Sunday, December 10, 2017

Sinopsis K-Drama : Avengers Social Club Episode 4 - 2

0 comments


Images by : TVN
Dirumah, Prof. Baek seperti mabuk dan sedang menghapal sesuatu dengan cepat. Lalu pada saat itu Mi Sook dan Seo Yeon pulang kerumah, jadi Prof. Baek memanggil anaknya itu sambil tersenyum.

Mi Sook yang melihat suaminya lagi minum tadi, segera meminta suaminya untuk bicara nanti saja, tapi Prof. Baek tidak mau mendengarkan sama sekali dan tetap memanggil anaknya itu.
Seo Yeon pun mendekati Ayahnya, lalu ketika Ayahnya melihat luka ditangannya. Ayahnya pun bertanya, tapi Seo Yeon hanya diam, malahan Mi Sook yang menjawab, sehingga Ayahnya itu marah.

“Kamu tidak membuat masalahkan? Kamu itu anak dari kandidat pengawas pendidikan,” kata Prof. Baek. Mendengar itu Seo Yeon langsung membalas kenapa Ayahnya tidak menanyakan keadaannya, apa ia baik-baik saja.
Mi Sook yang melihat situasi menjadi kurang baik, meminta anaknya itu untuk masuk kekamar dulu. Gara-gara hal itu Prof. Baek yang lagi kesal, langsung memarahi Mi Sook karena terlalu melindungin Seo Yeon.

“Kamu.. haruskah kamu melakukannya? Lebih dari pada pemilihan itu, yang terpenting adalah ..” kata Mi Sook dengan sikap berani. Dan Seo Yeon yang mendengar itu, segera berhenti memperhatikan mereka serta tidak jadi masuk kedalam kamar.


Prof. Baek menjadi marah, saat Mi Sook terus membalas perkataannya. Jadi ia pun mengangkat tangan untuk memukul Mi Sook, tapi Seo Yeo yang melihat itu menjadi syok dan langsung berteriak histeris.

Mi Sook segera mendekati anaknya dan memeluknya,”Ibu minta maaf, Seo Yeon. Ibu yang salah. Tidak apa-apa,” kata Mi Sook, menenangkan anaknya. Sedangkan Prof. Baek langsung menurunkan tangannya dan tidak jadi memukul, lalu dari mukanya Prof. Baek tampak menyesal, sehingga ia berbalik dan masuk kedalam kamar.
Dirumah, Soo Gyum meghampiri Jung Hye yang tampak muram. Lalu ia terus bertanya-tanya kepada Jung Hye tentang klub mereka yang takutnya akan bubar nanti, lalu mengenai rencana balas dendam mereka. Setelah itu Soo Gyum meminta Jung Hye untuk tidak khawatir, karena ia akan melakukan yang terbaik.
Pada saat itu, Byung Soo datang, lalu memuji anaknya Soo Gyum yang telah melakukan dengan baik saat makan sup darah bersama Ayahnya. Melihat itu Jung Hye tampak tidak enak, lalu ia berdiri dan akan masuk kedalam.

“Aku menyiapkan hadiah untuk Ibumu,” kata Byung Soo, menghentikan langkah Jung Hye. Tapi dengan ketus Jung Hye membalas bahwa Byung Soo tidak perlu melakukan itu, karena ia akan pergi sendiri.
Saat Jung Hye telah masuk kedalam rumah,  Byung Soo menanyakan kepada Soo Gyum, tips agar bisa jadi akrab dengan Jung Hye, karena ia telah hidup dengan Jung Hye selama 10 tahun, tapi tidak bisa akrab.

Mendengar itu, Soo Gyum tidak menjawab dan hanya tersenyum saja.
Ditoko bunga, Jung Hye memesan sebuah rangkaian bunga. Tapi saat pesanannya telah siap, ia malah tidak mengambilnya dan hanya terduduk diam sambil menatap keluar, melalui pintu kaca.
Byung Soo dan Soo Gyum telah tiba di gedung tempat pertemuan keluarga. Saat sebelum mereka masuk kedalam ruangan, mereka bertemu dengan seorang pria dan Byung Soo segera menyuruh Soo Gyum untuk menyapa pamannya itu.

“Dia sepertinya mirip dan tidak mirip denganmu, disaat yang bersamaan. Yang pasti dia tampan,” kata Paman. Mendengar itu Byung Soo tertawa dan mengakui dengan bangga bahwa anaknya Soo Gyum mirip dengannya.

Didalam ruangan, suasana sangat canggung dan wanita yang kemarin berbicara dengan Jung Hye, tersenyum dengan sinis, lalu berkata,”Biasanya kamu Cuma mengirimkan hadiah aja,” katanya kepada Byung Soo.

Byung Soo membalas bahwa kali ini ia mau memberikan hadiahnya secara langsung. Lalu setelah itu ia menyuruh Soo Gyum untuk memberi salam kepada Kakek – Nenek (Orang tua Jung Hye). Jadi Soo Gyum pun berdiri, memberi hormat, dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Neneknya, tapi Neneknya malah tidak tersenyum sama sekali, sehingga Soo Gyum menjadi canggung dan duduk saat Byung Soo menariknya.
Setelah itu wanita itu membahas mengenai lahan baru yang akan digunakan Byung Soo untuk membuat hotel dan dengan semangat Byung Soo menanggapi itu. Tapi saat wanita itu menanyakan dimana, Byung Soo melirik sesaat kearah Soo Gyum dan berkata akan membahas itu nanti saja.

Wanita itu tampaknya mengerti dengan sikap Byung Soo dan menatap kearah Soo Gyum. Tapi Soo Gyum hanya diam saja, walau ia tampaknya juga mengerti. Apalagi saat Soo Gyum melihat senyum jahat dari Ayahnya.

Jung Hye datang sambil membawakan buket bunga untuk Ibunya, lalu ia juga mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi dengan sikap dingin Ibunya tidak mengambil buket bunganya, sehingga Jung Hye hanya meletakan begitu saja dimeja.

Wanita itu menyindir Jung Hye yang telah memberinya hadiah sambil menatap kearah Soo Gyum. Tentu saja hal itu tidak membuat Jung Hye tersenyum, tapi Byung Soo malah tersenyum. Sehingga Jung Hye menatap tajam padanya.

“Kamu sekarang bisa bersimpati dengan apa yang dirasakan Ibu. Karena kamu lebih mengerti keberadaan anak itu, lebih dari siapapun,” kata wanita itu kepada Jung Hye.
Mendengar itu Ibu segera memanggilnya,”Jung Min..” katanya memperingati anaknya untuk tidak membicaraakan itu.

Soo Gyum yang melihat itu heran, tapi dengan  biasa Jung Hye tetap makan dan diam. Tapi gara-gara itu Jung Min semakin berani menyindir Jung Hye, ia menyebutkan bahwa Jung Hye dan Soo Gyum memiliki latar belakang yang sama.

Ayah Jung Hye segera berdehem agar Jung Min diam. Begitu pun dengan Paman yang duduk disebelah Jung Min,”Noona, sudahlah.”

Jung Hye pamit untuk pergi duluan, tapi Jung Min menyidirnya dan menyuruhnya untuk makan kue dulu sebelum pergi. Sehingga hal itu membuat Jung Hye teringat akan masa lalu nya.

Sewaktu kecil, ketika mereka makan kue bersama. Jung Hye melihat Jung Min dan adiknya (Paman tadi) saling berbagi kue dan bercanda bersama. Jadi demi mendapatkan perhatian Jung Min, Jung Hye pun mengambil sedikit saja kuenya, tapi Jung Min kelihatan marah, lalu menaruh kue miliknya ke piring Jung Hye dan pergi.
Saat mereka makan kue, Jung Min masih saja menyindir Jung Hye dengan bertanya tentang Soo Gyum, bahkan jarak umur Jung Hye dengan Soo Gyum. Tapi Jung Hye tetap diam saja, jadi Soo Gyum membalas bahwa Jung Hye telah memperlakukan nya dengan baik sebagai seorang Ibu.

“Kamu baik sekali ya,” sindir Jung Min.
Tidak tahan mendengar itu, Jung Hye meletakan garpunya dan berkata,”Karena dilahirkan, bukan kesalahan anak.” Katanya, sehingga semua orang pun menjadi terpana menatapnya, tapi Jung Hye tetap lanjut memakan kuenya.
Disalon Ibu Soo Gyum, mencoba menghubungin suami dan anaknya, tapi tidak satupun dari mereka yang mengangkat panggilannya.
Ditempat parkir, saat Jung Hye masuk kedalam mobil. Soo Gyum juga mau ikut, tapi Byung Soo menahannya dan menyuruhnya untuk membiarkan Jung Hye sendirian dulu. Tapi tetap saja, Soo Gyum menghampiri mobil Jung Hye.
Dari luar kaca, Soo Gyum melihat Jung Hye yang tertunduk seperti sedih. tapi saat ia membuka pintu mobil, Jung Jye malah tertawa dengan sangat keraas seperti senang. Sehingga hal itu membuat Soo Gyum mereasa herean.
Didalam mobil, dalam perjalanan. Soo Gyum mengatakan bahwa itu kali pertamanya melihat Jung Hye seperti itu. Dan Jung Hye pun membenarkan, karena akhirnya ia bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan.

“Jadi selama ini kamu menahan diri?” tanya Soo Gyum.

“Sekarang aku tidak mau menahannya lagi. Lagipula aku membentuk Bukja Club,” kata Jung Hye, yang segera di benarkan oleh Soo Gyum, karena menurutnya mereka sama sekali tidak bersalah. Tapi dengan tajam Jung Hye segera menatapnya.


Do Hee tidak bersemangat saat sedang memasak, lalu tiba-tiba ia mendapatkan panggilan telpon.
Dirumah sakit. Mi Sook mendapatkan panggilan telpon juga, yang ternyata dari Soo Gyum yang meminta pertolongan dengan panik

Ternyata saat Do Hee dan Mi Sook menemui Soo Gyum, ternyata disana ada Jung Hye. Lalu Soo Gyum pun menyingkir. Dan membiarkan mereka bertiga untuk makan bersama, lalu dengan tegas Jung Hye bertanya untuk memastikan mereka tidak keluar dari klub.

Dengan gugup Mi Sook meminum minumannya,  lalu ia pun meminta maaf atas kesalahannya, tapi Do Hee langsung menghentikannya, karena itu bukanlah kesalahan Mi Sook, lalu ia balas meminta maaf juga.

“Jadi apakah kita harus berhenti atau ga?” tanya Jung Hye memastikan.

“Apa maksudmu? Kita kan baru mulai. Lagian aku bukan orang yang makan lalu pergi,” kata Do Hee membalas. Tapi Mi Sook pun masih saja tetap meminta maaf, sehingga sekali lagi Jung Hye kembali bertanya.

“Tentu saja tidak!” kata Mi Sook dengan tegas, akhirnya.
Dengan lega dan senang, mereka pun saling tersenyum dengan haru. Lalu Jung Hye pun mengangkat gelasnya untuk bersulang. Dan mereka pun bersulang.
Tiba-tiba Ibu Soo Gyum datang kerumah Jung Hye, walaupun pembantu Jung Hye telah menahannya, ia tetap saja menerobos masuk kedalam rumah tanpa izin. Lalu dengan senang ia mulai melihat-lihat rumah dengan senang, seolah itu miliknya.

“Tidak boleh. Itu kamar nyoya,” kata Pembantu Jung Hye, saat ia melihat Ibu Soo Gyum ingin masuk kesana. Lalu ia pun Ibu Soo Gyum untuk pergi kelantai dua, kekamar Soo Gyum saja, bila ia memang mau melihat-lihat.

Dengan tampang polos dan licik, Ibu Soo Gyum pura-pura mengikuti pembantu itu, tapi diam-diam ia berbalik dan segera masuk kedalam kamar Jung Hye, lalu menutupnya. Sedangkan Pembantu Jung Hye, saat ia menyadari itu, ia langsung berlari mengejar, tapi tidak sempat, jadi ia pun berteriak,”Buka Pintunya.”

Didalam kamar Jung Hye, Ibu Soo Gyum duduk ditempat tidur Jung Hye serta dengan berani, ia menyentuh perhiasan milik Jung Hye dan mencobanya.
Dikantor, saat rapat, Byung Soo kaget saat ia melihat pesan, Aku tidak bisa menghubungimu, jadi aku datang kerumahmu. Jam berapa kamu selesai kerja?

Membaca pesan itu, Byung Soo langsung berteriak kesal, mengatai Simpanan nya yang gila karena telah berani melakukan hal seperti itu. Lalu ia pun segera bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan.
Diwarnet, Soo Gyum, juga mendapatkan pesan yang sama seperti Byung Soo. Yaitu pesan yang dari Ibunya yang mengatakan bahwa ia sedang berada dirumah mereka. Jadi Soo Gyum buru-buru mengambil tasnya dan pergi.
Diruang tamu, Ibu Soo Gyum duduk dengan sangat santai sambil meletakan kakinya diatas meja. sedangkan Pembantu Jung Hye panik,”Nyonya akan segera pulang, jadi tolong cepatlah pergi,” katanya.

Tapi Ibu Soo Gyum tidak peduli dengannya dan malah meminta minuman, yaitu minuman yang mahal, setelah itu ia berjanji akan pergi. Jadi Pembantu Jung Hye segera pergi kedapur untuk mengambilnya.
Jung Hye pun pulang setelah selesai makan-makan bersama para anggota Bukja Club. Didalam mobil ia melihat kantong belanjaannya yang ia bawa pulang dengan tersenyum sendiri.

Byung Soo pulang dan berteriak karena marah, tapi Ibu Soo Gyum malah balas teriak padanya. Tepat ketika itu Soo Gyum juga pulang, lalu Byung Soo pun segera menyuruh nya untuk menyuruh Ibunya itu pulang.

Soo Gyum segera mengambil barang-barang Ibunya dan menarik Ibunya untuk keluar, pada saat itu Jung Hye yang baru sampai melihat mereka dari dalam mobil. Ia kaget saat ia melihat Soo Gyum berteriak.

“Biarpun kamu menyangkalnya. Aku ini tetap Ibumu dan itu tidak akan pernah berubah,” kata Ibu Soo Gyum dengan tegas kepada anaknya itu.

Mendengar kata itu, Soo Gyum hanya diam dan tidak membalas. Tapi ia menatap Ibunya sendiri dengan pandangan kesal dan setelah Ibunya pergi, ia menghela nafas. Apalagi saat ia melihat Jung Hye yang berada didalam mobil, ia segera pergi.
Byung Soo marah-marah kepada Pembantunya, yang telah membiarkan Simpanannya itu masuk begitu saja kedalam rumah. Tapi saat Jung Hye yang baru masuk kedalam rumah, ia segera membela pembantunya itu dan mengatai Byung Soo, karena harusnya Byung Soo yang meminta maaf.

Byung Soo tidak terima dibegitukan oleh Jung Hye, karena ia merasa ia tidak bersalah. Tapi Jung Hye langsung berkata,”Sebagai seorang Ayah, harusnya kamu yang mengatasi itu.”

Sepertinya tadi Soo Gyum pergi ketaman sendirian, menenangkan dirinya. Lalu setelah itu ia pulang, ia melihat Jung Hye yang sedang duduk sendirian diberanda. Awalnya ia ingin langsung masuk begitu saja, tapi ia tidak jadi dan berjalan menghampiri Jung Hye.

“Maaf sudah menyebabkan banyak masalah untukmu,” kata Soo Gyum. Tapi Jung Hye membalas bahwa Soo Gyum tidak perlu meminta maaf. Lalu Soo Gyum mulai bercerita dengan sedih bahwa ia lebih baik tidak mengenal Ibunya. Tapi Jung Hye hanya diam saja.
Para anggota Bukja Club, menjenguk Ibu mertua Mi Sook dirumah sakit. Mereka datang sambil membawa banyak barang, tapi karena ingin ke kamar kecil, maka Soo Gyum keluar dari ruangan. Di dalam ruangan mereka banyak bercerita, tapi Mi Sook malah terdiam, saat ia mendengar Ibu Mertuanya bercerita.

“Ini rahasia. Hari ini cucu laki-lakiku datang,” kata Ibu Mertua Mi Sook. Mendengar itu mereka semua tersenyum, kecuali Mi Sook.

Saat baru akan kembali keruangan, Soo Gyum tanpa sengaja melihat Prof. Baek datang. Jadi ia pun segera mengirimkan pesan kepada mereka.

Saat Prof. Baek masuk, disana hanya ada Mi Sook dan Ibu nya. Lalu Prof. Baek menyapa Ibunya, tapi Ibunya terlihat kesal dan melemparkan buah jeruk ditangannya ke Prof. Baek.

Jeruk itu jatuh didekat kaki Do Hee dan Jung Hye yang berada di tempat tidur sebelah, tapi tertutup oleh tirai sehingga mereka tidak terlihat. Dari sana mereka mendengar Ibu mertua Mi Sook berteriak,”Keluar! Orang jahat! Keluar! Pergi!”


Prof. Baek masih berusaha tersenyum, tapi dengan marah Ibunya berkata,”Kembalikan Seo Jin, Seo Jin ku. Kembalikan cucuku, brengsek!”

Mendengar itu Prof. Baek tidak lagi tersenyum, malah ia berteriak,”Tolong Hentikan! Seo Jin sudah meninggal!”

Mi Sook terlihat kaget mendengar itu. Apalagi Do Hee dan Jung Hye yang lagi bersembunyi serta Soo Gyum yang berdiri diluar, lebih syok lagi mendengar itu. Sedangkan Ibunya menangis dan meminta maaf, tapi saat Prof. Baek mendekat dan mau menyentuh, Ibunya malah tidak mau.

Mi Sook pun berusaha menenangkan Ibu Mertuanya itu dan meminta kepada Prof. Baek untuk keluar duluan. Mi sook terlihat sangat sedih sebenarnya.

“Aku minta maaf, yeobo. Aku minta maaf,” kata Ibu mertuanya mengulang-ulang itu saja. Sehingga karena itu Prof. Baek pun langsung keluar.

Setelah itu Do Hee keluar dan memeluk Mi Sook yang menangis dengan sedih. Begitu juga dengan Ibu mertuanya, sehingga Mi Sook pun kembali tersenyum.


Saat pulang, Mi Sook melihat suaminya sedang membereskan barang-barang milik Seo Jin dikamar. Jadi Mi Sook pun menghentikannya, tapi Prof. Baek yang sedang marah, melemparkan barang-barang itu dan berteriak kesal.

Setelah itu Mi Sook menangis dengan tersedu-sedu, sambil memeluk seragam sekolah milik anaknya itu.

Malam hari, Prof. Baek masuk kedalam kamar Seo Jin diam-diam. Ia tampak seperti sangat sedih juga sebenarnya.

Pagi hari saat sedang Jogging, satu persatu anggota Bukja Club menghampiri Mi Sook dan ikut berlari juga. Lalu dengan tegas Mi Sook berkata,”Aku tidak akan lagi hanya menerimanya begitu saja.”

Do Hee pun setuju, karena ia ingin membayar hutangnya kepada Mi Sook yang telah membantunya juga. Tapi Jung Hye menyela dan menyebutkan bahwa mereka adalah keluarga, hidup sama-sama, mati sama-sama, balas dendam mereka juga balas dendamnya.



Tapi pada saat itu, Soo Gyum malah berhenti berlari dan berteriak tunggu. Jadi mereka bertiga pun heran dan ikut berhenti, lalu pada saat itu mereka melihat hp Soo Gyum yang ternyata berisikan foto para anggota Bukja Club saat mereka sedang bertemu di café.

No comments:

Post a Comment