Friday, August 17, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 1 - part 4

0 comments

Network : Channel 3





Disebuah tempat. Ibu sedang melakukan pijatan sambil bertelponan dengan Nai. Dan didalam telpon, mereka berdua membicarakan tentang Nok yang sangat serius, mirip dengan Wat. Dan kegalakan yang mirip dengan Ibu.



Lalu tepat disaat itu, Nok menghubunginya. Jadi Ibu pun meminta agar Nai menunggu sebentar. “Nok benar- benar panjang umur. Aku akan bicara padanya sebentar. Nai, tunggu ya,” kata Ibu.

Nok mengatakan bahwa dia telah memeriksa latar belakang Khae. Dan Nok menyimpulkan bahwa Khae pasti menggunakan wajah serta badannya untuk mendapatkan seorang Pria kaya.

“Jika aku adalah kamu. Wanita itu tidak akan pernah punya kesempatan untuk menyentuh bayangan Ayah!” kata Nok kepada Ibu.


Tapi Ibu malah ketawa dan tidak peduli. Sehingga Nok pun menjadi kesal dan memutuskan untuk  mengurusnya sendiri.

Ibu menjadi cemas, ketika Nok tiba- tiba mematikan telponnya. Dan Ibu lalu menghubungin Nai dan menceritakan segalanya. “Aku takut Nok akan melakukan sesuatu yang bodoh,” kata Ibu.



Dirumah. Wat mencoba untuk menghubungin Nok, tapi tidak diangkat. Dan ketika dia melihat Ibu serta Nai yang baru datang, Wat pun langsung bertanya dengan emosi.

“Apa yang kamu katakan kepadanya, Vi?” tanya Wat.

“Mengapa?! Apa yang terjadi?” tanya Vi (Ibu Nok) dengan cemas.

“Setelah Khun Nok mematikan telpon dari Khun Vi, dia langsung berlari sambil menangis keluar dari rumah. Bahkan tanpa memakai sepatu. Kami telah mencarinya, tapi tidak ketemu,” jelas Phai.



Lalu tiba- tiba saja, sebuah sms dari Nok masuk ke hape Wat. Dan ketika membaca itu, mereka berdua semakin khawatir. Ayah… selamat tinggal. Berikan selamat tinggalku kepada Ibu juga.



Wat dan Vi mulai bertengkar. Dan ketika itu, Nai melihat seorang pelayan keluar sambil membawa sebuah kantong plastik hitam dan didalam plastik itu Nai melihat ujung sepatu higheels yang tembus dari plastik tersebut.

Lalu melihat itu, Nai pun menjadi heran dan agak curiga.


Nok sedang bersantai disebuah café. Lalu ketika pelayan nya datang sambil membawakan sepatu untuknya, Nok pun berterima kasih. Dan Nok lalu mengingatkan pelayan itu untuk tidak memberitahu siapapun, bahkan kepada bibi Phai. Karena Nok ingin melihat seberapa panik keluarganya, bila dia menghilang selama seminggu.

Dan ketika pelayan itu pergi. Nok pun segera memakai sepatunya. Namun tepat disaat dia baru memakai satu sepatu, dia melihat Nai berdiri didepannya.


Nok lalu berdiri dan berjalan seolah- olah ingin pulang. Tapi  dia lalu dengan kuat mendorong Nai hingga terjatuh mengenai meja. Dan lalu Nok melemparkan sepatu yang di pegangnya. Setelah itu dengan cepat, Nok berlari.


Nai yang mau mengejar Nok, dihentikan oleh pemilik café. Karena Nok belum membayar minumannya. Dan dengan terpaksa, maka Nai pun harus membayar si pemilik café itu dulu, baru bisa mengejar Nok.



Nok berlari dengan kencang dan tanpa sengaja dia tersandung, lalu terjatuh. Dan tepat disaat itu sebuah taksi melaju dengan cepat. Tapi untungnya sebelum mengenai Nok, taksi itu berhenti. Namun karena terkejut, maka Nok pun pingsan.

Nai yang melihat kejadian itu dari jauh menjadi panik dan segera berlari menghampiri Nok. Dia memanggil – manggil nama Nok, tapi Nok tidak bangun.


Dirumah sakit. Kedua orang tua Nok serta bibi Phai, menjadi cemas dan panik melihat keadaan Nok yang tidak juga tidak terbangun.


Di kantor polisi. Si Supir taksi menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak ada menabrak Nok karena sebelum itu terjadi dia telah mengerem dengan tepat waktu. Dan lalu seorang polisi datang serta memperlihatkan rekaman CCTV di tempat kejadian itu kepada rekannya dan si Supir taksi serta kepada Nai yang berada disana.

No comments:

Post a Comment