Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

SINOPSIS K-DRAMA : MISTRESS EPISODE 11-2



IMAGES BY : OCN
Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.
Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

Hwa Young dan Eun Soo pergi lagi ke kantor Sang Hoon, sementara Se Yeon menunggu di dalam mobil. Mereka bicara dengan teman penipu Sang Hoon itu dan Hwa Young secara diam-diam, menelepon ke Se Yeon sehingga dia bisa mendengarkan percakapan mereka juga.
Teman penipu Sang Hoon bilang kalau sekarang Se Yeon berada di posisi yang sulit. Semua orang sekarang menganggap Young Dae sebagai korban dan bersimpati padanya. Jadi siapa yang berani menyentuh Young Dae sekarang?
Mereka ke meja Sang Hoon, dan barang di meja itu sudah kosong. Penipu itu bilang kalau polisi sudah membawa semua barang Sang Hoon termasuk yang di mobil untuk penyelidikan.
Se Yeon berbicara kepada Hwa Young kalau harusnya ada buku agenda milik Sang Hoon. Dan Hwa Young segera menanyakan hal tersebut. Penipu memberitahu kalau buku itu juga di bawa oleh polisi.

Hwa Young menelpon Jung Won. Dia meminta bantuan Jung Won untuk ke kantor polisi. Detektif yang menangani kasus Dong Seok, juga menanganai kasus Sang Hoon, dan mereka mau minta tolong Jung Won untuk mengambi buku agenda tersebut. Di buku itu mungkin ada petunjuk dimana keberadaan Sang Hoon.
Jung Won menolak karena bagaimana bisa dia mencuri di kantor polisi? Dia merasa kalau permintaan mereka sudah keterlaluan. Dia dengan tegas menolak. Eun Soo mencoba membujuknya, tetapi Jung Won menolak.
And...

Pada akhirnya, Jung Won tetap ke kantor polisi. Dia membagikan minuman kepada semua detektif di sana, sambil berpura-pura meminta mereka untuk memperlakukan suaminya dengan baik.
Jung Won kemudian melihat ada papan informasi mengenai Young Dae milik Sang Hoon dan sebuah kotak berisi barang-barang Sang Hoon. Dia diam-diam mendekat ke sana dan melihat ada sebuah buku agenda di atas meja. Jung Won mengambil buku tersebut dan memeriksa nama pemiliknya, Han Sang Hoon.
Det. Lim masuk. Jung Won segera mengambil buku tersebut dan menyembunyikan di bawa kotak minuman yang di bawanya. Dia langsung bergegas keluar. Masalahnya, det. Lim melihatnya dan menghentikannya.
"Itu apa...?" tanyanya sambil melihat ke kotak.
Jung Won jadi gugup. Penipu nya juga ada disana, jadi tegang. Tadi dia yang bertugas mengalihkan perhatian det. Lim.
"Kau tidak adil. Sebagian diberi, sebagian tidak. Terimakasih minumannya," ujar det. Lim. Ternyata, dia tidak melihat buku tersebut. Jung Won menghela nafas lega.
Jung Won naik mobilnya dan berhenti di suatu tempat. Dia benar-benar lega karena tidak ketahuan.
Jung Won menyerahkan buku agenda tersebut kepada penipu dan penipu kemudian menyerahkannya kepada Se Yeon. Sementara itu, Jung Won segera pergi. Se Yeon merasa bersyukur karena Jung Won masih mau membantunya.
Se Yeon masih marah melihat penipu karena dulu menipunya. Penipu meminta maaf dan menjelaskan kalau waktu itu dia di suruh Sang Hoon menipu Se Yeon untuk mengetest apa Se Yeon itu komplotan Young Dae atau bukan. Se Yeon mengerti.
Se Yeon mulai melihat isi buku dan membaca isinya. Dia menemukan di buku tersebut Sang Hoon juga menyelidiki mengenai Park Jung Sim. Penipu membenarkan, dan dia yang diminta Sang Hoon untuk menyelidiki. Hasil penyelidikannya, Jung Sim punya anak lain selain Sang Hee, yaitu Kyung Hee. Kalau anak itu masih hidup usianya sekarang 12 tahun. Akan tetapi, anak itu sudah meninggal karena penyakit paru-paru dan Kim Young Dae adalah orang yang menerima pembayaran asuransinya.
Se Yeon terkejut. Penyakit yang sama seperti Ye Rin.
Eun Soo menduga kalau Jung Sim juga mengejar uang asuransi sehingga meracuni putrinya sendiri dengan pestisida. Tetapi, Se Yeon tidak merasa begitu. Dia melihat Jung Sim yang sangat menyanyangi Sang Hee, jadi mustahil baginya untuk meracuni putrinya sendiri. Dan yang paling penting, Kim Young Dae yang menerima pembayaran asuransi atas kematian Kyung Hee, bukan Jung Sim. Mereka terdiam dan menyadari sesuatu.
"Jadi semua dimulai dari saat itu," simpul Se Yeon.
"Tidak, dimulai sebelum itu. Ayah Kim Yeong Dae. Kau ingat foto pohon oak (pohon besar)? Dia gantung diri di pohon itu 15 tahun yang lalu. Tak lama kemudian, Kim Yeong Dae menerima pembayaran asuransi ayahnya. Sang Hoon percaya bahwa Kim Yeong Dae membunuh ayahnya sendiri. Pokoknya, kami pikir  itulah titik awalnya," jelas penipu.

Dan kita seperti melihat adegan, Young Dae melihat ayahnya tergantung di pohon tersebut. Dan tidak ada raut kesedihan di wajahnya.
"Kalau begitu, korban berikutnya Kyung Hee, kakak Sang Hee?" tanya Eun Soo.
"Ya. Dan kali ini, dia memalsukan kematiannya sendiri demi mendapatkan uang. Karena sudah menerima uang untuk ayah dan putrinya dia harus mengubah rencana agar tak ketahuan," lanjut penipu.
"Jadi penerima manfaat bukan Park Jung Sim tapi Se Yeon karena Park Jung Sim sudah menerima uang atas kematian putrinya?" tanya Hwa Young.
"Tidak. Kalau penerima manfaat adalah Park Jung Sim kemungkinannya penyelidikan akan semakin dalam dan akhirnya tak ada pembayaran. Maka dari itu, dia membutuhkan penerima manfaat yang bersih yang takkan menggunakan uangnya."
Se Yeon menebak kalau Jung Sim pasti tidak akan percaya kalau Kim Young Dae akan berbuat begitu pada putri mereka. Hwa Young berpendapat kalau mereka harus mencari Park Jung Sim dan memberitahukan hal ini, mereka harus membuat Jung Sim di pihak mereka. Dan juga Jung Sim harus tahu hal ini, agar dapat melindungi Sang Hee dari Young Dae. Eun Soo setuju.
Se Yeon menolak. Mereka harus menemukan Sang Hoon terlebih dahulu. Mereka harus memastikan keselamatannya dan menyelamatkannya agar dapat menyelamatkan Ye Rin.
"Kalau begitu begini saja. Sementara kau mencari petunjuk di buku agenda, kami akan mencari Park Jung Sim," usul Eun Soo. Se Yeon dan Hwa Young setuju.
Jung Sim menemui Young Dae. Young Dae meminta maaf, dia memulai hubungan dengan Se Yeon demi uang asuransi, tapi setelah hidup bertahun-tahun, perasaannya mulai tumbuh pada Se Yeon.
"Maksudmu... kau benar-benar ingin hidup bersama wanita itu?" tanya Jung Sim marah. Young Dae tidak dapat menjawab. "Ayah Sang Hee. Tak bisa begini. Kau bilang sendiri, ini semua demi Sang hee. Untuk Sang Hee. Kau sendiri yang bilang."
"Benar. Tapi Ye Rin juga anakku. Bahkan barusan, ibu Ye Rin akan ku serahkan pada polisi tapi aku tidak sanggup. Aku memulai semua ini untukmu dan Sang Hee, tapi memenjarakannya atas sesuatu yang bukan perbuatannya, perasanku takkan pernah tenang. Mana mungkin aku bisa tenang memandang mata Sang Hee."
Air mata Jung Sim menetes, "Jadi selama ini masalahnya adalah perempuan sialan itu."
(Ini semua rencana Young Dae. Dia mengatakan hal itu, untuk membuat Jung Sim marah dan membunuh Se Yeon).
Setelah mengantar Jung Sim kembali ke gedung kosong. Young Dae berbalik pergi menuju rumah sakit. Di dalam mobil, dia tersenyum senang dan bahkan bersiul menyanyikan lagu kesukaannya.
Eun Soo dan Hwa Young mulai mencari Jung Sim di sekitar tempat tinggal Jung Sim. Sementara Se Yeon memeriksa buku agenda Sang Hoon untuk mencari petunjuk. Dan hasilnya, nihil.
Se Yeon, Eun Soo dan Hwa Young, benar-benar kehilangan arah. Mereka tidak tahu lagi harus kemana. Jadi, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.

Saat mereka masuk ke hotel, resepsionis memberitahu ada pesan untuk mereka.
Itu pesan dari Jung Sim : Aku tahu dimana Han Sang Hoon. Datang sendiri. Bila tidak, kau tidak akan pernah menemukannya.

Se Yeon bergegas pergi sendiri. Hwa Young dan Eun Soo menghentikannya. Terlalu bahaya. Se Yeon menyakinkan mereka kalau dia akan baik-baik saja. Eun Soo tetap menolak, sementara Hwa Young memeluknya dan memintanya untuk berhati-hati. Se Yeon segera pergi dengan taksi.

Eun Soo protes karena Hwa Young mengizinkan Se Yeon pergi. Hwa Young menenangkan, karena ternyata, saat memeluk Se Yeon, dia meletakkan pelacak GPS di saku baju Se Yeon.
Sang Hoon benar-benar sudah tidak berdaya. Young Dae menemuinya dan mulai menyiksa nya lagi.

Se Yeon bertemu dengan Jung Sim di sebuah restoran sup. Jung Sim sedang asyik makan. Se Yeon duduk di depannya, dan Jung Sim malah menawarkannya untuk makan. Se Yeon langsung to the point dan bertanya dimana Sang Hoon.
Jung Sim dan Se Yeon berada dalam mobil dan menuju suatu tempat. Jung Sim terus melirik dari kaca spion. Dia menyadari kalau ada yang mengikuti. Dan benar, Hwa Young serta Eun Soo mengikuti mereka.
Jung Sim berhenti. Dia memeriksa baju Se Yeon dan menemukan GPS di dalam saku Se Yeon.  Se Yeon juga kaget.
Eun Soo dan Hwa Young menemukan pelacak GPS dibuang di lapangan kosong. Mereka kehilangan jejak Se Yeon.
Jung Sim membawa Se Yeon ke tanah kosong lapang dan dekat hutan. Se Yeon mulai curiga. Jung Sim menyuruhnya untuk tidak curiga. Dan kemudian, dia mengeluarkan pisaunya dan berujar kalau Sang Hoon akan menyusul Se Yeon.
Dia berlari menerjang Se Yeon dan mengarahkan pisau ke leher Se Yeon.
"Putrimu meninggal akibat penyakit paru-paru. Gejalanya sama dengan Ye Rin. Kau tak tahu putrimu meninggal akibat pestisida."
"Sebaiknya tutup mulutmu sebelum kupotong kepalamu."
"Mungkin kau sudah curiga saat memberi pestisida pada Ye Rin. Mungkinkah putriku juga meninggal gara-gara ini. Pasti kau ingin mempercayai Kim Young Dae. Dia masih ayahnya. Mana mungkin mendapatkan uang asuransi dengan cara seperti itu? Tapi pikirkan saja. Ye Rin... juga putri Kim Yeong Dae."
Eun Soo dan Hwa Young berusaha mencari Se Yeon.
Jung Sim masih terus berusaha membantah hal tersebut. Dia merasa Young Dae tidak akan menyakiti Kyung Hee. Dia mulai menyerang Se Yeon.
"Baik, bunuh aku. Kalau kau bunuh aku... Satu dari dua penipu dalam rencana Kim Yeong Dae akan mati dan yang satunya akan dipenjara. Lalu uangnya bagaimana? Kim Yeong Dae akan menguasai uangnya," tantang Se Yeon.
"Kau pikir kulakukan demi uang?"
"Kau mempercayai rencana Kim Young Dae. Selang waktu, putrimu Sang Hee akan mati sama seperti Kyung Hee," beritahu Se Yeon.
Jung Sim marah dan menusuk Se Yeon. Se Yeon menghindar. Mereka terlibat perkelahian. Se Yeon hampir bisa kabur, tetapi, Jung Sim mengambil batu besar di dekat sana dan memukulkannya ke kepala Se Yeon. Se Yeon tidak sadarkan diri.
Setelah itu, dia malah jadi ketakutan sendiri.
Eun Soo dan Hwa Young panik karena tidak menemukan Se Yeon. Saat itulah, tanpa sengaja, mobil mereka berpas-pasan dengan mobil Jung Sim. Mereka segera mengejarnya.
Jung Won menemui Dong Seok. Dan Dong Seok menegaskan kalau dia tidak membunuh Jae Hee ataupun pemilik salon tersebut. Di malam Yoon Jung terbunuh, dia ada di rumah bersama Jung Won. Jung Won bertanya hubungan Dong Seok dengan Jae Hee.
"Terus terang, hubunganku dengan Baek Jae Hee singkat. Bahkan pada hari kematian Baek Jae Hee, hubungan kami sudah berakhir."
"Tapi bukankah kau juga turut bertanggung jawab?"
"Bertanggung jawab? Sejak acara TV dimulai 3 tahun lalu hingga detik ini, kau tak pernah bahagia bersamaku. Tapi wanita itu setidaknya mengakuiku," beritahu Dong Seok.
Jung Won mengenggam erat surat dari dokter mengenai siapa ayah dari bayinya. Dong Seok lanjut berkata, dia selama ini memikirkan kalau dia sukses, Jung Won akan bahagia.
"Andai saja kau percaya padaku dan mendukungku walau sedikit, kita takkan jadi seperti ini," ujar Dong Seok.
"Hari ini hasil tes DNA sudah keluar. Tapi barusan aku sadar. Kini aku tak peduli siapa ayah anakku. Aku akan membesarkannya sendiri," putus Jung Won dan menyobek surat hasil dokter tersebut.
Dong Seok hanya bisa duduk termangu. Dia menyesali perbuatannya.
Jung Won keluar dari kantor polisi. Dia menarik nafas dan menghembuskannya kuat-kuat. Dia siap menempuh hidup barunya.
Jung Sim membawa Se Yeon yang masih belum sadarkan diri. Eun Soo dan Hwa Young kehilangan jejak lagi dan mulai mencari mobil Jung Sim lagi.
Se Yeon sudah tersadar. Jung Sim memberhentikan mobilnya dan menyeret Se Yeon yang masih dalam keadaan lemah keluar dari mobil. Dia menurunkan Se Yeon di jalan depan kantor polisi.

Se Yeon panik. Pos polisi berada di samping tidak jauh darinya. Det. Lim keluar dari kantor polisi dan mendekat ke arahnya. Se Yeon berada dalam kondisi terjepit.


Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

2 Responses to "SINOPSIS K-DRAMA : MISTRESS EPISODE 11-2"

  1. Konfliknya makin rumit ya....
    Arahnya gak ketebak,menegangkan....
    Semangat buat unnie....
    Pasti nulisnya agak berat nahan rasa gemas sama young dae yg keterlaluan....😤😤😤

    ReplyDelete
  2. Sebel banget sma young dae... Arrrggghhh.... Gemesh...
    Lanjut kak, makin penasaran nih, semangat... 😍😍😍

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN