Type something and hit enter

By On


Untuk nama pemeran :
Dalam mimpi
- Ji Jin Hee as San Baek
- Lee Ji Ah as Chook Young Dae
- Ahn Jae Hyun as Ma Moon Jae

Dalam dunia nyata 
- Ji Jin Hee as Lee Soo Hyun
- Lee Ji Ah as Han Yun Hee / Han Yeon Woo (nyamar sebagai pria)
- Choi Min as Kang Tae Joo
- Seo Ji Hye as Choi Yoo Ri
Images by : SBS
Soo Hyun mendekatkan wajahnya hendak mencium Yeon Woo yang tertidur. Lampu senter ponselnya sudah mati.


Seseorang memanggil San Baek dari luar. San Baek berbalik dan pergi sehingga dia tidak menyadari Young Dae. Young Dae menghela nafas lega.

Pintu lift terbuka. Itu Dong Chul dan petugas keamanan. Soo Hyun terkejut dan belum sempat mencium Yeon Woo. Dan Yeon Woo juga terbangun mendengar suara Dong Chul.


Di dekat gerbang, Moon Jae bertemu dengan Young Dae. Dan Soo Hyun berada di balik gerbang mendengar kemarahan Moon Jae pada Young Dae. Dia menguping pembicaraan mereka.
 Moon Jae menarik tangan Young Dae kasar. Dia bertanya apa Young Dae sama sekali tidak menganggapnya? Dia tahu kalau selama ini, mata Young Dae selalu saja terpaku pada San Baek.
“Selama 10tahun aku ada di sisimu.  Selama ini kita selalu bersama. Maksudmu itu tak sebanding dengan penipu yang tak sengaja bertemu denganmu?” tanya Moon Jae, marah. “Kudengar wanita lebih tertarik pada pria yang tak bisa dia miliki. Itukah alasannya? Kau lebih tertarik pada kutu buku.”
San Baek terkejut mendengarnya. Kenyataan kalau Young Dae adalah wanita.
Moon Jae menatap tajam pada Young Dae. Dia memberitahu kalau dia tidak peduli siapa yang Young Dae sukai, karena pria yang akan memiliki Young Dae adalah dirinya. Ingat itu. Dia tidak akan membiarkan siapapun merebut wanitanya. Moon Jae kemudian pergi, meninggalkan Young Dae.

Setelah Moon Jae pergi, Young Dae berteriak menyuruh San Baek keluar. San Baek terkejut karena Young Dae tahu kalau dia berada disana. Young Dae terus memanggil San Baek keluar karena dia tahu San Baek sudah mendengar semuanya.
San Baek keluar dan menghadap Young Dae. Young Dae mengaku kalau dia memang adalah wanita. Dia tahu pasti sulit bagi San Baek menjaga rahasia ini, dan dia yakin pasti akan diusir. San Baek menawarkan kesepakatan, dia juga akan memberitahu rahasianya, sehingga mereka bisa sama-sama menjaga rahasia.
“Aku lahir dari keluarga rakyat biasa. Saat aku menunggu Tuan Muda majikanku dari mendengar aku belajar baca tulis. Dia tanya budak sepertiku mau apa dengan belajar menulis. Ayahku menghajarku sampai babak belur selama 3hari. Orang yang memberiku kesempatan lain adalah Daegam di rumah itu. Aku ikut ujian jadi seonbi (pelajar) menggatikan putranya. Karena itulah, kusembunyikan identitasku yang sebenarnya,” cerita San Baek. “Suatu hari… terpikir olehku apa tujuanku belajar kalau tak bisa kugunakan. Kupikir akan lebih baik kalau aku dikeluarkan dari sekolah. Aku terlibat perkelahian dengan penjahat. Waktu itu... ada seseorang yang menyelamatkanku. Aku selalu ingin bertemu orang itu lagi.”
“Kau menungguku?” tanya Young Dae, terkejut.
“Ternyata kau seorang pria hal itu membuatku terluka. Meski begitu... kupikir kalau kau di sisiku itu sudah cukup. Aku salah. Aku serakah. Perasaanku padamu tumbuh,” aku San Baek.

Young Dae terkejut mendengar pernyataan itu. Dia mendekat dan dengan berjinjit, dia mencium bibir San Baek. San Baek juga terkejut dengan ciuman tiba-tiba itu, hingga menjatuhkan bukunya. Dia memeluk Young Dae dan membalas ciuman tersebut.
Lucid Dream - Day 50

Soo Hyun terbangun dari tidurnya. Dia terkejut dan bergumam kalau orang yang disukainya dalam mimpi bukanlah pria. Dia menyentuh bibirnya seolah masih merasakan ciuman tersebut.
“Wanita yang menyamar jadi pria,” gumam Soo Hyun. 

Soo Hyun masih dengan mengenakan kausnya pergi ke meja Yeon Woo. Dia membongkar lemari dan menemukan di meja Yeon Woo ada gambar seorang berpakaian pria sedang menembak panah dengan seorang wanita membuka topinya. 

Soo Hyun teringat dengan wanita yang waktu itu melewatinya, “Kalau dia wanita… jadi dia wanita yang kulihat waktu itu.”
Soo Hyun pergi ke ruangan CCTV mencari rekaman hari itu. Dia menemukannya tetapi hanya tampak belakang. 

Soo Hyun sudah mencetak rekaman CCTV itu dan meletakkannya di ruangannya. Dia bertanya-tanya, dimana wanita itu sekarang? Dia berjanji tidak akan kehilangan wanita itu lagi. Soo Hyun yakin kalau wanita itu adalah Young Dae.

Yoo Ra pergi melihat tempat pernikahannya. Dia memberi arahan kepada EO, pesta pernikahan yang diinginkannya dan bahwa semuanya harus sempurna. Yoo Ra kesal karena Soo Hyun tidak datang tetapi dia tidak peduli, yang penting Soo Hyun muncul di hari pernikahannya.

Soo Hyun dirumahnya, sedang membuar script untuk game Lucid Dream.



Yun Hee sedang menggambar di rumahnya. Adegan seorang wanita dan pria di atas jembatan. Jung Won masuk saat itu dan mencari krayon-nya. Dan saat itu, Jung Won, mengenali jembatan yang di gambar Yun Hee. Dia memberitahu kalau mereka kan pernah ke jembatan tersebut saat lomba menggambar dulu. Yun Hee kaget, karena saat itu dia tidak memperhatikannya.


Yeon Woo pergi ke kantor. Dia naik ke atap kantor. Dan memang benar, atap kantor mirip di desain dengan bentuk jembatan, jembatan yang mirip dengan yang ada di dalam mimpinya. Yeon Woo terduduk lemas. Dia sepertinya menyadari sesuatu.

Saat itu, Soo Hyun datang dan menegurnya karena berada di sini. Soo Hyun bertanya, apa Yeon Woo tidak tahu kalau atap gedung dilarang dimasuki oleh karyawan? Yeon Woo meminta maaf dan beranjak pergi.


Sepeninggal  Yeon Woo, Soo Hyun melihat tempat duduk Yeon Woo terduduk tadi. Dia melihat bunga kuning yang ditanamnya, hancur terinjak. Dia memandang curiga pada Yeon Woo yang berjalan pergi.


Manager datang dengan heboh ke meja Yeon Woo. Dia memberitahu kalau Soo Hyun menulis skenario baru dan dia menambahkan tema wanita yang menyamar seperti pria, sama seperti ide Yeon Woo sebelumnya. Yeon Woo membaca script tersebut. Manager memberitahu kalau Soo Hyun juga berkata desain tambahannya, harus selesai hari ini.

San Baek sudah berpacaran dengan Young Dae. Mereka sering bercanda.
Young Dae bahkan mengajari pedang pada San Baek.



San Baek bertemu dengan Young Dae yang memakai hanbok. Dia memberikan cincin pasangan untuk Young Dae dan memakaikannya. Mereka saling berciuman di atas jembatan.
San Baek dan Young Dae juga menanam bibit bunga (bunga yang dipandang Soo Hyun di atap gedung).

“Ini Ini Sulryulhwan (teratai salju). Bunga yang mekar saat salju,” beritahu San Baek.
“Bunga paling indah selama musim yang berat?” tanya Young Dae.
San Baek mengangguk, membenarkan. “Bunga jantan dan betina terkait oleh akarnya bersama. Jadi mereka tak akan pernah berpisah. Meskipun beberapa ratus tahun...tidak, meski ribuan musim.berlalu...justru akarnya makin kuat mencengkeram bumi,” jelasnya.
“Seperti kekasih yang saling mencintai?”
“Iya, seperti kita.”

Young Dae senang mendengarnya. Dia kemudian teringat sebuah pepatah. Young Dae mengambil papan yang ada disana dan menuliskan papan itu : “Bertemu Selamanya.”

Yeon Woo membaca script Soo Hyun. Matanya berkaca-kaca. “Beginikah kita bertemu dan saling jatuh cinta? Karena itulah mengucapkan selamat tingga begitu sulit,” air mata Yeon Woo menetes, mengetahui awal kisah cintanya dalam mimpi. (Yeon Woo hanya bermimpi akhir kisah cintanya yang tragis).

Yeon Woo mulai menggambar desainnya sesuai script yang diberikan oleh Soo Hyun. Dia terus menggambar dan berpikir kalau dia tahu apa yang terjadi setelah pertemuan itu
Yeon Woo mulai menggambar sebuah gambar baru.

Young Dae sudah dengan pakaian wanita, hanbok, kini terkurung dalam rumah. Moon Jae menemuinya dan memberitahu walaupun Soo Hyun datang menemuinya, dia tidak akan bisa bertemu dengannya.

“Dengarkan. Ini peringatan. Suruh dia pergi. Kau satu-satunya yang bisa menyelamatkannya,” ancam Moon Jae. “Penyamaran hebat seperti pria. Bukankah kau? Pura-puralah untuk tidak mencintainya, bisa kan?” ujar Moon Jae sambil menyentuh bibirnya.
Mata Young Dae menyorotkan kesedihan. “Pura-pura tak mencintainya?” 
“Kalau kau tak membuatnya patah hati… maka akan kulukai dia sampai tak bisa disembuhkan,” ujar Moon Jae penuh kemarahan sebelum pergi.
Young Dae menangis sedih.


Bunga Snow Lotus yang ditanam Young Dae dan San Baek, sudah mekar walaupun ditutupi salju.  Moon Jae kesana dan terlihat marah, di tambah lagi, dia melihat papan yang bertuliskan : ‘Bersama Selamanya’.


Moon Jae dengan wajah dingin, berjalan perlahan menginjak satu persatu bunga itu dengan kakinya hingga hancur. San Baek saat itu datang dan melihatnya. Dia sedih melihat para bunga yang ditanamnya bersama Young Dae hancur.
Moon Jae mengulurkan pisaunya. Mereka saling menatap dengan sorot kemarahan dan kebencian. Moon Jae menghina San Baek yang rendahan karena lupa dengan asalnya dan berani jatuh cinta pada Young Dae.
“Kau kira aku tak tahu siapa sebenarnya kau? Hanya karena beberapa kali Young Dae baik padamu, bukan berarti dia jadi wanitamu. Dasar bodoh!”
“Kau dibutakan oleh cemburu. Justru kaulah yang bodoh. Young Dae tak akan pernah mencintaimu.”

Moon Jae marah mendengarnya. Dia mengayunkan pedangnya dan melukai tangan San Baek. “Kalau aku melihatmu bersama Young Dae lagi, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri,” ancam Moon Jae.
Moon Jae bahkan menginjak papan : Bersama Selamanya, hingga papan itu terbagi dua.
Lucid Dream - Day 70

Soo Hyun terbangun dengan nafas terengah-engah. Dia memakan pipinya dan terdapat air mata.

Yeon Woo ternyata menggambar papan “Bertemu Selamanya” yang terbelah dua.
“Kalau kau sungguh pria di mimpiku yang telah lama kutunggu, aku yakin kau bisa mengenaliku dengan ini. Karena kita akan hidup bersama di mimpi yang sama,” gumam Yeon Woo.



Yeon Woo menyerahkan desain pada Soo Hyun.  Soo Hyun melihat semua desain tersebut. Dan pada desain terakhir, ketika dia melihat papan yang betuliskan “Bersama Selamanya” terbagi dua. Soo Hyun teringat sesuatu. Dia ingat saat Moon Jae menghancurkan papan tersebut.

Soo Hyun berdiri marah. Dia bertanya siapa Yeon Woo? Bagaimana dia bisa tahu mengenai adegan tersebut padahal tidak ada di dalam script? Yeon Woo balik bertanya bagaimana Soo Hyun bisa menulis skenarionya? Soo Hyun membentaknya untuk menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.
“Di script, wanita yang menyamar sebagai pria dan bunga kuningnya. Semua ini kebetulan semata? Kau melihatnya juga dimimpi. Karena itu kau memberinya judul : Lucid Dream,” jelas Yeon Woo.
“Jadi... kau pun melihatnya dalam mimpimu?”
Yeon Woo membenarkan. Soo Hyun terkejut dan bertanya apa Yeon Woo juga termasuk salah satu orang dalam mimpi tersebut? Yeon Woo membenarkan.

“Barusan di mimpiku... ada pria yang merusak bunga-bunga ini. Dan di dalam mimpi itu… hanya ada 2 orang yang keluar. Aku…  dan kau. Ma Moon Jae,” ujar Soo Hyun. Yeon Woo terkejut mendengarnya. Soo Hyun menduga kalau Yeon Woo adalah Ma Moon Jae.

Soo Hyun langsung mencekik Yeon Woo dengan penuh kemarahan, “Karena di mimpi kau tak bisa membunuhku sekarang kau mau membunuhku?” tuduhnya sambil mencekik Yeon Woo keras.
Yeon Woo berusaha meraih sesuatu di sampingnya. Dia menggunakan buku untuk memukul kepala Soo Hyun dan melarikan diri.

Di luar, ada seseroang yang diam-diam mengambil foto Yeon Woo yang melarikan diri dan Soo Hyun yang mengejarnya.


Semua foto tersebut, di kirimkan pada seseroang. Bukan hanya foto itu saja tetapi juga ada foto Yeon Woo dalam pakaian wanita dan foto Snow Lotus.

Tae Joo sedang melukis dirumahnya. Yun Hee datang dengan masih menggunakan pakaian prianya. Tae Joo terkejut melihat pakaian yang digunakan Yun Hee.


Tae Joo memasakkan ramyeon untuk Yun Hee. Yun Hee kemudian bertanya pada Tae Joo, apa benar dia terlihat seperti seorang pria? Tae Joo tertawa dan membenarkan Yun Hee yang terlihat seperti pria yang cantik. Yun Hee protes karena dia kan wanita tulen.
Tae Joo heran mendengarnya dan bertanya memang ada yang bilang Yun Hee seperti pria? Yun Hee membenarkan, direkturnya (Soo Hyun). Yun Hee juga memberitahu kalau dia menyamar jadi pria karena kakaknya, Kang Hee. Tae Joo terkejut mendengarnya. Yun Hee menambahkan kalau dia keluar hari ini juga. Tae Joo lega mendengarnya.
Yun Hee mulai makan. Dia kemudian bercerita kalau dia sering mimpi aneh mengenai seorang pria. Dan pria itu sekarang sudah muncul. Mimipi itu terasa sangat nyata. Takdir? Sepertinya begitu. Akan tetapi, pria itu sepertinya adalah direkturnya.

Tae Joo terkejut. Dia menyarankan agar Yun Hee ke rumah sakit saja. Yun Hee tertawa dan membenarkan. Lagipula, pria itu saja tidak tahu dia pria atau wanita. Dan anehnya… hatiku sakit.

Soo Hyun dirumahnya. Dia menempel foto Yeon Woo di nama Ma Moon Jae. Dia merasa semua potongan puzzle sudah lengkap.

Pagi hari, Soo Hyun dengan Dong Chul pergi ke rumah Yeon Woo. Dong Chul memeriksa rumah dan bertanya kepada tetangga. Dia memberitahu tidak ada orang dirumah. Tapi, ada yang aneh, dia sudah memeriksa alamat rumah dan semua sepupu Kang Hee tetapi tidak ada keluarga yang bernama Han Yeon Woo. Memang ada adiknya yang tinggal di rumah mereka, tetapi itu adalah Han Yun Hee.
Yun Hee sudah kembali berpakaian wanita. Dia melihat penampilannya di cermin dan bergumam seperti apa sebenarnya penampilannya di dalam mimpi Soo Hyun? Bagaimana bisa dia mengira dirinya adalah pria dan Ma Moon Jae? Yun Hee menyemprotkan parfumnya.

Saat itu, Yoo Ra datang. Dia melempar semua foto yang sudah di kumpulkannya ke arah Yun Hee. Dia menuduh Yun Hee menggoda Soo Hyun dengan cara unik berpakaian seperti pria. Yun Hee membantah.

“Kau kira aku tidak tahu? Kau belajar hal tak masuk akal ini dari mana? Menurutmu kau bakal jadi Cinderella?” tanya Yoo Ra, menghina.
“Hidupmu ternyata juga menyedihkan. Kesana-kemari menguntit orang.”
“Aku dan Lee Soo Hyun… besok akan menikah.”
Yun Hee bersikap tidak peduli. Yoo Ra memperingati Yun Hee untuk menghilang dari kehidupan Soo Hyun.

Dia kemudian melihat ada sebuah buku di meja Yun Hee dengan label : Lucid. Dia mengambil buku itu dan membuang semuanya ke lantai. Dia menyuruh Yun Hee untuk bangun dan berhenti bermimpi karena pada akhirnya dia akan menderita.

Soo Hyun menemui Kang Hee. Dia bertanya mengenai Han Yeon Woo dan apa yang dilakukannya sebelum bekerja di perusahaannya? Dia bertanya semua mengenai latar belakang Han Yeon Woo. Kang Hee bingung menjelaskannya. Soo Hyun dan Dong Chul menuduh Yeon Woo yang punya pacar. Dan dia bertanya siapa wanita itu? Dan dimana sekarang.
Kang Hee bingung. Dia berlutut dan meminta maaf.

Young Dae ternyata pergi ke tempat dia menaman Snow Lotus dengan San Baek, pada saat malam hari. Dan saat itu, dia melihat bungan Snow Lotus yang hancur dan papan : Bersama Selamanya, yang terpatah dua.

San Baek menghampirinya dari belakang. Young Dae dengan dingin berkata kalau dia harus pergi sekarang. San Baek mengenggam tangan Young Dae, “Baiklah, lakukan apa kata hatimu. Aku akan selalu menunggumu di sini. Walaupun kau bilang tak berguna.”
Young Dae menegaskan kalau dia tidak keberatan melakukan semua ini. Dia menyerah atas semuanya karena dia tidak punya kepercayaan mengahadapi masa depan bersama San Baek. Dia menyebut semuanya hanya mimpi dan sekarang saatnya mereka bangun.

San Baek bingung dengan sikap Young Dae. Dia yakin Young Dae terpaksa melakukan semua ini. Young Dae melepaskan tangannya paksa dari tangan Young Dae. Dia dengan dingin berkata kalau dia tidak bisa menikah dengan orang biasa.
Young Dae melihat tangan San Baek yang dibalut perban. San Baek berusaha memeluk Young Dae tetapi Young Dae menamparnya. San Baek shock. Dia menyerah dan tidak akan menunggu Young Dae lagi. Young Dae setuju, dia berlalu pergi dengan kesedihan di hatinya.
“Aku akan menunggumu,” ujar San Baek setelah Young Dae pergi. “Setahun… seratus tahun..  tidak…bahkan 1000tahun berlalu. Walaupun mimpi yang kejam, aku tak akan pernah bangun.

Dayang Young Dae, wajahnya mirip dengan Kang Hee, menawarkan bantuan. Dia berkata akan memakai baju Young Dae hari ini, dan Young Dae akan memakai pakaian lain. Dia menyuruh Young Dae lari dari pernikahan yang tidak diinginkannya ini.
Young Dae awalnya ragu. Dayangnya memohon dan menyakinkannya.



Young Dae menukar pakaiannya. Dia berpakaian seperti pria. Wajahnya terlihat sedih. “Jikalau dia harus mati untuk mengakhiri ini… aku akan mati menggantikannya,” gumamnya dengan mata penuh kesedihan. Dia menggunakan penutup wajah dan memakai cinci pasangannya dengan Young Dae.


Dan itulah, bagaimana dia dikejar. Dia bahkan di tembak panah yang melukai sisi wajahnya. Dia juga terjatuh.
Dan pada akhirnya, dia terpojok di tepi jurang. Moon Jae mendekat dengan pisau di belakang leher Young Dae. Moon Jae mengayunkan pisaunya sambil berteriak keras.
Lucid Dream - Day 98

Yun Hee terbangun dari mimpi buruknya tersebut. Nafasnya terengah.
Dia melihat bukunya yang dilempar Yoo Ra tadi masih dilantai. Dia bangkit dan membersihkannya. Di antara buku tersebut, ada sebuah buku berjudul : Legenda Sulryulhwan (Snow Lotus)
Yun Hee membaca buku tersebut. Dia pergi dan beranjak pergi. Dan ternyata buku tersebut bersambung ke jilid 2.

Soo Hyun menelpon Yun Hee/Yeon Woo. Tapi tidak diangkat karena ponsel Yun Hee tertinggal. Soo Hyun ingat pengakuan Kang Hee kalau adiknya adalah wanita, bukan pria.
Yun Hee pergi ke perpustakaan mencari jilid ke-2. Dia menemukannya.
“Chook Young Dae menyamar sebagai seorang pria dan betemu Yang San Baek di sekolah. Mereka jatuh cinta…,” baca Yun Hee. Dia tidak menyangka kalau kisahnya ada di dalam buku.



Soo Hyun  ada di kamar Yun Hee dan melihat semua gambar Yun Hee. Dan dia menemukan tanda di kardus : Sekolah seni blue.

