Monday, May 7, 2018

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 13 - 4

0 comments


Company name : Citizen Kane


Nee duduk sambil mencari tau mengenai arlegi dari internet dan ketika ia membaca semua itu barulah ia sadar kalau alergi bisa sangat berbahaya seperti itu. Dan Trai pun mengingatkan Nee untuk lebih berhati- hati lagi selanjutnya atau Tassana bisa menjadi tambah sedih.



Nee lalu menceritakan kepada Trai bahwa tadi ia melihat berita mengenai Yada yang pergi ke Hilton dan ia pun ingin memberitahukan itu kepada Krit. Tapi Trai langsung menahannya.

“Apa Khun Da benar- benar mau melakukan arbosi?” tanya Nee, heran. Ia telah mengira tentang itu, ketika Krit dan Trai berbicara direstoran tadi.



Trai tidak mau membahas itu, tapi Nee segera mengingatkan Trai bahwa dia telah menyembunyikan sesuatu darinya. Nee meminta Trai memikirkan nya dengan hati- hati, karena jika Trai tetap diam, daripada menyakiti orang lain, itu akan memakan diri Trai sendiri nantinya.

“Kamu memiliki hutang budi kepada Sharkrit. Aku juga punya seseorang yang kepadanya aku berhutang budi,” balas Trai.

“Kamu berbicara tentang Ayahmu kan?” tanya Nee. Tapi Trai tidak mau berbicara lagi dan langsung berjalan pegi dari sana.



Dicafe. Krit duduk diam sambil memperhatikan jam di hpnya. Ia mengingat perkataan Trai kepadanya tadi. Dan disisi lain, disebuah lorong putih, Yada memakai baju rumah sakit dan duduk diatas kursi roda, dibelakangnya ada seoran perawat yang bantu mendorongkan kursi rodanya menuju keruangan operasi.



Tepat jam 20:00. Krit memegangin gelas minumannya dengan kuat, memecahkannya, sehingga tangannya pun berdarah karena itu. Ekspresinya tampak seperti terluka juga.



Khem mendekati Tassana yang sedang bersandar di dinding rumah sakit, ia tampak sangat sedih sekali. Jadi melihat itu, Khem pun menyentuh bahu Tassana dengan lembut. Dan ketika Tassana menyadari keberadaan Khem, ia segera menlap air matanya dan baru sesudah itu ia berbalik menghadap kepada Khem.


“Aku berharap Nong Kwan akan selamat. Jika Kwan sembuh dan bisa pulang kerumah, aku akan mengubah diriku sendiri. Aku pasti melakukannya. Meskipun itu tindakan yang egois,” kata Kwan berjanji.

“Tidak perlu. Mengubah dirimu adalah hal yang sulit,” tolak Tassana.



“Aku akan mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik. Aku akan melepaskan yang telah berlalu. Aku benci Khun Krit, aku mencoba untuk menyakitinya. Tapi melihat Kwan dalam situasi seperti ini. Hal lainnya terlihat seperti sebuah masalah yang kecil. Tidak penting sama sekali,” jelas Kwan dengan sedih, menyadari kesalahannya.



Dan mendengar itu, Tassana pun merangkul bahu Khem. Berdua mereka berusaha saling menenangkan dan menguatkan satu sama lain.



Setiap hari. Tassana selalu datang untuk menjenguk dan memantai perkembangan kondisi Kwan. Dan dengan setia Khem juga selalu ikut untuk menemani Tassana. Begitu juga dengan Trai serta Nee.



Di Go Rich. Banyak anggota yang datang serta marah dan protes, karena sama sekali tidak ada produk yang dijual, kepadahal ini adalah perusahaan penjualan. Dan hal itu membuat, para pegawai menjadi kebingungan harus berbuat apa.



Tepat disaat itulah, Krit bersama Ping datang kesana. Ia menyarakan kepada mereka semua untuk pergi melaporkan bahwa Go Rich  bukanlah perusahaan penjualan, melainkan sebuat skema Ponzi.

Tapi semua orang disana tampak ragu untuk  bertindak, jadi Krit menawarkan siapapun yang mau pergi melapor, maka ikutilah anak buahnya. Dan tentu saja dengan segera semua orang langsung pergi mengikuti Ping.


Sedangkan para karyawan menjadi kebingungan. Mereka ingin menelpon CEO mereka, tapi sayangnya tidak satupun dari mereka yang tau nomor CEO mereka.



Tassana menjadi pesimis apakah Kwan akan bisa bangun lagi dan mendengar itu Khem langsung membalas agar Tassana tidak berpikir sejauh itu. Dan tepat pada saat itu, Tassana mendapatkan sebuah telpon dari rumah sakit. Jadi dengan segera ia dan Khem langsung buru- buru.



Kwan masih belum sadar, tapi tiba- tiba saja tubuhnya menjadi kejang karena sakit yang ia rasakan. Dan dua orang perawat mencoba untuk menenangkannya. Pas pada saat itulah Tassanan dan Khem datang kesana. Disaat itu, dengan lembut Tassana membantu untuk menenangkan Kwan.



Dimall. Chat mengeluh kepada Mon karena saking kesalnya. Itu semua diakibatkan karena walaupun mereka pergi ke mall, tapi mereka tidak punya uang untuk berbelanja.

“Biarkan masalah diperusahaan hilang dulu,” kata Mon.

“Tidak ada seorang pun yang bisa memperbaikinya, jadi bagaimana itu bisa hilang Mom?!” keluh Chat.

“Bisakah kamu memperbaiki itu?”

“Aku tidak tau. Aku sudah kehabisan uang sekarang Mom!” keluh Chat.



Karena Chat terus saja mengeluh, maka Mon pun menyarankan agar mereka menyelinap masuk kedalam perusahaan, lalu mengambil cek dan menuliskan jumlah uang yang besar, sehingga mereka bisa menggunakan itu untuk pergi keluar negeri. Lalu saat keadaan perusahaan sudah tenang, mereka bisa kembali lagi.

Dan tentu saja, ide itu terdengar sangat menarik bagi Chat. Jadi ia langsung menyetujui ide itu.



Setibanya didalam perusahaan, beberapa anggota polisi telah ada disana. Polisi- polisi itu mengambil semua dokumen yang berada disana. Dan Mon pun menjadi emosi, ia lalu memarahi tindakan para polisi.

Tapi ketika polisi tersebut memperlihatkan surat penggeledahan, maka Chat pun menjadi gugup. Ia mempersilahkan para polisi untuk mengambil semua yang ada. Dan ia mengaku bahwa ia dan Mon hanyalah karyawan, jadi mereka tidak mengetahui apapun.


Tapi sayangnya, ketika Chat dan Mon ingin pergi dari sana. Polisi itu menahan tangan Chat dan memperlihatkan surat penangkapan kepada mereka semua.

“Menangkap? Menangkap siapa? Kita tidak melakukan kesalahan apapun,” kata Mo dengan nada gugup. Dan Chat menimpali, setuju dengan perkataan Mon.


Sayangnya polisi itu tidak peduli, karena mereka telah dua kali mengirimkan surat pemanggilan, tapi tidak ada tanggapan. Jadi sekarang mereka akan menangkap Chat serta Mon.

“Kalian dituduh melakukan penipuan,” jelas si polisi, tegas.

“Penipuan?!” teriak Mon serta Chat secara bersamaan, terkejut mendengar itu.


Lalu sebelum mereka berdua bisa melarikan diri dari sana, para polisi langsung menahan mereka dan memborgol kedua tangan mereka. Dan pas disaat itu, para anggota yang telah ditipu datang secara bersamaan, ingin menghampiri mereka.

Untungnya, para polisi segera menahan semua orang tersebut agar tidak bertindak membuat keributan. Tapi sialnya, dari jauh mereka semua melemparkan kertas- kertas kepada Mon serta Chat.



“Jangan sakiti aku! Aku tidak melakukan kesalahan apapun! Aku tidak tau apapun!” teriak Chat kepada semua orang yang marah disana.

“Sial Chat! Berhenti berpura-pura! Pergi panggil Kasin! Kemana dia pergi?!” teriak Mon, marah kepada Chat.

“Ooo… mom! Dia sudah melarikan diri! Mengapa kamu masih tidak mengerti itu?! Khun Kasin breng**k!” teriak Chat, membalas.



Sialnya lagi, saat para polisi menarik Chat dan Mon untuk mengikuti mereka. Semua orang yang telah ditipu itu langsung memukul- mukuli mereka berdua. Sedangkan Kasin yang melihat kejadian itu dari atas segera pergi untuk melarikan diri.



“Tidak mungkin aku membiarkan polisi untuk menangkapku,” kata Kasin.

No comments:

Post a Comment