SINOPSIS LAKORN : RANG MAI HUA JAI DERM EPISODE 09-1



Images by : ONE HD 31
Kaew di rumah sedang berkemas untuk pergi ke pulau Kulan, jumat ini. Tante bingung dengan rencana Kaew yang mau pergi nyambut tamu dengan Win, kalau seperti itu, bagaimana cara bisa mendapatkan Win?  Kaew menjelaskan kalau dia itu bohong. Tidak ada tamu. Dia merencanakan semuanya agar bisa berdua dengan Win di pulau pribadi tanpa ada gangguan. Tante memujinya yang pintar. Mereka tertawa senang.
Tan serta Pat makan malam di restoran Joon. Pat memberitahukan kecurigaannya mengenai tamu yang dibilang Kaew pada Win. Dia merasa ada yang tidak beres. Tan tidak mengerti. Pat menjelaskan kalau Kaew bilang dia dekat dengan tamu, padahal kenyataannya tidak. Dan juga, Khun Christoph hanya pernah menghubungi hotel dua kali, dan tidak dekat ataupun mengenal Kaew. Juga, kenapa Kaew tidak membiarkan dept. reservasi yang membooking kamar di resort pulan Kulan? Kenapa dia harus melakukannya sendiri padahal itu bukan pekerjaannya? Terlalu banyak hal aneh.
Joon merasa kalau Pat saja yang terlalu berlebihan. Pat menjelaskan hal aneh lainnya, Kaew membooking hanya untuk satu hari. Coba pikirkan, apa ada orang yang mau datang naik pesawat selama 10 jam ke Thailand hanya untuk merayakan ulang tahun pernikahan selama 1 malam? Joon jadi merasa aneh juga mendengar argumentasi Pat.
Esok harinya,
Pat sedang berjalan menuju ruangannya saat dia melihat Kaew memberikan sebuah tas kepada resepsionis dan memintanya untuk mengirim tas itu ke resort di pulau Kulan. Pat jadi makin curiga ada yang tidak beres.
Pat akhirnya menemui resepsionis dan meminta nya untuk mengecheck ke airport apa ada tamu dari Prancis yaitu Khun Christoph dan istrinya yang datang ke Thailand? Dia mau menjemput mereka. Resepsionis mengerti dan mulai menelpon.
Resepsionis kemudian melaporkan kalau tidak ada nama itu. Pat mengerti, dugaannya benar, tamu itu tidak pernah ada.

Kaew menghampiri Win dan berbohong kalau tamu sudah datang ke Phuket. Dan dia sudah membuat reservasi kapal untuk mereka ke sana jam 4 sore ini. Win mengerti. Dan Pat diam-diam menguping.
Pat menelpon Joon dan melaporkan hal itu.
"Oh dear, dia terlihat baik ternyata berbahaya," ujar Joon tidak menyangka. "Awalnya, aku merasa kasihan padanya, tapi dia bermain kotor. Tidak dapat di terima."
Pat membenarkan. Jadi, dia harus bagaimana? Lapor ke Win? Joon melarang, mereka harus memanfaatkan kesempatan. Pat harus pergi menggantikan Kaew ke sana, dan dia yang akan menjaga Boat.
Pat bertanya rencana Joon. Joon sudah memikirkannya dan mereka juga butuh bantuan Tan.
Kaew mengantar Lan yang mau pergi ke rumah Win untuk menjaga Boat. Dia tidak sadar kalau  Lan hanya berpura-pura pergi.
Tum datang menemui Kaew dan memberitahu kalau GM mengajak Kaew untuk dinner sebelum pergi rapat. Kaew tidak curiga sama sekali dan mengikuti Tum. Tan memperhatikan mereka.

Pat meminta supir untuk menurunkannya di pom bensin.
Tum membawa Kaew ke lorong panjang. Kaew mulai curiga karena itu bukan jalan ke restoran. Dan dari belakang, Tan  menyergapnya. Bersama dengan Tum, mereka mengikat Kaew dan mengurungnya di ruang penyimpanan barang.
Kaew berteriak-teriak meminta bantuan.
Pat pergi ke toilet dan menyerahkan scarf serta topi yang digunakannya pada Joon yang sudah berpakaian seperti Pat. Joon memberikan nasihat pada Pat untuk memanfaatkan kesempatan nanti di pulau tetapi ingat jadi seperti cewek murahan yang langsung mau menyerahkan tubuhnya. Pat mengerti.
Joon dengan menyamar menjadi Lan masuk ke dalam mobil kembali dan supir segera membawanya menuju rumah Win.
Pat masuk ke mobil Joon dan mengendarainya kembali ke hotel.

Win sudah bersiap pergi dan menunggu Kaew. Lan menghampirinya dan melapor kalau Kaew ada sedikit masalah jadi tidak bisa menemani Win menyambut tamu. Dan Kaew menyuruhnya untuk menemani Win.
"Lalu bagaimana dengan Boat?" tanya Win.
Tepat saat itu, Boat melakukan panggilan video dan memberitahu kalau Joon sudah datang untuk menemaninya. Mereka meminta Win untuk bersenang-senang.
Nalan meminta Win untuk segera berangkat atau kapal akan pergi dan mereka akan tiba malam.

Kaew terus berteriak meminta tolong, tepat saat itu Nudee lewat dan mendengar teriakannya. Dia juga melihat Tan dan Tum berjaga di depan pintu. Dia dengan kekuatannya dan menggunakan lutut memukul perut Tan dan Tum, menjauhkan mereka dari pintu. Setelah itu, dia membuka pintu dan membaskan Kaew.
Dia bertanya apa yang terjadi? Kaew panik dan meminta ponsel Nalan untuk menghubungi Win sebelum Nalan membawanya ke pulau. Nudee bingung, tetapi Kaew memaksanya untuk cepat dan dia akan menjelaskannya nanti. Tan berusaha menghentikan tetapi Nudee menyuruhnya menjauh.
Tepat saat itu, Joon datang membawa Boat. Dan Boat langsung lari memeluk Nudee hingga Nudee tidak jadi menelpon. Kaew merebut ponsel Nudee untuk menelpon Win, tetapi Joon segera merebutnya. Dia bertanya dimana Win?  Dan saat Win bilang dia sudah jauh, Joon malah bilang agar Win menikmati perjalanan kerja. Kaew merebut ponsel itu kembali dan mencoba menghubungi Win lagi, tetapi tidak bisa karena tidak ada sinyal. Dia jadi panik.
Kaew mencoba menelpon penyewaan kapal untuk menyewa kapal ke pulau. Tetapi, penyewaan memberitahu kalau ada badai dan kapal tidak bisa berlayar. Kaew langsung lemas.
Nudee marah-marah pada Joon karena membantu Nalan dan Tan. Joon cuma diam saja, bingung harus menjawab apa.
Akhirnya, di adakan rapat dadakan antara Nudee, Joon, Kaew dan Tan. Sementara Boat bermain dengan Tum.
Nudee  masih marah-marah karena Joon membantu Nalan dan Tan. Joon menjawab kalau harusnya Nudee tidak perlu khawatir dan percaya saja padanya, tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi.
"Khun Nudee, jangan percaya pada mereka. Menurutku, mereka bekerja sama untuk mengulur waktu kita agar Nalan bisa mendapatkan Win," fitnah Kaew.
"Kau gila!??? Jangan dengarkan khayalannya," marah Joon.
Hampir terjadi perkelahian, Tan angkat tangan dan menyuruh mereka untuk tidak ribut. Jika mereka khawatir dengan Win, tinggal hubungi saja tamu KetKaew yang akan menginap disana untuk memastikan. Kaew menolak karena itu tidak ada hubungannya dengan tamu.
"Jika Khun Ketkaew dapat menghubungi tamu langsung, maka kita bisa minta tamu untuk menghubungi GM," beritahu Tan.
Joon membenarkan. Dia menyuruh Kaew untuk menghubungi tamu karena mungkin saja tamu belum sampai ke pulau dan masih dapat sinyal. Jadi mereka bisa memastikan.
"Tamu mu itu, apa benar-benar ada? Ooops... apa mereka sudah sampai?" tantang Joon.
Kaew terdiam tidak tahu harus berbuat apa. Nudee setuju dengan perkataan Tan dan Joon dan menyuruh Kaew untuk menelpon. Tan dan Noojoon mendesaknya. Kaew berbohong kalau tamu menghubungi dengan nomor kantor di Prancis. Joon menantangnya untuk menlpon ke kantor di Prancis sana dan bertanya nomor hp si tamu, dia akan membayar biaya teleponnya. Semua mendesaknya.
Kaew menjauh dan berteriak akan menelpon. Nanti kalau sudah tersambung, dan sudah dapat kabar, dia akan memberitahu Nudee. Joon menyindir, kalau dia juga mau tahu. Kaew menatap kesal padanya.
Joon bersiap pulang dengan Boat.  Kaew mengejarnya. Dia meminta waktu bicara sebentar dengan Joon dan meminta Boat untuk pergi bermain sendiri dulu.
"Khun Noojoon, apa yang kau tahu?" tanya Kaew saat mereka sudah berdua.
"Apa yang sudah aku tahu? Apa maksudnya?"
"Tentang Nalan. Dan semua yang terjadi hari ini."
Joon menyangkal kalau dia tidak tahu apapun. Kaew tidak percaya, Joon pasti tahu sesuatu, jika tidak bagaimana bisa Noojoon membantu Nalan? Dia berbicara dengan nada tidak sopan pada Joon.
"Bicara yang sopan padaku. Jangan kurang ajar. Aku bukan pegawaimu atau seseorang yang bisa kau kendalikan. Jika kau mau bicara, gunakan kata sopan, mengerti!"
"Maaf," ujar Kaew tersenyum palsu. "Aku hanya khawatir dengan Khun Kawin. Jadi, aku lupa. Tapi, sebenarnya Nalan selalu bersikap aneh. Bahkan jika kau sampai bisa mengenalnya, kau harus hati-hati."
"Jangan khawatir! Aku sangat mengenalnya. Terutama Win. Jangan khawatir. Karena Pat masih berada di sekitarnya. Sekitarnya. Aku bisa merasakannya. Cinta, kekhawatiran, dan kepedulian. Pat masih hidup. Pat tidak mati. Hahahah.... Whahhahaha... Whahahaha," ujar Joon dan pergi dengan Boat.  
Setelah Joon pergi, Kaew mengumpatinya.

Post a Comment

Previous Post Next Post