Type something and hit enter

By On
Previous Episode
 Content and Images Copyrights by OCN
 Gudang Perusahaan Good Friends - Donhwa-dong

Jin Hyuk diikat dengan tangan menggantung di dalam tempat pemotongan daging. 'Tabloid' juga berada di sebelahnya dan juga diikat dengan muka yang berlumuran darah.

Kwon Joo memerintah Hyung Ho untuk mencari tahu mengenai klub malam Mamma Mia (yang didengarnya dari telpon Jin Hyuk) di Donhwa-dong. Hyung Ho mengerti dan mulai mencari. Dia mendapatkannya, tempatnya terletak di 104 Donhwa-dong.

Kwon Joo kemudian bertanya memastikan apakah ponsel Jin Hyuk mati pukul 15:45? Periksa kendaraan yang melewati gang belakang di klub tersebut. Hyung Ho mengerti dan berhasil mendapatkan CCTV dan memberitahu kalau Kwon Joo berkata mendengar suara dentuman, namun, dia tidak menemukan apapun didalam mobil.

Kwon Joo memberitahu Dae Shik kalau sepertinya mereka telah di jebak. Dan berdasarkan kondisi mobil, sepertinya Jin Hyuk sedang terluka. Dia menyuruh Dae Shik untuk mulai melakukan pencarian di sekitan Donhwa-dong


Gyung Hak dan teamnya mendengarkan dari radio yang ada di kepolisian. Dae Shik berteriak kesal karena kehilangan jejak Lethwei. Dia kemudian berpencar dengan anggota polisi lain setelah sebelumnya berkata kepada mereka kalau mereka harus menemukan Jin Hyuk.

Choong Ki berkomentar kalau sepertinya Jin Hyuk sedang dalam masalah. Kwang Soo juga berkata kalau mereka bahkan menggunakan orang asing dan sepertinya mereka bukan orang biasa. Gyung Hak kesal dan kemudian menyuruh anggotanya untuk bekerja sama dengan Kwon Joo. Dia meminta mereka bersiap-siap.
Pria tua datang menghampiri Jin Hyuk. Semua anggotanya langsung berdiri hormat.

"Memalukan. Matamu saja sudah tidak berfungsi baik," hina pria tua. "Kau bisa melihatku? Pelaku kasus Eunhyung-dong. Kudengar kau mencari mati-matian untuk menemukannya." Pria itu terus berbicara dan terdengar suara retakan dari rahangnya. "Kau menangkapnya?"

"Apa itu kau? Suara retakan."

Pria tua itu memukul Jin Hyuk.

"Apa kau yang membunuh istriku?"

"Ya. Aku membunuh istrimu."

"Mengapa kau melakukannya? Jawab aku. Kenapa?"

"Apapun yang kau lakukan tidak akan membuat istrimu hidup kembali. Kau hanya akan kesulitan."
"Dengarkan aku baik-baik," ujar Jin Hyuk dengan nada kemarahan. Matanya terlihat serius tanpa ketakutan, "Satu. Dua. Tiga. Sekarang lari... !! Aku akan memberitahumu mengapa aku dipanggil Anjing GILA."

"Apa hanya kau yang kehilangan keluargamu? Apa hanya kau polisi di Negara ini? Tidak usah keras kepala. Bahkan jika kau dibunuh di tengah Seoul sekalipun, banyak orang di kepolisian akan menutupinya. Begitulah tidak berharganya dirimu."
Pria tua kemudian pergi dan memerintah anak  buahnya untuk membunuh Jin Hyuk. Jin Hyuk menatap pria tua yang pergi dengan seringai di wajahnya.
16:03 KST
18menit setelah penyerangan terhadap Detektif Moo terjadi...


Sang Pil memberitahu Kwon Joo kalau dia sudah berhasil melacak GPS Jin Hyuk sebelumnya. Dia memberikan kertas yang berisi riwayat GPS Jin Hyuk. Kwon Joo membacanya dan melaorkan pada Dae Shik kalau mobil Jin Hyuk memasuki gang dekat Mamma Mia pukul 15:41 dan ponsel dimatikan pukul 15:45. Pukul 15:47, sebuah truk derek menarik mobil yang hancur itu. Dan tidak ada lagi mobil masuk setelah itu. Ada kemungkinan dia di culik di 104 Donhwa-dong dekat gang belakang distrik lampu merah.

Team Gyung Hak sedang berada dalam mobil dan mendengarkan laporan Kwon Joo. Mereka juga membantu pencarian Jin Hyuk.
Di gudang Good Friends, Jin Hyuk dan 'Tabloid' di jaga oleh 2 orang anak buah pria tua. Tabloid memohon untuk tidak dibunuh dan meminta Jin Hyuk untuk melakukan sesuatu. Tabloid terus merengek meminta ampun. Jin Hyuk kemudian mulai bicara kepada penjaga yang memakai celemek putih. Jin Hyuk bertanya apakah dia termasuk salah satu yang memukulnya tadi? Hal itu sukses menarik perhatian pria celemek putih yang sedang menggantung daging. Jin Hyuk kemudian mulai menghina pukulan pria itu yang lemah. Jin Hyuk bahkan menertawakan pria celemek.

Pria celemek terpancing kemarahannya dan mendekati Jin Hyuk. Temannya yang pakai jaket coklat menghentikannya dan berkata bahwa Jin Hyuk memang sudah gila. Pria jaket kemudian berjalan ke arah belakang dan mengambil gergaji mesin. Gergaji dinyalakan tetapi tidak mau menyala. Pria jaket kemudian berkata kepada pria celemek kalau dia akan kembali setelah mengisi bensin gergaji.
Jin Hyuk melihat ada kesempatan. Ketika pria jaket sudah pergi, dia kembali memanggil pria celemek dan menghinanya. Pria celemek mulai terpancing lagi dan meninju perut Jin Hyuk beberapa kali. Jin Hyuk tambah menghina pria itu dan menyuruh pria itu untuk memukul lebih kuat. Pria celemek kemudian mengambil pisau daging dan mengarahkannya ke arah Jin Hyuk.

Jin Hyuk menggunakan kesempatan ini dengan menendang lutut pria celemek. Pria celemek terjatuh dan sebelum dia sempat bangkit, Jin Hyuk dengan kakinya menendang kepala pria itu hingga dia jatuh pingsan. Jin Hyuk dengan kakinya menarik tubuh pria itu mendekat dan kemudian menginjaknya. Dengan naik tubuh di pria celemek, tubuh Jin Hyuk jadi dapat berdiri lebih stabil dan mulai melepas  tali yang dikaitkan di katrol daging.
Jin Hyuk berhasil lepas. Tabloid melihatnya dan memanggil Jin Hyuk. Dia meminta dilepaskan dan berjanji tidak akan pernah mengkhianati Jin Hyuk lagi. Dia menangis minta maaf. Jin Hyuk dengan terhuyung mengambil sebuah pisau dan menyerahkannya pada Tabloid. Dengan pisau yang diberikan Jin Hyuk, Tabloid memotong tali yang mengikatnya dan kabur.
Beberapa pria kemudian masuk kembali ke dalam gudang dengan membawa pisau daging. Jin Hyuk masih berada di dalam gudang. (sebenarnya, disini author juga agak bingung kenapa Tabloid bias kabur tanpa ditahan sedangkan Jin Hyuk masih didalam gudang). Jin Hyuk tidak takut melihat para pria berbadan besar dan malah menanyakan dimana bos mereka.

Pria - pria itu tidak menjawab dan mulai menyerang Jin Hyuk. Jin Hyuk tidak gentar dan mereka mulai berkelahi. Adegan action dimulai, dimana Jin Hyuk berhasil mengalahkan semua pria - pria tersebut.
Dae Shik sudah berada di Donhwa-dong dan sedang menelusuri pasar daging. Dia melaporkannya pada Kwon Joo, dia meminta informasi tambahan.

"20menit sudah berlalu. Bisa berbahaya jika kita menyia-nyiakan waktu. Kita perlu menemukan Detektif Moo lebih cepat," pikir Kwon Joo. Kwon Joo kemudian ingat dengan informasi yang diberikan Chun Ok kalau para pria yang dating ketempatnya memiliki bau yang sangat menyegat, bau rempah-rempah. "Bau rempah-rempat yang sangat menyengat? Tunngu, Hwang Kyung Il pernah mencoba memberitahuku sesuatu. Dia pasti telah melihat pelakunya," pikir Kwon Joo lagi. Dia mulai mencoba mengingat kata-kata terakhir Kyung Il kepadanya saat itu.  "Jji... ran..."

Kwon Joo kemudian memerintah Eun Soo dan Hyung Ho untuk mencari arti kata Jji Ran. Eun Soo langsung tahu begitu mendengarnya dan memberitahu kalau Jji Ran adalah nama rempah-rempah yang digunakan buat sate domba Cina. Baunya sangat kuat dan tak pernah memudar. Eun Soo tahu karena ada warung sate domba di samping kedai neneknya.

Kwon Joo memberitahu Dae Shik bahwa ada kemungkinan bahwa Jin Hyuk berada di suatu tempat dekat warung makan sate domba. Suatu tempat dimana kau bias mencium bau rempah-rempah. Dae Shik kemudian meneruskan informasi ini kepada Gyung Hak. Mereka mulai berlari mencari lokasi.
Jin Hyuk sudah keluar dari gudang dan masuk kedalam sebuah gedung. Semua penjaga yang ada digedung tersebut berhasil dikalahkannya. Pria tua sedang menelpon seseorang dan melapor kalau dia sudah mengurusnya dan meminta kepada orang yang ditelponnya untuk tidak khawatir. Pria jaket yang tadi keluar dengan gergaji, datang ke ruangan pria tua dan melapor kalau Moo Jin Hyuk melarikan diri. Pria tua kaget dan segera duduk melihat CCTV-nya. Kaki tangannya memintanya untuk tidak khawatir karena ada penjaga diluar pintu.

Jin Hyuk semakin masuk kedalam gedung dan berhasil mengalahkan orang-orang yang menghalanginya. Dia sudah seperti anjing gila. 
Komisaris Bae datang ke markas 112 dan bertanya ada apa soal Jin Hyuk yang diserang. Kwon Joo menghampirinya dan melapor bahwa pukul 15:45, saat ingin bertemu dengan informannya Jin Hyuk di serang pelaku kasus pembunuhan Hwang Kyung Il dan insiden Surim-dong. Komisaris Bae kemudian bertanya apa Kwon Joo tahu lokasinya? Kwon Joo memeberitahu kalau kepala Jang Gyung Hak dan Dae Shik sedang menuju ke lokasi.
Gyung Hak dan teamnya beserta Dae Shik sedang berlari di jalanan. Jin Hyuk masih terus melangkah masuk walaupun stamina-nya mulai terkuras. Seorang pria kembali menyerang dan Jin Hyuk kembali menang. Dengan terhuyung-huyung, Jin Hyuk masuk ke sebuah pintu dan berjalan di koridor.  Di sudut koridor, sebuah pistol kemudian muncul dan diarahkan ke kepala Jin Hyuk. Itu adalah pria tua dan kaki tangannya.

"Kau itu hanya anak anjing kecil. Kenapa kau berlagak menjadi harimau? Akan kubantu kau menemui istrimu lagi. Bukannya itu yang kauinginkan?" ujar pria tua. Jin Hyuk menatap tajam ke arahnya.
Dae Shik dan team Gyung Hak tiba di sebuah bangunan. Mereka bergerak masuk dan sebelumnya Gyung Hak mengingatkan anak buahnya untuk mengisi pistol mereka dengan peluru. Mereka kemudian menyerbu masuk ke dalam bangunan tersebut.
"Aku menilai semangatmu itu tinggi, jadi aku cuma mau beri sedikit saran. Kau harusnya bersyukur bahwa aku akan mengakhiri semuanya disini."

"Kau akan mati ditanganku," ujar Jin Hyuk.

"Aku? Caranya? Kau tak punya apa-apa."

"Kenapa aku tidak punya apa-apa? Orang-orang yang telah dicelakakan oleh bajingan sepertimu sudah memberiku izin untuk membalas dendam mereka padamu. Karena itulah kau akan mati di tanganku. Orang bersuara kertakan."

"Kau memang anjing gila. Kau menggonggong di depan kuburanmu sendiri. Tembak dia," ujar pria tua tersebut.
Jin Hyuk segera menjatuhkan pistol yang di pegang kaki tangan pria tua itu. Dia berhasil menjatuhkan kaki tangannya pria tua dan mulai menyerang pria tua. Pria tua tertangkap oleh Jin Hyuk. Jin Hyuk kemudian menarik tangan pria tua ke dinding dan mulai memukul punggung tangan pria tua dengan benda tumpul hingga berdarah.

Pria tua berteriak kesakitan. Dia kemudian meraih pisau yang ada di saku jasnya dan menyayat paha Jin Hyuk. Jin Hyuk terjatuh. Pria tua segera memerintahkan kaki tangannya untuk bangkit dan membunuh Jin Hyuk. Belum sempat dilaksanakan, Dae Shik dan Gyung Hak datang. Mereka menembakkan pistol di langit-langit sebagai tanda peringatan. Pria tua dan kaki tangannya segera kabur.

Dae Shik menghampiri Jin Hyuk. Jin Hyuk menyuruhnya untuk mengejar pria yang kabur tadi. Gyung Hak dan teamnya mengejar pria tua. Kwon Joo mendengar semuanya dari walkie talkie dengan tegang dan cemas.

Polisi masuk dan menangkap semua orang yang ada di gedung itu. Dae Shik tidak mau meninggalakn Jin Hyuk dan berusaha menahan Jin Hyuk yang mau mengejar pria tersebut. Dae Shik meminta agar dikirimkan ambulans. Kwon Joo memberitahu kalau tim paramedic sedang dalam perjalanan dan dia juga menanyakan kondisi Jin Hyuk. Jin Hyuk mengabaikan pertanyaan Kwon Joo dan Dae Shik dan memerintahkan Dae Shik untuk menangkap pria tadi.

Dae Shik akhirnya menuruti Jin Hyuk. Jin Hyuk meraih walkie talkie dan Kwon Joo langsung bertanya apa dia orangnya? Jin Hyuk memberitahu kalau dia adalah orang yang mereka lihat dari rekaman blackbox. Bentuk tubuhnya dan cara berjalannya sama persis. Selain itu, dia pun mengaku kalau dia pelaku sebenarnya. Jin Hyuk kemudian meminta Kwon Joo untuk tidak kahwatir karena dia pasti akan menangkapnya apapun yang terjadi.
Pria tua berlari dengan tangan kanannya di angkat dan masuk kedalam sebuah mobil hitam yang terpakir di samping bangunan. Kaki tangannya mengikuti. Gyung Hak dan teamnya berusaha mengejar namun terlambat karena mobil sudah keburu pergi. Dae Shik tiba tidak lama kemudian.

Gyung Hak kemudian meminta Kwon Joo untuk melacak nomor kendaraan 76-O-7202. Kwon Joo segera memerintah Hyung Ho untuk melacaknya dan pasang juga pemberitahuan pada kantor polisi lain untuk melacak kendaraan itu.
Komisaris Bae masih berdiri di markas 112. Kwon Joo melewatinya dan duduk di kursinya. Komisaris Bae berjalan mendekati Kwon Joo.

Choong Ki menghampiri Jin Hyuk dan meminta maaf karena kehilangan pelaku. Tapi Choong Ki memberitahu kalau mereka sudah tahu nomor kendaraan dan rupa wajahnya. Choong Ki berkata kalau mereka pasti akan segera menangkapnya. Dia kemudian bertanya keadaan kaki Jin Hyuk. Jin Hyuk memperlihatkannya dan ternyata pisau tidak begitu mengenai kakinya karena di kantong celananya ada buku catatan.

"Apa Jin Hyuk selamat?" tanya Komisaris Bae pada Kwon Joo.

"Dia telah diselamatkan."

"Syukurlah. Kenapa juga dia buat masalah dan pergi sendiri?" ujar Komisaris Bae dan beranjak pergi.

Kwon Joo langsung berdiri dan menghentikannya. "Semua orang disini tahu bahwa polisi bekerja berdampingan. Ini semua terjadi karena kita tak bisa percaya siapapun dan tidak ada orang yang membantunya. Jika Anda mempercayakan kasus Hwang Kyung Il pada saya, hal seperti ini pasti tidak akan terjadi. "

"Apa? Kepala Center Kang. Bukankah sudah kuperingatkan padamu sebelumnya? Bahwa aku akan ambil tindakan jika kau mengungkit kasus ini lagi. "

Jin Hyuk mengambil sesuatu dari laci mejanya dan memperlihatkannya pada Komisaris Bae, "Ini. Foto pelaku yang kelihatan dari jendela seberang lokasi TKP saat Hwang Kyung Il dibakar. Kamu juga memastikan bahwa deskripsi pelaku ini sama persis dengan pelaku insiden Surim-dong. Kehidupan polisi sama pentingnya dengan kehidupan warga. Kami juga merasa takut. Walau begitu, kami mempertaruhkan hidup kami untuk mencegah ketidakadilan terjadi kepada rakyat. Dan untuk membuat para penjahat menebus perbuatannya. Itula tugas kami."

Komisaris Bae memandang foto yang di berikan Kwon Joo. Dia kemudia meletakkannya kembali ke atas meja Kwon Joo dan beranjak keluar. Dia tidak mengatakan apa-apa.
Salah satu karyawan di 112 hendak mengatakan sesuatu, tetapi Sang Pil memberi tanda untuk tetap diam dan duduk. Eun Soo berbicara kepada Hyung Ho dan berkata kalau dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun, tetap saja syukurlah Detektif Moo selamat. Hyung Ho cuma merespon singkat dengan berkata betul.
Dae Shik dan Gyung Hak menghampiri Jin Hyuk. Dae Shik menyuruh Jin Hyuk untuk ke dokter. Jin Hyuk menolak dan berkata dia baik-baik saja. Gyung Hak menasehati Jin Hyuk untuk mendengar perkataan Dae Shik agar ke dokter karena fisiknya harus kuat biar bisa bekerja sesulit ini. Jin Hyuk mengucapkan terimakasih kepada Gyung Hak karena sudah datang kesini. Gyung Hak tertawa dan membalas kalau tumben sekali Jin Hyuk bilang seperti itu.

Jin Hyuk beranjak pergi. Sebelum pergi dia berkata kepada Gyung Hak, "Tapi tahukah kau? Ketika terjadi sekali, itu namanya kebetulan. Kedua kalinya terjadi, itu namanya tak bisa dihindari. Ketika berulang-ulang terjadi itu namanya di sengaja. Hyung-nim, Hyung, janganlah berbuat sesuatu yang membuat kita malu. Jangan hidup memalukan." Jin Hyuk kemudian mengajak Dae Shik untuk pergi.

Jin Hyuk bertanya pada petugas forensic apa dia berhasil mengamankan sidik jarinya? Petugas forensic menjawab bahwa jejaknya tertinggal dimana-mana dan dia akan pension jika gagal mengidentifikasi pelakunya. Jin Hyuk mengucapkan terimakasih dan kemudian pergi. Dae Shik mengikuti. Gyung Hak menatap kepergian Jin Hyuk.

Berita mengenai kasus Surim-dong sudah menyebar. Berita menyebutkan bahwa kasus ini berkaitan dengan CEO Perusahaan Good Friends, Nam Sang Tae namun gagal ditangkap.
Pria tua, Nam Sang Tae, sedang di balut tangannya yang terluka dengan perban oleh kaki tangannya. Dia juga mendengar berita tersebut di tempat persembunyiannya. Di berita juga menampilkan gambar Jin Hyuk dan Dae Shik yang baru keluar dari TKP. Sang Tae menatap penuh kemarahan dan teringat saat Jin Hyuk berhitung sampai tiga dan menyuruhnya lari dan dia akan menunjukkan kenapa orang-orang memanggilnya anjing gila.

"Ayahku pernah bilang begini. Dia bilang aku ditakdirkan untuk mati sebagai pecundang dan orang yang mau disuruh-suruh. Bahwa aku harus mengambil hati orang kaya untuk mendapatkan keuntungan dari mereka. Lalu aku bilang pada ayahku, kalau aku tidak akan mati seperti itu," bicara Sang Tae pada dirinya sendiri dan meminum soju dengan kemarahan.
Di sebuah bar, ada pertemuan antara pria berambut putih yang sudah tua, seorang pria yang terlihat alim dan seorang pria muda yang terlihat dingin. Mereka sedang membicarakan sebuah pembangunan di Surim-dong.

"Maksud Anda jalan swasta yang dimulai dari Surim-dong?" tanya pria alim.

"Kenapa? Apa terlalu sulit?" tanya pria rambut putih.

"Tidak, tidak sama sekali. Maksud saya, belakangan ini banyak orang mengawasi kita. Jika saya membuat keputusan gegabah, saya mungkin akan ketahuan. Saya juga berpikir kemungkinannya adalah ... "

"Kenapa juga kota seperti Sungwun mencoba main-main dengan orang Seoul? Tanpa seorang pejabat pemerintah yang cinta kampong halamannya sepertimu Seoul akan mengambil kendali Sungwun selamanya. Banyak warga awalnya menentang Jalan Raya Sungwun saat dalam masa pembangunan. Tapi sekarang, Korea telah menjadi salah satu Negara yang maju karena hal itu. Bukan begitu, Tae Gu?" tanya pria rambut putih pada pria muda di sampingnya yang beraura dingin.

"Sebenarnya kami berencana membangun terminal bus di Sungwun senilai 100juta dollar," ujar pria itu.

Pria alim kaget mendengar kalau pembangunan yang mau dilakukan adalah terminal bus. Dia langsung memanggil pria tua dengan sebutan presdir dan berkata kalau dia tidak seambisius seperti yang Presdir kira. Presdir merayunya dengan bertanya bukankah anaknya ingin melanjutkan S3 di AS? Seekor ikan besar harus berenang di perairan yang dalam. Pria alim yang dipanggil Direktur Kwon terlihat mulai ragu. Apalagi ketika Tae Gu berkata padanya bahwa dia sudah lama mengabdi pada Negara dan sekarang saatnya dia memikirkan masa depannya sendiri.

Ponsel Tae Gu berbunyi. Dia minta izin sebentar untuk mengangkat telpon.
Kantor Kepolisian Sungwun
Di ruang interogasi, Young Woon meminta Chun Ok untuk tidak meninggalkannya dan meminta agar borgolnya dilepas. Chun Ok memyuruhnya untuk sabar dan berkata tidak akan pernah meninggalkan Young Woon sendiri. Dia memeluk sayang Young Woon. Young Woon berkata kalau mereka berkata jika dia memegang tiang lampu, dia akan dibebaskan dan kalau dia berbicara jujur, borgolnya juga akan dibebaskan tetapi kenapa dia tetap di borgol. Chun Ok menenangkannya dan berkata kalau dia tahu Young Woon tidak salah apapun.

Kwon Joo dan Kwang Soo melihat dari balik ruang interogasi. Kwon Joo merasa sedih dan kasihan kepada mereka. Kwang Soo juga kesal dan berkata kalau 'orang-orang' itu brengsek karena memanfaatkan orang-orang seperti Young Woon dan Chun Ok. Kwon Joo bertanya kalau Shim Chun Ok tidak akan ditahan, kan? Kwang Soo menjawab Ya, tetapi Chun Ok terkena tuduhan bersekongkol melakukan kejahatan.

Flashback
Bok Soon menolak menjual apartemennya. Para pria, anak buah Sang Tae tetap memaksanya dan bahkan menarik tangan Bok Soon untuk menandatangani surat penjualan secara paksa. Young Woon melihat dipojok ruangan dengan ketakutan.

Bok Soon tetap tidak mau cap tanda tangan dan menggigit salah seorang pria hingga berdarah. Dia kemudian berteriak ke arah Young Woon untuk memegang Bok Soon agar tidak kabur atau kalau tidak kakaknya, Chun Ok, akan mati. Young Woon yang takut kakanya diapa-apakan segera memeluk Bok Soon. Bok Soon melawan dan tanpa sengaja mencakar punggung tangan Young Woon hingga terluka.

Pria yang digigit tangannya, kemudian melihat ada tiang lampu dan mengambilnya. Dia kemudian memukulkannya ke wajah Bok Soon. Bok Soon langsung tewas. Young Woon langsung mendekat dan memegang nenek Bok Soon sambal terus memanggil nama Bok Soon. Dia ketakutan melihat darah ditangannya.

Sang Tae masuk dan memarahi anak buahnya untuk lebih berhati-hati. Sang Tae kemudian memerintahkan untuk membawa kakak Young Woon kesini.

 Flashback END

"Shin Young Woon adalah masalahnya. Bukti menunjukkan bahwa dia memegang korban di lokasi TKP. Dia tidak akan bisa menghindari tuduhan membantu tersangka pembunuhan dan penyembunyian pinjaman. Walau dengan peringanan hukuman penjaram itu juga tak ada gunanya di bandingkan masa percobaan," jelas Kwang Soo. Kwon Joo terlihat sedih dan melihat Chun Ok yang memeluk Young Woon.
Choong Ki sedang menginterogasi pria celemek tadi mengenai atasan. Pria itu menolak menjawab. Kwon Joo datang menemui Jin Hyuk dan menyarankan agar Jin Hyuk diperiksa di rumah sakit. Jin Hyuk menolak dan mengucapkan terimakasih karena Kwon Joo sudah melacak lokasinya tadi.

Jin Hyuk juga memberitahu kalau dia sudah menyuruh semua intel mereka untuk melacak Nam Sang Tae yang membunuh Hwang Kyung Il. Jin Hyuk kemudian mengajak Dae Shik untuk memulai rapat singkatnya. Gyung Hak menatap kepergian Dae Shik, Jin Hyuk dan Kwon Joo.
"CEO Good Friends, Nam Sang Tae. Umur 45tahun. Ayahnya, Nam Gu Hang adalah biang keladi salah satu geng yang berbasis di Sungwun. Ayahnya sudah almarhum sekarang. Wakil CEO dari Good Friends, Hong Yeok Sam, saat ini dirawat di Pusat Kesejahteraan Sosial Nakwon karena skizofrenia yang dideritanya. Mereka terus mengubah nama perusahaannya, jadi sulit untuk melacaknya. Mereka telah terlibat dalam penjualan organ manusia," jelas Jin Hyuk dalam rapat. Disana ada Kwon Joo, Dae Shik, Gyung Hak, Choong Ki dan beberapa detektif lainnya.

"Dia berusia 40-an? Tapi suara yang kudengar bukan suara seorang pria berusia 40-an," pikir Kwon Joo mendengar informasi yang didapat Jin Hyuk.

"Berikutnya adalah kaki tangan Nam Sang Tae, Ji Choon Bae. Dia berasal dari Yanbian. Dia saat ini mengelola klub malam di Suwon," lanjut Jin Hyuk.
Kwon Joo kemudian melihat ada Chun Ok yang berdiri di depan ruang rapat dan melihat ke dalam ruang rapat. Kwon Joo keluar dan menemuinya. Dia bertanya ada apa? Chun Ok meminta maaf dan berharap tidak mengganggu rapat mereka.

"Aku menyadari bahwa aku tidak pernah mengucapkan terimakasih padamu. Terimakasih," ujar Chun Ok dan membungkuk dalam pada Kwon Joo. Dia mengulanginya beberapa kali dan Kwon Joo balas membungkuk padanya. Kwon Joo menyuruhnya untuk tidak berterimakasih malah sebaliknya merekalah yang harus berterimakasih pada Chun Ok, karena sebagian besar anggota gerombolan itu bias ditangkap di lokasi TKP dan juga mereka sedang mengejar CEO.

"Kami akan berusaha yang terbaik untuk memastikan hukuman adikmu dapat diringankan. Jangan khawatir," ujar Kwon Joo. Kwon Joo juga bertanya apakah Chun Ok punya tempat tinggal? Chun Ok menenangkan Kwon Joo dan memberitahu kalau dia punya teman yang punya toko di pasar dan dia bias tinggal sementara waktu di sana. Tapi, temannya pasti akan terkejut melihat wajahnya seperti ini. Kwon Joo terdiam dan merasa bersalah, dia kemudian mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada Chun Ok. Dia meminta agar Chun Ok tetap kuat dan dia akan terus membantunya.

"Kau banyak membantu bagi orang-orang seperti kami. Aku harusnya sudah memberitahumu lebih cepat. Setiap kali aku mengingatnya lagi, aku merasa begitu... Aku sangat bodoh," sesal Chun Ok. Kwon Joo menenangkannya. Chun Ok kemudian bertanya apa Kwon Joo suka minum sari beras manin (sikhye)? Chun Ok berkata dia sering membuatnya karena ibunya menyukai minuman itu, dan dia ingin memberi minuman itu pada Kwon Joo karena hanya itu yang bias diberikannya. Kwon Joo menjawab tidak perlu. Chun Ok berpikir kalau Kwon Joo terlalu muda untuk suka minuman seperti itu. Kwon Joo membalas kalau dia menyukai minuman itu, jika itu maunya Chun Ok, dia akan senang hati akan menikmati minuman yang diberikan Chun Ok.

Chun Ok senang mendengarnya dan berterimakasih lagi sambal mengenggam tangan Kwon Joo. Dia berjanji bahwa dirinya dan Young Woon akan hidup lebih baik lagi mulai dari sekarang. Chun Ok kemudian beranjak pergi sambal terus mengucapkan terimakasih dan membungkuk. Kwon Joo balas membungkuk.
Rapat selesai. Kwon Joo dan Jin Hyuk sedang membahas mengenai pelaku berdua. Kwon Joo memberitahu keanehan suara pelaku yang didengarnya dengan usia pelaku yang mereka curigai.

"Jadi maksudmu suara yang kau dengar kedengaran lebih muda dari usianya?" Tanya Jin Hyuk.

"Ya. Aku yakin pelakunya berumur 30-an. Seperti yang sebelumnya kukatakan, karakter suara berbeda-beda di tiap usia."

"Aku juga tahu itu. Aku tidak pernah melupakan apa yang kau katakana di pengadilan. Tapi orang itu mengaku padaku kalau dialah pelakunya. Dan aku jelas sekali dengan suara kertakan. Entah benar atau tidak, menurutku menangkap dia akan membuat kita mendapatkan petunjuk. Kau bilang kau punya rekaman itu, kan? Apa aku boleh mendengarnya sekarang?"

Kwon Joo kemudian mengambil rekamannya. Kwon Joo sudah membawa rekamannya dan menghubungkan USB berisi rekaman ke laptop. Dia memberitahu kalau peneliti profiler di AS berusaha yang terbaik untuk menghilangkan kebisingan agar membuat suara sejelas mungkin tapi mungkin tidak bias terdengar bagi orang-orang dengan pendengaran normal.
Jin Hyuk tidak menjawab dan memakai headphone-nya. Dengan ragu dia memutar rekaman. Terdenagar suara Ji Hye, istrinya, yang memohon jangan di bunuh dan memberitahu anaknya sedang menunggu dirumah. Jin Hyuk sedikit terguncang dan melepaskan headphone-nya. Dia menguatkan dirinya lagi dan memutar kembali rekaman sambal mengepalkan tangannya. Dia memutar sampai beberapa kali tetapi tetap tidak bias mendengar suara lain selain suara istrinya.
Jin Hyuk memberitahu kalau dia tidak bisa dengar apapun dan berharap Kwon Joo mendengar suara CEO Sang Tae sehingga mereka pasti tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia meminta Kwon Joo menunggu dan mereka pasti menangkapnya.

Dae Shik mengumunkan melalui mic kalau seorang pria yang mirip kaki tangan Nam Sang Tae, Ji Choon Bae telah tertangkap kamera CCTV di kafe dekat pelabuhan. Sepertinya dia bersama dengan Nam Sang Tae. Jin Hyuk segera bangkit.
Presdir rambut putih dengan Tae Gu sedang berada di bar. Presdir menelpon dan memberitahu kalau dia tidak ada hubungannya dengan Nam Sang Tae. Presdir selesai dia mulai mengomel dan memerintah Tae Gu untuk memastikan jangan ada yang berpikir bahwa Sang Tae ada hubungannya dengan perusahaan kita. Tae Gu berkata tentu saja dan dia akan mengurusnya. Presdir dengan ragu bertanya kalau Tae Gu tidak ada hubungan dengan masalah ini kan. Tae Gu tersenyum dan menjawab tidak mungkin. Presdir kemudian memerintah Tae Gu untuk mencari tahu keberadaan Sang Tae dan berangkatkan dia ke Jepang atau kemana saja.
Di dekat pelabuhan. Beberapa mobil detektif sudah berkumpul. Jin Hyuk dan Gyung Hak berserta teamnya mulai berpencar di sekitar sana  untuk mencari Sang Tae. Choon Bae melihat dari atas sebuah bangunan dan melaporkan pada Sang Tae yang sedang duduk kalau polisi ada di sekitaran gedung ini karena sepertinya dia tertangkap kamera CCTV di suatu tempat ketika membeli minuman keras tadi. Sang Tae langsung marah dan mengatai Choon Bae, bodoh.

Ponsel Sang Tae berbunyi. Telpon dari Tae Gu yang sedang mengedarai mobil.
"Hyung, kau biasanya tidak pernah gagal seperti ini. Kau beda sekali. Kau sudah ketahuan. Soal Surim-dong," ujar Tae Gu.

"Moo Jin Hyuk, si brengsek itu dating padaku dengan sikapnya itu. Jangan khawatir. Aku akan menangani semuanya. Aku akan membunuhnya. Kau tahu sendiri aku. Kalau membulatkan tekad, aku pasti bisa."

"Hyung, kau bicara aneh sekarang. Ini masalahmu sendiri. Tentu saja kau harus menanganinya. Apa cuma aku satu-satunya yang tidak tahu kalau Hyung orang semacam ini? Atau kau ingin aku mengancangkan sekrup di rahangmu?" ujar Tae Gu seperti psikopat.

Sang Tae berkata bahwa bukan itu maksudnya dan berusaha menjelaskan tetapi Tae Gu memotong perkataannya dan menyuruh Sang Tae segera mengatasinya atau dia akan melakukan sesuatu yang paling di benci oleh Sang Tae.
Jin Hyuk bertanya ke motel dengan menyerahkan foto Sang Tae. Pihak motel mengaku tidak tahu.  Tae Gu menyetir dan pandangannya terpaku pada layar LCD besar di sebuah gedung yang menampilkan wajah Sang Tae. Dia tidak focus dan dari depan sebuah gedung sebuah mobil keluar dan hampir menabraknya. Pengemudi mobil meminta maaf dan Tae Gu memajukan mobilnya kedepan mobil putih tersebut.

Pengemudi mobil takut melihat tatapan mata Tae Gu. Tae Gu terus memandang dengan kemarahan pada sang pengemudi. Dia menatap tajam dan menggoyangkan kepalanya, dia kemudian membayangkan mulut pengemudi yang menyatu dan tidak bisa berbicara. Dia tersenyum senang melihatnya dan baru melajukan mobil. Pengemudi itu mengomel melihat kelakuan Tae Gu.

Petugas di markas 112 sedang istirahat di kantin kantor. Eun Soo masuk dan hendak mengambil minum. Petugas wanita yang melihatnya langsung berbicara pada petugas pria di depannya mengenai petugas Oh Hyung Ho yang memiliki bangunan restoran di Burim-dong. Mereka mulai menggosipkan Hyung Ho yang kaya. Eun Soo selesai minum dan beranjaak pergi. Petugas wanita kemudian memanggil Eun Soo dan bertanya apa Eun Soo tahu kalau Hyung Ho mengundar mereka ke klub malam dimana dia menjadi DJ? Dia juga berkata kalau Hyung Hi suka pamer kalau dia kaya. Eun Soo tersenyum dan balas menjawab kalau seharusnya petugas itu bicara langsung di depan Hyung Ho.  Eun Soo kemudian pergi. Petugas pria tertawa dan berkata kalau petugas wanita pasti merasa malu sekarang.
Chun Ok pergi ke gedung apartemen yang di beri tanda police line. Dia melangkah masuk kedalam ruangan Bok Soon dengan kunci yang dimilikinya. Chun Ok kemudian meletakkan ponselnya di meja beserta belanjaannya. Dia berjalan melihat seisi ruangan dan merasa sedih. Chun Ok kemudian mulai menyalakan kompor dan memasak.

Dia selesai memasak dan menata makanannya di meja. Ruangan gelap dan hanya ada sebuah lilin yang dinyalakan. Di dinding tergantung baju Bok Soon. Chun Ok duduk di depannya dan mulai berbicara.

"Walau ini sudah terlambat, tapi aku ingin kau menerimanya. Eonni, aku seharusnya tidak melakukannya. Tolong jangan ampuni aku dan adikku. Semoga eonni bisa beristirahan dalam damai. Aku aka menjalani sisa hidupku menebus perbuatanku. Maafkan aku.... dan terimakasih," ujar Chun Ok dan mulai menangis. Tangisannya penuh penyesalan.
Seorang pia berpakaian tudung hitam melangkah masuk ke dalam rumah. Chun Ok mendengar langkah kakinya. Pria itu berdiri di samping ruangan. Chun Ok kemudian berkata kalau dia disini hanya untuk mengambil beberapa hal dan tidak akan lama. Tidak ada jawaban dari pri tudung hitam dan terlihat kalau dia membawa senjatanya, bola besi.
Di markas 112, Kwon Joo melihat data Sang Tae dan fotonya. Dia berbicara dalam hati dan bertanya : "Ayah, dia pelakunya, kan? Menurut catatan, dia hampir tidak sama dengan pelaku yang kita cari."

Chun Ok berteriak ketakutan dan menyeret tubuhnya di lantai. Pria tudung hitam mendekat dengan bola besi ditangannya. Dia meraih ponsel Chun Ok yang diletak di meja. Chun Ok bertanya siapa pria itu? Apa mereka yang menyuruhnya kesini? Tidak ada jawaban dan pria itu semakin mendekat dengan bola besi. Dengan ponsel Chun Ok, dia menghubungi 112.
Hyung Ho yang merima telpon tersebut. Tidak ada jawaban. Hyung Ho terus memanggil sang penelpon. Pria tudung menunduk dan mendekatakkan ponsel ke arah Chun Ok. Hyung Ho melihat nomor penelpon 010-482-4953 dan merasa tidak asing dengan angka terakhir 4953. Hyung Ho berusaha mengingat dimana dia pernah melihat nomor tersebut dan membuka data pribadi Shim Chun Ok. Nomor telponnya sama. Hyung Ho bertanya kepada penelpon apa dia Shim Chun Ok?

Pria tudung berkata kepada Chun Ok untuk mengatakan 'tolong aku'.  Hyung Ho terus memanggil dan melihat GPS kalau Chun Ok beradai di unit 104 Rusun Chunsoo. Chun Ok mengikuti kata pelaku dan berkata 'tolong....' dan pelaku langsung mematikan ponselnya.
Hyung Ho melaporkan hal ini pada Kwon Joo dan memberitahu kalau panggilan terputus setelah dia menggumankan sesuatu. Kwon Joo bingung dan bertanya apa Hyung Ho yakin kalau lokasi ponselnya berada di rusun Chunsoo? Hyung Ho yakin. Kwon Joo berpikir dan ingat ajakan Chun Ok yang menawarkannya air beras manis. Kwon Joo menelpon Jin Hyuk
Pria tudung mengangkat bola besinya dan menghantamkannya ke kepala Chun Ok. Jin Hyuk menerima telpon dari Kwon Joo. Dia memberitahu kalau firasatnya mengatakan kalau Sang Tae juga ada disana dan dia juga akan menuju ke sana.  Jin Hyuk mengerti dan mengajak Dae Shik untuk segera ke rusun Chun Soo.  Kwon Joo menyerahkan center pada Sang Pil dan segera menuju rusun Chunsoo.

Pria tudung memanggil Chun Ok yang sudah terkapat tak berdaya dengan kepala berdarah-darah.
"Nenek... Apa nenek pernah lihat orang yang kepalanya dipenggal?"

"Siapa kau?" Tanya Chun Ok dengan suara lemah.

"Darah seseorang banyak sekali," ujar pria tudung sambil menggerakkan tangannya, "Tapi, yang mengejutkan, darahnya berhenti sebelum kau menyadarinya. Ketika tubuh memompa semua darah keluar dari tubuh, aku sedih melihat darah itu habis semua," ujar pria tenang. Dan samar-samar kita bisa mendengar suara kertakan dari rahangnya ketika dia berbicara,

"Apa pikirmu aku akan memohon padamu untuk membiarkanku hidup? Gila kau..Kau Gila!"

"Aku sudah memberi Nenek kesempatan untuk hidup. Daripada hidup menyedihkan sebagai Shim Chun Ok, aku memberimu kesempatan buat hidup sebagai Park Bok Soon. Tuhan saja mungkin tak bisa melakukan itu. Kenapa nenek menyia-nyiakan kesempatan itu? Nenek harusnya melakukan apa saja buat meraih kesempatan itu!"

"Dasar kau! Kau tidak seharusnya berbuat begini kepada banyak orang. Kau harus menebus dosamnu."

Pria tudung tertawa mendengar perkataan Chun Ok, "Kau bicara seolah ada Tuhan di dunia ini.  Tapi ini bukan keputusanmu. Kau hanya hidup karena kau lahir. Akulah yang membuat keputusan. Kau harus belajar dari kucing-kucing liar. Mereka tidak perlu membuat suara, benar kan?" Pria tudung kemudian meraih bola besi yang terletak disampingnya. Seiring dengan suara teriakan Chun Ok, pria tudung menghantamkan bola besi kekepala Chun berkali-kali hingga tewas.
Dae Shik dan Jin Hyuk sampai di depan rusun Chunsoo. Begitu pula dengan Kwon Joo. Dengan pistol ditangan, mereka mulai masuk kedalam rusun. Mereka masuk dengan perlahan dan memerikas ruangan. Lampu tidak bisa dinyalakan, jadi mereka menelusuri dengan senter. Mereka masuk ke sebuah ruangan dan melihat ada hidangan di atas meja.
 Tidak ditemukan apapun. Dae Shik kemudian curiga dengan lemari tempat mayat Bok Soon sebelumnya disembunyikan.  Dia memanggil Jin Hyuk dan bertanya bukankah sebelumnya petugas forensic membiarkan lemari terbuka? Mereka menjadi curiga dan masuk kedalamnya. Mereka mencium bau. Dae Shik membuka lemari dan terlonjak keget.
Jin Hyuk kaget melihat dalam lemari. Kwon Joo matanya sampai melotot. Chun Ok tergantung di tengah lemari dengan tangan di bentangkan. Mereka semua tidak percaya dengan yang ada dihadapan mereka sekarang.

Jin Hyuk menghubung markas 112. Dia memberitahu kalau terjadi insiden pembunuhan di Rusun Chunsoo. Korban adalah Shim Chun Ok dan kirim tim forensic sekarang. Hyung Ho mengerti dan menyalakan code zero.
21:15 KST
Terjadi insiden pembunuhan di Rusun Chunsoo.

Eun Soo kaget karena tadi Chun Ok masih ada di kantor polisi dan sekarang terbunuh. Hyung Ho juga bingung. Jin Hyuk melihat mayat Chun Ok dan menemukan keanehan. Dia memberitahu Kwon Joo. Kwon Joo melihatnya dan menyadari luka dikepalanya mirip dengan luka penyok di insiden Eunhyung-dong. Dan disisi pintu lemari terdapat tulisan yang ditulis dengan darah Luke 17:29.

Kwon Joo mengeluarkan ponselnya dan membaca bunyi ayat tersebut : "Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua."

"Sepertinya seseorang terlibat dalam insiden Surim-dong dan membunuh Shim Chun Ok untuk bekerja sama dengan polisi,"analisis Kwon Joo. Dia kemudian menghubungi Hyung Ho dan menyuruhnya untuk mencari tahu kaitan dengan Alkitab, Lukas 17:29 dan cari kasus-kasus dimana cermin diletakkan didepan mayat korban. "Jika Nam Sang Tae yang berbuat hal ini, aku yakin dialah pelaku sesungguhnya insiden Eunhyung-dong," ujar Kwon Joo pada Jin Hyuk.
Mereka kemudian mendengar suara sesuatu. Jin Hyuk dan Dae Shik segera berlari keluar mencari sumber suara. Kwon Joo terkulai dan memegang sisi lemari. Kwon Joo melihat tulisan Luke17:29, cermin dilantai dan mayat Chun Ok. Lampu tiba-tiba menyala. Kwon Joo memeriksa sakelar lampu.
"Ada orang yang mengatur waktunya sehingga lampu akan menyala kembali pukul 21:15. Telpon masuk pukul 21:10. Kita tiba disini sekitar pukul 21:13. Dia memperkirakan waktu yang dibutuhkan bagi kita sampai disini dan memastikan lampu menyala saat kita sampai disini," pikir Kwon Joo.

Kwon Joo menghubungi Jin Hyuk dengan walkie talkie dan memberitahu kalau Shim Chun Ok dibunuh belum lama setidaknya 30menit yang lalu dan pembunuh itu sedang bermain-main dengan mereka. Jin Hyuk mengerti dan mengajak Dae Shik untuk segera kembali ke TKP.
22:00 KST
45menit setleah insiden pembunuhan Surim-dong terjadi...

Polisi dan petugas forensic sudah tiba di TKP dan sedang mengumpulkan jejak dan bukti.

"Ya. Hanya ada jejak kaki dari siapapun yang tiba setelah kejadian ini terjadi. Siapapun yang kemari berhasil menghapus jejaknya. Orang ini pasti sudah gila. Sudah jelas pelakunya kejam sekali tapi dia kreatif sekali membuat keadaan korban seperti itu. Kepala korban dipukul pakai senjata tumpul dan tubuhnya digantung agar kita melihatnya. Dan potongan disekitar mulutnya, ada kemungkinan dia melakukannya saat si korban masih dalam keadaan sadar. Si pelaku ini lain dari penjahat yang lain," jelas petugas forensic pada Gyung Hak. 

Gyung Hak kemudian memanggil Choong Ki dan bertanya kalau Jin Hyuk yang tiba pertama di TKP, apa dia ada mengambil bukti dari TKP? Choong Ki menjawab bahwa itu tidak mungkin. Gyung Hak terlihat ragu. Choong Ko kemudian memberi informasi bahwa tadi dia melihat Jin Hyuk berbicara dengan Kwon Joo. Gyung Hak kesal dan bertanya kenapa Kwon Joo selalu pergi dari center?

Kwang Soo datang dan melapor kalau sidik jari yang di temukan di ponsel Chun Ok sesuai dengan sidik jari Nam Sang Tae. Dae Shik yang baru masuk, kaget mendengar informasi tersebut dan segera keluar.
Gyung Hak mengabari informasi tersebut pada Komisaris Bae. Komisaris Bae mengerti dan menutup telpon. Dia kemudian menghubungi seseroang dan melapor pada orang yang ditelponnya bahwa sepertinya mereka menemukan sidik jari. Entah siapa yang ditelponnya.
Kwon Joo dan Jin Hyuk berdiri di depan bangunan dan membahas kasus ini. Kwon Joo mengemukakan analisisnya kalau pelaku sedang ingin bermain-main dengan mereka dan kemungkinan besar panggilan ke Center telah direncanakan. Kwon Joo juga memberitahu kalau dia mendengar Hyung Ho sudah merekam panggilan itu. Ternyata, Hyung Ho sempat merekam panggilan tersebut dengan USB dan memberikannya kepada Kwon Joo.

"Suara pria itu terdengar teredam seolah-olah wajahnya dibungkus sesuatu. Kedengarannya seperti rekaman. Pelakunya menelpon Center setelah dia menyelesaikan aksinya. Tidak ada orang yang bisa meninggalkan TKP setelah menggantung mayat di dinding dan berhasil kabur dari polisi dalam waktu tiga menit. Mustahil ada orang yang begitu. Selain itu, ada jejak yang menunjukkan dia menikam korban beberapa kali," jelas Kwon Joo.

"Dia pasti memang sudah tak waras lagi."

"Nam Sang Tae menderita gangguan kepribadian anti social. Dia memang psikopat. Aku yakin dia pelaku sebenarnya kasus Enhyung-dong."

"Tidak. Tidak mungkin dia pelakunya. Ada yang aneh," sangkal Jin Hyuk. Kwon Joo bertanya apa maksudnya. Jin Hyuk meminta mereka kembali ke kantor dulu untuk memeriksa sesuatu.  Dae Shik kemudian datang dan memberitahu kalau sidik jari Sang Tae di temukan di ponsel Chun Ok. Jin Hyuk dan Kwon Joo kaget. Jin Hyuk kemudian memberitahu Dae Shik kalau dia harus kembali ke kantor polisi dengan Kwon Joo untuk saat ini.
Presir rambut putih di mobil dan merasa pusing, Dia memerintah supirnya untuk mencari tahu dimana Sang Tae bersembunyi dan juga hubungi Komisaris Bae untuk datang.
Jin Hyuk dan Kwon Joo sudah tiba di kantor. Kwon Joo bertanya apa maksud Jin Hyuk ada yang aneh? Jin Hyuk berjalan kemejanya dan mengambil sebuah file. Dia memperlihatkannya pada Kwon Joo. Dia memperlihatkan beberapa bagian dan file itu ternyata adalah keterangan dari anak buah Sang Tae yang berhasil ditangkap. Isi dari keterangan mereka kebanyakan cara mereka menyembunyikan mayat atas perintah Nam Sang Tae.

"Kepala Kang.. Polisi bekerja tidak memerlukan pemikiran. Namun tergantung fisik dan naluri. Menurutku pelaku insiden Surim-dong adalah pembunuh berhati dingan. Jika dugaanku benar, pelaku insiden Eunhyung-dong bukanlah Nam Sang Tae. Pelakunya ini sudah pasti tak waras. Dia mungkin sepenuhnya tahu tentangku dan dirimu,"analisis Jin Hyuk.

Hyung Ho kemudian datang dan menyerahkan data yang diminta oleh Kwon Joo. Dia melihat Jin Hyuk dan merasa senang, Hyung Ho kemudian memperkenalkan dirinya adalah petugas 112 Emergency Call Center. Hyung Ho juga dengan semangat memberitahu bahwa dia mendengar suara Jin Hyuk sepanjang waktu tapi belum pernah bertemu secara langsung. Dia bahkan dengan semangat memberi tahu julukan Jin Hyuk adalah anjing gila.


Jin Hyuk cuma memandang Hyung Ho dalam diam. Hyung Ho jadi canggung dan berkata kalau dia sangat menghormati Jin Hyuk. Jin Hyuk langsung bertanya data apa yang di bawa oleh Hyung Ho. Hyung Ho menjelaskannya.
 "Ini ayat dari Alkitab. Pelakunya menganggap dirinya sebagai algojo. Dia pikir dia itu seperti Tuhan yang menghukum kota korup, Sodom. Itulah kata-kata yang sering diucapkan orang gila. Aku juga mencari tahu soal cermin yang diletakkan di depan mayat. Menurutku, di ingin bilang pada kita siapa target berikutnya. Artinya orang-orang yang tercermin pada cermin itu adlah target berikutnya," jelas Hyung Ho.
Jin Hyuk dan Kwon Joo ingat bahwa yang tercermin adalah wajah mereka berdua.


5 komentar

avatar

slalu ditunggu sinopsisnya ,, terimakasih aku suka sinopsis kamu ,,

boleh request?

avatar

Request apa ya? 😊😊

avatar

drama china Master Devil Do Not Kiss Me ,, itu kalau bisa kamu 😃

avatar

Kayaknya taegu deh pelaku eunhyungdong secara umurnya masi muda kan

avatar

Mba Dyar, sy udh download Master Devil Dont Kiss Me dan rencana mau buat sinop stlh kelar voice .. Tp sy lihat blog lain udh ada yg buat jg..

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment