinya, tadi pagi, Mook sangat overprotective. Bahkan sampai rela jika nyawanya terancam demi memastikan keselamatan Lan.

Makanya, begitu jam pulang kerja, Lan segera menjemput Mook ke ruangannya dan membawanya pulang. Lan kelihatan jelas mencurigai Win, dari caranya menatap Win. Baru juga mau keluar kantor, Lak memanggilnya. 


Lak menyindir keduanya tampak akrab dan menyalahkan Mook yang membujuk Lan hingga mau kembali bekerja di LS Design. Lan langsung menjawab kalau dia kembali bukan karena Mook, melainkan Lak. Dia ingin membantu Lak. Jawaban yang mendapat respon sinis dari Lak. 


Lan tidak membawa Mook kembali ke rumah Rut, melainkan ke rumah Mook. Dia ingin mook menjauh darinya sementara ini. Mook tersenyum dan menjawab kalau Lan tidak perlu mengkawatirkannya. Bukannya mengiyakan kalau dia khawatir pada Mook, Lan malah berbohong kalau berada di dekat Mook membuatnya kehilangan kesempatan bersama Nuch. Membuatnya merasa tidak nyaman.


Jawaban yang dipercayai oleh Mook. Dengan menelan rasa pahit, Mook berusaha tidak peduli. Dan semua itu disaksikan sama Ting yang lagi menyapu halaman. Ting saja bisa tahu kalau Lan mencemaskan Mook, tapi kenapa begitu keras kepala tidak mau mengakuinya. Ting juga langsung menelpon Oak untuk memberitahu kalau Mook pulang.

--


Begitu sampai di rumah Rut, Lan memberitahu kalau Mook dia pulangkan. Dia tidak ingin Mook dalam bahaya soalnya penyerangnya sudah sampai meninggalkan ancaman di depan pintu rumah ini. Sesuatu bisa terjadi pada Mook jika terus berada didekatnya. Rut bisa mengerti dan setuju dengan keputusan Lan, tapi, yang tidak dimengertinya, kenapa Lan harus berbohong dan mengatakan kalimat yang menyakiti seperti itu?! Lan beralasan kalau Mook itu keras kepala dan tidak bisa diyakinkan secara baik-baik. 

Rut merasa kalau Mook pasti akan menuruti kalau dijelaskan. Poom juga menasehatinya untuk jujur saja. Eh, Lan malah emosi dan marah-marah sama mereka. Rut sudah emosi juga sama Lan, belum lagi, tidak ada jaminan kalau Mook akan aman. Bagaimanapun, Mook adalah saksi. Dan jika Mook bahkan di serang, siapa yang akan menyelamatkannya? Bukannya memikirkan perkataan Rut, Lan malah pergi.


Kemana Lan? Pergi menemui Nuch. Mereka sudah membuat janji kemarin, makanya, Nuch sudah berias dengan cantik dan memakai pakaian seksi untuk menyambut Lan. Hatinya beneran senang saat Lan beneran dantag.

--


Oak sudah mendengar cerita Mook dan responnya? Pusing! Hubungan Lan dan Mook udah rumit, sekarang ditambah lagi dengan masalah penyerangan dan cinta segitiga. Mook juga merasa frustasi karena Lan pergi menemui Nuch sementara dia malah mengkhawatirkannya. Oak berpendapat kalau bisa saja Lan mencemaskannya dan ingin dia aman. 

“Jangan membeiku harapan,” peringati Mook.


Dan benar saja, harapannya hancur saat Nuch mengirimkan foto Lan. Mook menunjukkannya pada Oak. Oak kehabisan kata-kata, tidak mengira Lan sebej*t itu.

--


Lan beneran asgahrghaghhqasa. Bayangkan, jika dia beneran menyukai Mook, dia nggak akan goyah! Bagaimana bisa, dia datang ke tempat Nuch dan hanya dengan kalimat : “Jangan pikirkan hal lain. Fokuslah padaku,” Lan berakhir di tempat tidur Nuch. Bukan dengan paksaan! Dia bahkan melepaskan pakaiannya. Yah, kalian sudah tahu apa yang akan mereka lakukan.

--



Mook menghibur dirinya dengan memainkan musik keras-keras di ruang musiknya. Dia mencoba menghubungi Lan. Pas di saat Lan sedang asyik bercum** dengan Nuch! 


Dan seperti yang ditakutkan oleh Rut, tanpa diduga, seorang pria datang dan menyergap Mook! Mook udah sempat berteriak minta tolong, tapi pria itu lebih cepat dan kuat menarik Mook ke ruang musiknya yang kedap suara. Diruangan tersebut, mau sekeras apapun suara Mook berteriak, tidak akan terdengar.

Semua anggota keluarga Mook juga sibuk. Da sibuk membuat pembukuan kue, Oak sibuk mengatur jadwal dan Petch sibuk bermain game menggunakan headphone. 


Mook sudah berusaha melawan sekuat tenaga, tapi kekuatannya jauh dibawah si penyerang. Saat Rut menelponnya, Mook juga nggak bisa mengangkatnya. Dia sibuk bertahan dari cekikan si penyerang. Dia akan mati. Cekikan si penyerang sangat kuat dan dia sudah tidak mempunyai tenaga sedikitpun untuk melawan. Suaranya tidak lagi keluar. 


Post a Comment

Previous Post Next Post