Monday, February 13, 2017

Sinopsis Drama Korea : VOICE Episode 07

2 comments
Previous Episode
 Content and Images Copyrights by OCN

12 : 30 KST
Pelaku insiden Surim-dong ditangkap dalam rentang Golden Time

Pil Bae berteriak minta tolong di bebaskan. Jin Hyuk menyuruhnya untuk bicara.

"Astaga. Apa menurutmu aku juga mau berbuat seperti ini? Karena Nenek itu,  aku dipecat dari pekerjaanku. Apa yang bias kulakukan?" tangis Pil Bae. "Aku tahu pemilik rusun berhak atas semuanya tapi sewa-ku masih tinggal 1,5 tahun lagi sampai kontraknya berakhir. Dia menendangku keluar dengan uang deposit dan sedikit uang saja. Daerah ini adalah daerah dengan harga jual yang murah. Aku memberitahunya bahwa aku tidak bisa pergi dan dia mulai memperlakukanku secara tidak adil berulang kali. Sepanjang malam dia memotong sesuatu. Suaranya sangat mengganggu... " cerita Pil Bae.




Flashback
Nenek Bok Soon sibuk memotong sesuatu. Suaranya sampai terdengar di kamar Pil Bae yang berada tepat di atas. Pil Bae terganggu dan tidak bisa tidur. Dia bangkit dan mulai melompat-lompat di atas, dia bahkan mengambil gantungan jas topi dan menghentak-hentakkan ke lantai. Nenek Bok Soon berhenti memotong dan mendengar suara Pil Bae yang berteriak menyuruhnya diam.

Nenek Bok Soon menyeringai mengerikan. Dia berdiri dan melihat ke atas. Pil Bae merasa lega karena suara sudah hilang dan berbaring. Bel rumahnya berbunyi. Pil Bae membuka pintu. Nenek Bok Soon berdiri di depan dan langsung menyiram air ke Pil Bae. Pil Bae marah dan bertanya apa nenek sudah gila? Dia tidak akan pergi karena ini.

"Lain kali... airnya akan mendidih," ancam nenek Bok Soon dan berjalan pergi.

Flashback END

"... bukan hanya itu, pada pukul 2 subuh tiap hari, dia berjalan di koridor seperti hantu," lanjut Pil Bae bercerita.

Flashback
Pil Bae sedang mencuci muka di pagi hari. Ketika dia melihat ke cermin, dia sampai jantungan karena melihat nenek yang mengintip dari ventilasi kamar mandi. Nenek menatapnya menyeramkan. Pil Bae berteriak ketakutan melihatnya.

Flashback END

"Apa aku akan berbuat seperti ini kalau aku tidak begitu putus asa? Akulah orang yang seharusnya dikasihani. Aku! Nenek itu punya banyak uang dan dia bisa hidup selama sisa hidupnya tapi dia mengusir orang miskin sepertiku. Dia itu pemilik rusun yang jahat," jelas Pil Bae sambil menangis histeris.

Kwon Joo mendengar penjelasan Pil Bae. Nenek Bok Soon berjalan keluar dari kamar. Jin Hyuk kemudian membujuk Pil Bae untuk pergi ke kantor polisi dan dia bisa bercerita disana nanti. Pil Bae menolak di bawa oleh polisi. Nenek duduk melirik ke arahnya.

Pil Bae berkata kalau dia mabuk tadi dan menangis minta jangan di bawa. Polisi kemudian memberitahu nenek untuk ikut juga karena mereka butuh keterangannya. Nenek menoleh kaget dan menolak ikut. Jin Hyuk berusaha membujuknya tapi begitu dia membungkuk dekat nenek, dia mencium bau yang kuat lagi.

Jin Hyuk terlihat berpikir dan kemudian memanggil Dae Shik. Dae Shik datang menghampiri dan bertanya ada apa. Jin Hyuk berbisik dan bertanya mengapa seseorang yang suka menimbun sampah berbau klorin seperti ini? Jin Hyuk menyuruh Dae Shik untuk mencoba menciumnya juga. Nenek melirik dan mencoba mencuri dengar dengan khawatir.

*bau klorin itu seperti bau pemutih.

Dae Shik berjalan mendekat ke arah nenek dan mencium baunya. Dae Shik kemudian kembali menghadap Jin Hyuk dan membenarkan bahwa tercium bau klorin dari tubuh nenek. Jin Hyuk segera menghubungi Kwon Joo dan meminta di carikan informasi mengenai Park Bok Soo karena ada hal yang sedikit mencurigakan.
Kwon Joo mengerti dan bertanya kepada Hyung Ho, apa dia mendapatkan sesuatu mengenai Park Bok Soon? Hyung Ho ternyata sudah mencari info-nya untuk jaga-jaga.

"Aku mencari sesuatu untuk jaga-jaga. Tempat yang dia tempati telah terdaftar 6 bulan lalu untuk di sumbangkan kepada penampungan tunawisma yang berada di dekat lingkungannya. Semua perumahan sekitarnya juga sudah terjual pada sebuah perusahaan kecuali perumahan itu."

"Apa nama perusahaannya?"

"Disini tertulis Good Friends. Juga.. disini..." ujar Hyung Ho sambal menyerahkan ponselnya.

Kwon Joo memberitahukan hal ini pada Jin Hyuk. "Yoon Pil Bae mengatakan bahwa dia memperlakukannya secara tidak adil untuk mengeluarkan dia, namun rumah ini sudah didonasikan pada sebuah penampungan setelah dia meninggal. Selain itu, artikulasi bicaranya tidak terlalu benarm namun dia masih bisa bicara dengan jelas jika di bandingkan dengan pasien demensia lainnya. Ada satu hal lagi yang mencurigakan. Disini dikatakan bahwa Park Bok Soo pernah menjalani operasi kanker tiroid. Namun, dia terlihat sangat sehat-sehat saja," lapor Kwon Joo.
Jin Hyuk mengerti. Pil Bae melawan dan lari ke dalam kamar nenek. Dia membongkar barang di kamar dan melihat dari sela lemari ada mayat yang menatapnya. Pil Bae berteriak ketakutan dan histeris. Dae Shik masuk dan bingung melihatnya.

"Disitu, disitu... ada mata disitu. Ada mata!" teriak Pil Bae histeris.

Dae Shik mengira kalau Pil Bae hanya mengarang.  Jin Hyuk masuk dan melihatnya. Pil Bae tetap mengatakan kalau dia melihat ada orang di lemari. Jin Hyuk coba mengechecknya.

Dia mengintip ke dalam lemari dan kemudian membukanya. Sebuah mayat dibungkus plastic jatuh ke arah depan dari lemari.

Mereka melihat mayat di plastic dan melihat wajah nenek yang sedang di apit polisi. Mirip.

"Apa ini? Disini Tim Satu. Kami berada di perumahan Chun Soo. Kami menemukan jazad seseorang yang mirip Park Bok Soon didalam lemari. Kirim tim forensic segera," lapor Jin Hyuk. Dae Shik melihat ke arah nenek.

12:45 KST
Sebuah mayat ditemukan di dalam rumah susun di Surim-dong

Kwon Joo kaget mendengar temuan Jin Hyuk. Jin Hyuk menjelaskan bahwa memang mirip sekali. Dia terlihat berumur awal 60-an dan memiliki tinggi sekitar 150cm. Terdapat juga tulang yang patah. Aku rasa korban meninggal akibat kekerasan.

Jin Hyuk kemudian bertanya pada nenek, mayat siapa ini. Nenek diam. Jin Hyuk berteriak dan bertanya identitas mayat yang mirip seperti nenek. Nenek berteriak kalau dia tidak tahu. Nenek memberontak.

Jin Hyuk kemudian ingat bahwa tadi Kwon Joo berkata kalau nenek Bok Soon pernah menjalani operasi tiroid. Jin Hyuk segera memeriksa leher nenek dan mendapati ada bekas operasi di leher mayat. Jin Hyuk bertanya memastikan pada Kwon Joo mengenai operasi tiroid tersebut. Kwon Joo membenarkan karena ada catatan medisnya disini.

Jin Hyuk berlari menghampiri nenek. Dia membuka bahu nenek dan tidak ada bekas operasi di leher. Yang ada bekas luka di sekitar tulang selangka . Jin Hyuk sadar kalau yang hidup bukan Park Bok Soon. Nenek menghindari tatapan Jin Hyuk dan tetap diam. Jin Hyuk berteriak bertanya siapa sebenarnya dia.
Dae Shik membongkar kamar nenek dan menemukan lampu tegak yang sepertinya senjata yang digunakan membunuh. Dae Shik berkata bahwa bekas patahan milih seperti patah tulang yang ada pada mayat. Jin Hyuk memeriksa mayat dan menemukan di mayat Park Bok Soon ada bekas perlawanan pada tangan nenek.

Nenek yang diapit oleh polisi, menoleh ke arah belakang. Jin Hyuk melihat tatapan terkejut nenek dan segera keluar. Ada orang yang berlari pergi dari ruang depan. Jin Hyuk berlari ke depan dan bertanya pada para tetangga yang berkumpul, siapa yang tadi lari dari TKP? Para tetangga mengatakan itu adalah pria dari 205 yang sudah pindah beberapa waktu yang lalu.

Jin Hyuk menghubungi Kwon Joo dan memintanya untuk mencari informasi penghuni 205. Jin Hyuk berlari mengejar pria tersebut. Dae Shik mengikutinya dan sebelum pergi memerintahkan polisi untuk memborgol nenek. Pil Bae berteriak ketakutan dan meminta polisi untuk membawanya juga. Dia tidak mau di tinggal dengan mayat.

"Wanita itu bernama Shim Chun Ok. Usia 59tahun. Teman serumahnya adalah Shim Young Woo, usia 40tahun. Tetapi, Shim Young Woo memiliki 10 catatan criminal penyerangan," lapor Hyung Ho.

"Dia juga memiliki umur yang sama dengan Park Bok Soon. Saudaranya memiliki catatan criminal?" pikir Kwon Joo. "Detektif Oh, apa kau bisa mencarikan foto dari Shim Chun Ok?"

Hyung Ho mengerti dan mencari foto Chun Ok di Pusat Kesejahteraan Surim-dong. Dia mencari dan menemukannya. Dia kemudian mengirim fotonya pada Kwon Joo.

Jin Hyuk mengejar pria berbaju olahraga biru. Dae Shik mengikuti. Pria itu, Young Woon, berlari diantara rumah-rumah dan menaiki tangga-tangga.

"Penyewa unit 205 adalah Shim Chun Ok. Dia setahun lebih muda dari Park Bok Soon. Dia tinggal bersama adiknya, Shim Young Woon. Dia mungkin berpura-pura menjadi Park Bok Soon. Ada sebuah ciri unik. Dia memiliki sebuah luka keloid di tulang selangkanya. Buronan yang sedang dicari-cari juga adalah Shim Young Woo. Aku akan mengirimkanmu fotonya," lapor Kwon Joo.

Jin Hyuk mendengarkan sambal berlari. Mereka sempat kehilangan jejak Young Woon. Young Woon bersembunyi tidak jauh dari mereka. Jin Hyuk melihat kakinya yang sedang bersembunyi dan menmukan Young Woon.

Young Woon ketakutan di temukan. Dia memegang botol soju. Tangannya gemetar. Dia menyangkal namanya Young Woon. Dia menyuruh  mereka untuk tidak mendekatinya dan membanting botol kaca yang di pegangnya. Cara berbicaranya aneh.

"Shim Young Woo mengidap penyakit keterbelakangan mental tingkat 3. Dia juga mengidap gangguan control impuls yang membuatnya melakukan 10 tindakan criminal. Sementara itu, Shim Chun Ok menerima 20.000 dollars dari pengirim yang tak dikenal," lapor Kwon Joo lagi. Jin Hyuk bertanya pada Young Woo dimana noona-nya? Young Woon ketakutan dan tidak mau mengatakannya. Dia berusaha kabur lagi.
Jin Hyuk menyuruh Dae Shik mengejarnya dan dia mengejar dari arah berlawanan. Young Woon berhasil ditangkap. Jin Hyuk memborgolnya dan membacakan hak-haknya untuk memiliki pengacara. Young Woon menangis meminta noona-nya untuk menolong.

13:05 KST
Pelaku Kasus Surim-dong telah ditangkap dalam waktu 20menit

Semua di markas 112, menghela nafas lega. 

Pil Bae di borgol dan dibawa ke kantor polisi atas tindakan penyerangan. Pil Bae masih memberontak dan berkata mereka menangkap orang yang salah dan mengatakan kalau wanita tua itulah yang pembunuh. Nenek Chun Ok di bawa ke kantor polisi. Jin Hyuk dating dengan membawa Young Woon. Young Woon langsung berteriak memanggil noona begitu melihat nenek Chun Ok.

Tidak jauh dari sana, ada sebuah mobil hitam yang terparkir. Di dalamnya ada pria tua dan anak buahnya. Pria tua memerintahkan untuk mulai pembangunan sebelum mereka (para polisi) menggali terlalu jauh. Anak buahnya mengerti. Terdengar suara retakan dari mulutnya.

Hyung Ho senang karena satu kasus sudah selesai. Eun Soo menatap ke arahnya. Hyung Ho kepedean dan berkata kalau seorang pria yang sedang bekerja itu memang keren. Dia tertawa bangga. Eun Soo berkata bukankah harusnya dia harus tetap rendah hati? Hyung Ho menjawab bahwa itulah daya tariknya. Hyung Ho bahkan memberitahu kalau dia akan DJ di sebuah klub akhir pekan nanti dan mengundang Eun Soo untuk datang. Dia memberitahu kalau tidak ada yang tahu mengenai hal ini dan dia hanya memberitahu Eun Soo.

Eun Soo tidak percaya kalau Hyung Ho punya banyak waktu untuk melakukan DJ. Hyung Ho membela diri dengan berkata bahwa penting untuk menghilangkan stress kita saat bekerja seperti ini. Kalau aku tidak mood, aku mungkin akan melakukan kesalahan saat menjawab panggilan, bukan? Kau perlu sebuah hobi untuk menghilangkan stress. Eun Soo tersenyum tidak percaya kalau Hyung Ho ternyata sangat kekinian.

14:45 KST
Kepolisian Regional Sungwun

Young Woon sedang di interogasi oleh Choong Ki. Jin Hyuk dan Kwon Joo melihat dari balik ruang interogasi. Choong Ki mengiterogasi dan bertanya kalau Young Woon membunuh Park Bok Soon dengan menghantam lampu ke kepalanya. Young Woon menggeleng dan berkata dia tidak tahu apapun. Choong Ki terus bertanya dengan marah. Young Woon memegang kedua telinganya dan memintanya untuk tidak berteriak. Ketika Choong Ki menuduh kalau mereka hendak memiliki apartemen, makanya Young Woon membunuh Park Bok Soon dan kakaknya mengoperasi wajahnya menjadi Park Bok Soon, Young Woon langsung berteriak histeris menyangkal.

Dia mengancungkan kedua tinjunya dan berkata kalau Choong Ki mengganggu kakaknya, dia kan membunuhnya dan memukul menggunakan tinjunya. Choong Ki tidak peduli dan Young Woo semakin histeris. Choong Ki kemudian berkata kalau Young Woon bekerja sama dengan perusahaan real estate untuk menjual apartemen, Young Woon langsung menatap Choong Ki dari sela tangannya. Dia semakin histeris dan membanting kursinya. Dia kemudian mulai membenturkan kepalanya ke dinding.

Polisi datang dan menghentikannya. Interogasi tidak bisa dilanjutkan. Kwang Soo memberi informasi kalau Young Woon dan Chun Ok tinggal di apartemen 205 selama 2tahun. Shim Chun Ok menjual kopi dan beberapa barang dipasar. Adiknya mengidap keterbelakangan mental dan menderita gangguan control impuls sejak lahir. Kakaknya yang janda itu memutuskan untuk merawatnya, namun dia suka membuat masalah. Orang-orang mengatakan bahwa Bok Soon memarahi Young Woon terlalu keras dan inilah alasannya hal ini terjadi.
Kita kemudian melihat adegan flashback, Bok Soon yang memukul Young Woon di samping gang. Kwang Soo lanjut memberitahu kalau property milik Park Bok Soon di tawari dengan harga yang tinggi dan mereka menjadi serakah. Dia mengubah wajahnya agar sama persis dengan Park Bok Soon dan dia  menendang semua penyewa keluar dan berlagak mengidap demensia. Semua ini berkat laporan Yoon Pil Bae.

"Apa kau sudah mencari tahu perusahaan real estate yang membeli perumahan tersebut?" Tanya Jin Hyuk.

"Ya. Perusahaannya bernama Good Friends. Mereka bergerak dibidang transportasi bus dan supir kargo. Mereka kemudian bergerak di bidang real estate dimulai dengan perumahan di Surim-dong Mereka memiliki tinjauan yang bagus. Kita harus mencari tahu lagi. Namun, tidak ada yang mencurigakan," jelas Kwang Soo.

Kwon Joo kemudian meminta waktu untuk bicara berdua dengan Jin Hyuk. Jin Hyuk mengerti dan mengikuti Kwon Joo.

Di luar, Kwon Joo mengemukakan pendapatnya bahwa ada sesuatu lain dari kasus ini.
"Saat detektif Park menyebutkan perusahaan real estate, Shim Young Woo tiba-tiba jadi ketakutan. Ketika dia sedang ketakutan, gesekan udara mengubah suaranya. Aku bisa merasakan gesekan kuat pada suaranya," analisis Kwon Joo.

"Jadi kau bilang... bahwa perusahaan real estate mengancam Young Woon?"

"Sulit mengatakannya namun sepertinya ada hal lain yang  berkaitan di sini. Good Friends dan Pengembangan GP. Kurasa mereka berhubungan dengan para gangster."

Jin Hyuk terlihat berpikir dan teringat ketika Chun Ok dimasukkan ke mobil polisi, salah seorang tetangga berkata sejak 'orang-orang' tersebut datang di linkungan kami, hal-hal aneh terus terjadi. Mirip seperti madam Jang dari Fantasia yang mengatakan dia ingat ada sekumpulan pria bertubuh besar yang datang ke Fantasia saat itu. Tapi, Jin Hyuk masih ragu karena nama perusahaannya berbeda. Jin Hyuk menyakinkan Kwon Joo untuk tidak khawatir karena mulai hari ini dia sudah mulai mencari tahu perusahaan GP.

Ponsel Jin Hyuk berbunyi. Telpon dari rekannya yang waktu itu mencari informasi mengenai Fantasia. Dia memberitahu Jin Hyuk kalau dia ada di depan kantor dan mempunyai informasi mengenai perusahan GP. Jin Hyuk menyuruhnya untuk langsung memberitahu. Rekannya mengatakan kalau dia menemukan seseorang yang pernah bekerja di perusahaan GP dan sudah berhenti. Jin Hyuk bertanya, apa dia yakin? Jin Hyuk berkata dia akan segera kesana menemuinya dan jika dia berani meminta bayaran, dia tidak akan segan membuatnya jadi zombie.

Jin Hyuk memberitahu Kwon Joo kalau rekannya itu adalah seorang pria yang dia panggil dengan sebutan 'tabloid' dan merupakan sumbernya mencari tahu mengenai Fantasia. Jin Hyuk memuji temannya yang hebat untuk pekerjaan seperti ini (mencari informasi). Kwon Joo ingin ikut dengan Jin Hyuk untuk menemui 'Tabloid' tetapi Jin Hyuk mencegahnya karena nanti tidak akan ada yang mengurus Center 112. Dia berjanji akan memberitahu Kwon Joo jika mendapat sesuatu.


Jin Hyuk beranjak pergi. Tetapi kemudian dia teringat sesuatu dan mengatakan ada yang aneh dengan Shim Young Woon. Sebelum mereka menangkapnya, dia memecahkan botol soju di atas kepalanya dan memegangnya dengan tangan kanan namun terlihat sangat aneh (cara memegangnya). Tangannya bergetar. Jari-jarinya tidak mungkin bisa mengepal. Kwon Joo mengerti dan berkata akan mencari tahu. Dia kemudian menyuruh Jin Hyuk untuk berhati-hati. Jin Hyuk mengiyakan dan beranjak pergi.

Gyung Hak keluar dari ruangan di belakang Kwon Joo. Dia menatap kepergian Jin Hyuk. Kwon Joo berbalik dan melihatnya. Gyung Hak langsung berpura-pura minum dan kemudi berjalan pergi.
Jin Hyuk keruangannya dan mengambil perlengkapannya. Dia memberitahu hal ini pada Dae Shik. Dae Shik terlihat meragukan 'Tabloid." Dae Shik bertanya apa yang dikatakan Kwon Joo? Jin Hyuk memberitahu kalau mereka belum bicara detail tetapi sepertinya Kwon Joo meragukan perusahaan real estate Good Friends. Dae Shik tidak percaya karena nama perusahaannya berbeda. Dae Shik kemudian meminta ikut dengan Jin Hyuk. Jin Hyuk tidak mengizinkan dan akan menelpon Dae Shik jika terjadi sesuatu.

Kwon Joo sedang berpikir. Dia masih meragukan perusahaan real estate dan reaksi Young Woo ketika mendengarnya. Dia juga teringat dengan keanehan Young Woon yang diberitahu Jin Hyuk. Kwon Joo kemudian memerintah Hyung Ho dan Eun Soo untuk mencari tahu apakah Young Woo, pelaku kasus Surim-dong memiliki masalah dengan tangan kanannya. Hyung Ho memberitahu kalau semua data Shim Young Woon sudah dikirim ke Unit Kriminal Khusus. Kwon Joo memberitahu ada sesuatu yang ganjal dan tolong cari tahu. Mereka mengerti.

Jin Hyuk menemui temannya itu. 'Tabloid' berkata mereka akan menemui orang itu di Donhwa-dong. Temannya menguraikan bagaimana caranya dia bisa mendapat kontak dari mantan pekerja di sana.

"Kudengar perusahaan itu hanya perusahaan kecil biasa. Namun, dia bilang bahwa pemilik perusahaan berjalan dengan cara yang aneh. Dan apa yang terpenting, rahangnya mengeluarkan suara retakan," info temannya. Jin Hyuk langsung mengajaknya pergi menemui orang itu.

Eun Soo menemukan sesuatu yang aneh. Hyung Ho melihatnya. Eun Soo meprint-kan data yang di dapatnya dan memberikannya pada Kwon Joo.
"Aku mencaritahu catatan kesehatan Shim Young Woo dan dia rupanya pernah mengalami patah tulang avulsi. Ada kemungkinan dia berkelahi dengan seseorang 2 bulan yang lalu. Disini ada catatan bahwa dia mengunjung klinik ortopedi bersama Shim Chun Ok. Patah tulang avulsi biasanya tidak berbahaya, namun butuh 6 bulan untuk memulihkan ligament secara total. Namun, bukankah Anda mengatakan bahwa Park Bok Soon tewas akibat patahnya tulang di wajahnya yang di sebabkna pukulan seseorang dengan menggunakan tangan kanan? Kecuali dia dibunuh sebelum 2 bulan yang lalu, kurasa dia tidak bisa mematahkan tulangnya seperti itu dengan tangan kanannya," ujar Eun Soo.

Hyung Ho datang dan menyerahkan berkas lain. Dia menemukan sesuatu yang mencengangkan. Kwon Joo menerima kertasnya dan membacanya. Wajahnya berubah serius.

Jin Hyuk menelpon anaknya, Dong Woo. Dia memberitahu kalau dia sedang bekerja keras untuk menemui Dong Woo. Dong Woo tahu ayahnya berbohong dan sedang keluar dari kantor. Dong Woo memberitahu kalau dia memasang pelacak di ponsel Ayahnya waktu terakhir ayahnya ke sini. Jin Hyuk tertawa dan memuji Dong Woo mirip dengannya dan akan menjadi detektif yang hebat. Jin Hyuk menyakinkan kalau dia pergi unutk menangkap penjahat. Dong Woo merasa sedih karena orang-orang dari pelindungan anak akan datang dan melakukan pertunjukkan boneka. Jin Hyuk berkata kalau dia tidak bisa datang untuk melihatnya, namun dia berjanji akan memegang tangan Dong Woo dan menontonnya saat mereka datang lagi untuk tampil. Jin Hyuk berjanji dan Dong Woo mengerti.
'Tabloid' berkata kalau dia lupa kalau Jin Hyuk punya seorang putra dan bertanya apa putranya sedang sakit? Jin Hyuk menegurnya untuk hanya focus menyetir. Tabloid menyetir dengan rasa takut.

Kwon Joo sedang menginterogasi Chun Ok. Chun Ok memberitahu kalau dia bekerja sendiri. Kwon Joo tidak percaya dan yakin ada seseorang di balik semua ini. Dia juga mengatakan kalau Young Woo tidak memberitahu mereka karena takut. Dia minta Chun Ok untuk memberitahu kebenarannya pada mereka. Chun Ok berkata bahwa ini semua adalah perbuatannya dan Young Woon tidak bersalah.

Chun Ok berdiri dari kursinya dan berteriak memanggil detektif dan meminta agar segera di tangkap. Kwon Joo mengeluarkan sebuah kertas dan meletakkannya di meja. Kwon Joo dengan nada keras meminta Chun Ok untuk menghentikan semuanya. Dia tahu kalau Young Woon tidak bisa mengepalkan tangannya karena tulangnya patah. Dan dia juga tahu kalau bukan Chun Ok ataupun Young Woon yang membunuh Park Bok Soon. Orang lain membunuhnya.

Kwang Soo melihat dari balik ruang interogasi. Choong Ki datang dan melihatnya. Mereka melihat Kwon Joo yang sedang mengiterogasi Chun Ok. Kwon Joo berkata pada Chun Ok kalau Young Woon tiba-tiba ketakutan saat mendengar mengenai perusahaan real estate. Dia terlihat ketakutan dan Chun Ok pun terlihat sama saat ini. Chun Ok berteriak kalau itu semua salahnya.

"Apa kau tahu bagaimana kasarnya keluarga itu padaku?"

"Bahkan jika Anda menuruti semua perintah mereka dan masuk penjara, Tn. Shim tidak akan baik-baik saja. Anda harus memercayai polisi." Chun Ok terlihat ragu mendengar perkataan Kwon Joo.
Gyung Hak masuk keruang interogasi. Dia kesal karena sekarang Kwon Joo berani melangkah masuk ke ruang interogasi. Gyung Hak langsung duduk dan melihat proses interogasi.

"Tn. Shim tiba-tiba menjadi sangat agresif saat diinterogasi. Apa itu bukan perihal perusahaan real estate?"

Chun Ok tetap menyangkal dan ngotot kalau dia yang salah. Kwon Joo kemudian berkata kalau Park Bok Soon ditemukan dengan mata yang terbuka dan dia benar-benar tersiksa. Chun Ok dengan kemarahan berkata kalau dia sudah beberapa kali melihat polisi menyalahgunakan wewengan dan kekuasaan seperti ini. Tidak akan ada yang membantu orang seperti kami, ujar Chun Ok penuh kemarahan. Dia yakin kalau dia tetap menutup mulutnya, dia pasti akan baik-baik saja. Kwon Joo membujuknya untuk berkata jujur. Dia tahu kalau Chun Ok pasti benci dengan kondisinya saat ini, itulah sebabnya dia mengumpulkan sampah dan mengoleskan cairan klorin di badannya untuk menghilangkan jejak bau mayat tersebut.
Chun Ok marah dan meminta Kwon Joo berhenti berbicara seolah-olah dia tahu semuanya.

"Park Bok Soon... berencana memberikan Anda setengah dari apa yang dia dapatkan untuk mendonasikannya pada pusat perlindungan saat dia meninggal," ujar Kwon Joo.

Chun Ok terhenyak mendengarnya, "Apa?"

Kwon Joo menunjukkan surat wasiat yang dikirimkan Bok Soon untuk pusat perlindungan beberapa bulan sebelum dia meninggal. "Dia menuliskan bahwa Anda bekerja keras di kehidupan yang keras ini. Dan dia ingin membantu."

Chun Ok membacanya dan terduduk lemas. Dia menangis. "Tolong kami ungkap kebenaran dibalik kematiannya,"pinta Kwon Joo, "Beritahu kami kebenaran tentang apa yang terjadi saat itu. Hanya Anda yang bisa memberitahu kami kebenarannya."

"Lalu... jika aku memberitahukan kebenarannya, apa kau akan melindungi aku dan Young Woon?" Tanya Chun Ok. Kwon Joo mengangguk.

"Aku... aku sangat takut dengan para bajingan itu. Park Bok Soon. Dia terlihat pendiam, namun sebenarnya dia sangat baik hati. Semua penyewa menyukainya."


Flashback

Sebulan Yang Lalu, Perumahan Chunsoo

Bok Soon memukul Young Woon. Tetangga lewat dan melihatnya. Bok Soon memukulnya karena Young Woon memakan beling yang ada disana. Dia menyuruh Young Woon mengeluarkannya dan nanti dia akan belikan permen. Dia membujuk Young Woon. Young Woon menurut. Bok Soon kemudian memujinya dan menasehatinya untuk jangan memakan benda seperti itu lagi. Dia membersihkan dan mengelus Young Woon.
Bok Soon membuat banyak kimchi dan membagikannya pada para tetangga. Chun Ok dan Young Woon lewat dan Bok Soon memanggilnya. Dia memarahi Chun Ok karena tidak memintanya dan harus dia yang membaca pikirannya. Chun Ok tertawa. Bok Soon memberikan banyak kimchi. Chun Ok dan Young Woon berterimakasih. Ada tetangga yang datang untuk minta dan Bok Soon memberikannya dan bahkan bertanya apa suaminya sudah mendapat pekerjaan.

"Suatu hari, aku dengar bahwa ada orang ini yang membeli semua apartemen. Mereka menjual kembali dengan  harga yang murah. Namun, dia sudah memutuskan untuk mendonasikan perumahannya. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan menjual rumahnya. Suatu hari..." cerita Chun Ok.


Chun Ok sedang berada di kedai pinggir jalannya. Dia menjual kue ikan. Young Woon kemudian datang dengan tangan berlumuran darah. Dia gemetar ketakutan. Young Woon menangis dan berkata dia dalam masalah besar. Dia memegang kepalanya dan bertanya apa yang harus dilakukan? Young Woon kemudian membawa Chun Ok kerumah Bok Soon.

"Bertanya-tanya atas apa yang terjadi, aku mengikutinya. Young Woon bukan orang yang pintar, namun dia benar-benar kuat, orang-orang menggunakannya untuk hal yang tidak benar."

Bok Soon sudah tewas. Beberapa pria ada disana dan menyeret mayat Bok Soon dan kemudian membungkusnya dengan plastic. Chun Ok dan Young Woon tiba. Chun Ok ketakutan dan Young Woon berkata kalau Bok Soon terus menolak jadi dia... Chun Ok kemudian memukul Young Woon. Seorang pria kemudian menarik Chun Ok.

"Menurut mereka, mereka menemuinya karena Perumahan Chunsoo. Mereka mengatakan bahwa Young Woon tiba-tiba membunuhnya dengan sebuah lampu disana."
Chun Ok dibawa ke sebuah kamar. Pria itu menyuruhnya untuk melakukan sesuai yang disuruh. Di dalam kamar ada kantong infus, plastic di lantai dan beberapa jarum suntik. Dan ada seorang pria gemuk berjas putih yang memegang foto Bok Soon.

Flashback END

"Mereka juga mengatakan bahwa perusahaan mereka sedang mengalami kerugian besar. Jika aku tidak menolong mereka, mereka akan membunuh kita juga. Itu yang mereka katakan. Aku sangat takut dan akhirnya mengikuti perintah mereka. Namun, sejak saat itu, hidupku semakin berantakan.  Sudah banyak kali, aku ingin mengatakan yang sejujurnya, namun aku takut para bajingan itu akan membunuh Young Woon," cerita Chun Ok.

Kwon Joo bertanya apakah para pria itu berasala dari real estate Good Friends? Chun Ok tidak tahu dan berkata dia sangat ketakutan dan bahkan tidak berani menatap wajah mereka. Kwon Joo meminta Chun Ok untuk mencoba mengingat sesuatu.  Chun Ok berpikir dan berkata dia mencium sejenis bau yang menyengat tapi tidak tahu apa itu.

Kwon Joo memintanya untuk berusaha mengingat. Chun Ok kemudian memberitahu kalau dia ingat sesuatu. Para pria itu mendatangi rumahnya malam tadi. 


Flashback
Chun Ok di seret keluar oleh para pria itu bersama dengan Young Woon. Mereka menyuruhnya untuk segera mengusir pria di unit 205. Chun Ok memohon agar diberi sedikit waktu. Pria itu tidak peduli dan berkata bahwa jantung, paru-paru dan ginjal Young Woon semuanya sangat berguna. Chun Ok mengerti dan meminta maaf. Dia minta di berik kesempatan sekali lagi.
"Setelah itu, aku melihat seorang pria di mobil yang juga memohon-mohon seperti kami. Karena seorang pria keluar dari mobil, aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan disana."

Kwon Joo bertanya apa yang mereka bicarakan? Chun Ok berkata sesuatu seperti 'Tabloid' Park dan mereka mengatakan bahwa mereka harus menemukan seorang detektif. Kwon Joo kaget.

Jin Hyuk dan 'Tabloid' tiba di sebuah tempat sempit. Jin Hyuk sedikit curiga tetapi 'Tabloid' berusaha menyakinkannya. 'Tabloid' kemudian mencoba menghubungi informannya. Tidak ada sinyal dan Tabloid minta izin untuk keluar sebentar. Jin Hyuk menunggu di dalam mobil. Dari arah belakang, sebuah truk datang.

Kwon Joo bertanya  masuk 'Tabloid' yang dikatakan Chun Ok. Dia ingat Jin Hyuk berkata akan menemui seseorang yang dijuluki 'Tabloid'. Kwon Joo terlihat cemas dan bertanya saat Chun Ok bilang 'Tabloid' itu maksudnya adalah jurnalis, kan? Chun Ok berkata pria itu sedang duduk di dalam mobil dan warna rambutnya adalah kuning.


Teman Jin Hyuk, si 'Tabloid' sedang duduk berlutut di depan pria tua. Dia memohon ampun pada pria itu. Chun Ok melihatnya dari luar.

Flashback END

Kwon Joo bertanya apa lagi yang di dengar Chun Ok? Chun Ok bilang mereka tiba-tiba berbicara mengenai anjing gila.

Kwon Joo terhenyak. Itu adalah julukan dari Jin Hyuk.


Jin Hyuk melihat ada truk di belakangnya dan terlihat curiga.

Chun Ok berkata kalau mereka bilang mereka harus membunuh anjing gila itu sebelum dia  menggigit. Kwon Joo segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon Jin Hyuk.  Jin Hyuk mengangkat tapi belum sempat Kwon Joo bicara, Jin Hyuk menyuruhnya untuk tunggu sebentar dan melihat truk di belakangnya.

Pengemudi truk membuka kacanya. Dan ketika Jin Hyuk sedang melihat ke belakang memperhatikan, bus di depannya bergerak menuju ke mobilnya. Bus menabrak dan mendorong mundur mobil Jin Hyuk. Jin Hyuk segera memasukkan gigi mobil. Ponselnya di letak di samping mobil dalam posisi menyala. Kwon Joo mendengar suaranya. Mobil berusaha menginjak rem. Sekumpulan pria dengan tongkat baseball datang dan memukul mobil Jin Hyuk.



Kwon Joo mendengar suara kaca pecah dan pukulan. Jin Hyuk di dalam mobil berusaha bertahan. Pria tua melihat semuanya dari CCTV dengan senyuman. Jin Hyuk keluar dari mobil dan balas menyerang. Namun, dia kalah jumlah.

Jin Hyuk terkulai. Lethwei, pria yang di beli pria tua, datang dengan motor. Salah satu anak buah pria tua, mengambil ponsel Jin Hyuk. Dia mencabut kartu sim-nya. Telpon mati. Kwon Joo dengan walkie talkie memerintah Hyung Ho unutk melacak keberadaan Jin Hyuk dengan GPS. Tapi tidak bisa karena ponselnya rusak atau kartu SIM-nya di cabut.

Kwon Joo terlihat berpikir. Dia kemudian meminta Eun Soo untuk mencari data Good Friends. Kwon Joo kemudian keluar dari ruang interogasi.

15:43 KST
Penyerangan Terhadap Detektif Moo Terjadi.

Gyung Hak melihat dari seberang ruang interogasi dan bertanya - tanya apa yang terjadi? Apa Jin Hyuk buat masalah lagi? Choong Ko juga tidak tahu.


Gyung Hak keluar dan menghentikan Kwon Joo. Dia bertanya apa yang terjadi pada Jin Hyuk. Kwon Joo menjawab kalau sepertinya dia kecelakaan. Gyung Hak penasaran mengenai kecelakaan apa. Kwon Joo tidak menjawab dan pergi meninggalkan Gyung Hak.

Kwon Joo ke markas 112. Dia memberitahu bahwa mereka kehilangan kontak dengan Jin Hyuk saat investigasi dan menyuruh Hyung Ho untuk melacak panggilan terakhir Jin Hyuk. Hyung Ho meberitahu kalau lokasi terkahir sebelum ponselnya mati adalah Donhwa-dong.

Kwon Joo membuat pemberitahuan kalau Jin Hyuk menghilang di Donhwa-dong ketika hendak menemui seorang informan. Dae Shik mendengarnya dan segera mengambil walkie talkie. Dia bertanya kepada Kwon Joo apa benar Jin Hyuk menghilang? Kwon Joo membenarkan setelah mendengar suara dentuman berat, ponselnya mendadak mati.

Kwon Joo bertanya kalau Jin Hyuk seperti menemui informan dan apa bisa Dae Shik menghubungi informannya? Dae Shik berkata tidak tahu dan hanya Jin Hyuk yang tahu mengenai informannya. Dia tidak mempunyai nomor telponnya.

Pria yang mencabut kartu SIM di ponsel Jin Hyuk, memberikan ponsel Jin Hyuk kepada Lethwei dan menyuruhnya untuk menyalakan ponsel setelah satu menit. Lethwei mengerti dan segera pergi dengan membawa ponsel. Mobil Jin Hyuk diangkut dengan truk.


Markas 112 sibuk melacak ponsel Jin Hyuk. Hyung Ho kemudian melihat ponsel Jin Hyuk yang kembali menyala di rute tiga Burim-dong. Dia kemudian, memerintah Dae Shik untuk segera ke rute tiga di Burim-dong.

Dae Shik mengerti dan segera berangkat. Gyung Hak dan teamnya menghentikannya dan bertanya apa yang terjadi. Dae Shi memberitahu kalau Jin Hyuk pergi menemui informan dan ada sesuatu yang salah. Gyung Hak masih mau bertanya tetapi Dae Shik langsung berlari pergi meninggalkannya.

Gyung Hak kesal karena diabaikan lagi.

15:48 KST
3menit setelah penyerangan Detektif Moo terjadi...

Kwon Joo terus memantau GPS dan melaporkannya pada Dae Shik. Dae Shik kemudian meminta bantuan kepada petugas patrol sekitar. Hyung Ho kemudian melihat ada yang aneh pada kendaraannya. Sepertinya itu sebuah motor dan bukan mobil karena dia bisa memutar arah dengan sangat mudah di jalan kecil. Benar, itu Lethwei yang sedang mengedarai motornya.

Dae Shik melihat dari GPS di mobilnya. Kwon Joo menghubungi dan memberitahu sepertinya seseorang yang lain yang membawa ponsel Detektif Jin Hyuk. Sepertinya bukan mobil tetapi motor. Didepan mobil Dae Shik, motor Lethwei lewat dan segera berputar arah. Dae Shik melihatnya dan mengikutinya. Dari arah lain, mobil patrol menghadangnya. Lethwei mengerem dan terjatuh dari motornya.

Polisi mengacungkan pistol. Lethwei mengangkat tangan. Dae Shik tiba. Lethwei melepas helmnya dan kemudian mencoba kabur dengan mendaki rumah. Dae Shik mengejarnya. Lethwei melompati pagar dan Dae Shik berusaha menahan kakinya.

Ponsel Jin Hyuk yang dibawa Lethwei terjatuh. Lethwei menendang dan berhasil kabur dengan lompat dari pagar.

15:50 KST
5menit setelah penyerangan Detektif Moo terjadi...

Dae Shik berusaha mengejarnya.


Di tempat pemotongan danging. Para pekerja sedang sibuk memotong daging. Disana Jin Hyuk diikat dengan tangan ke atas menggunakan rantai. Jin Hyuk tersadat tetapi pandangannya kabur.


Seorang pria datang dan membawa 'Tabloid' kehadapan Jin Hyuk. Tabloid meminta maaf dan berkata tidak ada pilihan. Jin Hyuk terbatuk dan berkata bahwa dia lupa jika dia memperlakukan bajingan sepertinya layaknya manusia, dia akan berpikir dia memilikinya dengan sejentik jarinya.

Tabloid kemudian meminta izin pada pria untuk pergi. Pria menghentikannya dan berkata bahwa dia sudah menghabiskan uang mereka. Tabloid ketakutan dan berkata bukan seperti itu perjanjiannya. Jika aku membawanya, aku bisa bebas. Pria itu tidak peduli dan memukuli Tabloid.


Jin Hyuk melihatnya dan menyebut Tabloid bodoh. Kwon Joo masih berusaha menganalisis keberadaan Jin Hyuk berdasarkan hal yang didengarnya di telpon tadi. Dia mendengar ada suara pengumuman. Kwon Joo berkosentrasi dan seolah melihat ada sebuah klub malam di sekitar sana.

Kwon Joo memerintah Hyung Ho untuk mencari tahu mengenai klub malam Mamma Mia (yang didengarnya dari telpon Jin Hyuk) di Donhwa-dong. Hyung Ho mengerti dan mulai mencari. Dia mendapatkannya, tempatnya terletak di 104 Donhwa-dong.

Kwon Joo kemudian bertanya memastikan apakah ponsel Jin Hyuk mati pukul 15:45? Periksa kendaraan yang melewati gang belakang di klub tersebut. Hyung Ho mengerti dan berhasil mendapatkan CCTV dan memberitahu kalau Kwon Joo berkata mendengar suara dentuman, namun, dia tidak menemukan apapun didalam mobil.

Kwon Joo memberitahu Dae Shik kalau sepertinya mereka telah di jebak. Dan berdasarkan kondisi mobil, sepertinya Jin Hyuk sedang terluka. Dia menyuruh Dae Shik untuk mulai melakukan pencarian di sekitan Donhwa-dong.

Gyung Hak dan teamnya mendengarkan dari radio yang ada di kepolisian. Dae Shik berteriak kesal karena kehilangan jejak Lethwei. Dia kemudian berpencar dengan anggota polisi lain setelah sebelumnya berkata kepada mereka kalau mereka harus menemukan Jin Hyuk.

Choong Ki berkomentar kalau sepertinya Jin Hyuk sedang dalam masalah. Kwang Soo juga berkata kalau mereka bahkan menggunakan orang asing dan sepertinya mereka bukan orang biasa. Gyung Hak kesal dan kemudian menyuruh anggotanya untuk bekerja sama dengan Kwon Joo. Dia meminta mereka bersiap-siap.


Pria tua datang menghampiri Jin Hyuk. Semua anggotanya langsung berdiri hormat.

"Memalukan. Matamu saja sudah tidak berfungsi baik," hina pria tua. "Kau bisa melihatku? Pelaku kasus Eunhyung-dong. Kudengar kau mencari mati-matian untuk menemukannya." Pria itu terus berbicara dan terdengar suara retakan dari rahangnya. "Kau menangkapnya?"

"Apa itu kau? Suara retakan."

Pria tua itu memukul Jin Hyuk.

"Apa kau yang membunuh istriku?"

"Ya. Aku membunuh istrimu."

"Mengapa kau melakukannya? Jawab aku. Kenapa?"

"Apapun yang kau lakukan tidak akan membuat istrimu hidup kembali. Kau hanya akan kesulitan."

"Dengarkan aku baik-baik," ujar Jin Hyuk dengan nada kemarahan. Matanya terlihat serius tanpa ketakutan, "Satu. Dua. Tiga. Sekarang lari... !! Aku akan memberitahumu mengapa aku dipanggil Anjing GILA."

"Apa hanya kau yang kehilangan keluargamu? Apa hanya kau polisi di Negara ini? Tidak usah keras kepala. Bahkan jika kau dibunuh di tengah Seoul sekalipun, banyak orang di kepolisian akan menutupinya. Begitulah tidak berharganya dirimu."

Pria tua kemudian pergi dan memerintah anak  buahnya untuk membunuh Jin Hyuk. Jin Hyuk menatap pria tua yang pergi dengan seringai di wajahnya.

16:03 KST
18menit setelah penyerangan terhadap Detektif Moo terjadi...

Next Episode


2 comments: