Friday, August 24, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 3 - part 4

5 comments
Network : Channel 3



Dalam mimpinya. Nok melihat Nai yang bertelanjang dada mendekati dia yang sedang tertidur. Dan melihat itu, maka Nok pun berteriak dan terbangun dari tidurnya.

“Nok. Nok.. apa yang salah denganmu?” tanya Vi dengan cemas.

“Hanya mimpi buruk,’ jawab Nok.

“Kamu menakutiku. Aku kira sesuatu terjadi padamu. Apa yang kamu mimpikan?”

“Jangan pikirkan,” jawab Nok.



Vi mengingat kejadian saat dini hari tadi. Nai membantu menggendong Nok yang tertidur ke dalam kamarnya. Dan melihat keadan Nok yang seperti itu, Vi pun menjadi kesal kepada Pat serta kepada Wes juga.

“Bagaimana bisa dia meninggalkan Nok yang mabuk di pantai. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Nok. Atau jika kamu tidak ada disana untuk mencarinya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?” kata Vi menggerutu dengan kesal.


“Mari bicara secara pribadi kepadanya. Karena dia yang berbuat, bukan bibi Pat. Lalu tolong jangan bilang pada Khun Nok bahwa aku lah yang telah membawa dia kembali,” kata Nai.

“Tapi kamu orang yang menolongnya kemarin malam,” balas Vi, tidak mengerti.

“Dia tidak akan senang, jika dia tahu bahwa dia ada di kamar ku sepanjang malam,” jelas Nai.


Vi menanyakan apa Nok mengingat kejadian semalam. Dan Nok pun menjawab bahwa dia ingat. Lalu mendengar itu, Vi pun menjadi agak terkejut. Namun saat mendengar cerita Nok, dia pun menjadi lega.

“Aku ingat bahwa aku meminta P’Wes untuk membeli kan minuman lagi. Setelah itu aku tidak bisa mengingat apapun,” kata Nok. Lalu dengan sedikit kebingungan, Nok pun bertanya,”Kemarin malam, siapa yang membawa ku ke sini?”

Dan mendengar pertanyaan itu, Vi kesulitan untuk menjawab.



Ditaman. Jomyuth, Sudjai, dan Pribprao sedang mengerjakan pekerjaan mereka. Dan disaat itu, ketika Pribprao melihat Wes lewat, dia pun menjadi heran, karena pakaian yang dipakai oleh Wes hari ini sama dengan pakaian semalam.

Sudjai pun sama, dia juga heran, karena Wes berjalan pulang ke arah kamarnya sendiri. Dan Pribprao pun menduga bahwa jika itu benar, maka pasti kemarin malam telah terjadi sesuatu antara Nok serta Wes, karena kemarin malam kan Nok dan Wes pergi bersama.



“Tidak. Aku mendengar suara Nok di kamar Khun Nai kemarin malam,” kata Jomyuth tanpa sadar. Lalu ketika mendengar suara terkejut kedua temannya, Jomyuth pun langsung tersadar,” Oops!!! Apa yang barusan ku katakan?”

“Kamu bilang. Kamu mendengar suara Nok dikamar Khun Nai kemarin malam, kan?” ulang Pribprao dengan bersemangat.

“Aku tidak berpikir untuk memberitahu siapapun,” kata Jomyuth. Tapi karena sudah terlanjur, maka Jomyuth pun akhir nya terpaksa, berbisik dan menceritakan segala yang diketahuinya kepada mereka berdua.


Di restoran.  Wat, Vi, Nok,  Wes, serta Pat sarapan bersama.

Nok mengira bahwa Wes lah yang telah membawa nya pulang kemarin malam. Dan mendengar itu, Wes hanya terdiam dengan raut bingung. Lalu dengan nada agak kesal, Vi mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada Wes yang telah menjaga putrinya.

Mendengar nada Vi yang agak kesal. Serta raut kebingungan di wajah Wes. Maka Wat pun menjadi heran dengan apa yang terjadi sebenar nya. Tapi dia tidak bisa bertanya.


Sudjai dan Pribprao yang kebetulan juga berada di restoran, melihat mereka semua. Dan ketika Wes berdiri dan berjalan ke arah di dekat mereka untuk mengambil makanan, maka Sudjai dan Pribprao pun langsung menyingkir agak jauh dari sana. Lalu mereka berdua, melihat Vi mendekati Wes.



“Jangan memberitahu Nok bahwa kamu bukan lah orang yang membawa dia pulang ke kamar nya kemarin malam,” kata Vi memberitahu Wes. Lalu karena Wes terdiam, maka Vi melanjutkan,” Aku tidak berada di sisimu. Tapi aku hanya tidak ingin bersalah, karena telah memilihkan seorang Pria yang salah untuk putriku,” jelas Vi.

Lalu saat Wes menganggukan kepalanya pelan. Vi menegaskan  bahwa ketika mereka semua telah selesai sarapan, dia ingin berbicara kepada Wes. Dan Wes mengiyakan.

Pribprao dan Sudjai yang mendengar itu menjadi yakin dengan informasi dari Jomyuth.



Wat mengunjungin Nai untuk menanyakan tentang apa yang terjadi kemarin malam. Dan dia meminta agar Nai menjawab dengan jujur. Lalu Nai pun mengiyakan.

“Kemarin malam, apakah ada sesuatu yang salah antara Nok dan Wongwes?” tanya Wat.



Ditempat lain. Wes meminta maaf kepada Vi tentang kejadian semalam. Dia mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk meninggalkan Nok sendirian disana. Dan dengan tegas, Vi menanyakan dimana Wes berada kemarin malam sampai matahari terbit hari ini.

“Umm..” kata Wes, kesulitan untuk menjawab.

“Jangan mulai perkataan mu dengan kebohongan, jika begitu sisanya akan dihitung sebagai kebohongan juga,” kata Vi mengingatkan Wes langsung.



Vi dan Nai bertemu. Disana Nai menanyakan apa benar Vi percaya dengan apa yang Wes katakan. Dan dengan agak tidak yakin, Vi menjawab bahwa kemarin malam Nok tidak sadar karena mabuk. Begitu juga dengan Wes yang baru kembali saat pagi ini.

“Pagi?” tanya Nai, heran.

“Ya. Dia bicara begitu,” balas Vi.



Save Our Sea. Selamatkan laut kita.

Dipantai setiap orang yang ingin berpatisipasi untuk ikut dalam kompetisi menyelam dan membersihkan harus mendaftar terlebih dahulu. Dan melihat itu, Nok juga ingin ikut berpatisipasi, namun karena terlalu sibuk mengurus pesta Full Moon semalam, maka Nok tidak  memiliki teman yang bisa diajak untuk menjadi pasangan.

Lalu Wes pun menawarkan diri untuk menjadi pasangan  Nok.

“Kamu bisa menyelam?” tanya Nok.

“Aku memiliki berbagai bakat, selain dari penampilan hebat ku,” kata Wes dengan bangga.

Dan dengan senang, Nok pun setuju. Lalu karena harus mempersiapkan diri, maka Wes pun berkata bahwa dia akan pergi ke kamarnya sebentar, lalu setelah itu dia akan kembali lagi.



Nai berdiri diam dan memperhatikan semua itu dari jauh. Lalu ketika Nok menyadari itu, Nok langsung berhenti tersenyum dan memasang wajah cemberut.



Dalam perjalan kembali ke kamar. Wes mendapatkan telpon dari Pen.

Pen mengatakan kepada Wes bahwa dia menelpon untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah Wes lakukan untuk nya kemarin malam. Dan dia juga mengatakan selamat tinggal kepada Wes.

“Apa kamu akan kembali?” tanya Wes.

“Tidak. Aku telah bekerja di sini selama beberapa hari. Aku menelpon mu untuk mengatakan selamat tinggal. Karena aku tidak akan menelpon mu lagi,” jawab Pen.



“Khun Penny?”

“Aku berjanji padamu untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang apa yang terjadi disini. Aku akan menyimpannya dalam ingatanku bahwa aku pernah bertemu seorang Pria baik sepertimu,” jelas Pen.

“Khun Penny…”

“Selamat tinggal, Khun Wongwes. Aku tidak akan pernah melupakanmu,” kata Pen.

Dengan sengaja, Pen mengambil vas kaca yang telah di siapkannya. Lalu Pen menjatuhkan gelas itu ke lantai. Dan mendengar itu, Wes pun menjadi panik dan bertanya. Namun dengan sangat sengaja, Pen tidak menjawab dan hanya diam sambil tersenyum.

“Apa yang terjadi? Penny! Penny!” panggil Wes sambil berlari dengan kencang ke arah kamar dimana Penny menginap.


“Waktunya untuk melukai diri sendiri,” kata Pen sambil mengambil sebuah pecahan kecil yang berada dilantai.



Di pantai. Jomyuth memanggil nama setiap pasangan yang ikut berpatisipasi. Dan dengan cemas, Nok pun melihat ke sekeliling nya, namun Wes belum juga muncul. Lalu dengan tatapan tajam, Vi menatap Pat yang berada di sebelahnya.

“Wes. Kemana dia berkeliaran. Ini buruk!” gumam Pat dengan cemas. Dia lalu mengambil hape nya dan menghubungin Wes.



Wes mengetuk pintu kamar Pen dan memanggil Pen, tapi tidak ada jawaban. Dan ketika Ibunya menelpon, Wes agak ragu untuk menjawab. Lalu disaat itu, terdengar suara Pen yang meminta tolong. Jadi karena itu, maka Wes mematikan telpon dari Ibunya.

Wes lalu masuk ke dalam kamar Pen dan membantu Pen yang terduduk di atas lantai dengan jari telunjuk yang sedikit terluka saja. Wes membantu Pen yang lemas untuk duduk di atas tempat tidur, lalu menanyakan apa yang terjadi.

“Aku menjatuhkan vas. Dan ketika aku mau membersihkannya, itu melukai ku. Lalu aku pingsan, ketika aku melihat darah,” jelas Pen, jelas berbohong, tapi Wes percaya.

“Banyak wanita yang sering pingsan. Aku akan membersihkan luka ini untukmu,” balas Wes. Tapi Pen menahan Wes.


“Jangan pikirkan. Aku bisa melakukan nya sendiri. Kamu bisa pergi sekarang,” kata Pen, lalu berdiri. Dan baru saja dia berdiri, dia langsung bertingkah seolah- olah masih lemah dan pusing.

Lalu melihat itu, Wes pun segera menahan agar Pen tidak terjatuh. “Kamu lihat? Kamu bahkan tidak bisa berdiri. Biar aku obati ya,” kata Wes, lalu pergi ke belakang untuk mengambil obat.


Tepat disaat itu, hape Wes kembali berbunyi, karena Ibu menelponnya. Namun dengan sengaja, Pen mematikan telpon dari Ibu Wes itu. Dan lalu Pen membuka kancing atas kemejanya, sengaja untuk membuat Wes tergoda nantinya.



Jomyuth mengumumkan peserta terakhir, “Muanchanok dan Khun...” kata Jomyuth, tapi terhenti karena melihat hanya ada Nok sendirian saja.

Jomyuth mendekati Nok dan bertanya, tapi Nok tidak bisa menjawab. Lalu Vi pun bertanya pada Pat, tapi Pat juga tidak tahu, karena Wes tidak menjawab telponnya. Dan karena itu, maka Vi pun menyebutkan nama Nai yang berada disini bersama dengan mereka.

“Muanchanok dan Luckanai!” kata Vi dengan keras.

“Mom! Teman ku itu adalah Wes…” protes Nok.

“Jangan tunggu dia,” potong Vi langsung.



“Err… Wes tidak menjawab telpon ku. Mungkin dia sedang sakit,” kata Pat.

Dan mendengar itu, Nok menjadi heran. Lalu dia ingin pergi untuk menemui Wes. Tapi Vi menahan Nok dan mengatakan bahwa Nok tidak perlu pergi, karena Nok harus mengikuti kompetisi. “Aku yang akan pergi dan menemui dia sendiri,” jelas Vi.

“Tapi aku tidak ingin Lucky untuk menjadi teman ku,” protes Nok. Lalu dia meminta Wat untuk menjadi temannya menyelam. Tapi karena Wat sudah lama tidak menyelam, maka dia tidak bisa.

“Itu bagus teman mu adalah Nai. Dia penyelam profesional,” jelas Wat.


Jomyuth menyela mereka dan menanyakan apakah Nok telah membuat keputusan. Tapi Nok tetap tidak mau menyelam bersama dengan Nai dan meminta kepada Ayahnya untuk ikut.

Lalu dengan paksa Vi pun menarik tangan Nok dan memasangkan Nok disamping Nai berdiri.
“Masuk atau keluar… itu terserah padamu,” kata Nai dengan pelan pada Nok.

Dan lalu Jomyuth mengumumkan nama Nok bersama Nai sebagai pasangan menyelam. Sehingga walaupun tidak senang, maka Nok terpaksa harus menerima Nai.


Dikapal. Nok berdiri memandangin indahnya lautan. Dan dari belakang, Nai mengawasi Nok yang tampak begitu bahagia. Lalu menyadari keberadaan Nai, maka Nok pun kembali cemberut.


Didalam kapal, saat bersiap- siap untuk menyelam. Nai mengajak Nok untuk berdamai, karena saat ini mereka adalah teman dalam menyelam. Dan Nok pun setuju. Lalu Nai mengulurkan tangannya, mengajak Nok salaman, tapi dengan keras Nok memukul telapak tangan Nai. “Ayo,” kata Nok.

Dan dengan sedikit kecewa, Nai pun menerima itu.



Setelah semua persiapan selesai. Semua peserta mulai menyelam bersama dengan pasangan masing- masing. Dan didalam laut, selain menikmati pemandangan laut yang begitu indah, Nok dan Nai mengumpulkan setiap sampah yang mereka lihat dan temui.

Sampah yang mereka temui itu di ambil dan dimasukan ke dalam kantong jaring yang mereka bawa. Lalu semua itu di bawa naik ke atas kapal.



Acara menyelam telah selesai. Kini waktunya untuk pengumuman pemenang. Dan Jomyuth memanggil peserta nomor 3, 7, dan 10 untuk maju ke depan. Dimana Nai serta Nok termaksud salah satu peserta yang memiliki kemungkinan untuk meraih juara.

Lalu Jomyuth mulai mengumumkan satu persatu pemenang, mulai dari juara ketiga, ke juara kedua, dan terakhir peserta yang berhasil mendapatkan juara pertama adalah,…. “Khun Muanchanok dan Khun Luckanai,” kata Jomyuth.

Dan dengan sangat senang, Nok tersenyum lebar dan bertepuk tangan.


“Sampai sekarang anakmu masih belum ada disini dan kita tidak bisa menghubungin dia. Apa anak mu sudah mati?” sindir Vi dengan keras kepada Pat. Dan Pat pun tidak bisa membalas apapun.



Piala juara diberikan kepada Nok serta Nai. Lalu dengan sangat gembira, Nok menggenggam tangan Nai dan mengangkat tangan mereka tinggi- tinggi. Dan dengan sama gembira nya, Nai ikut tersenyum bersama Nok.


“Apa kamu melihat, apa yang kulihat itu? Lihatlah Khun Nok! Dia tersenyum pada Khun Nai dan mereka berpegangan tangan,” bisik Pribprao pada Sudjai. Ketika melihat ke akraban Nok dan Nai yang saling tersenyum sambil bertatapan.

5 comments:

  1. Habis ini pasti seruuu... Nok melabrakk nai pnasaran sm apa yg mereka omonginnn....
    Semangatt min ditunggu kelanjutannya trims

    ReplyDelete
  2. seruuuuuuuu tolong dilanjutkan ya sinopsisnya

    ReplyDelete
  3. Tolong dibuat terus sinopsisnya. Saya mendukungmu!

    ReplyDelete
  4. Duhhhh makin penasaran sm drama ini
    Semangat ya kak nulis sinopsinya

    ReplyDelete