Type something and hit enter

By On


IMAGES BY : OCN
Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.
Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

Terdengar suara sirine mobil polisi. Hwa Young dan Jung Won berlari keluar dari gedung dengan panik. Se Yeon dan Eun Soo juga berlari keluar dari hutan. Mereka melihat mobil polisi dan heran kenapa mobil polisi bisa sampai kesana?
Para polisi mulai menggeledah gedung kosong  tersebut. Se Yeon dan Eun Soo menghampiri para polisi dan bertanya ada masalah apa? Polisi memberitahu kalau mereka mendapat laporan bahwa gedung yang seharusnya kosong, tiba-tiba terdengar suara gadung dan terlihat cahaya. Jadi mereka datang memeriksa.

Hwa Young dan Jung Won berdiri di belakang para polisi tersebut. Mereka berdiri di dekat kotak yang berisi bekas mayat dan di dalam kotak tersebut ada bekas darah yang sangat banyak. Hwa Young juga memegang botol kosong di tangannya.
Eun Soo berbohong kepada para polisi kalau mereka sedang memeriksa interior untuk di pasang di gedung ini dan juga tadi mereka minum wine, mungkin tanpa sengaja mereka membuat suara gaduh. Eun Soo bahkan berkata pada polisi kalau mereka akan segera pergi dari tempat ini.

Tetapi, polisi tidak mau langsung pergi. Dia mau memeriksa tempat ini terlebih dahulu dan menyuruh Se Yeon dkk untuk tidak meninggalkan gedung ini sampai mereka selesai memeriksa. Mereka juga bertanya tanggal lahir dan alamat mereka. Dan saat itulah, seorang polisi melihat struk bertuliskan Lotto dan struk tersebut bernoda darah dan kotak berisi darah. Se Yeon dan semuanya menjadi tegang.
MASUK TANPA IZIN

2 bulan sebelumnya...
Tae O membayar makanannya, dan di berikan hadiah dari rumah makan tersebut. Sebuah kertas, seperti struk, bertuliskan Lotto.
Tae O keluar bersama dengan Hwa Young dan seseorang memotret mereka diam-diam.
Jung Sim meminta maaf pada  karena sudah membawa anaknya ke rumah Se Yeon. Se Yeon tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia cuma marah karena Jung Sim berbohong padanya. Waktu itu Jung Sim bilang itu anak majikannya ternyata itu anak kandung Jung Sim.
"Tempat kerjaku dulu, tidak suka kalau aku membawa anakku," beritahu Jung Sim.
Se Yeon tidak mau memperpanjang masalah, dia menyuruh Jung Sim pulang saja saat ini. Dia harus memikirkan dulu mau memakai Jung Sim lagi atau nggak, nanti dia akan menghubungi. Jung Sim memohon agar Se Yeon tidak memecatnya karena dia kesulitan mencari pekerjaan karena sudah punya anak. Se Yeon terdiam.

Jung Won dan Min Gyu melakukan hubungan badan di dalam mobil, dan saat mata Jung Won melihat ke kaca mobil, di sana ada Dong Seok yang melihatnya.
Jung Won berteriak ketakutan. Dan ternyata itu semua hanya mimpi-nya. Jung Won menghela nafas lega.

Jung Won merasa ketakutan dengan perselingkuhan yang sudah dilakukannya, dia bahkan tidak berani menatap Min Gyu. Min Gyu sendiri malah dengan santai mengirim pesan pada Jung Won dan mengajak untuk minum kopi bersama. Jung Won membalas pesan pada Min Gyu kalau dia tidak mau minum kopi bersama.
Wakapsek yang daritadi sedang memberikan pengarahan, merasa kesal karena Jung Won terus menerus melihat handphone. Jung Won hanya bisa meminta maaf.

Hwa Young pergi ke kantor dan berpenampilan menarik. Pengacara Yang sampai heran melihat penampilan Hwa Young dan mengira Hwa Young akan pergi. Hwa Young membenarkan, dia harus pergi memata-matai Tae O lagi. Pengacara Yang jadi bertanya-tanya, sebenarnya Hwa Young ini lagi melakukan pekerjaannya memata-matai Tae O atau tidak sih?
Eun Soo tiba di parkiran basement tempat kerja-nya. Dan ternyata Sun Ho sudah ada disana dari tadi, dia mengajak Eun Soo untuk pergi bersamanya menemui saksi. Saksi yang bilang kalau dia melihat seorang wanita keluar dari rumah ayahnya di hari ayahnya terbunuh. Eun Soo menolak untuk pergi karena dia tidak ada hubungan apapun dengan Sun Ho hingga harus menemui saksi.  
"Memang bukan kau yang mengirim kartu natal tersebut, tapi bagiku kau tersangka kuat sama seperti sebelumnya," ujar Sun Ho dan menghentikan langkah Eun Soo, "Jadi, kau harus tertarik untuk menemui saksi."
"Aku sudah dinyatakan bersih oleh penyelidikan polisi," jawab Eun Soo dengan tenang.
Sun Ho mengancam kalau dia sebagai keluarga korban, bisa meminta agar kasus tersebut di buka kembali. Eun Soo tidak takut, dia menyuruh Sun Ho untuk mengumpulkan bukti jika mau membuka kasus tersebut kembali daripada membuang waktu menemuinya.
Dan secara tiba-tiba, Sun Ho mengambil foto Eun Soo. Eun Soo jelas marah dengan hal tersebut. Sun Ho dengan tenang menjawab kalau dia mau menunjukkan foto Eun Soo pada saksi karena Eun Soo menolak ikut dengannya. Dan jika saksi bilang kalau benar Eun Soo adalah wanita yang keluar dari rumah ayahnya saat ayahnya terbunuh, maka dia bisa melaporkan Eun Soo ke polisi dan meminta kasus tersebut di buka kembali. Eun Soo berusaha menghentikannya tetapi Sun Ho sudah berlalu pergi.

Hwa Young sedang berias di dalam mobil. Jung Won menelponnya. Awalnya dia ragu tetapi kemudian meminta pendapat Hwa Young.
"Begini, seorang rekan guru menceritakan masalahnya. Sepertinya bukan sesuatu yang bisa kubantu. Bukan masalah besar. Rekan guru itu tidur dengan guru pria. Tidak berkali-kali hanya sekali," cerita Jung Won. "Tapi... guru itu jadi terus menempel padanya. Bu guru itu bilang dia dapat masalah besar gara-gara kesalahan satu malam."
"Bu guru itu sudah bersuami?" tanya Hwa Young. Dia bisa menduga kalau sebenarnya itu permasalahan Jung Won.
"Ya."
"Beritahu dia. Di antara teman-temannya, pasti ada satu yang berselingkuh. Setiap persahabatan ada satu yang begitu."
"Lalu?"
"Dia tanya temannya mengenai perselingkuhannya, pura-pura bukan perbuataannya. Seperti saat ini," ujar Hwa Young.
Jung Won segera mematikan teleponnya. Dia benar-benar kaget karena Hwa Young seperti hantu. Bagaimana dia bisa tahu kalau itu masalahnya?

Min Gyu pergi ke  ruang seni. Dia menelpon Jung Won dan bertanya dimana Jung Won? Dia sudah ada di ruang seni seperti yang diminta Jung Won. Jung Won menjelaskan kalau Min Gyu pasti tahu kalau dia mudah marah, mudah malu dan wajahnya sering memerah. Sebenarnya dia harus dirawat, tetapi dia bersikeras menolak dan hanya menjalani konseling. Maka dari itu, kejadian kemarin yang mereka lakukan, itu disebabkan karena dia marah pada suaminya, hingga dia membuat kesalahan seperti itu. Dan karena itu, dia benar-benar meminta maaf pada Min Gyu. Min Gyu kaget mendengar hal tersebut tetapi dia tidak masalah. Walau Jung Won bilang itu kesalahan, dia tidak akan marah, karena baginya itu bukan kesalahan. Dia benar-benar tulus saat itu, jadi Jung Won jangan merasa bersalah padanya. Jung Won terhenyak mendengar jawaban tersebut.
Eun Soo datang ke cafe Se Yeon. Se Yeon sudah menceritakan mengenai Jung Sim. Eun Soo sudah menduga kalau hal itu akan terjadi, makanya Se Yeon harus hati-hati dan tidak sembarang memperkerjakan orang. Se Yeon mengerti. Dia kemudian bertanya pada Eun Soo, apa putra pak guru masih sering datang mencari Eun Soo?
Eun Soo memberitahu kalau pria itu mengajaknya menemui saksi. Saksi tersebut bilang melihat seorang wanita keluar dari TKP, tetapi karena kurang terpercaya, polisi mengesampingkan pernyataan saksi tersebut. Se Yeon lanjut bertanya, jadi apa yang akan dilakukan Eun Soo sekarang? Eun Soo memberitahu kalau dia akan mulai menyelidiki dari kartu natal, jika dia bisa membuktikan bahwa pengirim kartu tersebut adalah pembunuhnya, maka Sun Ho tidak akan mengganggunya lagi. Se Yeon setuju dengan rencana Eun Soo.
Jung Won sedang bekerja. Min Gyu menyerahkan berkas kepada Jung Won. Hubungan mereka menjadi sedikit canggung.
Wakapsek datang dan memberitahu kalau murid yang ketahuan merokok saat itu, Choi Dong Hyuk, tidak masuk sekolah lagi hari ini. Dan ibu Dong Hyuk terus menelpon sekolah menanyakan hal tersebut. Wakapsek mulai menyalahkan Jung Won karena terlalu keras memarahi Dong Hyuk hingga jadi seperti ini. Jung Won membela diri kalau wakapsek yang menyuruh nya untuk tegas kepada murid-murid agar mereka tidak merokok lagi. Wakepsek malas mendengarkan penjelasan Jung Won dan hanya menyuruh Jung Won untuk mencari Dong Hyuk bersama denga Min Gyu.
Jung Won kaget mendengar perintah tersebut. Dia menawarkan untuk mencari Dong Hyuk sendirian. Wakapsek tidak percaya dengan kemampuan Jung Won dan tetap menyuruhnya mencari bersama dengan Min Gyu.
Jung Won dengan berbisik canggung, memberitahu Min Gyu kalau dia bisa mencari Dong Hyuk sendirian. Min Gyu malah menjawab kalau dia tidak masalah mencari bersama Jung Won. Jung Won menghela nafas berat.
Hwa Young mengikuti mobil Tae O, tetapi dia kehilangan jejak karena mobil lain tiba-tiba menghalangi jalan mobilnya.

Jung Won menelpon Dong Seok dan memberitahu kalau malam ini dia akan bilang terlambat karena ada urusan. Dia juga meminta Dong Seok untuk pulang malam ini dan jangan tidur di restoran lagi. Tetapi, Dong Seok bersikap dingin pada Jung Won dan bahkan mematikan ponsel saat Jung Won belum selesai bicara.
Hwa Young mencari jejak mobil Tae O tetapi tidak bisa menemukannya.
Ye Rin mengeluh karena belum bisa pulang sampai Se Yeon selesai bekerja. Dia meminta Se Yeon menelpon Jung Sim lagi sehingga dia bisa bermain dengan Sang Hee. Se Yeon hanya diam dan tidak menanggapi.
Seseorang menelpon Se Yeon dan bertanya apa dia adalah istri Kim Yeong Dae?
"Aku kenal baik dengan Kim Yeong Dae. Aku tahu Kim Yeong Dae dimana," beritahu suara pria di seberang.
Se Yeon terkejut mendengarnya karena suaminya sudah meninggal. Dia bertanya apa maksud pria itu? Dan entah apa yang dikatakan pria tersebut, karena Se Yeon segera mengambil kertas dan pena. Dia menulis sebuah alamat. Wajahnya menegang.
Suara oven memanggang berbunyi, tanda makanan yang di panggang sudah masak. Se Yeon hanya diam dan tidak mematikan. Ye Rin memanggilnya dan Se Yeon baru tersadar.
Se Yeon terlihat panik. Dia menghubungi seseorang.

Dan tiba-tiba Se Yeon keluar dari cafe dengan panik dan hampir menabrak ahjumma pemilik salon, Na Yoon Jung. Yoon Jung bertanya penasaran kepada pekerja Se Yeon, mau kemana Se Yeon? Pekerja itu menjawab kalau dia tidak tahu.
Se Yeon mengemudi ke sebuah tempat. Dia di dalam mobil dan melihat ke sekeliling. Teleponnya berbunyi, dari pria yang menghubunginnya di hotel. Pria tersebut meminta agar Se Yeon mengganti lokasi karena disana terlalu ramai. Selesai mengatakan hal itu, pria itu langsung mematikan telepon.

Se Yeon mengemudi ke sebuah lokasi yang sepi. Dia keluar dari mobilnya dan menunggu seseorang dengan cemas. Terlihat ada yang mengawasi Se Yeon. Se Yeon masuk kembali ke dalam mobil dengan cemas. Dan tiba-tiba, seorang pria berjaket merah masuk ke dalam mobil Se Yeon dan menyuruh Se Yeon untuk segera ke gudang yang lokasinya tidak terlalu jauh. Dia berteriak menyuruh Se Yeon untuk cepat.
Mereka tiba di sebuah tempat yang penuh dengan container. Pria itu menyuruh Se Yeon berhenti. Dia terus melihat ke belakang, seolah memastikan tidak ada yang mengikuti. Pria itu memberitahu kalau dia sudah sering membawa orang keluar dari tambak garam, jadi banyak yang mengikutinya. Se Yeon kaget mendengar hal itu, apa suaminya ada di tambak garam?
"Pabrik garam memaksa karyawan mereka bekerja keras seperti budak. Dia dibawa ke sana oleh orang jahat," jelas pria itu.
"Bagaimana keadaannya?"
"Entah luka atau tidak, tapi pikirannya selalu melayang.  Baru-baru ini dia sadar dan memberi tahu nomormu. Dia minta aku menghubungimu."
"Jadi... aku harus melakukan apa?"
"Untuk membebaskan suamimu, kau harus menyediakan uang. Tidak banyak. Seribu. Besok, sekitar pukul 6 pagi, pergilah ke lokasi yang ku tentukan bersama orang yang bisa kau percaya. Aku akan membawa suamimu. Bagaimana? Lakukan atau tidak? Cepat putuskan sekarang."
Se Yeon masih bingung. Pria itu kesal karena Se Yeon lama sekali berpikir dan menyuruh Se Yeon untuk melupakan semua yang dikatakannya tadi. Anggap saja suaminya sudah mati.

Pria itu keluar dari mobil. Se Yeon menghentikannya. Pria itu memberitahu satu hal, beberapa hari ini pasti Se Yeon sering menerima telepon aneh, itu adalah telepon dari Young Dae yang diam-diam mencari kesempatan untuk menelpon di sela pengawasan ketat. Pita suara Young Dae sakit jadi dia tidak bisa bicara dan hanya bisa memutar lagu yang dia sukai agar Se Yeon bisa mendengarnya. Se Yeon sedih mendengar hal itu sekaligus lega.
Eun Soo memutuskan menemui Sun Ho untuk sama-sama menemui saksi. Sun Ho menyindir Eun Soo yang berani menemui saksi dengannya, berarti Eun Soo yakin bahwa bukan dia yang dilihat oleh saksi. Eun Soo dengan tenang menjawab kalau dia hanya akan mendengarkan saksi.
Se Yeon pergi ke ATM dan menarik uang. Pria itu menunggu diluar.

Eun Soo dan Sun Ho sampai di depan sebuah rumah. Dan seorang anak kecil, yang sepertinya terbelakang, sedang bermain. Eun Soo dan Sun Ho saling berpandangan.
Eun Soo berjalan pergi dan Sun Ho mengejarnya. Ternyata saksi yang dibilang Sun Ho adalah anak tersebut, dan anak tersebut ternyata tidak ingat dengan wajah pelaku. Eun Soo tidak percaya dengan pengakuan saksi karena tidak masuk akal, saksi mengatakan kalau mata tersangka besar seperti mata capung. Sun Ho tetap positif kalau tidak mungkin ada orang yang ingat dengan orang yang mereka lihat 2 tahun lalu.
"Kini aku paham, alasan polisi mengesampingkan saksi," tegas Eun Soo.
"Aku mengerti. Cukup sampai disini. Walau tidak ada yang dimulai, hentikan saja sampai di sini," putus Sun Ho dan pergi.

Sun Ho pergi ke rumah ayahnya. Dan Eun Soo ternyata mengikutinya. Itu tempat ayah Sun Ho terbunuh. Eun Soo bertanya kenapa rumah ini tidak di jual? Sun Ho memberitahu kalau setelah pemakaman, ibunya dan dia sibuk hingga kembali ke Amerika. Dia juga tidak mau menjual rumahnya karena banyak kenangan disana. Kondisi rumah di sana masih sama seperti terakhir kali. Pecahan kaca ada disana dan bahkan jam menunjukkan waktu ayahnya terbunuh sama seperti dua tahun lalu. Sun Ho segaja mencabut baterai jam dan mengatur waktu di waktu ayahnya terbunuh. Dia masih mengganggap rumah itu TKP dan tidak mengotak-atiknya.

Eun Soo berjalan dan melihat sekeliling rumah. Dia membuka sebuah lemari dan melihat isinya. Eun Soo terlihat tegang. Dia bertanya kepada Sun Ho memastikan, apa benar Sun Ho yakin tidak ada barang yang di pindahkan atau dirubah dari rumah tersebut? Sun Ho menjawab Ya dengan yakin. Eun Soo melihat ke meja di samping tempat tidur dengan serius. (Apa mungkin sebelumnya disana ada sesuatu yang sekarang sudah tidak ada lagi?)
Jung Won pergi mencari Dong Hyuk ke warnet. Tetapi, dia malah bertemu siswa lain. Jung Won menegurnya karena tidak langsung pulang ke rumah saat pulang sekolah. Min Gyu bertanya apa siswa itu melihat Dong Hyuk?
"Dia ke Warnet Tango," beritahunya.
Hwa Young akhirnya menemukan mobil Tae O. Dia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam mobil Tae O. Tae O menegur Hwa Young yang tiba-tiba menghilang dan membuatnya berkeliling-keliling mencari Hwa Young. Hwa Young kesal dan Tae O tertawa. Dia bilang kalau mobilnya di tempat parkir motel itu sengaja. Dia hanya ingin mengerjai Hwa Young saja. Hwa Young kesal mendengarnya.
"Kau pikir aku selingkuh?" tanya Tae O. Tidak ada jawaban dari Hwa Young. "Aku kecewa. Kini kau juga mencurigaiku."

Hwa Young menatap Tae O. Dan dia menyadari kalau dasi yang digunakan Tae O tealh menghilang. Tetapi, Hwa Young berpura-pura mempercayai Tae O.

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment