Thursday, June 21, 2018

Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 9 - part 1

3 comments


Broadcast Network        Tencent




Kuan Yong remaja serta Xiu Xian remaja makan bersama. Disana Xiu Xian terus batuk- batuk. Lalu disaat mereka masih makan, seorang pria masuk dan menyuruh mereka berdua untuk cepat selesaikan makannya.



Dengan cepat, saat pria tersebut pergi. Kuan Yong serta Xiu Xian saling menukar makanannya, daging tukar dengan sayur. Sayur tukar dengan daging. Dan ketika Xiu Xian menyantap makanannya dengan cepat, Kuan Yong tersenyum senang.


Disebuah tempat. Ntah tempat apa itu. Seorang wanita masuk dan bercerita kepada Boss. Ia mengatakan kalau ia malu mengakui ini, karena pada usianya sekarang, ia harus memberikan keturunan, namun ia tidak bisa melahirkan.

Wanita itu berharap bahwa seorang pria muda dari tempat Boss bisa membantunya. Dan ia meminta saran dari Boss. 


“Tidak perlu buru-buru. Minum tehnya saja dulu,” tawar Boss. Dan si wanita itu pun meminumnya. Lalu setelah itu si wanita menanyakan tentang pria muda (Xiu Xian) yang duduk disana bersama Kuan Yong.

“Dia baru disini,” kata Boss, memberitahu.


Disaat Xiu Xian mulai batuk- batuk kecil, Kuan Yong memperingatkannya. Lalu si wanita dan Boss mendekati meja mereka. Dan dengan sikap keren, Kuan Yong menunjukan karismanya. Sedangkan Xiu Xian hanya diam dan tertunduk.

“Bagaimana yang satu ini?” tanya si wanita sambil berbisik kepada si Boss.

“Yang satu ini lebih baik,” jawab si Boss sambil berbisik dan tertawa kecil.



Kuan Yong mandi. Ia tampak kesakitan. Dan dengan diam- diam, Xiu Xuan datang mendekat untuk membantu Kuan Yong memakai obat.

“Terima kasih,” kata Xiu Xian kepada Kuan Yong.

“Kita harus pergi dari sini. Kita berdua akan hancur, jika kita tetap bekerja seperti ini. Kamu akan semakin sakit,” balas Kuan Yong.



Karena mencoba untuk melarikan diri. Maka mereka berdua pun dihukum. Dengan menggunakan rotan, punggung mereka dipukuli terus- menerus.

“Kalian berani melarikan diri? Satu selalu sakit. Satu selalu lambat. Kalian bahkan tidak pernah bisa menghibur satu tamu,” omel Boss pada mereka berdua.

Tepat disaat itu, seseorang datang dan mengabarkan tentang kedatangan Imam kanan (He Lan). Jadi Boss pun menghentikan hukaman untuk mereka berdua.

“Imam kanan? Sekarang?” tanya Boss.

“Mungkin ini berhubungan dengan manusia yang tidak sengaja tersandung disini beberapa hari yang lalu,” jawab si pembawa kabar.



Boss menemui He Lan dan menanyakan apa yang dibutuhkan oleh He Lan. Dan tanpa berbasa- basi, He Lan membalas kalau si Boss tentunya sudah tahu.

“Musk Phoenix Tower sudah mendapatkan izin ketua Qing Mu. Kamu tidak bisa begitu saja berbicara seperti itu,” kata Boss sambil menunjukan suatu tanda lambang yang didapatkannya sebagai izin dari ketua Qing Mu.



“Tapi Musk Phoenix Tower mu beroperasi di wilayahku. Aku tahu betul kamu telah memperdagangkan rubah dengan pejabat manusia. Itu kejahatan yang besar,” balas He Lan, tegas.

“Rubah disini penting untuk berkembang biakan Fox Clan. Ketua Qing Mu tau ini,” kata Boss bersikeras, namun masih lumayan sopan.



“Fox Clan telah dibagi sekarang. Kami tidak saling menghubungin satu sama lain. Itu mengapa kami tidak perlu memiliki banyak anak di dalam Clan. Kamu menggunakan rubah untuk kebutuhan reproduksi. Kamu membuat Clan lebih terbagi lagi. Apa tanggung jawab mu untuk ini?” balas He Lan.


“Bagaimana Ketua Qing Mu menjadi ayah untuk bajingan sepertimu?” tanya Boss dengan nada menghina dan sinis.

“Karena hubungan yang dibangun diatas cinta lebih kuat daripada hubungan yang dibangun diatas kebutuhan pembiakan. Itu bagaimana kami bisa mencapai kedamaian dalam jangka panjang,” balas He Lan.

He Lan lalu memutuskan bahwa tempat Musk Phoenix Tower harus dihilangkan.



Dipagi hari. He Lan menjadi buta. Ia memakai tongkat sebagai penuntunnya. Dan disaat itu, Kuang Yong serta Xiu Xian berjalan mengikutinya.


“Dunia ini besar. Kamu akan menemukan tempat tinggal dimanapun. Jadi berhenti mengikutiku,” kata He Lan yang menyadari keberadaan mereka. Namun mereka tetap mengikutinya.



Saat He Lan berjalan dengan cepat, karena ingin menghindari mereka berdua, ia malah tanpa sengaja menabrak pohon. Dan Kuan Yong serta Xiu Xian yang meliha itu segera membantunya untuk berdiri.


Namun He Lan tetap menolak mereka. Ia meminta agar mereka berdua tidak mengikutinya. Tapi tetap saja, mereka berdua mengikutinya.



Ditoko. Xiao Ju duduk termenung. Dan ketika itu Pi Pi datang. Dia terlihat capek. Jadi Xiao Ju menawarkan diri untuk membuatkanya kopi.



“Xiao Ju. Aku berhenti kerja. Banyak hal terjadi akhir- akhir ini. Aku perlu mengatur pikiranku,” kata Pi Pi bercerita.

“Kamu tidak perlu keluar juga. Kamu hanya perlu berlibur dan beristirahat,” balas Xiao Ju.

“Lagian aku tidak suka lagi pekerjaanku. Jadi aku keluar. Aku ingin memulai hidup baru dengan Jia Lin di Amerika,” kata Pi Pi.



“Kamu mau ke Amerika? Apa Jia Lin memintamu?” tanya Xiao Ju, membalas.

“Belum. Jia Lin sedang mengurus beberapa masalah. Jadi ia perlu pergi kesana. Tapi dia bilang ada yang mau dia bicarakan padaku ketika dia kembali,” jawab Pi Pi.

“Mengapa kamu berpikir, kalau tidak mau membawamu bersama dengannya?”

“Mengapa kamu tidak mendoakanku saja? Aku ingin ke Amerika sekarang dan memulai hidup baru dengannya.”

“Memulai hidup baru itu berbeda dengan melarikan diri dari masalahmu.”



Pi Pi duduk termenung sambil memegang gelas kopinya. Dan melihat itu, Xiao Ju mengubah topik dan menanyakan tentang He Lan saat Pi Pi pergi nanti.

“Dia mungkin tidak mau menemuiku lagi. Tapi ini yang terbaik. Aku mendapatkan apa yang ku inginkan,” kata Pi Pi.



Xiao Ju menjadi heran dan bertanya lagi. Lalu Pi Pi menceritakan apa yang terjadi saat ia menemui He Lan sambil membawa realgar sebagai perlindungan diri. Dan ketika itu He Lan terluka karenanya.

“Aku pikir kamu melewati batas. Tuan He Lan suka kamu. Dia tidak pernah membahayakanmu. Benarkan?” tanya Xiao Ju.

“Tapi…”


“Disana ada banyak hal di dunia yang tidak bisa kita mengerti. Tapi kamu tidak seharusnya membawa realgar dengamu, karena kamu takut padanya. Jika itu kamu, bagaimana peraasaanmu?” tanya Xiao Ju dengan tegas.



Pi Pi diam dan memikirkan perkataan Xiao Ju. Lalu ia teringat kepada Xiu Xiang serta Kuan Yong. Dan Xiao Ju menjawab kalau mereka berdua sedang bertengkar, tapi ntah kenapa.

Pi Pi lalu pamit, karena ada sesuatu yang harus dilakukannya.



Di klinik. Saat bertemu, Xiu Xian dan Kuan Yong saling mengabaikan satu sama lain. Bahkan mereka bekerja dalam diam. Dan ketika itu Xiao Ju mengundang mereka berdua dalam grup chat.


Xiao Ju mengirimkan emoticon rubah- rubah yang lucu. Dan Kuan Yong mengabaikan itu, namun saat ia melihat Xiu Xian tersenyum, maka ia membalas pesan Xiao Ju.


Kuan Yong : Nona Xin, selamat pagi.

Xiu Xian : Emoji apa ini? Aku ingin mendownloadnya.

Xiao Ju : Apa kalian sibuk hari ini? Aku dengar ada film bagus. Ayo nonton bersama!

Membaca ajakan pesan dari Xiao Ju, mereka berdua saling melirik dan lalu meletakan hp mereka di atas meja.



“Kamu bisa pergi kalau mau,” kata Kuan Yong sambil menatap dokumennya.

“Aku tidak perlu kamu untuk membuat keputusan. Aku tidak pergi,” balas Xiu Xian.

“Tidak? Berarti aku pergi,” kata Kuan Yong, mengambil hpnya.

“Kamu tidak bisa pergi sendirian. Aku akan pergi juga!” balas Xiu Xian.



Pi Pi datang ketempat He Lan. Ia datang dan memberikan bunga untuk He Lan sebagai tanda permintaan maafnya. Dikarenakan ia telah menyebabkan jari He Lan terluka.


“Tidak apa. Aku sendiri yang menyentuh realgar itu,” kata He Lan.

“Aku tidak seharusnya membawa realgar, ketika datang menemui mu,” balas Pi Pi, merasa bersalah. Namun He Lan tidak mempermasalahkan itu.

3 comments: