Saturday, August 18, 2018

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 14

1 comments


Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 14
Images by : MBC
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Ji Hyun masuk ke ruangan Chae A untuk mengumpulkan sampah. Dan Chae A menatapnya tajam. Dia terus memperhatikan gerak-gerik Ji Hyun.
Salah seorang pegawai bertanya apa Ji Hyun pernah bekerja di restoran sebelumnya? Ji Hyun menjawab tidak pernah. Chae A menatapnya terus menerus. Ji Hyun menyadarinya. Dan kemudian Chae A pergi ke luar restoran.
Karena tidak ada Soo Ho dan Chae A, Ji Hyun diam-diam masuk ke dalam ruangan mereka dan meletakkan pena perekamnya di tempat pena.

Saat itu, Soo Ho masuk bersama dengan Soo Chul. Refleks, Ji Hyun langsung bersembunyi. Soo Chul meminta agar Soo Ho menolak menjadi managing director. Tetapi Soo Ho tidak bisa. Soo Chul malah mengancam Soo Ho dengan rahasianya, jadi lebih baik Soo Ho diam bersembunyi seperti mendian ibu Soo Ho.
“Setelah ibumu bunuh diri, kau juga ingin mati mengikutinya. Kau melakukan beberapa kali percobaan, tetapi pada akhirnya kau tetap hidup. Kenapa tiba-tiba kau jadi ambisius?” ujar Soo Chul.
Ji Hyun terkejut mendengar hal itu. Soo Ho kesal karena Soo Chul membicarakan ibunya dan mengusirnya keluar. Soo Chul langsung keluar setelah Soo Ho membentaknya dengan keras dan mencekiknya.
Saat Soo Chul sudah keluar, Soo Ho menemukan Ji Hyun yang sedang bersembunyi di pojok. Ji Hyun langsung bangkit dengan takut. Soo Ho bertanya, apa dia mendengar pembicaraan mereka? Ji Hyun mengangguk. Soo Ho tidak bertanya lagi.
Ji Hyun bingung dan bertanya kenapa Soo Ho tidak mengatakan apapun lagi (mengenai dia yang bersembunyi di ruangannya). Soo Ho menjawab kalau dia tidak akan menanyakan apapun, hingga Ji Hyun yang ingin bercerita. Bukankah Ji Hyun yang bilang akan memberitahunya suatu hari. Jadi, dia menyuruh Ji Hyun keluar. Ji Hyun menunduk dan meminta maaf.
--
Min Seok sedang mempelajari berkas In Beom. Dan terlihat berpikir keras.
Min Seok pergi ke tempat kerja In Beom dan mencari sesuatu. Dia membongkar setiap sudut yang mungkin bisa menjadi tempat persembunyian, dan dia menemukannya. Sebuah buku di atas plafon.
Saat Min Seok hendak pergi, In Beom ternyata sudah ada di sana dan memukul kepalanya dengan botol kaca. Setelah itu dia mencekik Min Seok. Min Seon tidak takut, dia memberitahu dalam keadaan tercekik, kalau polisi sedang mengejar In Beom sebagai pelakuk kecelakaan itu. Dan, hanya dia yang bisa menolong In Beom agar dinyatakan tidak bersalah.
In Beom tidak bersalah. Min Seok menemukan buku In Beom yang ditemukannya di ruangan In Beom.
--
Min Seok berhasil selamat dan dia mengajak Soo Chul untuk bertemu. Soo Chul mengira kalau Min Seok berhasil mendapatkan sesuatu yang bisa menjatuhkan Soo Ho. Min Seok mengajaknya bicara.
Min Seok menjelaskan kalau dia menemukan sesuatu ketika menyelidiki In Beom. In Beom adalah orang yang menyuplai narkoba di pesta yang di adakan oleh Soo Ho waktu itu. Dan jika In Beom tertangkap, hal ini pasti akan tercium media. Soo Chulu jelas senang mendengarnya.
“Masalahnya, kau juga akan terlibat,” jelas Min Seok. Dia menunjukkan buku itu yang berisi mengenai nama pembeli narkoba tersebu. “Ini adalah bukti dan saksi yang membuktikan kalau kau membeli narkoba. Kita dapat menghentikan penyelidikan, tetapi CEO Cheon akan menemukannya.”
Soo Chul jadi ketakutan. Dia memohon agar Min Seok membantunya, dan dia akan melakukan apapun untuk Min Seok. Min Seok berbisik dan memberitahu kalau semuanya akan baik-baik saja jika In Beom tidak tertangkap. Jadi, Soo Chul harus meminta jaksa Cho untuk membuat In Beom tidak bersalah.
--

Polisi menyergap kantor In Beom dan membawa para pekerja ke sebuah ruangan di klub. Di dalam ruangan itu sudah ada Min Seok. Dia meminta para pekerja itu untuk memberitahunya sesuatu maka dia akan membantu mereka, karena dia adalah pengacara.
--
Ji Hyun di dalam kamarnya melihat foto mendiang ibunya dan adiknya. Dia kemudian teringat saat Soo Chul mengatakan kalau Soo Ho beberapa kali mencoba bunuh diri saat ibunya meninggal bunuh diri. Dan Ji Hyun juga teringat percakapannya dengan Soo Ho di atap hotel saat dia mencoba bunuh diri, dimana Soo Ho bilang tahu perasaannya dan menyuruhnya untuk hidup bahagia.
Ji Hyun kemudian mengambil recorder-nya dan memutar lagu kesukaan ibunya.

Soo Ho yang ada di dalam kamar, mendengar lagu itu. Dia menatap foto nya saat masih kecil di hari ulang tahun bersama ibunya. Ji Hyun seolah bisa merasakan kalau Soo Ho ada di sebelah, sehingga dia memutar recorder lebih keras. Soo Ho menangis sedih mengingat ibunya. Begitu pula dengan Ji Hyun.
Malam itu, dengan di iringi lagu tersebut, mereka melepaskan kesedihan yang sudah mereka pendam.
--
Esok hari,  
Rep. Yeo bertemu dengan Ji Hyun. Dia memberitahu kabar mengenai orang yang terekam di CCTV, yang melemparkan pot bunga, bukanlah Kang In Beom. Ji Hyun sudah tidak kaget, dia sadar kalau polisi tidak akan mau menyelidikinya.  
Ji Hyun bertanya kapan wawancara itu akan di siarkan? Rep. Yeo berjanji akan segera menyiarkannya, tidak peduli halangan apa yang akan datang. Karena itulah dia mau jadi pengacara. Dia ingin keadilan. Ji Hyun lega mendengarnya.
--

Rep. Yeo sedang makan dengan kameramen nya, ketika sebuah moto melewatinya dan memukulkan tongkat baseball ke meja mereka. Dari jauh, Chae A memperhatikannya dari dalam mobil.
--
Soo Ho menemui temannya yang memberitahu kalau In Beom mempuyai alibi karena mereka menemukan tiket tol dengan sidik jarinya di hari kejadian. Soo Ho tidak percaya dan merasa kalau itu bisa saja settingan. Tetapi, temannya juga tidak bisa membantu. Walaupun In Beom melakukan kejahatan, tetapi jika tidak ada dakwaan maka tidak bisa di selidiki.
Temannya kemudian memberitahu kalau ada rumor mengenai In Beom yang menyuplai narkoba di pesta Soo Ho. Dan jika In Beom tertangkap, Soo Ho juga akan terkena masalah. Jadi, dia menyarankan agar Soo Ho berhenti menyelidiki.
-- 
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.
Soo Ho di restoran dan sedang merenung. Chae A menghampirinya dengan riang dan memberikan selamat karena Soo Ho telah di angkat menjadi direktur. Dia meminta Soo Ho mentraktirnya hari ini untuk merayakan hal itu. Soo Ho memberitahu kalau dia harus menmui ayahnya hari ini, sepertinya ada pertemuan penting. Dan Soo Ho kemudian memperhatikan Ji Hyun. Chae A menyadarinya.

Chae A menghampiri Ji Hyun dan bertanya apa yang hendak Ji Hyun lakukan. Ji Hyun tidak mengerti.
“Ingatlah ini. Di dunia ini ada 2 jenis tipe manusia. Satu adalah orang yang membuat sampah dan satu lagi adalah orang yang membersihkan sampah tersebut. Tidak peduli seberapa keras kau berusaha, itu tidak akan berubah,” peringati Chae A dan dengan sengaja menjatuhkan gelas kaca yang sedang di pegangnya.
Soo Ho kebetulan melihat hal itu.
Dan Chae A memerintahkan Ji Hyun untuk membersihkan pecahan gelas kaca tersebut. Chae A beranjak pergi. Dan Ji Hyun dengan menahan harga dirinya, berlutut dan memunguti semua pecahan beling tersebut. Soo Ho tidak tega melihatnya.
Saat Ji Hyun keluar, dia memanggil Ji Hyun untuk duduk di depannya. Dia beralasan kalau dia akan sedikit memarahi Ji Hyun. Ji Hyun bingung dan menolak. Soo Ho berteriak kesal mengingatkan kalau dia adalah boss dan Ji Hyun harus menurutinya. Jadi, duduk saja.
Soo Ho kemudian memuji lagu yang kemarin malam Ji Hyun putar, dia menyukainya. Meskipun, dia tidak tahu siapa yang memainkannya. Ji Hyun senang mendengarnya. Soo Ho kemudian memberitahu kalau dia suka jenis musik itu. Ji Hyun juga suka.
Seekor burung merpati terbang dan kebetulan berhenti di atas meja. Soo Ho panik dan hendak mengusirnya. Tetapi, Ji Hyun melarang. Dia membelai burung itu dengan sayang dan berujar : Kapan hari itu akan datang? Hari dimana aku akan sangat bahagia.
“Akan segera datang. Kau akan sangat bahagia… suatu hari,” jawab Soo Ho di dalam hatinya.
Soo Ho kemudian memegang burung merpati itu.
“Karena kita sedang membicarakan kebahagiaan. Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang bisa kau lihat dari dekat…,” ujar Soo Ho dan melepas merpati itu terbang, “Tetapi kau lihat dari jauh.”
Ji Hyun tersenyum melihat burung merpati yang terbang itu.
“Kita mengalami banyak masalah. Lupakan semua itu. Dan kebahagiaan… akan datang,” ujar Soo Ho.
Tetapi, Bok Kyu datang merusak suasana. Dia menyuruh Soo Ho untuk berangkat menemui CEO Cheon.
--
CEO Cheon mengatakan pertemuan dengan orang-orang penting. Dia terus memuji Soo Ho di depan mereka semua.
--
Soo Ho tiba. Bok Kyu menyampaikan kalau mereka sudah tiba.
“Untuk menangkap Kang In Beom… hanya ada satu cara.”
Soo Ho melihat keluar mobil.
--
Seseorang masuk dan melapor kepada CEO Cheon dengan berbisik kalau Soo Ho pergi ke kantor kejaksaan. Dia memberikan rekaman beritanya. CEO Cheon terlihat marah.
--
Soo Ho turun dari mobil dan para wartawan langsung mengerubunginya. Soo Ho terus melangkah masuk ke dalam kantor kejaksaan.
--
Soo Chul melihat berita itu bersama tn. Nam dan Min Seok. Dia panik dan marah. Semuanya akan hancur.
--
Jaksa juga mengalami masalah. Dan terpaksa mereka harus menangkap Kang In Beom agar media tidak mencurigai kejaksaan.
--
Di restoran semua orang juga melihatnya. Chae A terlihat tidak suka. Dia pergi dan tanpa sengaja meninggalkan ponselnya. Ji Hyun mengambilnya diam-diam, dan mengirim pesan ke Boss (nama di contact Chae A - Kang In Beom). Dia meminta bertemu jam 6 sore di tempat biasa. Dan setelah In Beom membalas ya, Ji Hyun segera menghapus pesannya.
--
Ji Hyun pergi ke kantor polisi dengan Rep. Yeo. Mereka meminta polisi untuk percaya bahwa Kang In Beom akan muncul di tempat yang di katakannya jam 6 sore. Dia punya bukti.
--
Soo Ho selesai di interogasi. Dan mendapat laporan mengenai Kang In Beom yang akan muncul. Dia segera menuju ke sana.
--
Chae A bertemu dengan Min Seok di bar. Min Seok mengajak Chae A bertemu untuk bertanya apa yang Chae A ketahui mengenainya? Dia tahu kalau Chae A sudah tahu mantan pacarnya adalah Ji Hyun. Dia sudah berpacaran dengan Ji Hyun selama enam tahun dan bahkan berencana menikahinya.
“Aku lebih penasaran kenapa kau ingin tahu?”
“Seseorang mengatakan padaku kalau kau adalah orang yang berbahaya. Dan karena itu aku mengetahuinya. Kau bilang meninggalkan Seol Ji Hyun karena cinta. Kau masih mencintainya?”
“Aku sudah bilang kalau kami sudah putus.”
“Kenapa dia masih berkeliaran di sekitarmu? Apa itu karena mu atau karena Soo Ho…,” gumam Chae A.
“Tidak pernah kau berpikir itu karenamu?”
Chae A menatapnya bingung.
“Kau tahu apa yang telah aku relakan demimu? Kau tahu kenapa aku memutuskannya? Wanita yang mati di hotel… kau tahu namanya?”
“Kenapa aku harus ta…”
“Seol Ji Eun,” potong Min Seok. “Seol Ji Hyun yang bekerja di restoranmu … adalah kakak Seol Ji Eun. Sekarang giliranmu. Beritahu aku, apa kesepakatanmu dengan Kang In Beom?”
Chae A terlalu terkejut hingga tidak bisa menjawab.
Dia kemudian menerima telepon dari In Beom, dan Chae A membenarkan kalau dia mengajak ketemu. Karena itu, jangan sampai telat (what??? apa yang sebenarnnya Chae A rencanakan? Apa dia tahu kalau Ji Hyun mengirim pesan dari ponselnya ke In Beom?)
--
Polisi mengintai di tempat yang Ji Hyun beritahu. Ji Hyun ikut dan Rept. Yeo juga ikut untuk merekam. Polisi mengusir Ji Hyun pulang, tetapi Ji Hyun tidak mau.
In Beom tiba di sana. Dan Min Seok menelponnya dan menyuruhnya untuk kabur dari sana jika tidak ingin tertangkap. In Beom sudah tahu ada yang tidak beres, dia segera lari. Polisi langsung mengejar.
Soo Ho juga tiba di sana.
Ji Hyun mengejar In Beom hingga hampir tertabrak, untung Soo Ho menolongnya. Mereka segera berlari mengejar In Beom lagi. Kepala Soo Ho mendadak sakit. Ji Hyun berhasil menangkap In Beom dan polisi langsung meringkusnya. Ji Hyun kalap melihat In Beom.
Dan rep. Yeo mendapatkan rekaman itu. Soo Ho masih menahan sakit kepalanya.
“Apa semuanya benar-benar berakhir? Atau … ini baru dimulai?,” tanya Soo Ho kepada dirinya sendiri.




1 comment: