Wednesday, March 7, 2018

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 6 - 1

1 comments




 Company name : Citizen Kane

Disaat Khem masih menunggui kedatangan Kwan, Krit kembali. Dan melihatnya Khem menjadi kurang nyaman, jadi ia mengeluarkan hp nya untuk menghubungin Kwan.

“Tidak perlu telpon. Mereka sudah tiba,” kata Krit memberitahu Khem, ketika ia melihat mobil Tassana telah tiba.

Dua bawahan Krit, menghampiri mobil Tassana. Mereka menyambut Kwan yang turun dari mobil dan memanyunginnya. Dan dengan senang, Kwan mendekati Khem, lalu memeluknya.
“Aku senang melihat kamu. Ini mungkin pertama kalinya aku keluar dari rumah setelah sepuluh tahun,” kata Kwan senang.


Krit turut senang melihat Kwan tersenyum, lalu dengan sopan ia meminjamkan lengannya untuk dipegang oleh Kwan. Dan bersama mereka masuk kedalam.

Tassana menyadari tatapan tidak suka Khem saat melihat Kwan dan Krit masuk berdua kedalam. Jadi ia pun meminjamkan lengannya untuk dipegang oleh Khem. Dan setelah itu, bersama mereka masuk kedalam.

Ketika telah selesai berdandan, dengan ragu Yada mengambil baju pengantin yang dipegang oleh Nikky. Tapi tepat ketika itu, bawahan Krit (pria tampan) masuk kedalam dan menyuruh setiap orang untuk keluar dari ruangan, dikarenakan Boss nya ingin berbicara secara pribadi dengan Yada.

Bukannya keluar dari ruangan, Nikky malah mendekati pria tampan dengan sikap yang sangat genit. Ia memegang badan si pria tampan, seperti mau menggoda. Tapi saat ia membuka jas si pria tampan, ia menjadi sangat terkejut.

“Oh my god, itu asli!” teriak Nikky keras sambil melangkah mundur dengan cepat, ketika melihat pistol didalam jasnya.

“Kamu mau hal yang sama terjadi padamu seperti laki-laki itu?!” ancam pria tampan.

Dan tentu saja, Nikky yang tidak mau kenapa-napa, menjadi panik dan menyuruh semua orang untuk segera keluar dari dalam ruangan. Lalu saat semuanya telah keluar, pria tampan segera menutup pintu ruangan, sehingga Yada menjadi heran.

Ketika melihat kedatangan Trai, dengan panik Nikky segera merentangkan tangannya dan menahan Trai untuk naik keatas.

“Oh, kamu tidak boleh naik keatas. Mereka … oh .. Boss menyuruh kita untuk tidak boleh masuk kedalam ruangan pengantin.”

“Ribet ya,” balas Trai singkat.

“Bagaimana tidak? Barusan mantan pacar Khun Da datang, makanya sekarang banyak bodyguard yang berjaga di pernikahan,” kata  Nikky memberitahu, lalu setelah itu dengan buru-buru, ia pergi meninggalkan Trai.


Trai yang mengetahui hal itu, tidak jadi naik keatas dan pergi begitu saja juga. Tapi tepat sebelum ia pergi, ia melihat Nee berada dilantai atas.

Disana Nee terlihat sangat mencurigakan, ia berjalan dengan was-was. Dan lalu ia masuk kedalam ruangan Yada.
“Pernikahan P’Krit dengan Khemika batal, karena pengantin pria menghilang. Untuk pernikahan ini --!” kata Nee kepada Trai.

Mengingat perkataan Nee dulu padanya, Trai menjadi curiga.


Didalam gereja, Krit telah berdiri dan menunggu kedatangan Yada. bahkan para tamu juga sudah hadir semua. Disisi lain, dengan tatapan tajam, Khem memandangin Krit.

Dan Kwan yang menyadari hal itu, memegang tangan Khem. Di bangku lain, Tassana juga menyadari hal itu.

Mr. Leo mulai terlihat tidak sabaran, lalu dengan tajam ia memandangin Krit. Dan melihat tatapan itu beserta para tamu lain yang mulai tampak gelisah, Krit menjadi heran dan memeriksa jam ditangannya.

Dilok yang menunggu Yada diluar juga menjadi heran. Lalu tepat ketika itu, ia melihat Nikky yang baru datang dan mau masuk kedalam gereja.

“Hey. Bukankah kita sudah telat?” tanya Dilok, menghentikan Nikky.

“Hanya telat 20 menit saja, yah,” jawab Nikky dengan santai, lalu mau masuk kedalam gereja. Tapi saat dari jauh, ia melihat Krit, ia menjadi heran dan terhenti.

Awalnya Nikky sangat bingung dan bertanya-tanya sendiri, karena seharunya Krit sedang berbicara dengan Yada secara pribadi sekarang. Dan ketika akhirnya ia menyadari bahwa sesuatu yang buruk baru saja terjadi, ia menjadi panik.
Dilok heran dengan sikap Nikky dan bertanya, jadi dengan cepat Nikky menjelaskan. Sedangkan di dalam, para tamu telah tampak lebih gellisah. Begitu juga dengan Krit.

Melihat Dilok yang masuk sendirian sambil tersenyum, membuat Mon penasaran. Jadi ia pun segera menanyakan hal itu, saat Dilok duduk disampingnya.
“Tidak apa. Hanya karma,” balas Dilok. Lalu dengan tatapan tajam, ia memandang kearah Krit dan berkata dalam hatinya, Sekarang kamu akan tau apa yang Khem rasakan saat kamu lari.

Nikky menghampiri Krit dan dengan cepat menjelaskan segalanya. Dan lalu dengan emosi tertahan, Krit berjalan cepat. Kwan tampak mengerti apa yang mungkin sedang terjadi.

Begitu juga dengan Tassana, karena saat ia melihat sikap Krit yang seperti itu. Tanpa perlu Krit memintanya, ia segera berdiri dan mengikuti Krit keluar.

“Tetap tenang ya. Tolong tunggu sebentar saja. Untuk sementara mari dengarkan musik dulu. Aku jamin ini sangat bagus,” kata Nikky memberitahu semua tamu. Lalu setelah itu, dengan segera ia ikut keluar.

Khem dan Kwan tampak sekali khawatir, tapi Mon dan Chat malah terlihat senang. Dan dengan tatapan mengejek, Chat memandangin Khem serta Kwan yang duduk dibelakangnya.
Diluar. Nikky yang merasa bersalah segera meminta maaf kepada Krit, tapi Krit tampak tidak peduli dan mulai menunduh Kasin.

“Aku kira ia tidak akan berani untuk kembali,” kata Tassana.

Anak buah Krit telah kembali dan mereka melaporkan bahwa mereka tidak bisa menemukan Yada. Lalu dengan tegas, Krit menyuruh mereka untuk pergi dan mencari Yada dimanapun.

Dan kepada Nikky, Krit menanyakan tentang bawahan mana yang memberikan perintah kepada Nikky tadi. Jadi Nikky pun menjelaskan.

“Tidak ada diantara mereka yang tadi. Dia itu kulitnya putih, besar, terlalu tampan juga untuk pekerjaan ini,” kata Nikky tidak jelas, tapi tampaknya Krit mengerti.

“Ping!” kata Krit tajam. Lalu dengan cepat, ia pergi untuk mencari Ping. Dan ketika itu ia melihat Ping masuk kedalam mobil, lalu pergi. Jadi Krit pun dengan segera masuk kedalam mobil dan menyusulnya.



Melalui jalan pintas yang lebih cepat, Krit berhasil tiba lebih cepat dan menghentikan mobil Ping. Lalu tanpa basa-basi, Krit langsung menarik Ping keluar dari dalam mobil.
Ping tampak bingung dan tidak tau apa-apa, tapi Krit tidak peduli. Krit membuka pintu mobil penumpang milik Ping. Dan sayangnya, kosong.

“Dimana Yada?” tanya Krit emosi, lalu ia menarik pistol di jas Ping dan mengarahkannya langsung kepada Ping.

“Aku benar-benar tidak tau, Boss!” aku Ping dengan raut takut.

Khem berdiri dengan cemas sambil memperhatikan sekeliling, lalu Chat datang menghampirinya.

“Khem, Khem. Lihat, semua tamu bertanya-tanya jika pernikahan ini  ada masalah atau tidak. Atau haruskah kita tukar saja pengantin nya, dari Yada menjadi kamu?” tanya Chat dengan tidak sopan.
Jadi Khem langsung menegur Chat dan menyuruhnya untuk tidak membuat masalah serta bersikap biasa saja. Setelah itu Khem pergi keluar, meninggalkan Chat.
“Aku ingin melihat kejatuhan keluarga ini,” kata Chat sinis dibelakang. Lalu setelah itu ia segera mengikuti Khem.

Dari telpon, Tassana memastikan bahwa Yada tidak pulang kerumahnya. Dan tepat pada saat itu, Krit kembali, tapi Yada tidak ada bersamanya.

“Kali ini, Nee yang melakukannya,” jelas Krit dengan raut marah.
Khem, Chat, dan Nikky menghampiri Tassana serta Krit yang telah kembali. Dengan cemas, Khem menanyakan keberadaan Yada.

“Boss, aku benar-benar tidak tau. Khun Nee bilang kamu yang menyuruhnya, jadi aku hanya mengikuti saja,” jelas Ping yang masih merasa bersalah.

“Bukankah aku sudah bilang untuk hanya mendengarkan perintahku saja?!” balas Krit sangat marah.

Khem masih bingung dengan keadaan yang terjadi. Dan dengan singkat Tassana menjelaskan bahwa ceritanya sangat panjang.
“Selain dari Nee, siapa yang menghilang?” tanya Krit tiba-tiba. Dan dengan semangat Chat memberitahu bahwa itu adalah Traitot.

Mengetahui bahwa Trai juga tidak ada, Krit mulai menuduh Trai yang mungkin saja telah bekerja sama dengan Nee untuk membuat Yada menghilang.

Tapi pada saat itu, Trai muncul dari belakang. Ia langsung mengatai Krit yang begitu mudah menuduh orang lain, tanpa mengetahui apapun.

Dilok tampak gembira dengan kejadian ini. Sedangkan Mon merasa khawatir, karena terakhir kali saat kejadian Khem, mereka telah dipermalukan dan ia terpaksa harus menjawab panggilan telpon yang nonstop.

“Kali ini, bukankah jari-jariku akan lebih kram lagi?” keluh Mon.

“Bukankah itu bagus. Itu bukan untuk kita. Kali ini Sharkrit yang akan malu,” balas Dilok dengan senang.
“Kasihannya Khun Da,” kata Mon dengan nada simpati, tapi ia lalu memalingkan wajahnya dari Dilok dan tersenyum dengan sinis.

Kwan yang duduk dibelakang mereka berdua dan mendengarkan semua itu, tampak tidak nyaman.

Dengan emosi, Krit menghampiri Trai dan menarik jasnya. Tapi dengan cepat Khem dan Tassana memisahkan Krit dari Trai.

“Jika bukan kamu, kemudian siapa yang melakukan itu?” tanya Krit tajam.

“Sesuatu yang sederhana seperti ini, Khun Nee bisa melakukannya sendiri. Apa kamu lupa adik siapa dia?” balas Trai tanpa takut.

Khem masih tampak tidak percaya dan ia bertanya pada Trai untuk memastikan, tapi Trai tidak menjawab Khem. Dan saat Tassana menanyakan kemana Nee membawa Yada.

Trai malah bertanya balik, kenapa ia perlu memberitahunya. Karena menurutnya alasan kenapa Yada mau mengikuti Nee adalah karena Yada tidak mau menikah.
“Jika P’Da tidak mau menikah, dia harusnya tidak memilih cara ini. Kakak kita tidak akan melarikan diri dari masalah,” kata Khem, tidak percaya dengan perkataan Trai.


Chat tiba-tiba ikut bicara, dengan sinis, ia mengatai-ngatai Yada yang mungkin saja memang melarikan diri dari masalah. Dan mendengar itu, Nikky ikut bicara juga, ia balas mengatai Chat dan membela Yada.
  
“Diam! Ini bukan urusan kalian,” kata Krit dengan nada keras dan tegas. Sehingga Chat serta Nikky langsung terdiam.

Setelah itu, dengan lebih tenang, Krit meminta agar Trai memberitahunya. Begitu juga dengan Khem serta Tassana. Sehingga Trai pun akhirnya memberitahu keberadaan Nee dan Yada.

“Aku belum melihat Khun Nee dan P’Da keluar dari dalam gedung,” kata Trai.


Disaat mereka semua mau mengikutinya, Krit segera menghentikan mereka. Ia menyuruh agar yang wanita kembali ke dalam gereja serta memberitahukan kepada semua orang agar menunggu 10 menit lagi.

Dan karena perintah Krit itu, Nikky menjadi kebingungan,“Aku ini wanita atau pria ya?” tanyanya pada diri sendiri. Setelah berpikir sejenak, dengan gaya yang sangat gemulai, Nikky kembali dan berdiri disamping Khem.

Nee melihat keadaan disekeliling gedung dengan waspada. Lalu saat ia yakin bahwa tidak ada satupun orang, ia masuk kedalam ruangan dimana Yada berada dan mengunci pintu ruangan.
“Aku minta maaf, tapi apa yang kamu lakukan tidak berhasil. Aku tidak melihat satu mobil pun  pergi,” kata Yada kepada Nee.

“Tidak peduli apapun itu, pernikahan hari ini akan batal,” balas Nee.

Yada menjadi heran karena Nee telah berani melakukan tindakan bodoh seperti ini, kepadahal itu bisa berdampak padanya nanti. Tapi Nee sama sekali tidak peduli, asalkan Yada dan Krit tidak jadi menikah. Dan Nee juga yakin bahwa setelah ini, Krit yang telah dipermalukan, pasti tidak akan mau mengadakan pesta pernikahan lagi.
“Kita bisa menikah diluar negri. Kakakmu kan sangat kaya. Kami punya alasan untuk menikah,” balas Yada.

Nee menjadi emosi saat mendengar perkataan Yada itu. jadi dengan keras, ia berteriak dan menyuruh agar Yada diam.

Tepat saat itu, Krit, Tassana, serta Trai masuk kedalam gedung. Mereka berteriak memanggil dan mencari Yada. Dan menyadari hal itu, Yada ingin keluar dari dalam ruangan.



Tapi dengan cepat, Nee menarik tangan Yada dan mengancam Yada menggunakan pisau. “Tidak ada kamu. Tidak ada pernikahan,” katanya, lalu setelah itu, ia mendorong Yada kearah lemari.

Krit berhenti, saat ia mendengar suara itu.


“Khun Nee. Jangan lakukan apapun yang akan kamu sesali nanti,” kata Yada mengingatkan Nee.

Tapi Nee sama sekali tidak peduli. Dengan perlahan, ia mendekati Yada sambil mengarahkan pisaunya. Sehingga Yada yang mulai ketakutan, secara perlahan melangkah mundur.

Dan diluar, Krit berjalan dengan tenang dan curiga. Ia berjalan mendekati pintu ruangan dimana asal suara tadi.


Nee meneteskan air matanya. Yada tampak ketakutan dan khawatir. Krit telah tiba didepan pintu.

1 comment: