Sinopsis C-Drama : Summer Again Episode 08



Tong Xi, Nan Yi dan Tao Zhu melakukan diskusi secara daring untuk mencari jalan keluar terbaik untuk masalah surat Tong Xi yang tersebar itu. Jika dilihat, akun yang menge-post surat itu adalah akun palsu, jadi sangat jelas kalau pemilik akun itu juga takut kalau identitasnya ketahuan. Dan juga, isi di surat itu tidak ada bukti yang menunjuk kalau Tong Xi adalah penulisnya. Semua hanya opini yang berusaha digiring oleh akun palsu tersebut menggunakan kata ‘angsa putih.’ Ya udah, jika ada yang muncul mengaku sebagai penulis surat itu, maka semua masalah akan selesai.



Makanya, Nan Yi dan Tao Zhu ingin mengakui kalau mereka yang menulis surat tersebut. Tong Xi nggak setuju karena ini adalah masalahnya, jadi dia tidak mau mereka berdua ikut terlibat.Tao Zhu sama sekali nggak masalah dan ngotot kalau dia saja yang mengaku sebagai si penulis surat. Kalau dia bilang dia yang menulis, tidak akan ada yang curiga. Nan Yi juga setuju karena ini adalah solusi yang terbaik saat ini. Dan juga, kalau Tao Zhu mengaku, dia nggak akan dicemooh. Alasan orang-orang begitu mencemooh surat itu karena mereka mengira Tong Xi yang menulisnya dan itu sangat berbeda dengan kepribadian yang Tong Xi tunjukkan selama ini. 


Karena Tong XI terus menolak bantuan mereka, Tao Zhu nggak menunggu persetujuan lagi dan langsung membuat post mengakui kalau dia adalah si penulis surat yang viral. 

Tong Xi beneran merasa sangat berterimakasih. Dia nggak nyangka saja kalau akan ada orang-orang yang berusaha keras membantu menyelesaikan masalahnya. Dan itu membuatnya sadar kalau dia orang yang paling bahagia. Karena tidak peduli seperti apa sifat aslinya, dia tetap mendapat kebaikan dan cinta dari teman-temannya.

Dan seperti biasa, dia mengirimkan pesan pada Qing He yang isinya mengenai perasaannya saat ini. 


-SUMMER AGAIN-


Hari Senin tiba,

Untunglah masalah surat itu tidak sampai dilihat oleh Guru Jia sehingga Ibu Tong Xi pun nggak tahu menahu soal surat itu. Semua masalah berhasil diselesaikan dengan baik. Teman-teman di kelas juga percaya kalau Tao Zhu adalah penulis surat tersebut. Dengan sangat semangat, Tao Zhu bercerita mengenai kronologis suratnya bisa tersebar. Waktu itu, dia membawa suratnya ke sekolah dan menyelipkannya diantara buku, eh, tapi suratnya mendadak hilang. Entah dibawa oleh siapa dan akhirnya di sebarkan. 


Yang kecewa hanyalah Xiao Wan karena semua tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. 



Dari masalah ini, Tong Xi juga belajar satu hal. Semakin tinggi harapan seseorang terhadap keindahan suatu hal, semakin rendah tingkat toleransinya. Soalnya, waktu teman-temannya berpikir surat itu adalah dirinya, semua langsung mencemooh. Tapi, waktu di bilang yang menulis surat itu adalah Tao Zhu, semua malah bersikap biasa saja. 


Masalah sudah selesai, sekarang kembali ke kehidupan sehari-hari. Setelah tahu sifat asli Tong Xi, Tao Zhu menjadi lebih tenang dan santai saat bersamanya. Tong Xi juga menjadi lebih akrab dengannya dan bahkan berjanji akan memberikan foto Qing He saat fansign nanti sebagai bentuk terimakasih atas bantuannya. 

--


Nan Yi membaca email-email yang dikirimkan oleh fansnya. Dan akhirnya, dia menyadari kalau email yang selalu dikirim oleh seseorang dengan kalimat-kalimat puitis adalah benar email yang dikirim oleh Tong Xi. 


Ditempat lain, Yi Ming benar-benar salah paham mengira kalau Tong Xi membuat 2 surat. Satu untuknya dan satu lagi untuk Senior.


Tong Xi sekarang sudah lebih terbuka pada Tao Zhu. Dia juga menceritakan mengenai senior yang disukainya di Dacheng, Wei Zhe. Andai saja dia memang perempuan yang anggun, feminim dan imut, Wei Ze pasti akan menyukainya. Tao Zhu nggak setuju dengan Tong Xi. Alasan dia mau berteman dengan Tong Xi bukan karena Tong Xi anggun, pandai menari ballet dan sejenisnya, tapi karena dia menyadari Tong Xi mempunyai banyak kelebihan. Dan juga, menurutnya, Tong Xi sekarang sangat imut. 


Umur panjang. Wei Zhe yang sedang dibicarakan, mengirim pesan pada Tong Xi. Dia mengucapkan terimakasih atas email yang Tong Xi kirimkan dan juga, beberapa hari lagi dia akan datang ke Xi Hai untuk mengurus kepindahan. Tong Xi sontak bersorak senang dan memberitahu kabar membahagiakan ini pada Tao Zhu. Ah, dia lupa memberitahu kalau Wei Zhe adalah orang Xi Hai dan akan kembali kemari.


Masalahnya, Tong Xi sudah berjanji pada Nan Yi akan berhenti berpura-pura menjadi ‘angsa putih’. Tapi, jika dia berhenti sekarang dan Wei Zhe melihatnya tidak ada bedanya dengan di Dacheng, bagaimana dong?


Nan Yi juga sekarang lagi galau berat. Dia ingin memberitahu Tong Xi mengenai identitasnya kalau dia adalah Qing He, tapi dia takut kalau Tong Xi akan kecewa. Di saat lagi pusing itu, dia mendapat telepon dari Jiajia yang memberitahu mengenai jadwal fansign tunggal Qing He. Mereka sudah mendiskusikan tanggalnya dan tidak lama lagi, Nan Yi akan ba menunjukkan wajahnya di depan umum. Selamat!

Sayangnya, Nan Yi nggak begitu gembira dengan kabar itu. Dia merasa dilema. 

--








Hari demi hari berlalu, 

Tong Xi tetap sibuk dengan latihan balet dan masih berpura-pura anggun di sekolah. Xiao Wan semakin membencinya yang mendapat banyak perhatian dari teman-teman sekelas. Nan Yi sibuk bekerja. Tao Zhu sibuk latihan untuk persiapan pemilihan peran utama drama nanti. Sementara Yi Ming masih galau memikirkan surat cinta Tao Zhu. 


Demi bertemu Wei Zhe, Tong Xi sampai melakukan diet ketat. Dia nggak mau makan dan hanya minum jus buah. Pikirannya benar-benar hanya terfokus pada Wei Zhe. Sampai-sampai, saat Qing He menerbitkan komik MINT Vol. 2, dia nggak sempat membacanya. Padahal, Nan Yi udah sangat menanti pesannya. 


Komik MINT Vol. 2 benar – benar menjadi topik panas di sekolah Tong Xi. Para penggemar yang sudah membaca komik itu yakin kalau Qing He pasti menjadikan wanita yang disukainya menjadi tokoh utama komik ini, soalnya, sampul cover komik MINT selalu wajah si tokoh utama wanita. Udah gitu, wajah si tokoh utama benar-benar mirip dengan Tong Xi.


Tao Zhu sampai curiga kalau Tong Xi mengirimkan fotonya pada Qing He. Soalnya, wajah tokoh utamanya di volume terbaru benar-benar serupa dengan Tong Xi dan terlalu aneh jika disebut kebetulan. Tong Xi juga bingung karena dia juga belum ada membaca volume yang terbaru. Dia terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk ujian dan bertemu senior Wei Zhe. Kalau nanti sudah selesai bertemu senior Wei Zhe, dia baru akan mengirim pesan sama Qing He menanyakan mengenai tokoh utama komiknya. 

Selagi mereka berbincang, Nan Yi dan Yi Ming diam-diam menguping. Mereka sampai bisa mendengar suara perut Tong Xi yang keroncongan. Nan Yi beneran kecewa dan nggak habis pikir sama Tong Xi yang begitu berusaha diet hanya demi bertemu Wei Zhe yang akan datang besok. Yi Ming malah kepo, senior siapa yang dibicarakan oleh Tong Xi? Tentu saja nggak ada satupun yang mau memberitahunya. 


Setelah pembicaraan itu, Tao Zhu buru-buru pamit karena dia harus latihan drama. Yi Ming langsung mengikutinya. Dia udah nggak tahan lagi dan mau membahas mengenai surat cinta Tao Zhu padanya. Tao Zhu mana ngerti dan nanya surat apaan? Yi Ming jadi malu dan memutuskan tidak membahasnya. Dia langsung kabur untuk main basket. 


Nan Yi akhirnya menanyakan kenapa Tong Xi masih berpura-pura menjadi ‘angsa putih’? Bukannya waktu itu mereka sudah sepakat kalau Tong Xi nggak akan berpura-pura lagi? Tong Xi jadi nggak enak dan beralasan kalau dia tiba-tiba merubah karakternya, orang-orang akan merasa sangat aneh. Jadi, dia memutuskan untuk mengungkapkan sifat aslinya pelan-pelan. Kan Tao Zhu udah tahu, selanjutnya, dia akan memberitahu Yi Ming, kemudian yang lain. Pokoknya, bertahap-tahap.


Nan Yi menanyakan dengan serius, apa benar alasannya karena itu? Atau karena kedatangan Wei Zhe? Tong Xi akhirnya jujur kalau sebagian besar alasannya memang karena kedatangan Wei Zhe besol. Tapi, Wei Zhe hanya datang beberapa hari kok. Setelah Wei Zhe pergi, dia tidak akan berpura-pura lagi. Janji!


“Sudahlah. Asalkan kamu senang,” ujar Nan Yi.

Tong Xi beneran nggak peka. Dia malah bingung kenapa Nan Yi marah. Ckckc.


Saat Tao Zhu tiba di ruang klub drama, para anggota mulai menggodanya terkait surat yang dia bilang dia yang menulisnya. Mereka bilang kalau setelah surat itu viral, Tao Zhu langsung dipilih menjadi pemeran utama dan tidak menjadi tukang sapu lagi. Tukang sapu sekarang di gantikan oleh anggota baru bernama Qing. Dia baru masuk hari ini. Tao Zhu menyemangati Qing kalau dulu dia tukang sapu dan sekarang akhirnya bisa menjadi bagian dari pentas drama. 



Tao Zhu masih saja kesulitan dalam menghafal dialog. Apalagi saat Xu Ao yang menjadi teman latihannya hari ini, dia jadi nggak fokus dengan perannya dan malah terpesona dengan suara Xu Ao. Untungnya Xu Ao tidak marah dan menyuruhnya untuk banyak berlatih.

--


Yi Ming nongkrong di Dalanxiang. Dia ingin membahas sikap aneh Tong Xi dan Tao Zhu akhir-akhir ini. Eh, Nan Yi malah bilang kalau Yi Ming lah yang aneh. Yi Ming nggak terima dibilang aneh dan akhirnya berbisik memberitahu kalau Tao Zhu menuliskan surat cinta untuknya. Tapi, Tao Zhu malah bilang surat yang viral di internet adalah surat yang ditulisnya untuk senior Xu Ao. Kalau gitu kan Tao Zhu menulis dua surat dan dia jadi bingung harus gimana menghadapinya.

“Surat yang ditulis tangan itu, kau yakin itu untukmu?” tanya Nan Yi.

“Tentu saja. Aku sudah melihat tulisannya sejak kecil. Pasti dia yang tulis. Lalu diam-diam memasukkan ke bukuku.”

“Kalau begitu… masih ada yang aneh?”


“Ada. Sebelumnya, dia sangat nge-fans sama Dewa Qing He. Dia bisa membaca komiknya berulang kali. Sekarang, MINT sudah sangat populer, tapi dia tidak punya waktu untuk membaca kedua kali. Latihan setiap hari. Ingin menjadi tokoh utama wanita. Ada lagi, Tong Xi. Tidak mau makan. Sangat aneh.”

Wkwkwk. Na Yi kelihatan cemburu. Gegara senior, keduanya jadi gila. Kasihan sekali Yi Ming. Hanya dia yang nggak tahu apa-apa dan bingung sendiri, deh. 



Hari H, hari yang ditunggu-tunggu Tong Xi. Wei Zhe datang ke Xi Hai. Dan demi menjemput Xi Hai dibandara, dia sampai rela bolos sekolah. Caranya? Dia bekerja sama dengan Tao Zhu. Ditengah pelajaran, saat mendapat SMS dari Wei Zhe yang mengabari kalau dia sudah sampai, Tong Xi segera memberitanda pada Tao Zhu. Tao Zhu langsung berakting sakit perut dan Tong Xi langsung mengangkat tangan menawarkan diri untuk membawa Tao Zhu ke UKS. Guru Jia tertipu kebohongan keduanya dan mengizinkan mereka keluar kelas. Yi Ming juga tertipu dan hendak ikut, tapi Nan Yi menghalangi dan menyuruhnya untuk mendengarkan pelajaran dengan baik saja.Saat keluar kelas tadi, Tong Xi diam-diam membawa tas sekolahnya juga. Di tasnya itu, ada baju ganti sebuah dres putih. Sebenarnya, dress itu sedikit kekecilan untuk Tong Xi, tapi Tong Xi tetap saja memaksa untuk memakainya. Dia juga kelihatan sedikit pucat dan pusing, tapi tetap saja memaksakan diri. Setelah siap berganti baju, Tong Xi langsung cabut. Sementara Tao Zhu menghabiskan waktu dengan menghafal naskah drama. 


Di dalam kelas, Guru Jia mengumumkan kalau hari Jumat nanti, kelas mereka akan mengadakan pelajaran terbuka. Ada pimpinan biro pendidikan dan kota yang akan datang ke kelas mereka untuk ikut pelajaran sebagai bentuk audit. Dan rencananya, di hari itu, dia akan membahas pelajaran mengenai puisi kuno ‘Pemandangan’. Pelajaran ini juga akan berhubungan dengan evaluasi pengajarannya. Jadi, dia harap semua murid bekerja sama membantu dengan mempersiapkan diri mempelajari pelajaran itu dulu. Ah, dan juga, di akhir pelajaran, dia berencana membuat sebuah permainan. Dia akan mengundang seorang murid untuk maju menggambar sambil mendengar puisi. Apa ada yang mau mendaftar?


Semua otomotis langsung menundukkan kepala dalam-dalam agar tidak terpilih, kecuali Xiao Wan. Akhirnya, guru Jia memilih Xiao Wan. Dan Xiao Wan juga nggak masalah sama sekali. 



Setelah membahas rencana hari Jumat nanti, sekarang saatnya melanjutkan pelajaran. Yi Ming nggak fokus sama sekali dan mengkhawatirkan Tao Zhu yang nggak balik-balik. Apa dia kena usus buntu? Kanker? Nan Yi sama sekali nggak menggubris pertanyaan Yi Ming dan sibuk menggambar Tong Xi di bukunya. Gambar yang dibuatnya mirip seperti gambar Qing He (lah iya, dia Qing He). Yi Ming nggak peka dan salah paham mengira kalau Nan Yi adalah fans Qing He juga dan sedang meniru gambarnya. 



Akhirnya, Tong Xi bertemu dengan senior Wei Zhe yang dirindukannya. Eh, tapi baru juga bertemu, dia malah jatuh pingsan. Senior Wei Zhe panik dan segera membawanya ke rumah sakit. Karena Tong Xi nggak kunjung sadar, Wei Zhe memutuskan untuk menelpon nomor panggilan terakhir yang ada di hp Tong Xi. Dia menelpon Tao Zhu, tapi Tao Zhu sedang fokus latihan drama dan hp nya dalam mode silent, jadi dia nggak mendengar bunyai telepon masuk.

--


Epilog,

Xu Ao mendapat hadiah satu pot tanaman mint. Tidak ada nama pengirimnya. Ah, dia nggak peduli. Yang dia pedulikan hanya buku Shakespeare. 



Post a Comment

Previous Post Next Post