Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 5 - 3



Company name : Citizen Kane
Dirumah Tassana. Khem menangis ketika mengingat bahwa kakaknya akan menikah dengan Krit. Tapi ketika Tassana menghampirinya, dengan cepat ia menghapus air matanya.


Melihat Kwan, Khem merasa iri dan ingin menjadi seperti Kwan yang tidak perlu untu bertemu dengan orang-orang yang tidak ingin ia temui, seperti Krit dan Yada.


“Aku masih tidak percaya bahwa mereka berdua akan menikah. Karena Krit tidak akan mau berkomitmen dengan wanita manapun,” kata Tassana.

“Dan jika mereka beneran menikah, apa itu berarti Khun Krit mencintai P’Da?” tanya Khem.

“Kamu peduli pada siapa? Jika kamu tidak bisa melepaskannya, maka itu akan menyakitkan.” jawab Tassana tegas, sehingga Khem terdiam.

Khem menghampiri Kwan yang berada didalam rumah dan sedang sibuk untuk mengerjakan tugasnnya. Dan Tassana juga ikut masuk kedalam rumah, lalu menyemangati Khem untuk menjadi dirinya sendiri.

Tapi Khem tetap mau menjadi seperti Kwan. Karena menurutnya Kwan memiliki tujuan dalam hidupnya, sedangkan dirinya sendiri tidak tau harus melakukan apa.

“Kamu tidak suka pekerjaanmu?” tanya Kwan kepada Khem.

“Tidak seperti itu. Tapi pekerjaanku tidak sebagus seperti pekerjaan P’Da. Semua yang aku lakukan adalah duduk didepan komputer,” jawab Khem.



“Semua pekerjaan itu bagus. Aku pikir, seseorang yang bekerja dengan angka adalah orang yang pintar,” kata Tassana sambil tersenyum kepada Khem.

Mendengar itu, Khem menjadi senang dan semangat. Lalu dengan cepat ia menawarkan diri untuk membantu Kwan sebagai accounting. Dan Kwan dengan bahagia, menarik Khem untuk mendekat ke arah Tassana.


“Kamu harus bertanya dengan pemegang saham utama dulu,” kata Kwan, senang.

“Aku memberimu izin. Tapi itu hanya untuk kita bertiga, tidak ada orang lain yang boleh bergabung,” balas Tassana, menyetujui Khem yang ingin bergabung dengan mereka.


Dan dengan senang, Khem melakukan high five dengan Kwan. Ia juga  menyetujui semua syarat dari Tassana. Karena ia juga ingin bisa melakukan sesuatu, seperti yang orang lain lakukan.


Tassana menemui Yada untuk memastikan tentang Krit dan menghentikan Yada, karena ia mengkhawatirkan tentang Khem yang baru saja tenang setelah mengalami kejadian dulu itu.

“Khem sudah dewasa. Jangan khawatirkan dia,” balas Yada tenang.


Tassana yang sebenarnya juga mengkhawatirkan Yada, menyuruh Yada untuk mundur dari pernikahan itu sebelum terlambat. Dan ia juga menawarkan diri untuk membantu Yada, jika memang ada yang bisa ia bantu.

“Bisakah kamu menjamin, jika aku membatalkan pernikahanku, keluargaku akan selamat? Bisakah kamu melindungin Ayahku biar dia tidak masuk kepenjara?” tanya Yada secara beruntun.


Mendengar semua hal itu, Tassana tidak bisa menjawab. Dan Yada pun memberitahu bahwa Krit telah mengembalikan semua bukti tentang Ayahnya itu, tapi ia tidak percaya bahwa itu memang sudah semuanya.

“Aku akan memperhatikannya. Dan menemukan bukti untuk membalasnya. Ini satu-satunya solusi ku,” jelas Yada, lalu bangkit berdiri dan pergi.


Setelah Yada pergi, Tassana berbicara sendiri,”Pada akhirnya, Krit akan memakai segala cara yang mungkin untuk memasukan Ayahmu kedalam penjara.”



Kepada Yada, Nikky menjelaskan bahwa untuk pesta pernikahan Yada dan Krit nanti, ia akan menggunakan tema Princess. Tapi Yada menolak dan meminta Nikky untuk membuat sesuatu yang sederhana serta sedikit biayanya.


“Tapi aku ingin pernikahan yang mewah. Dan yang sempurna. Aku ingin semua tamu, terkesan,” kata Krit menghampiri mereka berdua.

“Itu adalah pernikahanmu. Terserah kamu mau melakukan apa,” balas Yada.



Saat Yada ingin pergi, dengan cepat Nikky menahan dan mengajak Yada untuk mentes pakaian pengantin dahulu. Dan dengan sedikit paksaan, Nikky menarik Yada untuk mengikutinya.


Dengan semangat, Nikky mulai membanggakan semua koleksi baju pengantin yang ia miliki dan memperlihatkan itu. Tapi Yada sama sekali tidak tampak tertarik, bahkan ia tidak mau melihat kearah Nikky sama sekali.

Dan dari belakang Krit datang, lalu menyuruh Nikky untuk membiarkan Yada mencoba semuanya satu-persatu.

“Tidak perlu. Kamu bisa memilih yang mana saja untukku,” kata Yada santai kepada Nikky.

“Kamu harus pilih sendiri. Karena ini untuk acara sekali seumur hidup bagimu,” balas Nikky.



“Tapi ini adalah kedua kalinya untuk Sharkrit. Atau bahkan tiga atau empat kali, siapa yang tau. Dan karena Sharkrit lebih memiliki banyak pengalaman, maka biarkan dia yang memilih,” kata Yada, lalu pergi dari sana.

Nikky mulai sibuk untuk memilih baju pengantin, tapi saat ia berbalik untuk menunjukan itu kepada Krit. Krit telah pergi menyusul Yada.


“Kamu ingin seluruh dunia tau bahwa kamu tidak mau menikah?” panggil Krit menghentikan Yada.

“Kamu ingin aku bersemangat dan bahagia seperti pengantin yang lain? Maaf, aku tidak bisa.” Balas Yada.


Pada saat itu Nee datang kesana. Dan Krit langsung menjelaskan bahwa ia yang memanggil Nee untuk datang dan membantu Yada. Setelah itu Krit mendekat wajahnya kepada Yada.

“Karena kamu hanya milikku,” bisik Krit.


Nee yang melihat itu, melihat seolah-olah Krit sedang mencium Yada. Dan Nee tampak tidak senang, tapi saat Krit mendekatinya dan meminta Nee untuk membantu. Nee hanya bisa menjawab Ya.


Yada mencoba pakaian pengantinnya, tapi bukan membantu atau melihat, Nee sibuk bermain hp. Tapi saat Nikky datang serta memuji Yada yang tampak cantik, Nee tidak setuju.


Yada kembali mencoba pakaian pengantin yang lain. Dan lagi-lagi Nee malah tidak melihat sama sekali dan sibuk bertelponan. Tapi saat Nikky bertanya padanya, Nee dengan cepat tidak setuju.


Yada mencoba pakaian pengantin yang lain. Dan dari jauh Nee memandang nya dengan iri. Sedangkan Nikky terus memuji-muji Yada yang tampak cantik memakai baju itu. Dan setelah itu, lagi-lagi Nee tidak setuju.




Yada mencoba pakaian pengantin yang lain lagi. Lalu saat melihat itu, Nee tersenyum serta membayangkan dirinya sendiri yang memakai baju itu. Dan menjadi pengantin Krit.


Nikky yang melihat Nee diam sambil tersenyum sendiri, menyadarkan Nee dan menanyakan pendapatnnya. Tapi lagi-lagi, Nee tidak setuju dan menolak, sehingga Nikky pun menjadi bingung karena mereka harus mencoba yang lain lagi.


“Tidak perlu. Aku pilih yang ini, Khun Ky,” kata Yada menyela.

“Masih ada gaun lain yang lebih cocok denganmu,” balas Nee.

“Apa kamu yang menjadi pengantin atau aku?” tanya Yada.

“Tapi P’Krit memberiku hak untuk membuat keputusan!”
“Tapi aku tidak! Aku mau yang ini, Khun Ky.” Kata Yada dengan tegas, sehingga Nee tidak bisa mengatakan apapun lagi. Sedangkan Nikky tentu senang dan menyetujui pilihan Yada.


Nee yang tidak terima, mulai mengatai Yada. Tapi dengan berani, Yada membalas dan menyuruh Nee untuk bersikap hormat kepadanya sebelum terlambat, karena bagaimana pun ia akan menjadi kakak ipar Nee sebentar lagi.

Krit memberikan pakaian baru untuk Kwan serta mengundangnya ke acara pernikahan. Dan dengan senang, Kwan menerima itu. Tapi Tassana yang ketika itu baru pulang, segera menyuruh agar Kwan tidak mencoba itu.


“Tidak peduli apapun, aku tidak akan membiarkan Kwan menghadiri pernikahanmu,” tegas Tassana.

“Jangan khawatir Na. Aku sudah mempersiapkan segalanya untuk melindungin Kwan dari alerginya,” kata Krit. Tapi sebelum ia selesai bicara, Tassana langsung memotong perkataannya.

“Apa kali ini kamu akan benar-benar menikah?”

“Ya. Bila tidak, aku tidak mungkin datang dan mengundang Kwan.”

Kwan ikut berbicara dan mengatakan pada Tassana bahwa ia ingin pergi. Dan setelah mendengar itu, Tassana tidak bisa menahan Kwan, jadi ia pun pergi meninggalkan Kwan bersama Krit.

Setelah Tassana pergi, Kwan mengakui bahwa ia masih menggangap Krit sebagai kakaknya. Tapi ia ingin Krit berjanji bahwa Krit tidak akan menyakiti perasaan wanita lagi.

Bukannya menjawab, Krit mengalihkan pembicaraan dan menanyakan tentang apakah Kwan menyukai pakaiannya.


Ketika Kwan mengantar Krit keluar, ia melihat bawahan Krit datang sambil membawa kardus. Dan menyadari keheranan Kwan, Krit menjelaskan.

“Aku lupa bilang ke kamu.  Aku akan meninggalkan itu dengan kamu untuk sekarang.”

“Apa yang ada didalam kotak itu?”

Hanya foto lama. Aku sering berpindah-pindah dan aku takut bisa menghilangkan itu. Tapi kali ini, itu tidak akan dipindahkan kemanapun lagi.”

“Tentu. Tidak seorangpun yang masuk kesana,” balas Kwan sambil tersenyum.

Setelah bawahannya telah selesai, Krit pun menyuruh agar Kwan masuk duluan. Dan setelah itu, ia pun ingin pergi. Tapi tiba-tiba Tassana muncul dan menanyakan apa yang sedang ia lakukan.

Krit tampak gugup dan menanyakan maksud pertanyaan Tassana. Jadi Tassana memberitahu bahwa apa yang ia tanya adalah alasan Krit mengundang Kwan.

“Aku hanya ingin Kwan melihat dunia luar,” jelas Krit.

“Terakhir kali, kamu tidak mengundang Kwan ke pernikahan karena kamu telah berencana melarikan diri. Dan kali ini, apa yang terjadi?”

“Aku ingin menikahi Yada.”

“Sekarang keluarganya telah terpisah. Tidak bisakah kamu berhenti?”


Krit membalas tidak, lalu menanyakan apakah Tassana jadi keluar dari perusahaan atau tidak. Dan lalu Tassana mengingat tentang perkataan Yada yang menyebutkan bahwa ia ingin mencari bukti untuk dapat membalas Krit.

“Aku tidak jadi keluar. Senangkah sekarang?” jawab Tassana.



Krit menyentuh bahu Tassana serta berterima kasih karena Tassana masih mau menggangap nya sebagai teman. Setelah itu, Krit pergi.



Direstoran. Krit berterima kasih, karena Nee sudah mau mengantarkan Yada kepadanya. Dan setelah itu, Nee ingin pergi, tapi Yada menghentikan Nee dan mengajaknya untuk bergabung bersama mereka.

Saat melihat Krit yang hanya diam sambil tersenyum memandang Yada, Nee langsung menolak dan berjalan ingin pergi. Tapi lalu Krit memanggil Nee.


“Pa akan mengirimkan orang untuk menghadiri pernikahanku. Aku sudah menyuruh bawahanku. Dan aku ingin kamu yang mengurus para tamu,” jelas Krit. Dan Nee menyetujui, setelah itu ia pun pergi.


Yada protes kepada Krit yang selalu menyuruh ini dan itu kepada orang, saat orang itu terlihat tidak mau. Tapi Krit mengabaikan itu dan dengan lembut, ia memegang tangan Yada.


“Kamu harus membuat setiap orang dikeluarga mu hadir ke pernikahan kita,” tegas Krit.

“Aku sudah bilang ke semuanya,” balas Yada.

“Dan yang paling penting, Ayah mu harus mau berjalan di sisimu.”


Saat mengingat tentang pernikahan Krit dan Yada, Nee menjadi sedih. Ia duduk dan menangisi segalanya. Tepat ketika itu, Trai yang datang ke restoran untuk menjemput Yada, melihat Nee. Jadi Trai menghampiri Nee.


“Aku pernah tidak mengira, bisa melihat kamu seperti ini,” kata Trai.

“Aku manusia, bukan robot. Aku menangis ketika sedih. Aku tertawa ketika bahagia. Apa yang aneh?” balas Nee.

Trai berusaha untuk membuat Nee sadar bahwa Krit bukanlah yang terbaik baginya, karena sebentar lagi Krit akan menikahi Yada, jadi seharusnya Nee bisa melepaskannya dengan lebih mudah.


Tapi Nee tetap tidak mau melepaskan Krit, karena baginya Krit adalah segalanya, sehingga walau bagaimanapun ia tidak akan pernah merubah pikirannya.

“Mungkin saja sejarah akan terulang lagi,” kata Nee kepada Trai yang menjadi bingung dengan maksudnya.


Yada menatap tajam kearah tangan Krit yang memegangnya. Dan menyadari maksud Yada, Krit pun melepaskan pegangannya.

“Aku suka kamu yang seperti ini. Tenang dalam menghadapi situasi,” kata Krit memuji sikap Yada yang masih tetap tenang, tidak seperti biasannya.


“Tidak. Aku tenang, menunggu giliranku untuk membalasmu. Seseorang yang suka menggunakan paksaan seperti mu, akan aku balas. Mata untuk mata, gigi untuk gigi. Jadi berhati – hati lah,” balas Yada.

“Menakutkan. Aku mungkin tidak bisa tidur malam, aku takut kamu akan memotong leherku saat malam. Tapi ketika kamu menjadi milikku, kamu tidak akan bisa melakukan apapun, kecuali melayani suamimu.” Kata Krit sambil tersenyum tanpa rasa takut.


Yada kembali bersandar dikursinya saat mendengar perkataan Krit itu, lalu ia pun menolak untuk tinggal di hotel kecil serta menolak untuk pergi bulan madu.

Tapi Krit tidak mau mengikuti permintaan Yada dan mau mereka tetap tinggal dihotel saja serta pergi bulan madu juga,

“Kemudian tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi,” kata Yada, lalu bangkit dari duduknya.


Sebelum Yada pergi, Krit kembali mengingatkan Yada dengan tegas. Yaitu Yada harus mengundang seluruh keluarganya, khususnya Ayahnya.



Trai menahan Nee serta menyakan maksud dari perkataan. Jadi Nee menjelaskan,”Pernikahan Krit dan Khemika batal karena pengantin pria menghilang. Jadi untuk pernikahan ini…”

Sebelum Nee selesai berbicara, Trai langsung memotong dan menyuruh Nee agar tidak melakukan hal yang gila.

Tepat saat itu, Nee melihat Yada dan Krit, sehingga ia pun segera pergi meninggalkan Trai tanpa mengatakan apapun.


Krit mengikuti Yada keluar dari restoran, ia menawarkan diri untuk berbicara kepada Dilok, tapi Yada segera menjawab tidak. Dan Krit lalu mengancam Yada bahwa ia akan membuat semua orang tau alasan mengapa Yada mau menikahinya.

Tapi tentu saja, Yada tidak mau siapapun dikeluarganya mengetahui itu. dan dengan tegas, Yada meminta agar Krit berhenti bermain-main serta mengganggu keluarganya.


Saat Yada berbalik untuk pergi, Trai muncul dihadapannya. Sehingga Yada menjadi panik, tapi saat ia menyadari bahwa Trai tidak ada mendengarkan apapun. Ia pun langsung mengajak Trai pergi.

“Kamu tidak menyapa kakak iparmu?” tanya Krit menghentikan Trai.

Trai menolak Krit menjadi keluarganya. Dan Krit membalasnya dengan tersenyum, tapi ia lalu seperti mengintimidasi Yada.

“Hari apa aku harus datang, Da?” tanya Krit.


“Tidak perlu. Aku bisa mengurusnya sendiri,” balas Yada cepat, lalu menarik Trai untuk pergi.


Ketika Yada masih tetap mau menikah dengan Krit, Trai pun menjadi heran dan menanyakan alasan Yada, kenapa Yada mau menikahi Krit? Apakah Krit yang memaksa Yada?

Tapi Yada sama sekali tidak mau memberitahu alasannya serta menyangkal bahwa Krit telah memaksanya.

“Apa kamu kira dengan menikah dia, segalanya akan membaik?” tanya Trai masih tidak mengerti dengan Yada.


“Aku tidak tau. Tapi aku akan melakukan sesuatu agar hal buruk tidak terjadi kepada keluarga kita lagi,” balas Yada mencoba membuat Trai mengerti. Lalu dengan sedih dan putus asa, Yada memohon agar Trai mau menolongnya.


Dilok dengan tegas masih menolak untuk hadir dipernikahan Yada, bahkan ia sama sekali tidak mau mendapingin Yada. Dan karena itu, dengan sangat memohon Yada berlutut meminta kepada Ayahnya. Tapi Dilok malah menjauhkan diri darinya.


Chat dan Mon yang berdiri dibelakang, malah mengejek Yada yang benar-benar berlutut dan memohon seperti itu. Mereka juga mengatai Yada bahwa seharusnya Yada membawa calonnya untuk datang dan berbicara bersama.

Walaupun sedih dan sakit mendengar semua itu, Yada tetap diam dan tidak membalas apapun. Ia menunggu sampai Dilok mau berbicara padanya.

Karena kesal mendengar semua itu perkataan Mon dan Chat yang terus mengatai Yada. Trai pun berdiri, lalu dengan tegas menyuruh mereka berdua untuk diam.


Setelah itu melihat, saat Trai berbalik dan melihat pandangan Yada yang memohon pertolongannya. Maka Trai pun ikut membujuk Dilok untuk hadir dipernikahan Yada.

“Bagaimana orang akan melihat kita? Dimasa lalu, kita telah terkena berita skandal. Jadi bila kini kita menghadiri pernikahan P’Da, itu akan menunjukan bahwa kita masih saling mengasihi. B-Star dan T-Mart akan makin erat daripada sebelumnya. Ini adalah situasi menang- menang, yah,” jelas Trai cepat.

Mendengar perkataan Trai, Khem yang duduk dipinggir menjadi tidak nyaman. Sedangkan Dilok kelihatan memikirkan itu.

“Ketika setiap orang menghadiri pernikahan Khun Da, maka mereka akan melupakan tentang pernikahan Khun Khem,” kata Mon tiba-tiba ikut membujuk Dilok.


Khem tampak kesal, saat Mon berbicara sambil memandanginya dengan tersenyum mengejek.

Yada kembali memohon kepada Dilok. Dan akhirnya Dilok setuju untuk hadir didalam pernikahan Yada. Sedangkan Khem tetap menolak untuk hadir.


“Khem, suatu saat kamu akan mengerti. Tapi kali ini, tolong,” pinta Yada memohon. Dan walaupun merasa sedih, Khem akhirnya mau hadir dengan alasan bahwa ia datang untuk menemani Kwan.


Saat Dilok dan Khem telah pergi dari ruangan, tanpa memperdulikan Yada yang tampak sedih, Chat malah dengan senang berbicara dengan Mon tentang pernikahannya nanti bersama dengan Kasin.

Bahkan dengan tatapan mengejek, Mon melihat Yada.


Yada yang sedang sendirian untuk menenangin dirinya, merasa kaget saat tiba-tiba Kasin datang sambil membawa bunga dan berlutut dihadapannya.

Yada sama sekali tidak mau berbicara dengan Kasin lagi dan ingin pergi masuk kedalam rumah. Tapi Kasin menahannya dan meminta maaf kepada Yada, karena ia telah membuat kesalahan dan lalu Kasin menyalahkan Chat yang telah sengaja menjebaknya.



“Jika kamu tidak pergi kesana dengan Chat, maka ini tidak akan terjadi. Dan ini bukan pertama kalinya. Ketika aku pulang ke Thailand, kamu telah pergi berkencan dengan wanita lain,” kata Yada, menolak memaafkan Kasin.

“Dan bagaimana aku bisa yakin, saat kamu di Thailand, kamu tidak pergi kencan dengan pria lain?” balas Kasin, kurang ajar. Sehingga Yada menjadi marah dan melepaskan tangan Kasin yang menahannya.


“Kita berkencan untuk bisnis, melebihi daripada cinta. Aku sama sekali tidak terkejut mengapa kita bisa putus semudah ini,” balas Yada, marah.

Yada berusaha melepaskan dirinya dari Kasin, saat tiba-tiba Kasin memeluknya dari  belakang serta menahannya untuk pergi masuk kedalam rumah.


Tepat ketika itu, Chat datang dan melihat itu. Lalu dengan marah, Chat menarik Kasin dan menyuruh agar Yada melepaskan Kasin. Tapi bukan Yada yang tidak mau melepaskan Kasin, melainkan Kasin yang tidak mau melepaskan nya.
  

Akhirnya Yada berhasil mendorong Kasin menjauh darinya. Dan setelah itu, Kasin langsung berbicara dengan tegas kepada Chat bahwa Yada adalah pacarnya yang sebenarnya.

“Dalam beberapa hari, Khun Da akan menikah dengan Sharkrit,” kata Chat memberitahu.


Kasin menjadi kaget dan menatap Yada tidak percaya, tapi tanpa mau menjelaskan apapun Yada pergi meninggalkan Kasin. Sedangkan Chat dengan kasar merebut buket bunga ditangan Kasin dan marah-marah, karena Kasin telah tega padanya.

Tapi Kasin hanya diam saja.


Didalam rumah. Kasin tetap menolak untuk menikahi Chat, walaupun Mon dan Chat terus memaksanya.

“Mana ada wanita baik-baik yang mau sendirian dengan pria mabuk? Kamu sengaja melakukan itu untuk menangkapku kan!!” tuduh Kasin.

Dengan cepat serta secara serentak, Mon dan Chat mengiyakan.


Karena sudah malas berbicara dengan Mon serta Chat, maka Kasin pun bangkit berdiri untuk pergi. Tapi dengan bangga Chat menghentikannya dan berbicara bahwa ia telah berhasil menangkap Kasin, sehingga Kasin tidak akan bisa pergi kemana pun.

“Anakku dan aku bisa saja pergi ke media untuk memberitakan tentang kamu yang telah menidurinya. Karena kamu tidak masalah. Tapi kamu, apa kamu berani merusak reputasi keluargamu? Dan yang lebih penting, bisnism juga bisa ikut bangkrut,” ancam Mon.


Chat tanpa malu, langsung mengajak Mon untuk mencari tanggal pernikahan yang baik. Sedangkan Kasin tampak tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa diam.

Bahkan saat Chat memeluknya, Kasin tidak mendorongnya seperti biasa, malahan ia membiarkan Chat memeluknya.



Dihari H pernikahan. Krit telah bersiap dan tiba di gereja. Semua perlengkapan serta hiasan sudah sempurna.



Di ruangan lain, Yada sama sekali belum berganti pakaian. Malahan dengan agak ragu, ia memperhatikan pakaian pengantin yang harus dikenakannya.


Para tamu undangan telah datang dan dengan ramah Krit menyambut mereka di depan pintu. Dan pada saat itu, Dilok beserta keluarga dan Mon serta Chat datang.

“Terima kasih sudah mau menghadiri pernikahanku dengan Khun Da,” sambut Krit. Tapi dengan sinis, Dilok membalas bahwa ia datang untuk Yada bukan karena Krit.


Ketika Dilok baru melangkah selangkah kedalam, Chat malah berteriak dan menanyakan mengapa ada mafia yang datang.

“Itu orang penting,” bisik Mon segera.


“Mr. Joe ada disini, atas nama Ayahku, “ kata Krit memperkenalkan orang tersebut kepada Dilok. Tapi Dilok sama sekali tidak melihat kearah Joe, malahan ia menatap heran kearah pistol di saku jas anak buah Joe.

Setelah Krit selesai memperkenalkan mereka berdua, Joe masuk kedalam. Sedangkan Dilok yang masih berada diluar, diancam oleh Krit.

“Sudah telat untuk kembali sekarang. Jangan memikirkan hal itu,” ancam Krit. Tapi tanpa memperdulikan ancaman itu, Dilok dan Trai masuk kedalam.

“Khun Khem. Saat pernikahanmu, tidak adakah orang dari keluarga Krit yang hadir?” tanya Mon halus, tapi mengejek.

“Yeah Mom, aku juga bertanya-tanya.” Tambah Chat semangat.

Khem hanya diam saja dan tidak bisa menjawab. Sehingga Krit pun membantunya, ia menyuruh Mon serta Chat untuk berhenti membicarakan masa lalu dan masuk saja ke dalam.

Saat Mon dan Chat juga sudah masuk kedalam, Khem tetap berada diluar, karena ia ingin menunggu Kwan. Tapi saat ia melihat Krit yang bersikap biasa saja padanya, Khem menjadi emosi dan menanyakan maksud Krit yang memaksanya untuk datang.

“Ini pernikahan kakakmu. Bagaimana mungkin kamu tidak hadir? Lagian, aku ingin semua anggota keluarga Methasit untuk menyambut anggota baru mereka,” jelas Krit.


“Tidak seorangpun dalam keluargaku yang menyambutmu,” balas Khem dingin.

“Memang itu yang aku mau. Jadi kalian akan tau, betapa menyiksanya saat keluarga mu terbakar dalam api. Dan segera, kamu tidak akan mempunyai seorang Ayah. Juga kamu akan tau, seorang anak dari keluarga yang rusak, betapa menyenangkannya itu,” kata Krit lebih dingin serta tajam.

Dan Khem terdiam sambil menatap tidak percaya kepada Krit yang berada didepannya.

Saat Yada sedang mau bersiap dibantu oleh Nikky yang cerewet seperti biasa. Tiba-tiba saja Kasin datang dan mengajak Yada untuk melarikan diri bersamanya.

Kasin menarik Yada keluar dari dalam gedung, lalu ia mengajak Yada untuk pindah Zurich serta menikah dengannya disana. Tapi Yada menolak dan mendorong Kasin untuk menjauhinya.

Kasin tetap bersikeras membujuk Yada. Tapi Yada menolak dengan alasan, karena Kasin telah tidur bersama dengan Chat dan Yada pun mengakui bahwa ia menikah dengan Krit adalah karena ia mencintainya.


Tepat ketika itu, Krit bersama bawahanya muncul dari belakang. Dan lalu Krit menyuruh bawahannya untuk menahan Kasin, tapi Kasin melawan balik pada mereka semua.

Sayangnya, Kasin kalah.

Melihat situasi yang seperti itu, Yada segera meminta agar Krit berhenti. Tapi pada saat itu, Kasin malah bangkit sambil mengambil kayu dan menyerang anak buah Krit.

Dan sayangnya, ia kalah lagi.

Ketika Kasin bangkit dan ingin menyerang lagi. Krit langsung mengambil pistol dari anak buahnya dan mendekati Kasin, lalu mengarahkan itu kepada Kasin.

“Aku tidak mau melihat darah di pernikahanku,” kata Krit mengancam.

Kasin yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa diam dan membiarkan anak buah Krit menariknya pergi dari sana.

Lalu tanpa berbasa-basi menanyakan keadaan Yada, Krit langsung menyuruh agar Yada segera berganti pakaian.

Sebelum Krit berjalan meninggalkannya, dengan cepat Yada menahan tangan Krit dan menanyakan apa yang sebenarnya akan Krit lakukan. Dan saat Krit hanya diam, Yada meminta agar Krit jangan menyakiti Kasin.

“Aku ingin memberinya pelajaran,” aku Krit.

“Tapi negara ini mempunyai hukum,” balas Yada cepat.

“Tapi aku percaya pada hukumku. Cepat ganti pakaian,” perintah Krit, seperti tidak ingin dibantah.


“Apa kamu pernah membunuh orang sebelumnya?” tanya Yada, tapi Krit tidak menjawab. Dan dari jauh, tampak Nee yang memperhatikan mereka.

“Aku tidak bisa menikahi kamu lagi. Aku tidak bisa bersama dengan orang seperti itu. Aku bisa mentoleransi bisnis kotormu dan pengkhianatanmu pada orang lain. Tapi menyuruh seseorang untuk membunuh sesama manusia sepertimu. Aku tidak bisa,” jelas Yada, lalu berniat pergi.

Tapi Krit dengan cepat menahan tangan Yada. Dan ketika Krit melihat Yada yang tetap bersikeras seperti itu, ia pun menyetujui untuk tidak menyakiti Kasin.

Setelah Krit berjanji padanya, Yada pun kembali kedalam ruangan.

Dari jauh Nee terlihat mulai memikirkan rencana.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

2 Responses to "Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 5 - 3"

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN