Adsense

...

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 3 - 1

Company name : Citizen Kane

Pagi hari, diruang makan. Chat menceritakan tentang pertemuannya kemarin dengan Khem dan ia berencana untuk memberitahu kepada Paman (Dilok) juga, tapi mendengar itu Mon langsung memarah-marahi Chat yang terlalu bodoh. Karena jika Chat melakukan itu, maka mereka akan menjadi susah.


“Lebih baik bila membiarkan dia hilang dan pergi seperti itu. Jadi dia akan tetap sakit. Lalu aku bisa pergi dan mengambil serta menjual miliknya,” kata Mon menjelaskan kepada Chat yang cemberut, lalu setelah itu Mon pun memukul-mukuli kepala anaknya itu.


Chat tampak kesal, tapi ia tidak melawan Ibunya. Lalu pada saat itu, pembantunya datang dan memberikan Chat sebuket bunga dan hadiah. Jadi Chat pun segera membaca nya, setelah itu ia langsung berteriak dengan senang, karena mendapatkan hadiah dari Krit.

Trai dan Yada berjalan melewati ruang makan dan tanpa sengaja mereka mendengar teriakan Chat, jadi mereka berhenti dan memperhatikannya.

Mon segera mendekati Chat dan membuka hadiah milik Chat, lalu berdua mereka berteriak senang. Karena ternyata Krit memberikan sebuah cincin kepada Chat. Lalu Mon pun menanyai dari mana asal nya dan Chat pun menjawab dengan suara keras yang disengaja sambil melirik sesaat kearah Trai dan Yada.

“Disuratnya, terima kasih untuk kemarin malam Khun Chat.”

Mon melirik sesaat kearah Trai dan Yada juga, lalu ia pun mulai berbicara dengan melebih-lebihkan. Tapi setelah itu, Mon memeluk anaknya dan berbisik dengan pelan.

“Kalian sudah tidur bersama ya?”

“Belum. Tapi hampir,” jawab Chat senang, lalu mereka pun tertawa.

Dibelakang Trai yang sudah tidak tahan, memuji mereka dengan sinis,”Bagus. Cepat dan cari suami untuk dirimu! Jadi kamu bisa pergi dari rumah kami.”
Yada yang berdiri disebelah Trai, menegur Trai agar tidak seperti itu. Tapi Trai sudah tidak tahan lagi dan berjalan pergi. Sedangkan Yada hanay menatap tajam kepada Chat dan Mon singkat, lalu ikut berjalan pergi.

Setelah mereka pergi, Chat protes karena cincin yang ia terima tidak sampai 5 karat. Tapi Mon membalas bahwa ia juga tau, tapi ia hanya mau memprovoksasi Yada saja. Lalu Mon menyuruh Chat untuk lain kali mengajak Krit tidur bersama. Tapi Chat jadi kesal dan protes, lalu ia pun berbalik dan tersenyum sendiri sambil memandang cincin ditangannya.

Trai pergi kekantor dan disana Nee datang menghampirinya,”P’Krit memberikanku kuasa untuk mengatur posisi dalam perusahaan ini. Dan aku pikir kamu cocok untuk menjadi CEO baru menggantikan Khun Rachit yang baru dipecat.”

“Apa maksudmu?” tanya Trai kesal.

“Pikiran mu pendek ya. Kami adalah pemilik B-Star. Kami bisa memecat siapapun, bahkan Khun Rachit atau kamu. Aku akan membiarkan kamu berpikir dulu. Kamu tidak mau menerima posisi ini, tidak mau berkeja.”

“Aku tidak akan pernah meninggalkan perusahaan Ayahku.”

“Baiklah. Berarti kamu setuju untuk mulai berkerja menjadi CEO baru,” kata Nee, lalu memberikan sebuah surat kontrak percobaan untuk di tanda tanganin.

Walaupun kesal, Trai tetap menanda tanganinnya. Dan melihat sikap Trai yang seperti itu, Nee tersenyum senang.

Nee menunjukan area kerja Trai dan ketika melihat itu Trai protes, karena ia harus mengangkat barang untuk pengiriman dan bukannya menjadi CEO. Tapi Nee segera menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, maka Trai harus memulainya dari divisi terendah.
“Lihatlah, pemilik hotel saja bahkan mulai dari bekerja sebagai pembantu yang membersihkan kamar dan toilet. Aku juga sebelumnya,” jelas Nee, tapi Trai masih protes, jadi Nee memberitahu dengan keras,”Kamu hanya duduk didepan komputer dan kamu punya sekretaris yang membuatkanmu kopi, itu yang disebut anak orang kaya manja, yaitu orang yang bernafas tanpa melakukan apapun setiap hari.”

Setelah itu seorang karyawan datang lalu memberikan seragam kepada Nee, yang dengan segera di berikan Nee kepada Trai agar ia bisa mulai bekerja. Dan dengan kesal, Trai membuang seragam itu, lalu pergi.

Nee yang melihat itu tersenyum.

Yada menemui Krit dikantor dan langsung bertanya apakah Khem benar ada bersama dengan nya. Tapi Krit malah menjawab,”Ya .. dan Tidak.”

“Apa maksudmu?”

“Rumah Khem berada adalah rumahku juga. Tapi aku tidak tinggal disana. Aku pergi kadang-kadang, ketika aku mau,” kata Krit seperti berteka-teki. Dan mendengar itu Yada menjadi heran, karena Krit masih menemui Khem, kepadahal Krit yang membuat Khem despresi. Lalu Krit memberitahu,”Aku tidak punya pacar, belum. Apa ada yang salah?”

Yada menjadi emosi dengan jawaban Krit dan mulai memukul Krit, tapi Krit menahan kedua tangan Yada dengan erat. Sehingga awalnya Yada mau memukul, ia jadi meronta untuk melepaskan diri. Tapi Krit tidak mau melepaskannya dan menyudutkan Yada ke dinding.

“Jangan sentuh adikku. Katakan padaku, dimana Khem berada. Aku harus membawa dia pulang. Katakan dimana dia!” kata Yada dengan emosi.

“Apa kamu akan melakukan apapun untuk adikmu atau tidak?”

“Ya. Aku tidak akan pernah membiarkan Khem mendekati kamu bahkan walau hanya untuk sebentar saja. Dimana Khem?!” tanya Yada sambil menatap tegas ke mata Krit.

Dengan tenang Krit meminta Yada untuk menutup mata sebentar saja, tidak sampai 5 detik. Tapi karena Yada tetap bersikeras, Krit mengubah perkataannya dan meminta 10 detik saja. Dan tentu saja Yada tidak mau dan bertanya apa maunya Krit.

“Kita berdua dewasa, kamu tidak perlu bertanya padaku. Tutup matamu, itu akan menolong. Percayalah, Yada, tutup matamu,” kata Krit pelan dan halus, tapi Yada tidak bergeming sama sekali.


Nee mengikuti Trai yang mau mencari Krit. Nee meminta agar Trai kembali serta bekerja, tapi Trai tidak mau. Lalu Nee pun menjelaskan bahwa jika Trai bukanlah anak Dilok, maka ia mungkin tidak akan masuk. Tapi Trai malah mengatai Nee yang juga sama sepertinya, yang hanya mengandalkan koneksi kakaknya (Krit) hingga bisa menjadi seperti itu.

“Kamu dan aku berbeda. Aku punya pengalaman yang tidak akan kamu duga. Dan jika kamu adalah aku, maka kamu akan mati jalanan. Turun dan bekerjalah,” jelas Nee. Tapi Trai tetap menolak diperintah.

Krit mendekatkan wajahnya perlahan kepada Yada, tapi dengan cepat Yada memalingkan kepalanya, lalu menolak Krit agar menjauh. Dan ketika itu Trai dan Nee berada disana serta melihat kejadian itu.

Trai menjadi marah dan mencoba untuk menyerang Krit, tapi Yada segera menahan agar adiknya itu tidak melakukan itu. Sedangkan Nee segera mendekati Krit dan berpihak kepadanya, jadi Trai pun menjadi tambah emosi. Lalu Yada pun segera berbalik dan berjalan pergi, diikuti oleh Trai.

Trai yang menyusul Yada segera menanyakan pertanyaan beruntun mengenai keberadaan Khem yang berada bersama Krit. Dan Trai mengira bahwa Khem dan Krit berkencan, sehingga ia jadi bertanya-tanya mengapa Khem bisa begitu bodoh.

Mendengar perkataan Trai, Yada berhenti berjalan dan membela Khem. Menurutnya Khem tidak tau bahwa Krit telah mencuri perusahaan mereka. Dan karena itu Yada memastikan kepada Trai bahwa ia akan mencari cara untuk membawa Khem pulang. Lalu ia meminta Trai berjanji untuk tidak menimbulkan masalah dengan mereka dan coba untuk melihat dari sisi yang berbeda, karena dengan begitu maka mereka pasti akan bisa menemukan caranya.

“Ya P’da” balas Trai, lalu menahan tangan Yada yang mau pergi dan bertanya,”Apa yang terjadi barusan?”

“Jangan bicarakan itu dulu. Kali ini, aku salah. Tapi jangan biarkan itu terulang.”

“Aku tidak akan menunggu sampai dia membuat kesalahan. Dia menyakiti kamu, jadi aku akan membalasnya,” balas Trai, lalu berjalan duluan.

Nee heran  mengapa Krit melakukan itu tadi, tapi Krit tidak mau memberitahu dengan jelas kepada Nee, karena menurutnya itu bukan urusan Nee dan Krit pun berjalan untuk pergi.

Tapi Nee menghentikan Krit dengan bertanya,“Mengapa kamu sangat terganggu dengan keluarga itu? Aku kira itu akan berakhir setelah kita mendapatkan perusahaan mereka. Apa kamu rencanakan?”


“Tunggu dan lihat lah.” Balas Krit singkat, tapi Nee segera menahannya lagi dan menawarkan diri untuk ikut membantu Krit. Dan Krit pun membalas,”Kali ini, kamu tidak bisa membantuku. Hanya aku yang tau gimana caranya menanganin Dilok untuk kepuasaanku.”

“Mengapa kamu sangat membenci Dilok?” tanya Nee heran, tapi kali ini Krit tidak mau menjawab apapun lagi dan langsung berjalan pergi meninggalkan Nee sendirian.

Yada merenungkan semua kejadian tadi, saat Krit memintanya untuk menutup matanya, lalu perlahan mendekatkan wajahnya. Tepat ketika itu, seorang pria masuk dan memegang bahu Yada, sehingga ia menjadi terkejut dan langsung mendorong pria itu.




“Kasin? Aku hanya memikirkan tentang pekerjaan. Mengapa kamu balik dari Switzerland?” tanya Yada saat menyadari dan mengenali pria tersebut.

“Aku datang untuk mengejutkanmu, tapi malah aku yang terkejut. Aku bahkan di dorong ke dinding oleh pacarku,” balas pria tersebut sambil tersenyum kepada Yada.

Yada balas tersenyum dan berjalan mendekat untuk memeluk Kasin. Lalu saat mereka telah selesai berpelukan, Kasin meminta Yada untuk menjawab ‘Ya. Aku bersedia.’ Dihari pernikahan mereka nanti.

“Tapi bukan sekarang kan?” jawab Yada, lalu mereka pun berpelukan lagi dengan mesra.

Direstoran. Kasin memberikan saran kepada Yada agar menjual bagian miliknya kepada Krit, lalu ia bisa memulai sebuah perusahaan yang baru. Tapi dikarenakan Dilok tidak setuju dan tetap menginginkan perusahaan nya kembali, maka Yada pun harus mencari cara lain untuk mendapatkan perusahaannya kembali.

Kasin pun memberitahu Yada bahwa jika bukan karena produk dari labnya yang berada di Switzerland, maka perusahaan Yada sudah lama agak bangkrut. Dan mendengar itu Yada membalas bahwa ia masih bisa menemukan lab yang lain.

Kasin menolak balasan Yada, lalu ia memegang tangan Yada dan membahas bahwa apa yang ia inginkan selama ini adalah agar bisa menikah dengan Yada. Sayangnya, Yada sama sekali tidak mau membahas tentang pernikahan dulu, karena masih banyak masalah yang harus ia urus.

Kasin melepaskan pegangan tangannya pada Yada, lalu katanya,”Jika sisi itu bermain kotor dari belakang. Bermain jujur seperti yang kamu lakukan, tidak akan bisa melawan bajingan seperti itu. kamu harus melawan api dengan api. Jika kamu merusak situs online perusahaan seperti T-Mart, maka itu akan menghancurkannya dalam waktu singkat. Aku mengenal banyak hackers, kamu tertarik?” tawar Kasin memberikan saran lain kepada Yada.

Dan mendengar itu Yada pun terdiam dan terlihat seperti memikirkan tawaran milik Kasin.

Khem memeriksa hpnya dan terlihat ragu. Karena ia mengingat perkataan Tassana kepadanya. Lakukan apapun yang kamu mau, dia tidak akan kembali kepadamu! Berhenti melihat orang yang tidak mencintai kamu! Krit tidak pernah mencintai mu!

Pada saat itu, Khem sadar bahwa Krit tidak mencintainya, tapi alasan ia mau menemui Krit bukan karena cinta. Tapi karena dulu Khem pernah terlanjur menceritakan tentang catatan rahasia perusahaannya, sehingga kini ia takut, karena catatan rahasia itu bisa saja membuat Ayahnya masuk kedalam penjara. Itulah alasan mengapa Khem ingin menemui Krit, karena ia ingin menyelesaikan semuanya.

Setelah membulatkan niatnya, Khem menghubungin Krit,”Terima kasih sudah menjawab. Aku ingin mengakhiri semuanya hari ini.”

“Jika kamu sudah siap. Kemudian aku siap mengakhirinya untuk kamu sekarang,” balas Krit dari telpon.

Khem heran, karena mendengar suara Krit yang terlalu jelas. Jadi ia berbalik dan melihat bahwa ternyata Krit sedang berada dibelakangnya.

“Kamu ingin bertemu aku,” kata Krit sambil mendekati Khem,”jadi aku datang, jika aku perlu untuk melihat kamu.”

“Aku tidak pernah tau apapun tentang mu. Aku benar-benar tidak tau. Kamu bersikap misterius, bersembunyi di kegelapan seperti monster.”

“Itu hanya luarnya saja. Tapi didalam, aku ingin yang terbaik untukmu.”

“Terbaik untukku? Jadi mengapa kamu meninggalkan ku saat hari pernikahan kita?”

“Khem, kamu mau tau kebenarannya? Kamu belum siap.”

“Bagaimana aku bisa mempercayai perkataanmu? Kamu mencuri B-Star. Kamu menghancurkan hatiku. Menghancurkan keluargaku. Jadi gimana aku bisa percaya?” tanya Khem yang mulai terlihat berkaca-kaca.

Untuk menjawab pertanyaan Khem, Krit mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Itu adalah sebuah flashdisk sepertinya, yang menyimpan catatan rahasia. Tapi itu adalah catatan kedua, mengenai pajak yang tidak dibayarkan. Lalu Krit menyakinkan Khem bahwa jika ia ingin menghancurkan perusahaan itu, ia pasti sudah melaporkan itu ke Revenue Depatermen.

Mendengar semua penjelasan Krit, Khem mulai bertanya apakah ia benar-benar bisa mempercayai perkataan Krit. Dan Krit membalas bahwa ia tidak akan berbohong. Lalu Krit menyuruh Khem untuk mengingat tentang pertemuan pertama mereka dulu.

“Kita akan saling berjumpa lagi,” kata Krit sambil mengulurkan tangannya kepada Khem. Dan tentu saja, pada saat itu Khem menyalami tangan Krit sambil tersenyum senang.

Kali ini, Krit memegang tangan Khem lagi,”Apa kamu ingin tau, apa yang mau aku katakan? Orang bilang, perempuan ini adalah seorang putri kecil, diatas menara gading. Dia cantik, tapi terlalu rapuh untuk hidup dalam kenyataan.”


Khem mulai menangis dan menyangkal bahwa ia tidak seperti itu. lalu dengan lembut Krit memegang rambut Khem dan berkata-kata dengan lembut,”Khem, kenyataan sangatlah kejam. Dan jika kamu tidak cukup kuat, maka larilah.”

“Aku tidak akan lari lagi.”

“Tapi terkadang melarikan diri, bukan berarti kamu kalah. Tapi itu disebut mundur dari melawan masalah yang kamu akan temui. Sekarang kakakmu sedang mencarimu kemana-mana. Dan kamu akan pulang kepadanya, seperti petarung. Atau pengecut? Pilihlah.” Kata Krit lembut sambil menyentuh wajah Khem sesaat, lalu ia pun berjalan pergi meninggalkannya.

Dari jauh Tassana berdiri dan memandangin semua itu. Dan Khem sendiri terlihat menangis, tapi dengan erat ia memegan flashdisk ditangannya.

Diruang makan. Kwan heran karena tidak melihat Khem sejak pagi. Dan pada saat itu Khem datang sambil membawa tas besar, jadi Kwan bertanya apakah ia akan pulang dan mendekatinya.

“Aku akan memulai hidup baru,” kata Khem.
“Kamu tidak menjawab,” balas Kwan. Tapi Khem meminta agar Kwan tidak perlu khawatir, karena ia tidak akan membiarkan dirinya disakiti lagi. Dan juga ia akan mulai mengatur hidupnya sendiri, lalu Khem juga mengembalikan semua baju yang Kwan belikan untuknya dulu.

Saat Khem dan Kwan mengobrol, Tassana yang sedang duduk disana, hanya diam dan mendengarkan saja. Tapi saat Khem bilang bahwa ia akan mengembalikan uang Kwan, Tassana langsung bersuara dan menjawab, kalau Khem tidak perlu mengembalikannya, karena ia juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Khem mengabaikan perkataan Tassana dan tidak membalas, lalu ia pun berterima kasih serta memeluk Kwan, setelah itu ia juga mengucapkan selamat tinggal pada Tassana dan pergi keluar.

Kwan yang tampak khawatir mendekati kakaknya, tapi Tassana tidak membalas apapun. Dan saat mereka melihat Khem pergi, Tassana berkata kepada Kwan bahwa itu adalah hidup Khem dan mereka tidak perlu ikut campur.

Kwan tetap khawatir dan mengajak Tassana untuk mengikuti Khem, tapi Tassana menolak, sebab Khem telah membuat keputusannya. Tapi Kwan tidak menyerah dan terus membujuk Tassana, sehingga Tassana tampak bimbang, lalu pada saat itu ia pun mengejar Khem.

Sayangnya pada saat itu, Khem telah naik kedalam taksi duluan. Dan walaupun Tassana berlari dan memanggilnya, Khem tidak mendengarkan panggilannya.

Sebuah panggilan telpon masuk dari Nee. Dan setelah mengangkatnya, Tassana segera buru-buru pergi kekantor. Disana Nee memberitahu dengan khawatir bahwa pagi ini ada orang tidak dikenal yang mengirimkan email ancaman kepada mereka. Awalnya Nee mengira itu adalah spam, tapi ia salah, karena barusan komputer di lantai executive mati. Dan Krit belum datang.

Ini akan menjadi akhir bagi T-Mart hari ini. Hitungan mundur dimulai.
“Situasi dibagian lain, masih berjalan normal,” jelas Nee lagi. Lalu Tassana segera memerintahnya agar memanggil semua bagian IT untuk bersiap.

Tassana dan Nee masuk keruangan IT. Disana Tassana memerintahkan mereka agar mengecek panggilan masuk di center depaterment. Tampak di CCTV bahwa komputer di tempat itu masih berjalan serta bekerja dengan normal. Begitu juga dengan depatermen yang lain.

Krit datang sambil membawa anggotanya dan menyuruh mereka untuk mulai bekerja.

“Kamu membayar programmer? Apa kamu tau siapa yang melakukannya?” tanya Tassana.

“Tidak peduli siapa. Jika aku masih hidup, tidak akan ada yang bisa menjatuhkan perusahaanku.”

Pada saat itu, Yada menelpon Krit. Sehingga Krit menjadi heran, tapi tanpa ragu Krit menjawab panggilan Yada dan menanyakan apa itu Yada.

Dikantor. Yada bersama dengan Kasin. Yada memuji kepintaran Krit yang bisa langsung tau, lalu ia mengajak Krit untuk bertaruh. Apakah hari ini ia berhasi menghancurkan perusahaan Krit atau tidak.

Mendengar itu, Krit menduga bahwa itu semua adalah karena Yada sangat ingin bertemu dengan Khem. Tapi Yada membalas itu iya tapi selain itu ia mau menunjukan kepada Krit bahwa Krit tidak lebih hebat daripadanya.

Yada pun bersama Kasin mulai memeriksa komputer mereka, lalu memulai hitungan mundur mereka dalam 10 detik.

Krit memeriksa keadaan di CCTV dan semua masih tampak normal,”Kamu tidak bisa menghancurkan website T-Mart.”

“5 detik lagi,” tegas Yada.

Nee mulai panik,”Dia menggunakan Khemika sebagai ancaman untuk menghancurkan website ini, apa dia gila?!”


“Krit beritahu dia,” balas Tassana juga, tapi Krit menghentikannya untuk bicara sambil menatap lurus ke layar. Dan ditelpon Yada mulai menghitung, 3 … 2 … 1 … lalu Kasin menjentikan jarinya dan tidak terjadi apapun.

Krit yang melihat keadaan masih normal, kepadahal Yada sudah selesai menghitung, langsung tersenyum dan mengatai Yada bodoh. Tapi pada saat itu, semua listrik di setiap ruangan mati. Sehingga mereka semua terkejut.

“Aku tidak pernah mengecewakanmu,” kata Kasin kepada Yada yang tampak senang telah berhasil.
Nee membawa kedua orang progammer bersamanya dan dibelakang Krit memerintahkan mereka agar segera memperbaikai semuannya. Lalu pada saat itu, lampu lorong yang mereka lewati, ikut mati.

Kedua orang proggamer itu pun segera mengeluarkan laptopnya dan mencoba untuk memperbaiki semuanya. Dan disamping mereka, Nee tampak panik dengan kejadian itu.

Tassana menghampiri Krit dan memberitahu bahwa app untuk phone juga tidak bisa berfungsi. Website mereka pun rusak. Dan mendengar itu Krit tampak emosi, lalu Yada menelpon melalui hp Tassana. Jadi Krit mengangkat dan memasang speaker.

“Beritahu Krit bahwa walaupun ia mematikan hpnya, dia tidak bisa melarikan diri dari kekalahannya padaku.”

“Kamu sangat hebat, Khun Yada,” balas Krit menanggapi.

“Sekarang beritahu aku dimana Khem berada?”

Krit memandang tajam kearah Tassana, lalu karena menyadari maksud Krit. Tassana memberitahu Krit bahwa website mereka rusak dan itu berarti mereka kehillangan 10 juta, setiap detik adalah uang, serta nasib karyawan mereka bukan hanya tentang Krit saja.

“Tapi aku tidak akan kalah. Kamu dengar aku?” kata Krit bersikeras.

Yada yang mendengar itu, menyuruh Krit untuk jangan berbohong, karena kejadian ini akan berlangsung selama 20 menit. Jadi itu berarti hari ini, T-Mart akan kehilangan 30 juta dari pendapatannya,”Waktu tidak pernah menunggu, Sharkrit.”


Akhirnya Tassana lah yang menjawab Yada, ia memberitahu bahwa Khem ada bersamanya dan ia pun meminta maaf, karena saat itu ia takut Khem akan kabur, jadi itu kenapa ia tidak menceritakan dari awal. Tapi saat ini Khem telah pergi.

“Aku tau dimana Khem sekarang. Jadi suruh orangmu berhenti,” kata Krit memotong penjelasan Tassana.

“Baiklah. Tapi kamu harus mengaku bahwa kamu kalah dariku hari ini.” Balas Yada.

Krit tampak ragu, tapi ia pun mengakui kekalahannya melawan Yada hari ini. Setelah mengatakan itu wajah Krit tampak mengeras, tapi pada saat yang sama semua lampu hidup.

Semua karyawan bertepuk tangan karena senang. Lalu Nee memerintahkan mereka untuk mengecek semuanya terlebih dahulu.

Krit tampak marah dan meninggalkan Tassana begitu saja.


Nee kembali dan menghampiri Tassana serta menanyai bagaimana bisa Yada mengembalikan semuanya begitu saja. Jadi Tassana memberitahukan kepada Nee bahwa itu karena Yada telah mendapatkan jawaban yang diinginkannya, yaitu tentang keberadaan Khem.

Mendengar penjelasan Tassana tentang Khem yang tinggal ditempatnya, membuat Nee kaget. Karena sekarang beberapa customer mereka telah membatalkan keanggotaannya, dikarenakan kejadian tadi. Dan itu menyebabkan mereka kehilangan banyak.

“Panggil team promosi ke ruang rapat. Kita akan membuat iklan baru,” jawab Tassana pelan.
“Masalah hari ini adalah karena Khemika. Mengapa kita harus sampai seperti ini untuk seorang gadis seperti itu?!” kata Nee menghentikan Tassana yang baru akan pergi.

Dan karena pertanyaan Nee, Tassana pun berbalik dan membalas,”Khun Khem lebih penting daripada yang kamu pikirkan.”

“Mengapa kamu menolong Khemika? Atau itu perintah P’Krit? Apapun yang P’Krit suruh, kamu pasti menurutinya. Apa kamu ingin menjadi orang baik yang membalas kebaikan P’Krit kembali sampai kamu mati?”

“Bukan karena untuk membalas kebaikan Krit. Aku menerima Khun Kem kerumahku adalah karena …” balas Tassana emosi, tapi ia tiba-tiba terdiam sesaat, lalu lanjutnya pelan,”Aku mau membersihkan dosa,” kata Tassana lalu segera berbalik dan pergi meninggalkan Nee.

Dilok sudah bersiap mau keluar dari rumah sakit. Dan Chat yang menemaninya, terlihat sangat malas. Lalu pada saat Mon kembali, ia segera menghampiri Ibunya itu.

“Setelah semuanya, ia malah ingin keluar dari rumah sakit,” kata Chat kesal.

“Kita membawanya keluar, tapi apa yang harus kita lakukan jika Yada tau?”

“Sekarang aku adalah pacarnya Khun Krit. Jadi aku tidak takut apapun. Aku akan membalasnya balik jika ia melakukan sesuatu padaku. Aku bisa melakukan apapun seperti didrama,” kata Chat memberitahu Ibunya yang tampak khawatir. Dan mendengar itu Mon pun menjadi lega serta memuji anaknya, lalu bersama mereka kembali mendekat kearah Dilok yang telah menunggu.

Dilok menyuruh mereka untuk segera pergi, tapi Chat membalas bahwa ia akan memanggilkan perawat untuk mendorong kursi roda Dilok. Tapi dilok langsung menolak dan menyuruh mereka yang mendorong kursi rodanya.

Mon memukul pelan bahu anaknya dan dengan riang menyuruh Chat untuk menolak serta memberitahukan kepada Dilok bahwa Chat sudah memiliki pacar. Jadi Chat pun menuruti Ibunya itu, katanya,”Kamu menyuruh orang yang salah. Ibuku lebih kuat daripada aku. Lagian aku baru saja mencat kuku ku, paman.”

Mendengar jawaban anaknya yang tidak terduga, Mon  pun menjadi kesal dan marah, tapi dengan tegas Chat menyuruh Ibunya untuk segera melakukannya. Jadi dengan terpaksa Mon pun harus mendorong kursi roda Dilok.

Sebelum Mon sempat mendorong, ia merasa heran dengan Dilok yang tampak aneh, jadi ia pun bertanya. Lalu pada saat itu ia menyadari bahwa Khem datang dan berdiri dihadapan mereka.

Dilok yang melihat Khem, segera berdiri dari kursi rodanya dan mendekati Khem yang menangis sambil memanggilnya ‘Ayah’. Jadi ia tersenyum dan membuka tangannya.
Khem berlari dan langsung memeluk Ayahnya sambil meminta maaf. Lalu dengan menangis ia mengajak Ayahnya untuk pulang. Dan Dilok memang tidak mengatakan apapun, tapi dengan rasa rindu ia memeluk anaknya itu.

Dari jauh, Mon mengomentari bahwa kini peran utama telah kembali dan mencuri adegan Chat. Jadi Chat pun menjadi kesal, tapi ia tidak bisa membalas perkataan Ibunya itu.

Yada dan Trai yang mendengar kabar kepulangan Khem segera pulang dengan cepat dan menemuinya. Lalu dengan rasa rindu, Yada langsung memeluk Khem saat melihatnya.

“Aku..” kata Khem pelan, tapi dengan segera dipotong oleh Yada yang dengan perhatian mengatakan bahwa Khem tidak perlu mengatakan apa-apa sekarang.

“Tapi bolehkah aku bicara?” tanya Trai, lalu saat Khem berbalik, lanjutnya,”Jangan membuat kami khawatir lagi. Aku mohon,” katanya dan memeluk Khem.

“P’Khem, jangan lakukan kebodohan apapun lagi karena bajingan seperti dia,” kata Trai menasehati Khem.

“Trai. Khun Sharkrit itu baik.”

“Apa kamu tidak tau tentang dia yang mencuri perusahaan kita?”

“Aku tau. Dan aku akan mendapatkan B-Star kembali.”

Yada memotong pembicaraan mereka berdua dan memberitahu Khem bahwa itu tidak mungkin, karena dia dan Trai sudah membicarakan hal ini dengan semua pengacara, tapi mereka semua menjawab kalau dia dan Trai akan kalah melawan Krit.

Dengan tenang Yada memberitahu bahwa mereka tidak perlu untuk melawan Krit. Dan mendengar itu Yada menjadi heran, tapi pada saat itu Dilok datang serta menyuruh mereka untuk tidak perlu membahas tentang perusahaan lagi.

“Kamu tinggal dirumah dan jaga aku, Khem. Kita bisa pergi berjalan-jalan ke Eropa nanti. Untuk kerjaan, biarkan Yada yang mengurus itu.”

Khem menolak tawaran Ayahnya dan bersikeras bahwa ia akan kembali bekerja. Lalu sebelum mereka bicara, Khem langsung masuk kedalam  dan meninggalkan mereka.

Trai dan Dilok pun ikut masuk kedalam rumah juga. Sedangkan Yada terlihat memikirkan itu.

Tassana menemui Krit serta menanyai maksudnya. Jadi Krit memberitahu bahwa dalam game barunya, ia harus menggunakan Khemika. Dan tentu saja Tassana tidak terima mendengar itu.

“Kamu sudah memiliki catatan rahasia itu sebagai kartumu, kenapa kamu tidak menggunakannya? Pakai saja kartu itu, Dilok akan masuk kepenjara dan biarkan hukum yang mengurusnya, tidak bisakah kamu melakukan itu saja?!”

Krit menolak dengan tegas, sebab ia tidak terima bila hanya seperti itu. Ayahnya telah dipenjara selama 20 tahun. Jadi Krit ingin semua yang terlibat dengan Dilok harus menderita juga.

“Bagaimana denganku? Apa aku harus tau betapa menderitanya kamu juga? Kamu yakin menganggap aku sebagai temanmu?! Atau kamu menganggapku sebagai bawahan mu? Teman tidak saling memanfaatkan.” Kata Tassana marah, lalu pergi meninggalkan Krit.
Dan Krit yang mendengar itu juga menjadi marah, lalu membanting jasnya kelantai. Serta menatap dengan tajam.

1 Response to "Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 3 - 1"

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN