Thursday, November 23, 2017

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 3 – 2

0 comments


 By : Hunan TV
Diruangan lain. Wushuang mengelompokan pemain yang terdaftar secara individu dan kelompok. Dan saat mendengar nama Leng Zifeng, Zhenyu merasa tertarik dan memutuskan untuk melihat kemampuannya. Karena Zifeng merupakan individu yang mendaftar sendirian dikompetisi ini, maka ia bisa saja merekrutnya.

Tapi Yiyi tiba-tiba masuk kedalam ruangan dan menyuruh mereka untuk tidak perlu mengamatinya, karena ia sangat kenal baik dengan Zifeng itu. lalu ia mendekat ke Wushuang dan berkata dengan semangat, katanya,”Dia yang kau bicarakan itu. Petir.”

Erhao memutuskan untuk tidak meremehkan lawannya. Tapi dengan percaya diri, ia menanyakan pada Wushuang diurutan berapa Shao Kang berada, sehingga ia bisa melawannya.

Kompetisi pun akan segera dimulai. Jadi Zifeng dan Hu segera keluar dari ruangan. Sedangkan Zicheng terlihat agak capek, ia memukul dadanya sendiri supaya tetap kuat. Lalu ia pun keluar menyusul mereka berdua.
Zifeng terkejut saat melihat orag yang pernah ditolong olehnya, Erhao. Dengan semangat ia menyapa Erhao. Dan Erhao pun tidak kalah terkejut, tapi ia tidak mau terlalu memikirkan itu.
Pertandingan pun dimulai, mereka bersiap memasang kabel yang ada dibaju mereka. Dan harus melakukan pengujian pedang seperti yang disebutkan oleh wasit disebelah mereka. Tapi karena Zifeng tidak mengerti, ia pun khawatir saat Erhao mendekatinya. Jadi Erhao pun menjelaskan dan menyentuhkan miliknya dengan Zifeng.

Melihat itu semua orang dibangku penonton mengetawai sikap Zifeng itu. Kang bahkan berpikir bahwa tidak ada gunanya ia melihat itu dan memutuskan untuk kembali kedalam ruangan.

Saat pertarungan telah dimulai, Zifeng melihat dengan kaget kearah disampingnya, sehingga Erhao pun ikut memalingkan wajahnya untuk melihat apa yang terjadi. Dan dengan segera Zifeng segera mengenainya. Jadi otomatis Erhao protes kepada wasit, tapi karena tindakan Zifeng tidak melanggar aturan, si wasit tidak bisa melakukan apapun.

Erhao tidak bisa menerima dan terus protes, hingga akhirnya ia mendapatkan kartu kuning serta merah. Zifeng sendiri hanya tertawa aja. Sedangkan semua penonton heran melihat pertandingan itu.
Wushuang menjelaskan bahwa mungkin saja Zifeng akan menang. Karena dia adalah petir, yaitu seorang yang terbaik dalam menjungkir balikan situasi, saat dimana dia berada pada posisi yang kurang menguntungkan dan akhirnya berhasil mendapatkan kemenangan.

Zifeng mengingat semua perkataan Yiyi padanya sesaat yang lalu. Dan ketika itu, ia seperti berada di gunung yang bersalju,”Saat kamu bertarung dengan Deng Erhao, kamu akan merasa seoerti kamu berdiri di gletser yang sepi dan dingin. Angin dingin mengikis kesadaran mu dan melumpuhkan indramu. Kehilangan arah. Tapi jangan gugup, pada saat ini, kamu harus yakin pada dirimu sendiri. Kamu pasti bisa melihat tipudaya dari gerakannya. Dia punya kebiasaan, serangan pertamanya pasti hanya untuk menguji mu. Yang penting adalah serangan kedua, setelah serangan palsu itu. serangan keduanya sangat kuat.”

Erhao berhasil mengenai Zifeng. Dan ketika melihat itu, semua penonton berdiri dan bertepuk tangan, bahkan Yiyi juga. Tapi Zifeng tidak pesimis, malah dengan percaya diri, ia meminta waktu sebentar pada wasit, lalu ia berteriak memanggil Hu untuk mengikat tali sepatunya dan dengan segera Hu datang mendekat padanya.

“Pertahanan Deng Erhao biasanya sangat ketat. Kelemahannya adalah pergeseran dan pengalihan. Selama matamu bisa menangkap kecepatannya, maka kamu akan punya kesempatan.”

Pertarungan dimulai lagi, Zifeng yang sudah bisa menangkap kecepatan Erhao, berhasil mendapatkan poin lagi. Dan lagi. Sehingga membuat Zifeng berhasil mengunggulin Erhao. Semua penonton pun terlihat takjub melihatnya, kecuali Yiyi yang tiba-tiba merasa bersalah karena telah membantu Zifeng tadi.

Kedua pemain diperbolehkan beristirahat sebentar, lalu setelah itu pertandingan pun dimulai lagi. Kali ini, Erhao berhasil mendapatkan nilai lebih, hingga nilainya menjadi seri dengan Zifeng.
Zifeng pun mulai berpikir serius dan mengingat semua latihan yang telah ia pelajari melalui video itu. Jadi ia pun memilih untuk mencoba dan berjudi dengan itu.  Lalu ia mulai bergerak dengan lincah sambil berteriak dalam hatinya ‘Kematian Waltz’. Erhao sendiri terdiam kaget, ia tampak kesulitan mengikuti arah pedang milik Zifeng.

Akhirnya Zifeng berhasil mengenai Erhao. Dan beberapa kepala sekolah yang menonton itu, berdiri kaget. Serta sisanya bersorak untuk kemenangan Zifeng. Bahkan Zifeng sendiri mulai berteriak dengan bangga dan senang.


Tidak ada seorang pun yang menduga itu. Bahkan Kang yang berada diruang ganti pun tidak percaya bahwa Erhao bisa kalah dari orang seperti itu. Begitu juga dengan Yiyi yang buru-buru pergi kekamar mandi, lalu menyalahkan dirinya sendiri.

“Umm.. aku sangat jelek,” kata Yiyi kepada dirinya sendiri dicermin.
Zichen juga turut bahagia atas kemenangan kakaknya, tapi tiba-tiba ia merasakan sakit yang sangat didadanya. Dan akhirnya ia pun pingsan. Melihat itu Zifeng menjadi panik dan buru-buru mengangkat adiknya itu.

Yiyi yang baru keluar kamar mandi, mengingatkan Zifeng tentang kompetisi yang masih harus Zifeng hadapi, tapi Zifeng sama sekali tidak lagi memperdulikan itu. Zifeng sangat panik dengan kondisi adiknya.

Yiyi terlihat bersimpati pada Zifeng dan menawarkan diri untuk mengantarkan Zifeng dan adiknya, menggunakan mobil Ayahnya.

Ditempat lain, Erhao kelihatan masih belum bisa menerima kekalahannya serta sikapnya sendiri saat diawal pertandingan. Jadi Wushuang pun menemaninya dan menceritakan bahwa Petir (Zifeng) adalah seorang petinju sebenarnya.

Mendengar itu Erhao pun terlihat manjadi tertarik pada Zifeng dan mengatakan kepada Wushuang, katanya,”Kamu benar. Masih ada pesaing yang menarik dinegara ini.”

Dimobil. Zifeng memberitahu Hu untuk membereskan barang-barangnya, karena saat ini ia harus membawa Zichen kerumah sakit. Tapi sayangnya, jalan yang mobil mereka lalui ditutup, jadi Zifeng memutuskan untuk turun saja.

Tiba-tiba seperti mendapatkan ide, Yiyi menyuruh Zifeng untuk tidak turun.

Dibagian administrasi, Universitas Aosheng dan Zhenyu merebutkan Zifeng. Dikaranekan oleh gaya petarung yang dipakai Zifeng disaat terakhir. Kematian Waltz oleh senior mereka, Yan.

Zhenyu tidak terima dengan Yan, karena Yan telah mengkhianati negara mereka. Tapi Shaoqiang membela Yan walaupun bodoh, tapi Zhenyu lebih bodoh lagi. Karena andaikan senior mereka itu serius melawan Zhenyu memakai gaya itu, maka pasti dia bisa menang.

Zhenyu mengakui bahwa dulu saat kompetisi, ia sengaja menyerang Yan seperti itu. Hal itu yang membuat Shaoqiang tidak bisa menerimannya, karena telah menyakiti senior mereka. Tapi Zhenyu tidak peduli dan menantang Shaoqiang bahwa ia pasti akan mendapatkan Zifeng dan tidak akan membiarkan Zifeng menjadi seperti senior mereka.
Tapi Shaoqiang balas menantang dan berkata bahwa ia akan membuat Zifeng menggunakan Kematian Waltz itu, untuk merebut kembali kehormatan Senior mereka.

Akhirnya mereka sampai dirumah sakit. Zichen segera dibawa masuk kedalam UGD, sedangkan Zifen langsung terjatuh lemas dan Yiyi yang berdiri disebelahnya, segera membantunya untuk berdiri.

Perawat keluar dan memberitahu Zifeng bahwa kondisi jantung Zichen selalu tidak stabil dan mudah kambuh, jadi melakukan perawatan, pemeriksaan, dan minum obat juga. Dan itu semua tidak murah, tapi tanpa ragu Zifeng langsung menyetujui itu, asalkan adiknya bisa selamat. Lalu ia pun menandatanganin surat persetujuan dari rumah sakit itu.

Melihat itu, Yiyi terlihat bersimpati pada Zifeng.

Akhirnya kompetisi final diadakan, yaitu pertarungan antara Shao Kang dan Deng Erhao. Diatas panggun kompetisi, Kang mengatai Erhao yang telah berhasil dikalahkan oleh seorang pemain pemula. Dan setelah itu, wasit pun menyuruh mereka untuk bersiap, lalu pertandingan pun dimulai.
Yiyi membelikan makanan untuk Zifeng, tapi Zifeng malah menolak. Yiyi sendiri tetap bersikeras agar Zifeng mau memakan itu, sebagai ganti karena Zifeng telah menyelamatkannya juga.

“Makanlah. Adikmu masih diruang gawat darurat. Jika kamu down, siapa yang akan menjaganya?” bujuk Yiyi.

Tepat ketika Zifeng baru saja akan menerima makanan itu. seorang perawat keluar dari ruangan itu.

No comments:

Post a Comment