Soo Hyun ke Sekolah seni tersebut dan melihat semua gambar yang terpajang di mading. Matanya terpaku pada gambar pasangan pengantin tradisional yang mengenakan cincin pasangan.

Seorang siswi mendekat. Dia memberitahu kalau itu adalah gambarnya. Soo Hyun heran dan berkata sepertinya, bukan siswi itu yang menggambarnya. Siswi itu membenarkan kalau memang bukan dia yang menggambarnya tetapi gambar itu memang miliknya. Guru Han yang memberikannya.
Soo Hyun menebak kalau Guru Han adalah Han Yun Hee. Siswi itu terkejut karena Soo Hyun mengenal Yun Hee. Soo Hyun minta agar gambar di jual padanya.

Siswi itu sekarang sedang terbengong-bengong. Dia tidak menyangka kalau perkataan Yun Hee waktu itu benar. Jika dia memiliki gambar itu, keberuntungan akan menghampirinya. Dan ternyata, dia di rekrut kerja di perusahaan game. Siswi itu senang sambil memegang kartu nama Soo Hyun.
Siswi itu kemudian ingat lupa memberitahu sesuatu pada Soo Hyun.


Flashback
Siswi itu memilih gambar Yun Hee (baca episode 01). Dan akhirnya, dia meminta pasangan pengantin itu.
Yun Hee awalnya berat memberikannya tetapi akhirnya tetap memberikannya. Dia berkata kalau gambar itu special.
“Begini, Ibu rasa Ibu memimpikan gambar itu dalam mimpi Ibu.”
“Dalam mimpi Anda bisa mimpi?”
“Mau di mimpi atau di kehidupan nyata, toh hal itu tidak akan jadi kenyataan.”
Flashback END

Yun Hee selesai membaca buku tersebut. Dan pada akhir buku tersebut, tertulis : Chook Young Dae mengorbankan dirinya demi sang kekasih Yang San Baek. Tenggelam dalam kesedihan, Yang San Baek jadi gila. Kisah cinta tragis antara 2 orang ini.
“Bukan hanya tragedi bagiku. Diapun menderita,” gumam Yun Hee.

Yun Hee berada di  atap gedung. Dia melihat bunga Snow Lotus yang terinjak.
Soo Hyun datang menghampirinya dengan senyum. Yun Hee segera beranjak pergi.
Soo Hyun menghentikannya dengan memanggil nama aslinya, Han Yun Hee. Young Dae.
Yun Hee terkejut dan berbalik. Soo Hyun mendekat dan berkata kalau dia sudah lama mencarinya? Yun Hee mengingatkan kalau Soo Hyun kan tidak mempercayainya. Soo Hyun tersenyum dan berkata kalau Yun Hee benar-benar wanita dan bagaimana dia bisa melihatnya sebagai pria? Yun Hee menduga kalau Kang Hee pasti memberitahu Soo Hyun.
Soo Hyun mendekat dan memeluk Yun Hee penuh keriduan. Dia meminta maaf.
“Kupikir aku akan mengenali pria di mimpiku secepatnya setelah kami bertemu. Karena kalau pria itu nyata, aku akan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama,” ujarnya. Mereka saling berpelukan.

Soo Hyun membawa Yun Hee keruangannya. Dia menunjukkan mengenai semua catatan mimpinya. Yun Hee terharu melihatnya.

Soo Hyun kemudian memperlihatkan gambar pengatin yang didapatnya dari siswi tadi. Dia bertanya, sudah sejauh mana mimpi Yun Hee? Apa mereka berakhir bahagia seperti gambar tersebut? Yun Hee ragu menjawabnya.
“Kau lihat masa depan kita, kan?” tanya Soo Hyun.

Yun Hee mengangguk. Soo Hyun memeluknya. Yun Hee menangis sedih karena itu sebenarnya bukan akhir mereka. Itu adalah mimpi dalam mimpinya.



Soo Hyun melamar Yun Hee. Dia memberikan cincin dengan desain sama seperti cincin pasangan mereka di mimpi dan memasangkannya di jari Yun Hee. Dan Yun Hee juga mengeluarkan cincin pasangan yang sama. Dia juga ternyata membuatnya. Mereka masing-masing memakai dua cincin.
Soo Hyun mendekat dan mencium Yun Hee.
Yoo Ra menelpon dan Soo Hyun tidak mengangkatnya.


Pagi Hari,
Soo Hyun melihat cincin di jari Yun Hee yang tertidur. Dia berbicara kepada dirinya sendiri kalau di zaman ini, tidak ada lagi perbedaan status sosial atau orang yang akan memisahkan mereka. Dan mulai sekarang, mereka hanya akan memimpikan kebahagiaan.
Soo Hyun mencium pipi Yun Hee yang tertidur. Dia kemudian beranjak pergi.
Yun Hee membuka matanya setelah Soo Hyun keluar. “Kalau mimpi itu memang takdir kita… maka takdir itu tak bisa diubah, kan?” tanyanya.

Hari pernikahan,
Yoo Ra sudah memakai pakaian pengantinnya. Soo Hyun datang menemuinya. Yoo Ra menyuruh Soo Hyun untuk bersiap karena sudah tidak ada waktu lagi.

Soo Hyun meminta maaf pada Yoo Ra. Dia tidak bisa menikahi Yoo Ra. Yoo Ra terkejut dan matanya menangkap cincin di tangan Soo Hyun. Dia bangkit dengan rasa marah dan menampar Soo Hyun. Soo Hyun menerimanya dan beranjak pergi.
“Karena dia? Kau bilang namanya Han Yeon Hee? Aku tahu. Sejak dia menyamar jadi pria dan memerankan Cinderella di perusahaanmu. Kuperingatkan dia, tapi jelas kalau dia tak memahamiku,” ujar Yoo Ra menghentikan langkah Soo Hyun.
Soo Hyun marah karena Yoo Ra menemui Yun Hee. Yoo Ra tidak peduli, dia berteriak marah kalau Soo Hyun ditakdirkan untuknya. Apa dia mau merelakan semuanya untuk Yun Hee? Soo Hyun tidak peduli dan berjalan pergi.

Yoo Ra menjatuhkan bunganya penuh kemarahan. “Pada akhirnya yang akan di sisimu  adalah aku. Tidak, aku memang harus di sisimu. Oppa dan wanita itu, akan kupisahkan kalian berdua! Lihat saja.”
Soo Hyun berjalan di basement hendak pulang. Dia massuk ke mobilnya dan ketika dia membuka pintu mobil, gambar Yun Hee yang ada di kursi. Gambar di perlombaan anak-anak terbang keluar.


Soo Hyun pergi mengambilnya. Dan ketika dia hendak mengambilnya. Dia menyadari sesuatu.  Gambar itu dilihat terbalik ternyata. Itu bukan gambar wanita yang datang dari atas, tetapi gambar wanita yang melompat dan menatap ke atas.
Soo Hyun teringat pembicaraannya dengan Yun Hee di lift dulu. Saat itu, Yun Hee memberitahu kalau dia bermimpi, dirinya mati.
Sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan menabraknya.


Yun Hee terbangun dari tidurnya dengan terkejut. Dan yang lebih mengejutkan, YooRa berada di depannya. Dia menyapa Yun Hee dan menyiapkan teh untuk Yun Hee. Dia juga memberitahu kalau dia ditinggal pengantin pria karena Yun Hee. Dia menyuruh Yun Hee untuk meminum teh yang disiapkannya. Yun Hee menurut.


Yoo Ra tersenyum melihat Yun Hee sudah meminum habis tehnya. Dia menyentuh bibirnya, “Kuperingatkan kau. Dulu sekali kejadiannya juga seperti ini. Saat itu malam pernikahan kita. Ada orang lain menggantikan mempelai wanitanya. Hari ini pun begitu. Pernikahanku. Kau selalu seperti ini. Pada akhirnya, kau selalu mendapatkan yang kauinginkan. Bahkan saat kau memilih mengakhiri hidupmu!” Yoo Ra adalah Ma Moon Jae. Yun Hee terkejut.
Moon Jae menghampiripengantinnya. Dia terlihat sangat senang dan menyentuh bibirnya. Moon Jae terus melihat pengantin dan menyadari ada sesuatu yang aneh.

Dia mendekat dan melihat wajah pengantin. Itu bukanlah wajah Yun Hee melainkan dayangnya. Moon Jae berteriak marah. Dia membanting meja dan berteriak agar mengejar pengantin.

Moon Jae berlari dengan pengawal-pengawalnya mengejar seorang pria. Mereka sampai di tepi jurang.
Moon Jae mengarahkan pedang ke leher pria tesebut. Dia berteriak dan mengayunkan pedangnya. Dan pria itu  memilih melompat. Pedang Moon Jae hanya menebas  pncak rambutnya sehingga rambutnya terlepas.

Moon Jae berlalu pergi. Dan terdengar dentuman. Dia berbalik melihat ke dasar jurang. Itu adalah wajah Young Dae bukan San Baek. Dia berteriak sedih karena sudah membunuh orang yang dicintainya.
“Kau satu-satunya orang yang kuinginkan. Tapi kau berakhir mati di tanganku! Jadi, aku harus menerima hukumannya dan dilahirkan sebagai seorang wanita. Aku tak lagi bisa mencintaimu sebagai pria. Kupikir akan jadi akhir kutukanku. Itu... ternyata awal dari kutukannya. Pria yang membuatku jatuh cinta… dulu adalah pria yang paling kubenci!” ujar Yoo Ra penuh kemarahan.
“Kau…” ujar Yun Hee terkejut. Dia hendak berbicara tetapi kepalanya terasa pusing. Dia pingsan.
“Yang begitu kau sukai, kembalilah ke alam mimpi, selamanya,” ujar Yoo Ra menatap Yun Hee yang pingsan.


Dan mimpi seolah mundur ke hari pertama,


Hari dimana Young Dae bertemu dengan San Baek. Dan seolah itu adalah pertemuan Yun Hee dengan Soo Hyun di atas jembatan.
“Aku harus mati, supaya kau bisa hidup. Tidak bisa bersamamu hingga akhir aku minta maaf. Walaupun begitu, jangan menangis tersedu.” narasi Yun Hee.

Soo Hyun terbangun. Dia sedang di rawat oleh petugas ambulans. Soo Hyun langsung bangkit dan berlari pergi walaupu petugas ambulans menghentikannya.


Yoo Ra membawa Yun Hee ke atap gedung dengan kursi roda. Dia mendorong kursi roda hingga ke tepi gedung. Dia mengusap bibirnya. Dan kita melihat seolah itu adalah Ma Moon Jae.

Soo Hyun datang ke atap itu dan bertanya apa yang dilakukan Yoo Ra. Yoo Ra menyuruh Soo Hyun untuk tidak mendekat. Dia memberitahu kalau Soo Hyun hanya melihat Yun Hee saja, tapi jika Yun Hee tidak ada, dia akan melihatnya. Soo Hyun bingung mendengar perkataan Yoo Ra.
Soo Hyun melihat Yun Hee di kursi roda yang sedang tidak sadar. Dia hendak mendekat.
“Aku tak ingin membuat kesalahan lagi! Sekarang aku tak butuh Young Dae lagi. Karena aku terlahir kembali sebagai wanita. Karena sekarang aku mencintai Oppa!” teriak Yoo Ra.
Soo Hyun terkejut. Dia menyadari. Dan matanya seolah melihat sosok Ma Moon Jae pada diri Yoo Ra.



Yoo Ra mendorong kursi roda Yun Hee dan menjatuhkannya. Soo Hyun berlari dan ikut melompat. Yoora/Moon Jae terkejut melihatnya.
Soo Hyun menggunakan tubuhnya melindungi Yun Hee. Mereka terjatuh ke kap mobil.
Di rumah sakit,
Soo Hyun dalam kondisi koma dan tidak tahu kapan bisa sadar.


San Baek ternyata mengikuti para pengejar Young Dae. Dia melepas topinya dan mengejar mereka. Dia juga melihat saat-saat Moon Jae hendak menebas Young Dae dan saat itu dialah yang mendorong tubuh Moon Jae hingga tebasannya meleset dan hanya mengenai puncak rambut Young Dae.
Lucid Dream - Day 200 


Yun Hee lah yang sekarang melanjutkan diagram mimpi Soo Hyun. Dia menempelkan mimpi di hari ke-200 :  Dia akan datang menyelamatkanku. Sekarang aku percaya, takdir bisa berubah

Yun Hee ke ruamh sakit dan meletakkan bunga Snow Lotus di samping tempat tidur Soo Hyun. Dia menatap Soo Hyun dan meminta agar Soo Hyun segera bangun. Mimpi itu sudah berakhir.


Tangan Soo Hyun bergerak. Dia membuka matanya. Yun Hee menangis senang melihatnya. Soo Hyun memberitahu kalau di mimpi, dia menyelamatkan Yun Hee dan dia merasa senang karena dia tidak datang terlambat.

Soo Hyun dan Yun Hee menikah. Mereka memakai cincin pasangan mereka. Pernikahan itu di lihat oleh Jung Won, Kang Hee dan Dong Chul.

San Baek dan Young Dae menikah dengan menggunakan cincin pasangan mereka. Mereka saling tersenyum.

Soo Hyun mencium Yun Hee.


2 komentar

avatar

Akhirnya...Gomawo admin..tetap semangat ya

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment