Friday, August 24, 2018

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 08-1/5

0 comments


Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 08-1/5
Images by : Channel 3

Esok hari,
Khun Barami menghubungi Prim dan memuji hasil pengajaran Prim kepada Vicky hingga Vicky bisa membuat sepatu yang bagus. Prim membalas kalau Vicky memang berbakat, dan bila dia giat belajar, dia pasti akan sukses. Khun Barami tetap berterimakasih atas bantuan Prim dan mengajaknya besok untuk makan bersama. Prim tidak menjawab ajakan khun Barami.
--
Prim pergi ke makam ibunya.
Phu datang ke rumah Prim dan Vee memberitahu Prim pergi kemana.

Phu menyusul Prim ke makam ibunya. Dia memberitahu kalau Vee yang memberitahu kalau Prim ke sini. Tujuan kedatangannya untuk memberitahu kalau Vicky sangat senang dengan sepatunya dan ingin melanjutkan pembelajaran. Wajah Prim langsung berubah. Phu jelas heran melihatnya.
Prim memberitahu kalau dia bersedia mengajar Vicky karena menginginkan imbalan dari Khun Barami. Phu bisa menebak kalau Prim pasti ingin Khun Barami membantunya menemukan ayahnya. Prim membenarkan. Tetapi, dia baru saja menemukan fakta kalau Pong adalah ayah dari bayi yang di kandung Vee dan Pong tidak mau bertanggung jawab. Karena itu, dia datang ke makam ibunya untuk berpikir dan memutuskan.
Prim memutuskan untuk meminta Khun Barami agar membantu Vee sebagai balasan karena dia sudah mengajar Vicky. Ibunya selama ini selalu mengajarnya untuk tidak menjadi orang egois dan selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Karena itu, walau dia tidak bisa meminta Khun Barami membantunya menemukan ayahnya, dia tetap bisa hidup, tetapi jika tidak ada yang membantu Vee, Vee dan bayinya akan kesulitan. Phu tersenyum mendengar keputusan Prim.
Phu pergi berlutut di depan makam Phon, Ibu Prim. Dia memuji Prim yang sangat baik. Dan dia mengakui di depan makam ibu Prim, kalau dia menyukai Prim. Prim terkejut mendengarnya. Phu menyakinkannya kalau dia tidak berbohong.
Tetapi, Prim malah kabur. Sebenarnya, dia merasa sangat senang. Tetapi, dia belum siap. Bukankah Phu sudah berjanji akan menunggunya hingga dia bisa mewujudkan mimpinya, menemukan ayahnya. Phu mengerti dan karena itu dia berharap Prim segera bertemu ayahnya.
--
Esok hari,
Prim bertemu dengan Khun Barami.
Vee masih berada di rumah Prim dan memandang boneka hadiah Pong dulu. Dia sekarang sudah jauh lebih optimis. Ponselnya berbunyi, telepon dari Pong. Vee sangat senang karena Pong menghubunginya. Tetapi, Pong menelpon karena mendengar Vee menelpon semua temannya untuk meminta nomornya. Dan karena itu, dia meminta Vee untuk tidak mencarinya lagi. Dia tidak ingin orang lain tahu mengenai hubungan mereka, karena dia malu. Vee marah mendengarnya karena menurutnya dialah yang harusnya merasa malu karena sudah tertipu pria seperti Pong.
Pong malah menyebut Vee lah yang bodoh. Vee emosi dan bertanya apa Pong tidak pernah mencintainya?
“Ya. Aku hanya merayu dan berhubungan denganmu karena temanku menantangku. Jika aku tahu kau sangat bodoh dan membuat masalah seperti ini, aku tidak akan menyetujui tantangan itu. Dan ingat ini. Mulai dari sekarang, kita berpisah!” tegas Pong.
Vee merasa terluka karena dia baru tahu kalau dia di jadikan barang taruhan.
--
Rita datang ke rumah Prim untuk mengantarkan buah dan kwetiau untuk Vee makan sesuai pesanan Prim. Tetapi, saat dia masuk ke dalam kamar, Vee tidak ada di sana.
--
Khun Barami bertanya apa yang Prim inginkan sebagai balasannya karena sudah mengajar Vicky. Dia tidak keberatan membayar berapapun yang Prim inginkan. Prim menjawab kalau dia tidak membutuhkan uang.
“Aku hanya ingin Khun Barami…. baik pada seorang gadis,” ujar Prim dengan takut-takut.
“Siapa?”

Saat itu, ponsel Prim berbunyi dari Rita. Tetapi, Prim memilih untuk tidak mengangkat. Rita kebingungan karena Prim tidak mengangkat telponnya. Jadi, dia menelpon Phu untuk bertanya apa Khun Phu sedang bersama Prim? Phu menjawab tidak dan bertanya ada masalah apa? Rita memberitahu kalau dia tidak bisa menghubungi Prim, padahal dia mau memberitahu kalau Vee kabur dari rumah.
Prim sudah memberitahu keinginannya pada Khun Barami. Dan Khun Barami kaget karena Vee bersama dengan Prim sekarang. Prim lebih kaget karena Khun Barami ternyata mengenal Vee. Khun Barami memberitahu kalau dia mengira Khun Pat sudah menyelesaikan masalah dan tidak terpikirkan kalau Vee akan sampai datang ke sini mencari Pong.
“Karena Veeree sangat mencintai Khun Pong,” beritahu Prim.
Rita kembali menghubungi Prim, dan Prim memilih untuk mengangkatnya. Dia kaget saat tahu kalau Vee hilang.
Rita menghubungi Phu lagi dan menyuruhnya untuk tidak perlu khawatir lagi. Dia sudah menghubungi Prim dan Prim akan datang ke rumah bersama dengan Khun Barami. Phu lebih kaget saat tahu Prim akan membawa Khun Barami ke rumah.
Phu segera pergi keluar kantor. Dia tanpa sengaja berpas-pasan dengan Touch. Touch heran melihat Phu yang begitu terburu-buru dan mengikutinya.
--
Prim di antarkan oleh Khun Barami ke rumah. Dan khun Barami merasa terkejut karena Prim tinggal di rumah yang dulu di tinggali oleh Phon.
Rita melihat Prim dan melapor kalau semua barang Vee telah hilang. Prim mengajak Rita untuk segera berkeliling menjadi Vee. Prim meminta Khun Barami untuk menunggu saja di rumahnya.
Saat Prim dan Rita sudah pergi. Khun Barami mulai melihat ke sekeliling rumah.


Sepertinya sudah menjadi takdir…. karena kertas desain yang ada di atas meja di kamar, terbang terbawa angin hingga tiba di depan kaki Khun Barami. Khun Barami mengambilnya dan kaget melihat kertas desain itu sama dengan desain sepatu yang pernah di buatnya untuk Phon. Khun Barami melihat ada foto di atas meja, dia mendekat dan melihat foto itu. Phon!
Rita dan Prim berkeliling mencari Vee. Tiba-tiba seorang tetangga memanggil Prim dan memberitahu gadis yang tinggal di rumah Prim, pingsan di jalan. Mereka segera menuju tempat yang di beritahu tetangga.

Khun Barami menunggu Prim pulang. Tetapi, yang datang malah Phu dan Touch. Khun Barami heran melihat mereka dan bertanya untuk apa mereka datang? Phu berbohong kalau dia datang untuk membantu mencari Vee. Mereka kemudian bertanya dimana Prim dan Rita? Khun Barami menjawab kalau mereka pergi mencari Vee. Dia juga terkejut karena mereka berdua juga mengenal Vee.
“Kami dan Khun Prim adalah teman baik. Kami membicarakan segalanya!” jawab Touch.
Tetapi, Touch malah bertanya kepada Phu siapa Vee?
“Bisa kau beritahu aku. Apa hubungan Prim dengan wanita di foto ini?” tanya Khun Barami dan menunjukkan foto Phon. “Kenapa? Siapa wanita di foto ini.”
Phu tidak tahu harus menjawab apa. Dia berusaha mengalihkan dengan mengajak membicarakan masalah toko P.Paul yang akan di pindahkan ke mall. Khun Barami menolak, dia akan menunggu Prim dan bertanya langsung padanya. Phu berusaha terus untuk mengajak membicarakan masalah pekerjaan yang urgent dan mengajak Khun Barami ke kantor. Tepat saat itu, ada telepon masuk ke ponsel Touch, dan Touch langsung berakting seolah itu telepon penting. Seolah itu masalah pekerjaan yang melibatkan Phu dan Khun Barami.
Padahal yang menelpon adalah Wat. Dia jelas heran karena jawaban Touch sangat random.
Khun Barami akhirnya bersedia ikut pergi dengan Touch dan Phu. Touch bahkan sudah bersiap menulis memo.
Tapi…
Unc. Dam tiba-tiba muncul memanggil Prim menanyakan bayarannya. Unc. Dam dalam keadaan mabuk. Dia begitu marah melihat Khun Barami. Phu langsung menutup mulutnya dengan roti agar Unc. Dam tidak kelepasan bicara. Dengan bantuan Touch, dia membawa Unc. Dam keluar.
Diluar, Unc. Dam memarahi Phu yang berbohong. Phu menjelaskan kalau bukan dia yang membawa Khun Barami kemari tetapi Prim. Unc. Dam malah tambah panik dan menangis histeris karena mengira rahasia itu sudah diketahui Prim dan Khun Barami. Phu memberitahu kalau Khun Barami belum tahu apapun.
“Belum tahu apa, phu?” tanya Khun Barami yang keluar rumah dan mendengar perkataan Phu.
Unc. Dam emosi melihatnya dan mengusirnya keluar dari rumahnya. Dan bahkan melarangnya untuk berhubungan dengan Prim lagi. Khun Barami jelas heran melhat sikap Unc. Dam. Dan unc. Dam malah pingsan.

No comments:

Post a Comment