Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 6 – 2

 By : Hunan TV
Semua orang melakukan pemanasan, lalu masuklah pelatih dan menyuruh mereka untuk membuat kelompok 2 orang. Tapi setelah itu diperintahkan, semua orang mundur dan mengelak, karena tidak mau menjadi setim dengan Zifeng.

Pelatih pun tidak membantu dan malah memarahi Zifeng, sehingga Zifeng terpaksa berlatih dengan boneka sendirian. Sedangkan Erhao hanya diam saja melihat itu.


Ditempat lain. Zichen kaget saat ia melihat Papanya dengan begitu ahli memukul-mukul selimut yang sedang dijemur. Lalu ia menghampiri Papa nya dan memuji, tapi Papanya mengelak dan beralasan itu karena ia selalu memasak dipanci.

Leng sengaja menjemur selimut itu, sehingga Zichen bisa memakainya disekolah, saat musim dingin nanti. Tanpa sengaja, Zichen malah kecelposan dan mengatakan bahwa tempat Zifeng pasti lebih dingin.

Mendengar itu, tentu saja, Leng heran karena setaunya thailand itu tidak ada musim dingin. Akhirnya Zichen sadar dan mengelak bahwa ia hanya bercanda, maksudnya di Thailand tidak ada pemanas.

Leng jadi teringat kepada Zifeng yang belum ada menghubungin nya sama sekali. Tapi Zichen segera menenangkannya bahwa Zifeng mungkin belum sempat, karena belum terbiasa dengan lingkungannya. Lalu Zichen pun masuk kedalam rumah.

Didalam rumah, Zichen segera mengirim pesan kepada kakaknya untuk berhati-hati, karena bisa saja Papa mereka tau.

Ditoko buku. Erhao menghampiri Wushuang yang sedang mencari-cari manga kesukaannya. Lalu Erhao menunjukan manga yang sedang dicari oleh Wushuang, tapi sebelum Wushuang mengambil manga itu, ia bertanya,”Kenapa kamu bohong kepadaku bahwa orang yang kamu sukai itu adalah Roro?”

Wushuang membalas bahwa ia tidak bohong, lalu ia menunjukan gantungan Roro nya (tokoh dalam manga One Piece). Kelihatannya Wushuang belum siap untuk pacaran, jadi ia mengakui bahwa saat ini ia menyukai Roro.

Erhao mengakui ia tidak ingat bahwa Wushuang menyukai manga, jadi Wushuang menjelaskan bahwa ia lelah dengan latihan dan stress, ia suka membaca manga. Lalu Wushuang pun menawarkan diri untuk merekomendasikan manga kepada Erhao juga, sehingga Erhao juga bisa ikut merasakannya.

Lalu Wushuang mengambil dua manga, yang pertama Haikyuu (anime tentang voli) dan yang kedua Kuroko no Basket (anime tentang basket). Tapi Erhao menolak dan tidak mau membaca.

Pada saat itu, Nan Ming dan As Hou juga datang kesana. Dan ketika itu Erhao mendengar pembicaraan mereka tentang Zifeng yang menurut mereka tidak layak sama sekali, jadi jika nanti Zifeng tetap tidak bisa, maka mereka akan mengajukan keberatan pada kepsek.

Wushuang menanyakan kepada Erhao apa mungkin Zifeng didiskriminasi oleh mereka. Dan Erhao pun membenarkan hal itu.

“Itulah sebabnya aku suruh kamu untuk tidak melanjutkan pertarungan hari itu, tapi aku tahu ini bukan salahmu. Aku akan memeriksa dia,” kata Wushang, lalu ia pun mengambil tas nya dan akan pergi. Tapi Erhao menahannya dengan alasan  bahwa orang akan salah paham, jika Wushuang saber wanita, memberika perhatian pada Zifeng.

Wushuang menjadi heran, karena perkataan Erhao benar, tapi ia tidak mungkin mengabaikan Zifeng. Dan Erhao pun berpikir, lalu ia punterpikir suatu ide yang bagus.


Yiyi datang menemui mereka diperpus, karena ia tadi tidak melihat mereka disekolah. Dan pada saat itu Erhao menunjuk kearah Yiyi, lalu ia pun berusaha untuk meminta tolong pada Yiyi. Tentu saja Yiyi senang dan menerima.

“Ini tentang Zifeng. Orang-orang dalam tim memiliki beberapa prasangka padanya. Aku meyadari kamu dekat dengannya. Jadi tolong coba bimbing dia,” jelas Erhao, meminta tolong. Dan walaupun agak cemberut, Yiyi setuju untuk menolong.

Wushuang pun setuju dan mempercayakan Zifeng kepada Yiyi.

Disekolah. Zifeng yang sedang berlatih sendiri, heran saat Yiyi datang lagi, jadi ia pun bertanya. Tapi dengan agak malas, Yiyi menjawab bahwa seseorang meminta dia untuk memeriksanya, untuk melihat masalah apa yang dimiliki Zifeng.

Zifeng menjelaskan bahwa ia memang punya masalah tentang Death Waltz. Dan mendengar itu Yiyi langsung balas,”Bagaimana aku tau itu?! Jika aku tau, aku tidak akan belajar di Inggris.”


Saat Zifeng mulai berlatih dengan pedangnya, Yiyi melihat boneka hitam untuk latihan, lalu setelah berpikir sejenak. Ia menaburkan tepung pada boneka tersebut dan menyuruh Zifeng untuk membersihkannya.

Tentu saja, Zifeng mengeluh dan membersihkan tepung pada boneka dengan ditepuk-tepuk pakai tangan. Tapi Yiyi langsung melarang dan menyuruh Zifeng menggunakan pedangnya serta membersihkan itu dalam waktu 1 menit.

“Bila kamu menarik pedang, kamu tidak hanya perlu cepat, tapi juga perlu mengendalikan kekuatanmu dengan sangat tepat. Beginilah Papa ku melatih Erhao dan kakakku. Catatan terbaik Erhao 53 detik. Tapi aku ingat, menurut Papaku, catatan terbaik untuk ini adalah 31 detik,” jelas Yiyi.

Zifeng terkejut mendengar yang terakhir, tapi Yiyi mengaku ia tidak tau siapa yang mempunyai catatan 31 detik itu. Lalu Yiyi juga memberitahu bahwa ia telah menonton video Death Waltz dan menurutnya poin utama gerakan itu adalah kecepatan dan ketangkasan pergelangan tangan.

Mendengar itu Zifeng menjadi termotivasi dan mulai mengabil pedangnnya, lalu ia pun mulai berlatih, tapi sulit. Tapi Yiyi tetap menyemangatinya, karena jika dalam  bulan Zifeng bisa, maka keterampilannya pasti akan lebih baik.


Tiba-tiba Zifeng kembali mendekat ke Yiyi dan mencoba bernegosiasi, yaitu jika ia bisa melakukan nya sebelum Yiyi pergi dari negara ini, maka Zifeng ingin Yiyi tetap tinggal untuk melatihnya.

Yiyi  tentu saja ketawa, karena Erhao saja butuh waktu enam bulan. Lalu Yiyi sendiri akan berangkat kurang dari seminggu. Jadi jika Zifeng bisa, maka itu adalah keajaiban. Tapi Zifeng tidak menyerah dan masih mencoba membujuk Yiyi untuk tetap tinggal dinegara ini.

Yiyi pun mengingat pembicaraannya dengan Erhao, saat ia mengajak Erhao untuk berkeliling paris dengannya. Jadi setelah mengingat itu, Yiyi pun setuju dan berjanji pada Zifeng.


“Aku ragu sebelumnya. Eropa tanpa Erhao akan seperti kentang goreng tanpa kecap. Jika kamu bisa menciptakan keajaiban, maka aku akan tinggal. Dan menjadi pelatihmu.” Kata Yiyi tegas. Lalu Zifeng pun tersenyum senang.


Dikamar asrama. Hu sibuk menata barang-barang bernuansa Thailand, karena sebentar lagi Papa Leng akan menelpon. Jadi setelah semua selesai dan Papa Leng menelpon, Zifeng segera menjawab dengan salam dalam bahasa Thailand.

Saat Papa Leng ingin melihat kamar Zifeng, Hu segera menunduk dan bersembunyi sehingga Papa Leng tidak akan bisa melihat keberadaannya. Bahkan Zifeng juga berbohong bahwa ada gajah yang lewat, sehingga Hu terpaksa buru-buru mengambil hp dan membunyikan suara gajah.

Setelah panggilan telpon dimatikan, mereka berdua langsung terduduk lemas. Dan Zifeng pun memastikan bahwa lain kali ia akan bilang kamera nya rusak, jadi hanya bisa panggilan suara aja.

Hu tertidur lemas dilantai, sedangkan Zifeng pergi kekamar mandi. Tapi tiba-tiba Zifeng berteriak sehingga mengejutkan Hu dan ternyata itu semua karena syal (milik Yiyi itu loh) ada ditumpukan pakaian kotor.


Hu langsung menjelaskan itu semua karena Zifeng menyuruh nya untuk membersihkan, jadi ia mengambil dan menaruhnya disitu. Tapi lalu Hu seperti teringat sesuatu dan menantang Zifeng, bilang ingin pertarung maka ia akan lawan.

Jadi dengan sikap bercanda mereka saling menyerang, sambil tertawa-tawa.


Direstoran, saat makan berdua. Yiyi menjelaskan tentnag Zifeng kepada Erhao, lalu saat mulai memakan ikan bakar, mereka pun mulai mengobrol tentang makanan kesukaan mereka.

Tapi dasar kurang beruntung, hp Yiyi tiba-tiba berbunyi, tapi Yiyi segera mematikannya. Lalu hp Yiyi pun berbunyi lagi, jadi Erhao menyuruh Yiyi mengangkatnya saja, sementara ia akan pergi ke kasir untuk bayar.

Dengan agak berat hati, Yiyi menjawab telpon dari Mamanya (Kou Lihua) dengan nada agak sinis, karena telah menelpon diwaktu yang tidak tepat. Mamanya pun menyadari itu, lalu segera meminta maaf dan mengatakan bahwa ia hanya ingin menitip ikan bakar saja, setelah itu Mamanya pun langsung mematikan telponnya.



Ketika Yiyi mendekati Erhao yang baru akan bayar, ia melihat ternyata Erhao telah memasang password dihpnya. Jadi Yiyi terkejut dan mulai berpikir, Telpon nya terkunci. Apakah itu berarti Erhao memiliki seseorang yang ia sukai?
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Drama : Attack It Lightning! Episode 6 – 2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN