Type something and hit enter

By On

Content and Images by OneHD


Dipatermen. Pim sibuk mempersiapkan makan malam romantic untuk Win. Tapi sayangnya Win belum datang juga, sehingga Pim sudah agak merasa kecewa. Tepat ketika itu, Win datang dan meminta maaf pada Pim.

Selama makan malam, Win terlihat tidak focus. Win malah sibuk membaca pesan dihpnya. Pim yang menyadari itu sikap Win, mulai berbicara ini-itu kepada Win. Tapi Win yang memang terlihat tidak focus lagi, berdiri dan meminta maaf pada Pim. Win beralasan bahwa ia harus pergi sekarang, karena ada yang harus dia urus.
Pim sebenarnya merasa kecewa, ia meminta kepada Win untuk menyelesaikan makanan nya dulu. Win mendekati Pim dan berkata bahwa ia berjanji akan meluangkan waktunya besok untuk Pim. Lalu Win pun pergi.

Saat Gun keluar dari dalam lift, ia tidak sengaja berpapasan dengan Win. Lalu ia melihat bahwa Pim sedang bersembunyi dibelakang dinding dan menangis. Gun memanggil Pim dan mengatakan, jika Pim memliki masalah, Pim bisa menceritakan padanya.  Tapi Pim yang sedang sedih, berjalan masuk kedalam apatermennya.
Pim terduduk sambil menangis didekat pintu. Sedangkan Gun juga ikut duduk menemani Pim dibalik pintu apatermen Pim,”Aku akan duduk disini denganmu.”

Wit menjemput Koy yang sedang mabuk-mabukan, karena mereka semua yang terlalu baik pada Pim. Jadi Wit dengan paksa membawa Koy yang sudah mabuk untuk pulang. Dan pada saat itu, Koy tiba=tiba malah mencium Wit tepat dibibirmya. Sehingga Wit merasa kaget dan segera keluar dari kamar Koy.

Win menemui Dear yang sedang mandi didalam bathup. Ia memijat bahu Dear dengan lembut dari belakang. Lalu Win mengajak Dear untuk pergi bersamanya. Mereka tidur bersama.
Didalam pelukan Win, Dear menanyakan alasan Win membawanya kesini. Dan Win menjawab bahwa ia hanya ingin melakukan sesuatu untuk membuat Dear merasa bahagia. Tapi Dear mengakui bahwa ia masih belum benar-benar merasa bahagia.
“Khun Dear, kamu adalah yang paling berharga untuk ku. Percayalah. Aku mencintai mu.”
“Kalau begitu, bisakah aku tinggal disini selama semalam?”
“Tentu.” Kata Win sambil mencium atas kepala Dear dan memeluknya.
Pagi hari Pim keluar dari apatermennya gedung apartemennya menuju ke area parkiran. Lalu Gun yang juga berada diarea parkiran, datang menghampiri Pim. Gun menanyakan apakah Pim sudah merasa lebih baik? Pim hanya diam, tidak menjawab. Jadi Gun menyimpulkan sendiri bahwa Pim sudah merasa lebih baik. Tapi karena gengsi Pim membalas bahwa tidak ada yang salah dengannya.
Gun tersenyum pada Pim, lalu ia menaiki mobilnya dan pergi. Pim sendiri mengatai Gun ‘gila’ tapi sambil tersenyum kecil.

Di cafĂ©. Pim menunggu Win. Tapi sama seperti kemarin, Win telat dan belum datang juga.  Pim telah selesai makan tapi Win juga masih belum datang. Dan ketika itu karyawan Win datang dan memberitahu Pim bahwa Win saat ini sedang ada rapat.
Jadi dengan perasaan sedih dan kecewa. Pim pergi dari sana.
Pim mengingat saat-saat bahagia dulu sama Win, saat-saat dimana Win begitu baik dan romantis padanya. Lalu Pim menangis sendirian, ia terlihat seperti merasa kesepian.

Prim membaca berita di internet bahwa Win dikabarkan memiliki hubungan dengan wanita lain. Tapi pada saat Pim datang, Prim segera mematikan tabletnya. Lalu ia menanyakan bagaiman makan malam Pim  bersama Win hari sabtu kemarin? Pim menjawab bahwa itu bagus dan ia senang.

Prim mengomentari Pim, bagaimana orang yang bahagia terlihat seperti itu. Tapi Pim menyakinkan Prim dan mulai bercerita tentang betapa bagusnya makan malam dia bersama dengan Win kemarin.
Seorang wanita muncul dan memperlihatkan berita terbaru mengenai Win tersebut. Prim yang melihat wajah sedih Pim, menyuruh Praew untuk keluar. Tapi Praew mendekati Prim dan mengatakan bahwa ia hanya merasa kasihan pada Pim, karena Pim adalah temannya. Jadi jika Win melukai Pim, dia kana merasa terluka juga.
“Itu baik-baik saja. Aku pikir ini adalah teman Win.” kata Pim dengan tegas tapi dari wajahnya, terlihat dia sangat sedih. Lalu Prim mengatakan lagi pada Praew untuk keluar. Dan setelah itu Prim mendekati Pim, tapi Pim mengatakan bahwa ia tidak apa-apa.

Keluar dari ruangan Praew mengejek perkataan Pim tadi. Lalu Praew menghubungi Dear dan menanyakan tentang adik kecilnya (Win) itu. Tapi Dear malah mematikan telepon dari Praew dan tersenyum dengan senang.

Ak datang menemui putrinya dan menanyakan mengenai berita itu. Dear menjawab bahwa ia tidak tau. Lalu Ak mulai marah kepada Dear, karena Dear sudah dekat dengan Win. Tapi Dear terlihat tidak peduli dengan Ayahnya dan membela Win.

Saat tiba dilokasi syuting, orang-orang sibuk bergosip mengenai Win. Pim terlihat tidak bersemangat menanggapi itu. Pat bantu membela Pim dan memarahi mereka, begitu juga dengan Nam yang terlihat seperti membela Pim, tapi ia lalu menatap kearah Pim dan tersenyum dengan licik, seperti senang melihat Pim seperti itu.
Pim menyuruh Pat untuk tidak mempermasalahkan hal itu dan ia lalu meminta mereka yang bergosip itu, untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Gun memungut koran yang sempat dilempar oleh Pat dan saat ia melihat berita dikoran itu, ia berpikir.

Ketika sedang latihan untuk syuting adegan action. Gun mengajari Pim cara bertarung yang benar, tapi Pim terlihat tidak focus. Sehingga Gun memarahi Pim, setelah itu PIm pergi dari sana dan duduk menangis sendirian.
Gun menghampiri Pim dan meminta maaf pada Pim. Lalu Gun bicara bahwa ia sebenarnya tidak tau apa masalah Pim dan tidak peduli, tapi jika Pim cukup professional. Pim harus bisa membedakan. Lalu Pim menghapus air matanya dan membalas bahwa ia masih belum benar-benar mempercayai Gun. Tapi Pim juga berterimakasih pada Gun yang telah mengingatkannya.
Lalu Gun memberikan sebuah handuk untuk Pim mengelap air matanya. Tapi saat Pim tidak jadi memakai handuk itu, setelah menyadari bahwa itu handuk yang digunakan Gun untuk mengelap keringat. Jadi Pim melemparkan handuk itu kembali pada Gun dan pergi.
Seorang pria yang memakai baju hitam mencekik seorang pemain yang akan berakting action bersama dengan Pim nanti. Pria itu lalu memakai sebuah kain hitam untuk menutupi wajahnya dan ia mengambil pedang dari pemain tersebut.

Pim dan pria itu bertarung pedang didepan kamera. Semua orang menonton acting mereka, tpai tanpa sengaja kain yang menutup wajah pria itu terbuka. Sutradara lalu bertanya siapa orang itu? Karena dia bukan merupakan pemain tambahan.

Gun yang mendengar itu kaget. Tepat ketika itu, pria itu menyerang Pim hingga Pim terjatuh dan kepalanya terbentur batu. Gun segera menyerang pria itu, tapi pria itu berhasil melarikan diri. Lalu Gun berbalik dan membantu mengangkat Pim.

Dirumah sakit. Prim berterima kasih pada Gun karena telah menolong Pim, tapi Gun membalas bahwa itu adalah tugasnya. Ketika itu Pim sadar, jadi Prim menghampiri Pim dan duduk disamping nya. Sedangkan Nam  sendiri juga ikut menghampiri tempat Pim dan berdiri disamping Prim, Nam membantu mengambilkan obat milik Pim dan segelas air untuk Pim.
Pim lalu menanyakan kepada Prim, dimana semua orang. Jadi Prim membalas bahwa Pat sedang mengurusi sesuatu dan mama nya sedang dalam perjalanan. Pim diam sebentar, “Dimana Khun Kawin?” tanya Pim.

Prim menjawab pertanyaan Pim untuk menenangkannya, tapi Nam ikut bicara,“Pim kamu harus beristirahat. Sebuah masalah besar seperti ini, Khun Kawin pasti akan datang. Tidak ada pria yang akan mendahulukan hal lain yang lebih penting selain daripada pacarnya yang terluka seperti ini.” Kata Nam. Tapi Prim langsung memandanginnya dengan tajam.
Nam yang tidak terima dengan tatapan dari Prim mengatakan,”Itu benar P’Prim. Melihat Khun Pim merasa khawatir, itu membuat aku merasa khawatir juga.”
Mendengar itu, Pim  mengucapkan terima kasih pada Nam.

Nam tersenyum kepada Pim. Tapi lalu Nam mengalihkan pandangan nya dan tersenyum jahat. Gun yang tanpa sengaja melihat ekspresi Nam yang berubah itu,  memandangin Nam dengan raut wajah bertanya-tanya.

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment