Wednesday, August 15, 2018

Sinopsis Korean Drama - LOVELY HORRIBLY Episode 01

0 comments


Sinopsis Korean Drama - LOVELLY HORRIBLY Episode 01
Images by : KBS2
08 Agustus 1994
Sebuah keluarga kaya pergi ke sebuah kuil untuk meminta di doakan agar keluarga mereka selalu di lindungi dan beruntung, terutama anak mereka, Oh Eul Soon. Ibu Eul Soon memberikan tanggal dan jam lahir Eul Soon untuk di doakan oleh Kim Ok Hee, shaman (dukun) yang akan mendoakan keluarga mereka.
Eul Soon terlihat menggunakan kalung kayu yang di tengahnya terdapat permata kecil. Dan permata itu bersinar sekali saat Ok Hee melihat kertas yang berisi jam dan tanggal lahirnya.
Ok Hee melihat tanggal lahir Eul Soon adalah 08 Agustus 1985 dan dia terlihat terkejut. Dia juga menatap tajam pada Eul Soon hingga membuat ibu Eul Soon ketakutan dan bertanya ada apa?
Ok Hee mengalihkan pandangan ke anak lelakinya, Yoo Eul Chook, yang sedang bermain tanah di pinggir.
Ayah Eul Soon memberitahu kalau seorang peramal pernah mengatakan kalau Eul Soo memiliki takdir yang tidak biasa. Dia bertanya pada Ok Hee, apa itu buruk? Ok Hee gelagapan dan menjawab tidak ada apa-apa.
Eul Soon berbalik dan melihat Eul Chook. Mereka saling berpandangan.
Ok Hee mulai melakukan ritual doa dan menari - nari. Eul Soon yang melihatnya, memuji kalau ibu Eul Chook sangat cantik dan juga pandai menari. Eul Chook hanya dia, dia tertarik melihat kalung Eul Soon. Eul Soon memberitahu kalau kalung itu di buat dari pohon apel asli. Eul Chook mengulurkan tangannya, meminta kalung tersebut.
Eul Soon langsung menggenggam erat kalungnya. Dia memberitahu Eul Chook kalau dia di suruh untuk tidak pernah memberikan kalung itu pada siapapun, karena kalung itu akan melindunginya.
Eul Chook terdiam sedih dan mendekap kakinya. Eul Sook terkejut melihat kaki Eul Chook yang penuh bekas luka memar.
Ok Hee terus menari sambil memperhatikan Eul Soon dan Eul Chook yang sedang bermain.
Flashback
Yoo Eul Chook. Lahir tanggal 08 Agustus 1985. Seorang peramal datang ke tempat Ok Hee untuk membaca peruntungan Eul Chook dan memberitahu kalau Eul Chook terlahir dengan ‘separuh takdir’.
Peramal tersebut menjelaskan kalau tidak ada bumi dalam Eul Chook. Seakan ada banyak pohon pinus yang berdesakan di sebuah lahan kecil. Tetapi, mereka tidak bisa mendapatkan apapun dari pohon pinus itu, dan hal itu membuat Eul Chook semakin layu (melemah).
“Walaupun itu takdirnya, aku tidak bisa merelakan anakku,” ujar Ok Hee.
“Kenapa kamu harus merelakannya? Ambil saja dari anak lain,” saran peramal. “Cari anak dengan takdir yang sama. Ambil kapak anak itu, dan tebang semua pohon anak itu. Jadi, pohon-pohon itu akan busuk dan menjadi pupuk untuknya (Eul Chook). Hanya itu cara dia bisa hidup.”
Ok Hee tidak bisa melakukan hal itu. Dia tidak bisa membunuh anak lain hanya demi menyelamatkan anaknya. Tetapi, peramal memasaknya, jika Ok Hee tidak melakukannya, maka Eul Chook akan mati. Karena itulah di sebut sebagai ‘separuh takdir’. Takdir yang menakutkan. Dan karena itu, sebaiknya kedua anak dengan takdir tersebut tidak bertemu, tapi sudah takdir mereka untuk bertemu suatu saat.
End
Ok Hee terus memandang. Dia terus teringat takdir anaknya yang terkait dengan Eul Soon. Jika satu menderita, yang lain akan bahagia. Jika yang satu sehat, yang lain akan sakit. Pilihannya mengambil atau kehilangan.
Ok Hee tidak dapat melakukan ritual dengan benar. Dia tidak sanggup mendoakan keberuntungan Eul Soon, karena hal itu hanya akan membuat anaknya menderita. Dia tidak mau putranya kehilangan keberuntungan. Dia akhirnya memilih Eul Chook.
--
Eul Chook berjalan pulang dengan Ok Hee. Dia terus bertanya apa ibunya melihat hantu hari ini? Mendengar suara arwah? Apa yang mereka katakan? Apa arwah itu akan berhenti membuatnya sakit? Apa Ok Hee berdoa akan anak-anak tidak menjauhinya lagi? Apa dia bisa meminta arwah agar ayah tidak mabuk lagi dan memukul mereka lagi?
“Kamu mau mendengar sebuah rahasia?” ujar Ok Hee tiba-tiba.
“Rahasia?”
“Sebenarnya, hantu itu tidak ada.”
Eul Chook jelas terkejut mendengarnya. Ok Hee menyuruh Eul Chook sekarang tidak perlu merasa takut lagi. Ok Hee bahkan membuang peralatan shaman-nya. Dan bulan terlihat menjauh.
Ok Hee terus menekankan kalau hantu itu tidak ada. Dan bahkan jika dia mati, dia tidak akan pernah menjadi hantu. Jadi, Eul Chook tidak perlu takut lagi. Dia lah yang akan melindungi Eul Chook.
Ok Hee memeluk Eul Chook dengan erat, dan di tangan Eul Chook, terlihat dia mengenggam kalung milik Eul Soon.
--

Sejak kalung itu beralih ke Eul Chook, kehidupannya mulai berubah. Termasuk kehidupan Eul Soon.
Eul Chook menjadi sehat dan mempunyai banyak teman.
Sementara Eul Soon, keluarganya bangkrut.
Eul Soon mengikuti lomba judo dan hampir menjadi pemenang. Tetapi, tiba-tiba terjadi pemadaman lampu. Dan saat lampu menyala kembali, lawan Eul Soon segera memanfaatkan kesempatan dengan menjadi pemenang. Padahal, sebelumnya lawan itu sudah menyerah saat lampu mati. Dan akhirnya, Eul Soon kalah.
Eul Chook bermain game di warnet dan berhasil memenangkan senjata langka.

Saat sedang menunggu bus di halte, atap halte pecah hingga Eul Soon terkena tumpahan air hujan. Sungguh sial, padahal di sana juga ada 2 siswi yang lain, tetapi hanya Eul Soon yang kena.
Di tempat lain, Eul Chook juga sedang menunggu bus di halte. Sama seperti Eul Soon, atap hale pecah dan tumpahan air hujan mengenai dua orang yang sedang menunggu di sana kecuali Eul Chook.  
Suatu ketika, mereka sama - sama tersandung. Eul Soon terkena lumpur dan Eul Chook malah menemukan uang.
Saat mereka sama-sama terlambat dan melompati tembok, Eul Soon langsung ketahuan guru BP, sementara Eul Chook berhasil lolos.
Bahkan saat membagi es krim ganda dengan teman mereka, Eul Soon selalu mendapat jatah terkecil sementara Eul Chook selalu mendapat jatah terbesar.
Suatu ketika, mereka yang masih SMA, sempat berpas-pasan di jalan. Kalung Eul Soon (aku sebut jimat apel aja ya), seperti mengetahui pemilik aslinya, terlepas dari leher Eul Chook dan terjatuh ke sekitar kaki Eul Soon. Eul Soon berbalik, dan sialnya, Eul Chook terlebih dahulu menyadari jimat itu terjatuh dan segera mengambilnya sebelum Eul Soon melihat.
Bertahun-tahun berlalu.
Eul Chook bertukar nama menjadi Phillip Yoo dan memenangkan banyak penghargaan untuk karir aktingnya.
Sementara Eul Soon, tidak peduli seberapa banyak dia mengirim naskah lomba drama, dia selalu gagal. Hal itu membuat penampilannya yang dahulu rapi menjadi amburadul.
Episode 01
07 Agustus 2018 : D-1 sebelum hari ulang tahun mereka
Eul Soon pergi ke minimarket untuk menemui pacarnya, Ha Ha (cameo). Ha Ha terlihat takut pada Eul Soon, dia memuji Eul Soon tetapi ujung-ujungnya dia minta putus. Alasannya, karena selama pacaran dengan Eul Soon, dia selalu terkena sial. Ha Ha sampai menekankan kalau Eul Soon sangat sial dan itu membuatnya takut.
Eul Soon menghela nafas dalam dan setuju untuk putus.
Ha Ha senang dan segera beranjak pergi. Tetapi, sebelum itu, dia menasehati Eul Soon untuk berhenti menulis naskah drama karena dia pasti akan gagal lagi. Dia juga menyuruh Eul Soon untuk keramas. Setelah itu, dia berlalu pergi.

Eul Soon keluar dari minimarket. Dan sialnya, hujan malah turun. Eul Soon segera menggunakan bajunya untuk melindungi naskah dramanya agar tidak basah. Seakan belum cukup sial, Eul Soon terkena cipratan air tergenang saat sebuah bus yang memasang iklan berwajah Phillip Yoo melintas. Kemudian, dia terpeleset oleh kaleng bekas yang bergambar wajah Phillip. Belum cukup itu saja, papan iklan Phillip yang di letak di pinggir jalan, terjatuh dan menimpa kepalanya.
--

Phillip baru tiba di Korea dan semua fans-nya langsung menyambut dengan heboh. Terlihat kalau Phillip sangat terkenal. Dan jimat kalung itu, sekarang sudah di kenakan Phillip di tangannya sebagai gelang.

Seorang pria yang baru keluar dari bandara, Lee Sung Joong, melihat ke arah Phillip. Dia melihat ada sesuatu yang aneh seperti mengikuti Philip.
“Apa itu?” gumam Sung Joong
Belum sempat dia berpikir, Ki Eun Young (penulis) menelponnya dan meminta bertemu nanti malam.
--
Phillip sudah berada di mobil bersama dengan manager dan asisten-nya. Manager dan asistennya sangat senang dengan Phillip yang sangat terkenal dan juga sukses. Para fans-nya bahkan mengirimkan banyak hadiah dan makanan karena besok Phillip berulang tahun. Tetapi, Phillip terlihat tidak peduli.
Asistennya, Kim Yong Man, menjadi penasaran kenapa Phillip tidak pernah pulang untuk bertemu orang tuannya ataupun membicarakan mereka. Manager menegur Yong Man untuk tidak bertanya hal itu.
--
Seorang wanita, Park Soo Jung, sedang membaca naskah drama berjudul : A Ghost’s Love Story. Soo Jung membaca kalimat naskah : suatu wujud hitam mendekati Shin. Dia menjadi panik dan segera mengirim pesan ke Phillip : Kamu dalam bahaya. Kita harus bertemu. Ada yang harus ku katakan padamu.
--

Phillip menerima pesan tersebut dan sangat kesal karena di kirimi pesan seperti itu. Dia sudah menerima pesan seperti itu 5 kali di hari ini, begitu sampai bandara.
Yong Man berpendapat kalau mungkin saja pesan itu dari Yoon Ah. Mana tahu dia mau buat kejutan untuk Phillip. Phillip memberitahu kalau Yoon Ah sedang ada acara radio, jadi tidak mungkin mengirim pesan.
Phillip menghubungi Yoon Ah. Dan mereka terlihat dekat dari pembicaraan. Yoon Ah terus mengucapkan dia rindu dan mencintai Phillip, tetapi Phillip malah mengacuhkannya.
Seorang rekan kerja Yoon Ah masuk saat Yoon Ah sudah selesai telepon untuk memberikan barang. Dia juga menyindir Yoon Ah yang sudah pacaran selama 8 tahun.
Yoon Ah membuka barang yang di berikan temannya, dan itu adalah naskah A Ghost’s Story. (ini naskah yang di tulis oleh Eul Soon). Yoon Ah tentu heran tetapi saat melihat sebuah pesan kecil di bawah naskah : Bukankah sebaiknya kita bertemu? - Ra Yun. Mata Yoon Ah langsung membesar. Dia bertanya pada temannya, siapa yang mengirim barang ini? Tidak ada cap pos-nya.
“Itu tidak datang lewat pos atau pengiriman barang. Seorang wanita mengantarkannya sendiri.”

Yoon Ah langsung berlari keluar untuk mencari wanita itu. Dia melewati lorong gelap. Dan tidak melihat seorang wanita bergaun putih yang baru pergi.
--
Penulis Ki Eun Young sedang melakukan wawancara. Reporter memuji karya Eun Young yang selalu sukses. Eun Young senang mendengarnya dan menjawab segala pertanyaan dengan ramah. Reporter juga bertanya apa saja yang sudah Eun Young korbankan untuk sukses seperti ini.
“Pertama, pernikahan. Waktu tidur kedamaian di hati. Istirahat untuk jiwa. Bahkan persahabatan,” jawab Eun Young. “Aku merelakan apa pun yang memungkinkan.”
“Ini pertanyaan konyol. Tapi, drama pertama dan kedua Anda sangat berbeda. Beberapa orang mempertanyakan apakah ada penulis lain?” tanya reporter.
Eun Young marah mendengarnya dan mulai menyebut kasar ‘tikus gila’ hingga membuat reporter terkejut. Eun Young langsung tertawa dan beralasan kalau dia akan menggunakan istilah ‘tikus gila’ untuk karya selanjutnya. Eun Young juga memberitahu kalau setiap karyanya memang terlihat sangat berbeda, bahkan karya terbarunya : A Ghost’s Story juga akan sangat berbeda dari karya sebelumnya : The Ax of Truth.
Wawancara selesai.
Phillip tiba di restoran bersama dengan manager. Dan saat tahu kalau dia di ajak bertemu dengan Eun Young, Phillip langsung marah. Tetapi, manager memaksanya untuk bertemu sebentar.

Eun Young menawarkan Philiip untuk menjadi pemeran utama dari dramanya : A Ghost’s Story. Tetapi, Phillip menolak, dia bahkan tidak mau membaca naskah drama yang di berikan oleh Eun Young. Eun Young berusaha sabar, dia membujuk Phillip untuk bergabung, karena dia sudah menyiapkan tim hingga sutradaranya. Sutradaranya adalah pendatang baru tetapi lulusan luar negeri.
Phillip tetap tidak mau bekerja sama dengan Eun Young. Rupanya, itu karena di kerja sama mereka sebelumnya, The Ax of Truth, Eun Young sempat menyebut Phillip yang tidak membaca karyanya dan menyebutnya burung bayan yang menambahkan improvisasi.
Suasana menjadi tegang. Eun Young terus berusaha membujuk. Dia memberitahu kalau sekali Phillip mendengar cerita drama ini, dia akan benar-benar tertarik. Phillip tetap menolan dan bahkan menyombongkan diri kalau sutradara Steven Taylor di Amerika yang menghasilkan box office mengajaknya kerja sama tahun depan. Dia kemudian beranjak pergi.
Eun Young jadi kesal, di tambah lagi Phillip menyebutnya sebagai penulis pencundang. Cari saja aktor murah yang mau bekerja sama. Eun Young tidak bisa menahan amarah nya lagi, dia mengancam akan menghancurkan karir Eun Young. Mereka saling ngotot-ngotot.

Dan sepertinya keberuntungan memang berpihak pada Phillip, karena Eun Young malah terjatuh ke arah pelayan yang sedang membawa kue tart. Dia marah dan melempar potongan kue dan malah mengenai manajer sementara Phillip hanya terkena sedikit cream di rambutnya. Manager segera menyuruh Phillip untuk pergi terlebih dahulu sementara dia menenangkan Eun Young.

Phillip ke toilet dan merapikan penampilannya. Toilet sangat sunyi. Hingga Phillip merasa ketakutan. Tidak ada siapapun di sana selain dia, dan dia merasakan ada hawa sesuatu.
Phillip menelpon Yong Man dan Yong Man terkejut karena Phillip sudah selesai. Dia mengira Phillip dan manager akan lama karena itu dia pergi mampir ke sauna. Dia menyuruh Phillip untuk menunggu di mobil yang di parkir di basemen satu. Phillip langsung kesal karena dia tidak suka mobil di parkir di basement. Yong Man mengejek Phillip yang penakut dan menyuruhnya untuk menunggu saja di sana.
Phillip dengan kesal pergi ke basement. Dia mendengar suara langkah kaki. Saat berbalik, tidak ada siapapun. Dia jadi ketakutan dan mempercepat langkahnya sambil terus melihat ke belakang. Dan pada akhirnya, dia berlari masuk ke dalam mobil.
Saat sudah di dalam mobil, dia melihat seorang wanita bergaun putih mendekatinya. Takut, tanpa melihat wajah wanita itu, Phillip segera melajukan mobil pergi keluar dari basement.
Dan terlihat ada asap berwarna pink.
--
Phillip parkir di pinggir jalan. Dia menelpon Yong Man dan memberitahu kalau dia tersesat padahal dia sudah mengikuti GPS. Dia menyuruh Yong Man untuk ke tempatnya dengan melacak GPS mobilnya.
--
Eun Young berada di toliet dan membersihkan dirinya. Dia sangat kesal. Seseorang menelponnya dan dia langsung bertanya apa naskah bagian kedua sudah selesai? Yang menelpon adalah Eul Soon.
“Aku belum menentukan penutupnya,” jawab Eul Soon.
“Kenapa butuh sepekan untuk menulis penutupnya?” marah Eun Young.
“Harus dahsyat karena ini bagian kedua, tapi aku tidak bisa memikirkan sesuatu yang bagus. Aku akan mengantarkannya padamu sekarang.”
Tetapi, Eun Yong malah melarang. Eul Soon tidak peduli dan tetap ingin datang. Dia mengingatkan janji Eun Young padanya jika dia mau menuliskan naskah drama untuknya, Eun Young akan membentuk tim dan membuat pengumuman mengenai penulis pembantu. Eun Young malah marah dan menyuruh Eul Soon untuk menulis bagian kedua dulu. Eul Soon tetap ingin bertemu.

Saat dalam perjalanan, Eul Soon melihat seorang pria yang sedang berangkulan dengan seorang wanita. Awalnya, dia mengira kalau mereka adalah pasangan, tetapi dia kemudian melihat kalau pria itu membawa pisau.
Pria dan wanita itu berhenti di depan mobil Phillip. Pria itu mengancam wanita itu dengan pisau dan Phillip yang berada di dalam mobil ketakutan. Pria itu menyuruh wanita itu (apa dia Soo Jung? Soalnya nggak jelas) memberitahu apa saja pesan yang sudah dia kirim? Apa dia memberitahu mengenai dirinya?
Dia mulai berpikir apa yang harus dilakukan? Dia memikirkan untuk menolong, tetapi, dia takut jika wajahnya akan di pukuli.

Dan terdengar suara. Eul Soon berteriak menyuruh pria itu melepaskan wanita itu. Eul Soon berlari menyerang pria tersebut, tetapi pria itu malah mendorong Eul Soon ke jendela mobil dan menekannya. Eul Soon yang mendekat ke jendela mobil, bisa melihat ada orang di dalam mobil. Eul Soon kemudian menyuruh wanita itu untuk segera kabur.
Phillip melihat dari mobil dan heran dengan Eul Soon yang sok pahlawan padahal tidak bisa berkelahi. Phillip memutuskan untuk menekan klakson mobil, tetapi dia kemudian melihat kalau pintu mobil belum dikunci. Phillip jadi berpikir, kalau dia menekan klakson, pria itu akan membuka pintu mobil dan menghajar wajahnya. Takut, Phillip memilih untuk menutup pintu mobil dari dalam terlebih dahulu.
Sialnya, belum sempat pintu dia tutup, Eul Soon menarik pintu dan meminta pertolongannya.
Panik, Phillip segera meraih kantong plastik hitam yang ada di dekat sana dan mengenakannya di wajah. Eul Soon jelas kaget tetapi dia tetap berlindung di belakang Phillip sambil berteriak kalau pria itu sudah pasti akan tamat riwayatnya karena dia sekarang berdua. Philiip malah ketakutan dan menyuruh pria itu untuk tidak menyerang. Dia mempunyai pikiran berbeda dari Eul Soon, dia bahkan menyuruh pria itu untuk berlari mengejar wanita yang kabur sebelum semakin jauh.

Eul Soon berteriak kalau dia sudah melihat jelas wajah pria itu dan bisa melapor ke polisi. Phillip malah berteriak kalau dia sama sekali tidak melihat apapun, jadi tidak akan melapor.
Pria itu memutuskan pergi. Tetapi, Eul Soon tidak menyerah, dia melompat dan bersiap menendang pria tersebut. Sial sekali. Tendangannya malah meleset dan dia malah melukai tangannya sendiri.
Phillip berusaha membantu Eul Soon. Tetapi, pria jahat malah berlari dan menghunuskan pisau ke perut Phillip. Eul Soon berusaha mencegahnya.
“Apa aku sekarat? Dengan cara menyedihkan seperti ini? Sial,” pikir Phillip dan terjatuh.
Pria itu menarik pisau dari perut Phillip dan tanpa sengaja memutuskan jimat yang Phillip gunakan di tangannya. Jimat itu jatuh ke tanah.

No comments:

Post a Comment