Friday, August 24, 2018

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 15

0 comments


Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 15
Images by : MBC
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
In Beom masuk penjara. Ji Hyun dan Soo Ho menemuinya. In Beom terus berkata kalau dia tidak melakukan kejahatan apapun seperti berjualan narkoba ataupun melakukan tabrak lari. Soo Ho menatapnya tajam dan bertanya alasannya kabur jika tidak melakukan kesalahan apapun.
“Ketika orang sepertiku datang ke tempat seperti ini, segalanya akan menjadi buruk bahkan jika aku tidak bersalah. Itulah kenapa aku lari,” jelas In Beom.
Ji Hyun menatapnya tajam dan bertanya kenapa In Beom sering mengajak adiknya bertemu di tempat itu? Dan dia juga melihat In Beom menemui seseorang di tempat itu. Terus, kenapa dia melempar pot bunga dari atap dan hampir membunuh orang?
In Beom berpura-pura bodoh dan tidak mengerti. Soo Ho kesal dan menyuruh In Beom untuk jujur saja atau dia akan di fitnah oleh orang di ‘belakangnya’ dan harus menanggung semua kesalahan. Dia meminta In Beom untuk jujur siapa orang yang memerintahkannya, dan dia akan membantu.
“Apa kau benar-benar ingin tahu apa yang terjadi hari itu?” tanya In Beom sinis. “Di hari Ji Eun mati, ada seseorang di kamar hotel itu. Aku mengirim Ji Eun ke sana karena seseorang yang memintanya. Apa aku salah?” tanya In Beom menatap Soo Ho.
“Siapa… itu?” tanya Ji Hyun kaget mengetahui hal itu.
“Entahlah,” jawab In Beom tersenyum dan menatap Soo Ho lagi.
Soo Ho hanya bisa menundukkan kepalanya.
TIME
Soo Chul di interogasi di kantor polisi terkait namanya yang tertera di buku In Beom sebagai salah satu orang yang membeli narkoba padanya. Soo Chul bukannya melakukan interogasi dengan baik-baik, malah berteriak - teriak ke polisi. Untunglah Tn. Nam datang ke kantor polisi dan mengambil alih keadaan. Dia memperkenalkan diri kepada polisi sebagai pengacara Soo Chul.
--
Min Seok pergi menemui CEO Cheon. Dia memberitahu jika In Beom sampai membuka mulutnya (jujur) maka kedua anak CEO Cheon akan berada dalam masalah dan perusahaan juga akan terkena dampaknya. CEO Cheon menatap marah pada Min Seok karena dia mengira Min Seok sudah menyelesaikan masalah waktu itu (kematian Ji Eun), tetapi ternyata kasus itu kembali timbul. Min Seok hanya bisa meminta maaf dan berjanji akan menemui In Beom dan memintanya untuk tetap tutup mulut.
“Sekali dia bebas, bagaimana kau bisa yakin dia akan tetap tutup mulut?” tanya CEO Cheon tajam. “Kau… meminta 10 juta dollar padaku ketika menutup kasus Soo Ho, berkata kalau pekerjaanmu seharga itu.”
“Ya.”
“Buktikanlah. Buktikan padaku bahwa kau memang seberhaga itu. Jika kau, aku bisa memberikan lebih daripada 10 juta dollar.”
--
Ji Hyun pulang dengan Soo Ho ke apartemen. Ji Hyun berharap kalau yang dikatakan In Beom memang benar, karena jika begitu Ji Eun benar-benar tidak bunuh diri. Dan orang yang bersama dengan Ji Eun, kemungkinan dia yang membunuhnya.
“Ya. Itu mungkin,” jawab Soo Ho dengan nada pelan. “Untuk sekarang, mari tunggu hasil investigasinya.”
Soo Ho hendak masuk ke apartemennya, tetapi Ji Hyun memanggilnya. Dia bertanya apa itu alasan Soo Ho selalu membantunya? Karena adiknya meninggal di pesta yang Soo Ho adakan?
Mata Soo Ho bergetar dan dia tidak sanggup menjawab pertanyaan Ji Hyun.
“Aku benar-benar berterimakasih. Kau bahkan pergi ke kantor Jaksa untuk mengaku. Mereka bisa menangkap Kang In Beom, semua nya terimakasih,” ujar Ji Hyun dengan tulus.
“Aku punya permintaan. Jangan berterimakasih padaku lagi,” peringati Soo Ho. “Jangan membuat wajah itu atau bertingkah seperti kau berterimakasih padaku. Aku benci hal seperti itu.”
Usai mengatakan itu, Soo Ho langsung masuk ke apartemennya, dan Ji Hyun hanya bisa melihatnya dengan bingung.
--
Soo Ho berada di kamar dan bertanya-tanya, kenapa Ji Hyun terus berterimakasih padanya.
“Jika dia tahu kalau aku yang berada di samping adiknya malam itu… maka semua hal ini akan berakhir,” ujar Soo Ho di dalam hatinya. “Waktu… tidak berada di sisiku.”
--
Rep. Yeo menemui Ji Hyun dan memberikan foto yang berhasil di dapatnya dari hasil investigasi. Foto pesta saat Ji Eun meninggal. Rep. Yeo bertanya, apa Ji Hyun melihat seseorang yang di kenalnya di foto itu? Ji Hyun menggeleng.
“Jika adikku bersama seseorang malam itu, aku yakin pasti ada saksi. Kita harus menemukannya bagaimanapun.”
“Ah. Apa kau menemukan sesuatu mengenai Eun Chae A?” tanya Rep. Yeo.
“Belum. Tetapi, Kang In Beom sudah tertangkap, dan aku yakin kita akan menemukan sesuatu.”
--
Soo Ho dan Soo Chul menghadap CEO Cheon di rumah. CEO Cheon memarahi Soo Ho yang sudah pergi ke kantor Jaksa hingga kerjasama mereka dengan customer China batal. Dan bisnis lainnya juga jadi terkena masalah.
“Apa kau masih ingin bertanggung jawab terhadap W Foods?” tanya CEO Cheon dengan tajam pada Soo Ho.
“Karena sudah seperti ini, mengapa tidak aku saja yang ambil alih?” usul Soo Chul memanfaatkan keadaan.
Tetapi, CEO Cheon malah memarahinya lebih keras dari Soo Ho. Dia mengingatkan Soo Chul kalau dia sudah pernah berkata akan mengusir Soo Chul jika dia menyentuh narkoba lagi. Soo Chul langsung ketakutan dan menutup mulutnya rapat.
“Kenapa kau melakukan hal seperti ini?” tanya CEO Cheon pada Soo Ho. “Apa yang kau dapatkan dari hal itu?”
“Aku mendapat…,” Soo Ho tidak dapat menjawab.
“Idiot! Pikirkan bagaimana kita akan pulih dari masalah ini dan bawakan aku detail proposalnya minggu depan. Jika kau membawa sesuatu yang tidak masuk akal, kalia berdua akan di pecat dan di usir dengan tangan kosong,” peringati CEO Cheon.
--

Setelah selesai di marahi CEO Cheon dan CEO Cheon sudah pergi, Soo Chul mengajak bicara Soo Ho. Dia memarahi Soo Ho karena sudah mengacaukan hidupnya, dan untuk selanjutnya, dia akan membuat hidup Soo Ho menjadi lebih kacau. Soo Ho tidak takut dan bahkan menyemangati Soo Chul untuk melakukannya.
Soo Chul benar-benar kesal.
--
Ji Hyun sedang mencuci piring dan Chae A menemuinya.
“Aku baru tahu kalau kau pernah memasukan lamaran ke Taeyang Food dan masuk hingga tahap akhir. Jika kau benar-benar berbakat, aku ingin merekrut mu secara resmi untuk perusahaanku. Karena itu aku ingin melihat kemampuan memasakmu,” ujar Chae A.

Soo Ho yang ada di sana heran dengan tawaran Chae A yang tiba-tiba pada Ji Hyun. Dan Ji Hyun tidak keberatan, dia akan membuat makanan spesial untuk Chae A.
Soo Ho mengajak Chae A bicara dan bertanya tujuan Chae A melakukan hal itu? Chae A terdiam, dia teringat pembicaraannya dengan Min Seok kemarin, dimana Min Seok memberitahunya kalau Ji Hyun adalah kakak dari Ji Eun, wanita yang di bunuhnya.
“Karena aku menemukan alasan kenapa dia datang kemari. Jika ada pekerjaan yang ingin dia lakukan, aku akan membantunya. Jika dia ingin, aku bisa mengirimnya untuk belajar ke Prancis,” jawab Chae A.
“Kenapa? Baru-baru ini, kau memecahkan gelas wine di depannya. Apa aku salah?” tanya Soo Ho bingung.
“Aku merasa melakukan hal ini akan dapat membantu hidupnya. Bukankah ini yang kau inginkan?” tanya Chae A balik ke Soo Ho. “Beritahu aku jika kau punya rencana yang lebih baik. Aku akan melakukan segalanya dengan kekuatanku.”
“Lakukan saja sesukamu.”
--
Ji Hyun siap memasak dan menghidangkannya untuk Chae A serta yang lainnya. Chef Wang menyadari kalau Ji Hyun membuat masakan bernama Pain Perdu.
“Ya. Pain Perdu berarti ‘lost bread’ dalam Bahasa Inggris. Roti ini seharusnya di buang karena basi. Aku akan menunjukkan pada kalian betapa menakjubkannya roti ini setelah di ubah,” jelas Ji Hyun dengan wajah bersinar.
“Kau pasti sangat percaya diri hanya dengan sebuah roti,” ujar Chae A.
“Aku sudah bilang kalau aku percaya diri (dengan kemampuan memasak).”
Manager, pelayan dan Chef mencoba roti tersebut dan merasa takjub dengan rasanya yang sangat enak.
Ji Hyun kemudian meletakkan makanan lain di depan Chae A. makanan itu di siapkan khusus oleh Chae A.
“Ini adalah ortolan (burung kecil jenis Eurasia), yang di kenal memilki rasa surga. Mereka membuat burung itu buta sehingga hanya bisa makan. Setelah jadi gemuk mereka menenggelamkannya dalam wine selagi masih hidup. Hidangan yang kejam ini punya tradisi. Anda harus memakai kain di kepala agar para dewa tidak melihatnya,” jelas Ji Hyun. Dia bahkan mengeluarkan kain penutup kepala untuk Chae A kenakan dan menyuruhnya untuk mencicipi masakannya.
Chae A jelas marah karena di hidangkan makanan seperti itu. “Aku tidak perlu sesuatu seperti itu.”

Chef Wang bertanya-tanya darimana Ji Hyun mendapatkan bahan Ortolan karena hal itu ilegal. Chae A yang hendak memotong Ortolan untuk mencicipinya mendengar gumaman Chef Wang tersebut. Ji Hyun tertawa dan menjelaskan kalau dia menggunakan tepung dan gula untuk membentuk ortolan itu.
“Aku ingin menunjukkan rasa surga tetapi aku tidak bisa mendapatkan bahannya. Maafkan aku,” ujar Ji Hyun sambil tertawa.
Soo Ho terkejut juga melihat Ji Hyun yang berani seperti itu pada Chae A.
--
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

Soo Ho menghampiri Ji Hyun yang sedang duduk sendiri. Dia secara langsung bertanya apa ada yang terjadi antara Ji Hyun dan Chae A? karena mereka berdua bersikap aneh.
“Apa mungkin kau memintaku mempekerjakanmu di restoran itu karena Eun Chae A?” tanya Soo Ho.
“Ini tidak akan lama lagi untuk memberitahumu kenapa aku bekerja di sini. Kau juga punya hal untuk dikatakan. Aku akan memberitahumu lebih dulu, tolong tunggu sebentar lagi,” jawab Ji Hyun.
--
Pelayan, manager dan Chef membereskan meja dan berdiskusi mengenai sikap Ji Hyun pada Chae A. Manager bahkan ingin mulai berpihak pada Ji Hyun karena mungkin saja Ji Hyun yang akan mendapatkan Soo Ho dan menjadi boss mereka.
Ji Hyun masuk dan membantu berberes. Chef Wang langsung memuji Pain Perdu buatan Ji Hyun yang enak. Manager kemudian bertanya apa Ji Hyun akan menerima tawaran kerja dari Chae A?
“Aku sedang memikirkannya. Di mana aku harus pergi agar mendapatkan bahan-bahan terbaik untuk menunjukkan cita rasa itu pada orang-orang?” jawab Ji Hyun.
Semua memandang heran padanya dan Ji Hyun langsung tertawa.
--
Chae A dan Soo Ho bicara berdua. Soo Ho memulai pembicaraan, dia mengerti alasan Chae A berteman dengan Min Seok, karena pada hari kejadian (kematian Ji Eun), di mulai dari saat itu.
“Pasti ada alasan kenapa orang-orang yang bertikai menjadi dekat. Mereka punya tujuan yang sama dan juga bisa saling menguntungkan. Pengacara Shin menutupi apa yang terjadi. Jika kau terlibat, ia akan melindungimu juga. Meski aku tidak tahu kenapa,” kata Soo Ho.
“Kau masih berpikir aku ada di hotel malam itu.”
“Aku sudah memberitahumu tentang malam itu. Jika kau ada hal  untuk dikatakan, katakan sekarang. Aku tidak ingin mendengar darinya. Aku ingin mendengarnya darimu,” tegas Soo Ho.
“Jika aku bilang aku terlibat, maka… apa yang akan kau lakukan?” tanya Chae A.
“Apa kau terlibat?”
“Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan memutuskan pertunangan dan memberi tahu dunia?”
“Kita tidak bisa hidup seolah tidak ada yang terjadi di sisa hidup kita,” jawab Soo Ho.
Tetapi, Chae A malah menantang Soo Ho untuk membuka kasus itu kembali, karena apapun yang dia katakan Soo Ho pasti tidak akan percaya padanya. Chae A kemudian memberitahu alasannya berteman dengan Min Seok adalah karena dia butuh seseorang untuk mendengarkannya.
Usai mengatakan itu, Chae A pergi keluar ruangan. Soo Ho tidak tahu harus melakukan apa.
--
Soo Chul bertemu dengan Tn. Nam dan Min Seok. Min Seok memintanya untuk tidak khawatir mengenai hal narkoba itu, karena hasil tes Soo Chul pasti akan negatif dan juga tidak ada bukti ataupun saksi bahwa Soo Chul menggunakan narkobat.
Tetapi, Soo Chul tetap tidak tenang. Dia kemudian melemparkan sebuah berkas kepada Min Seok. Dia sudah menyelidiki kasus tabrak lari tersebut, dan di sekitar lokasi kejadian, ada sinyal lain selain Hee Sook (ibu Ji Hyun) dan Tae Sung, yaitu Kang In Beom, Seol Ji Hyun, Soo Ho dan juga… Min Seok.
“Itu berarti saat kecelakaan itu terjadi, Soo Ho dan kau ada di daerah itu. Situasi macam apa sih itu? Apa Soo Ho benar-benar membayarmu untuk membunuh Ibu korban? Kenapa juga kakak korban ada di sana? Seol Ji Hyun. Aku rasa dari namanya, dia adalah kakak Seol Ji Eun. Bisakah kau menjelaskanya agar aku bisa mengerti?” tanya Soo Chul antusias.
“Tuan Cheon Soo Ho… membayar Kang In Bum untuk… membunuh Ibu korban yang terus mencari tahu apa yang terjadi. Dia mencoba membunuh kakak korban juga tetapi gagal,” bohong Min Seok. “Jika Kang In Bum mau mengakuinya dan media terus menempel, maka otomatis semua akan tahu kalau Cheon Soo Ho membunuh seseorang? Tentu saja, anda akan tidak ikut terlibat sedikitpun akan hal itu.”
“Benar. Jika itu terjadi, Soo Ho akan ditendang. Kau sungguh bisa melakukan itu?” tanya Soo Chul dengan senang.
“Akan kuberitahu jika sudah beres,” jawab Min Seok dengan percaya diri.
--

Min Seok pergi ke kantor polisi dan menemui detective yang bertanggung jawab atas In Beom, dia meminta bantuan detective tersebut. Detective keberatan tetapi Min Seok mengancam. Sejak detective itu mengatakan kalau kematian Ji Eun adalah bunuh diri, itu tanda kalau det. sudah berada di pihak mereka, dan tidak bisa mundur lagi. Min Seok memintanya untuk tidak jadi lemah sekarang.
--
Min Seok menemui In Beom dan memintanya untuk mengaku jika Soo Ho yang menyuruhnya untuk membunuh ibu Ji Hyun dan juga membunuh Ji Hyun. Dan jika In Beom melakukannya, dia akan membela In Beom agar bebas.
“Jika kau tidak mengeluarkanku, aku hanya perlu mengungkap semuanya. Maka itu akan menjadi akhir bagimu dan juga bagi Eun Chae A,” ancam In Beom. “Aku sudah punya apapun meski aku kalah.”
Min Seok tidak takut dengan ancaman In Beom. Dia menyuruh In Beom untuk melakukan apa perintahnya dan dia akan bisa bebas dan juga mendapat uang Chae A.
--
Soo Ho menemui temannya yang seorang jaksa itu lagi. Dia mendapat laporan kalau Min Seok akan membela In Beom dan juga ada bukti ‘sinyal akhir’ yang sama dari Min Seok di TKP. Temannya merasa khawatir dengan Soo Ho dan bertanya apa Soo Ho terlibat? Karena MBS (stasiun TV rep. Yeo bekerja) juga sudah mulai meliput dan menyelidiki. Soo Ho menjawab dia sudah tahu mengenai hal itu. Dan dia memohon agar jika dia di interogasi, temannya lah itu yang akan menginterogasi. Temannya jelas heran.
--

Soo Ho menunggu Min Seok di parkiran sembari melihat-lihat mobil Min Seok. Saat Min Seok keluar, Soo Ho malah membahas mobil Min Seok yang sudah tua dan akan membelikan yang baru. Min Seok bertanya apa tujuan Soo Ho mencarinya?
“Aku belum banyak menggunakan otakku. Aku juga berpikir keras seharian. Aku datang dengan banyak omong kosong. Pemikiran bahwa, kau yang membunuh Ibunya Seol Ji Hyun. Pertama. Aku memikirkan alasan kenapa Kang In Beom mencoba membunuhmu. Entah dia sangat marah padamu, atau hidupnya sedang terancam olehmu. Sehari sebelum kecelakaan kau berbicara dengan Kang In Beom di telepon. Kau ada di tempat kecelakaan itu terjadi. Kau mau menjadi pengacara Kang In Beom. Bukankah itu untuk mengendalikan, apa yang akan dikatakan Kang In Beom? Ada hal-hal yang harusnya tidak kau lakukan dalam hidup. Jika benar kau yang memerintah Kang In Beom untuk membunuh Ibunya Seol Ji Hyun, maka kau bukanlah manusia. Kau adalah monster,” ujar Soo Ho dan menatap tajam Min Seok.
“Aku juga muncul dengan pikiran yang gila. Pemikiran bahwa Anda yang membunuh Ibunya Seol Ji Hyun,” balas Min Seok. “Anda juga di sana saat kecelakaan itu terjadi. Dan Ji Hyun bersama Anda. Di hari kecelakaan itu, Anda sempat bicara dengan Geum Tae Sung. Ada rahasia yang disimpan dari Ji Hyun. Geum Tae Sung tahu tentang itu. Jadi anda mencoba menghentikannya. Tapi hal itu terjadi saat Ibu Ji Hyun sedang bersamanya. Anda yang membunuhnya. Sampai ditempatkan di situasi itu kita tidak tahu bagaimana kita akan berubah. Tapi tidak perlu khawatir. Bahkan jika anda memang membunuh Ibunya Ji Hyeon. Aku yang akan mengatasinya.”
“Sebelumnya, aku berpikir itu tidak mungkin, tapi sekarang aku tahu pasti. Kali ini kau berhasil. Aku masih tidak yakin. Berapa banyak rencanamu hingga saat ini? Sampai saat ini apa saja rencanamu? Aku rasa harus berpikir lagi,” jawab Soo Ho dan beranjak pergi.
Min Seok melihat kepergian Soo Ho dan dia tidak menyadari kalau di bawah mobilnya, terpasang pelacak.
--
Ji Hyun menemui Chae A ke ruangan Chae A. Diam-diam, dia meletakkan pena perekam di atas kursi. Setelah itu, dia memberitahu tujuan kedatangannya, dia bersedia untuk bekerja di perusahaan Chae A.
“Aku akan mempekerjakanmu sebagai manajer di restoran. Kau bisa menjadi direktur jika kau membuktikan diri. Kau bahkan bisa menjadi eksekutif. Atau, hanya perlu membayarmu tunai,” beritahu Chae A.
“Berapa banyak uang tunainya?” tanya Ji Hyun.
“Oh. ‘Kau tidak perlu mengkhawatirkan uang sepanjang hidupmu?’ Apa itu sudah cukup bagus?”
“Aku belum dengar hal yang terpenting. Alasan sebenarnya kenapa anda menawariku. Baik aku dan anda tahu soal itu. Katakanlah dengan jujur. Maka aku akan segera berhenti,” ujar Ji Hyun.
“Alasan sebenarnya? Baiklah. Aku akan memberitahumu dengan jujur. Aku tidak ingin wanita lain di sekitar Soo Ho. Itulah alasan sebenarnya. Itu adalah kejujuranku.”
Ji Hyun terlihat marah mendengar jawaban itu karena dia tahu kalau Chae A telah berbohong. Dia pamit keluar.
--
Saat diluar, Ji Hyun melihat teman Ji Eun yang waktu itu datang ke pemakaman di depan restoran. Dan teman Ji Eun itu langsung lari begitu melihat Ji Hyun. Ji Hyun jelas kaget, dan mengejarnya. Dia teringat saat salah seorang teman Ji Eun berkata kalau teman itu bersama dengan Ji Eun di malam itu, tetapi teman itu malah jadi gugup dan membantah hal itu.
--
Soo Ho menemui CEO Cheon. Dia datang untuk menanyakan sesuatu. Mengenai wanita yang meninggal di hotel, seberapa jauh ayahnya mencoba untuk menutupi kasus itu? Apa ayahnya sampai membunuh seseorang? Dia ingin ayahnya CEO Cheon memberitahunya karena itu terkait dengannya.
“Meski itu dimulai karenamu. Tapi sekarang ini menjadi masalah bagi perusahaan. Apa kau tahu berapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk W-Group sejauh ini? Membunuh seseorang? Jika demi perusahaan aku bisa melakukan lebih jauh,” jawab CEO Cheon.
“Aku tahu kalau itu bohong. Itu bukan untuk perusahaan. Tapi kau melakukannya untuk aku. Kau harus melindungiku agar saudaraku tidak merebut itu. Rasa bersalahmu juga akan berkurang pada mendiang Ibuku. Jika sungguh peduli padaku, maka tolong jangan biarkan Pengacara Shin mencoba menutupi kasus itu lagi. Aku mohon padamu, ayah,” pinta CEO Cheon.
“Tidak akan mengubah apa pun. Kecuali kau kembali dengan solusi pada minggu depan. Kau akan pergi dengan tangan kosong. Tinggalkan dengan tenang jika kau mau kakakmu mengambil semuanya. Jangan menyebabkan masalah,” jawab CEO Cheon menolak permintaan Soo Ho.
Soo Ho tidak menjawab dan pergi.
--
Ji Hyun pergi menemui teman-teman Ji Eun dan menunjukkan foto pesta. Teman ji Eun melihatnya dan melihat ada sosok Yu Ri di sana. Temannya juga memberithau bahwa setelah Ji Eun meninggal, Yu Ri juga berhenti kuliah. Ji Hyun tau pasti Yu Ri tahu sesuatu, karena itu dia bertanya apa mereka tahu dimana Yu Ri sekarang? Temannya tahu karena mereka hari ini akan bertemu.
--
Ji Hyun berada di cafe dan berpura-pura menjadi pelanggan. Saat Yu Ri datang, Ji Hyun segera mengejarnya. Yu Ri ketakutan dan mencoba kabur, tetapi Ji Hyun berhasil menahannya. Dia meminta Yu Ri jujur padanya. Saat malam itu, Yu Ri juga bersama dengan Ji Hyun, bukan? Apa yang terjadi pada Ji Eun malam itu? Dia memohon pada Yu Ri untuk memberitahunya.
“Maafkan aku,” ujar Yu Ri. Dia tidak berani jujur.
“Kalau begitu, beritahu satu hal, di hari Ji Eun meninggal… malam itu dia bersama dengan orang lain di hotel, kan? Katakan padaku.”
“Itu bukan seseorang. Bukan satu orang, tapi dua orang. Seorang pria dan seorang wanita,” beritahu Yu Ri. “Selebihnya, aku tidak tahu.”

No comments:

Post a Comment