Tuesday, August 21, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 3 - part 1

9 comments



NB : Maaf ya. kemarin aku sempat berhenti tulis sinopsis film ini. Tapi sekarang, aku akan lanjutkan lagi, dikarenakan komentar dukungan dari kamu yang membaca sinopsis ini. Terima kasih banyak dan silahkan membaca ^.^

 Network : Channel 3

Vi begitu bangga dengan Nok. Dia memuji ide Nok yang menggunakan alasan pesta Full Moon untuk menjebak Wat agar membatalkan janji nya dengan si Ratu kecantikan, yaitu Khae.

“Kamu tidak seharusnya melakukan itu, sayang. Aku kasihan padanya. Pimolkhae mungkin berharap untuk mengumumkan bahwa Wat adalah miliknya didalam majalah itu. Dan kamu menghancurkan mimpinya. Oh kasihannya Pimolkhae!” kata Vi sambil tersenyum senang.

“Mengapa kamu mengasihanin Pimolkhae sampai tersenyum,” balas Nok sambil tersenyum juga. Lalu sambil tertawa, Nok dan Vi ber high five dengan gembira.



Nok menjelaskan bahwa ini adalah balas dendam nya, karena Khae telah mempermalukannya kemarin malam. Dan Vi pun mengingatkan bahwa untuk melawan Khae, Nok tidak boleh menggunakan emosinya, tapi gunakan lah kepintaran.

“Lihat! Hari pertama kamu menggunakan otakmu. Kamu mendapatkan Ayahmu kembali. Kerja bagus, putriku!” puji Vi.



Nai yang baru pulang kerja, tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan Vi serta Nok yang berada di ruang tamu. Namun dia hanya diam saja dan tidak menyela mereka berdua.



“Apa kamu pikir Pimolkhae akan menemanin Ayah juga?” tanya Nok, ketika teringat akan sesuatu. Dan sambil tersenyum penuh ide, Vi menatap pada Nok. Lalu seperti mengerti dengan rencana  Vi, maka Nok pun tersenyum.



Seorang wanita datang menemui Khae dan Ibu Khae (Thorsaeng). Dia berterima kasih karena Khae serta Thorsaeng telah memperbolekan Beauty Channel untuk merekam disini. Dan dengan sikap ramah, Thorsaeng balas berterima kasih, karena Dao telah memilih toko mereka untuk masuk ke dalam program nya.

Lalu Dao pun mengundang Khae untuk tampil sebagai bintang tamu di programnya juga. Karena begitu banyak fans yang mengirim kan email kepada mereka dan ingin mengetahui rahasia kecantikan Khae.



Dan sebelum Khae sempat bersuara. Thorsaeng dengan bersemangat, langsung menyetujui penawaran yang diberikan oleh Dao. “Tidak masalah. Untuk program mu, Khae akan menceritakan semua rahasianya. Benar kan, sayang?”

“Kapan kamu akan datang untuk melakukan shooting?” tanya Khae dengan ramah.

“Besok,” jawab Dao. Dan mendengar itu, Khae menjadi terkejut serta terdiam.

“Dia bersedia. Untuk Khun Saengdao, dia selalu siap. Itu benar kan, Khae?” tanya Thorsaeng dengan sedikit nada paksaan. Dan dengan terpaksa, maka Khae pun tersenyum.


Di café. Vi berkumpul bersama Dao dan seorang temannya (berambut pendek). Disana Vi mengatakan bahwa dia telah menduga kalau Khae serta Thorsaeng tidak mungkin menolak tawaran Dao, sebab mereka berdua ingin menjadi terkenal.

“Terima kasih ya, Nong Dao. Karena sudah mau memberikan waktu di dalam program mu untuk mewawancarai mereka berdua,” kata Vi dengan senang.


“Tidak apa, sis. Lagian, waktu toko Pimolkhae ditayangkan, tidak ada seorang pun yang akan menonton TV. Karena itu sedang liburan panjang. Dan itu bagus bagiku untuk bisa menghabiskan waktu,” balas Dao. Dan mendengar itu, Vi serta temannya tertawa keras.

“Apa kamu tahu, Nong Dao memasang hastag #Nokteam,” tambah seorang teman Vi.


Tiba- tiba teman Vi teringat bahwa dalam merekam program, Dao hanya membutuhkan waktu sehari. Sedangkan Wat akan berada di pulau selama beberapa hari. Dan mereka khawatir, Khae akan menyusul Wat.

Dao lalu menjelaskan agar mereka tidak perlu khawatir, sebab normalnya memang merekam itu hanya butuh waktu sehari, tapi bila ada sesuatu yang salah, maka mereka harus merekam ulang lagi.

“Dao. Apapun yang kamu inginkan, silahkan. Dan kirimkan aku bon nya, aku yang akan membayar semua nya itu,” kata Vi menawarkan Dao untuk membeli apapun, sebagai ungkapan terima kasihnya.

“Apa itu tidak masalah? Itu sebuah pengeluaran yang besar!” balas Dao.



“Jangan pikirkan. Uang itu bukan milikku. Tapi kamu tahu apa itu?” bisik Vi dengan pelan pada mereka berdua,” Itu uang perceraian dari mantan suamiku.”

Dan mendengar itu, kedua orang teman Vi tertawa. Lalu mereka bertiga  melakukan ber high five bersama untuk rencana hebat Vi yang menggunakan uang mantan suami untuk menghancurkan Istri baru suaminya.



Pen menawarkan obat pelansing kepada kedua pelayan dirumah Nok. Dan dia memberikan itu secara gratis untuk mereka berdua, tapi dia ingin tahu apa selama dirumah, Vi pernah membicarakan tentang Wongwes dan Nok.

Dan kedua pelayan itu, menjawab bahwa Vi tidak pernah membicarakan itu.


Tepat disaat itu, Phai datang. Dan melihat kedatangan Phai, kedua pelayan itu segera merebut obat pelansing di tangan Pen dan melarikan diri dari sana.

“Aff! Aey!” teriak Pen, memanggil kedua nama pelayan itu.

Pen beralasan pada Phai bahwa dia hanya ingin tahu saja, kapan Nok akan menikah. Lalu mendengar itu, Phai yang tidak tahu apapun menjadi kebingungan.



Dan dengan sinis, Pen mengatakan bahwa tidak heran kalau tidak ada yang tahu, karena tidak satupun orang yang berani memberitahu kan kepada si gadis sempurna (Nok) bahwa tidak ada pria yang menginginkan nya. Sampai Vi harus mencarikan pria untuk Nok.

“Apa yang kamu bicarakan? Apa yang kamu tahu? Beritahu aku!” kata Phai dengan keras, karena tidak mengerti maksud perkataan Pen.



Pen membalas bahwa Ibunya tidak perlu khawatir. Karena tidak lama lagi, Phai akan bertemu dengan Pria (Wes) yang dia bicarakan. Hanya saja status Pria itu masuk belum jelas, ntah nanti nya Phai akan menemui Pria itu sebagai pacar Nok atau suaminya. Lalu setelah mengatakan itu, Pen pun pergi sambil tersenyum.



Ketika melihat Nai pulang, Phai memanggil Nai dan menanyakan apa benar Vi mau menjodohkan Nok dengan seseorang.

“Siapa yang memberitahu mu tentang ini?” tanya Nai.



Nok memberikan sebuah pakaian renang putih kepada Vi. Dan dia mengajak agar Vi juga ikut bersamanya ke pulau, karena dia telah menyiapkan sebuah baju renang yang mirip dengan milik Vi untuk dirinya sendiri.



Tapi Vi ragu bahwa Wat akan mengizinkan nya untuk ikut pergi. Dan Nok pun menjelaskan bahwa dia akan mengajak Vi untuk pergi sebagai penasihatnya, karena dia sama sekali tidak berbakat dalam masalah pesta, jadi disana Vi bisa membantunya.

Lalu mendengar itu, Vi sangat bangga dengan ide milik Nok dan dia setuju untuk pergi menemanin Nok ke pulau itu. Dan dengan sangat senang, Nok memeluk Vi.



Nai menahan Pen yang mau masuk ke dalam mobil. Dia menyuruh agar apapun yang mau Pen lakukan, maka hentikanlah. Dan Pen berpura- pura tidak mengerti. Lalu Nai menjelaskan. “Untuk bertahan hidup dari merebut milik orang lain. Apa itu benar- benar membuat mu bahagia, Pen?”


“Coba tanya dirimu sendiri. Barang ber merk, mobil mewah, merebut milik orang lain seperti ini, apa kamu benar- benar bahagia?” balas Pen.

Pen menganggap bahwa Nai sama saja dengan dirinya. Dan dengan tegas, Nai mengatakan bahwa perkataannya tadi bukan lah permintaan, tapi peringatan. Jadi jika Pen sedang memikirkan tentang melakukan hal yang tidak sepantasnya, maka dia akan mengambil tindakan.



“Bahkan walaupun kamu akan menghentikan ku. Tapi jika Pria itu melihat sesuatu yang lebih baik dalam ku, aku tidak menolak,” kata Pen dengan percaya diri.

“Kamu mungkin lupa sifat seorang Pria, Pen. Ketika seorang Pria memilih seorang wanita. Terkadang bukan karena wanita itu lebih baik. Tapi karena dia murahan,” balas Nai, menyindir Pen.



Pen menjadi kesal dan ingin membalas. Tapi dengan cepat Nai memotong dan menlanjutkan perkataannya. Nai berterima kasih kepada Pen yang telah mau mengorbankan dirinya sendiri untuk mencobai Pria itu, untuk melihat apa Pria itu  cukup baik untuk Nok atau tidak.

“Terima kasih ya, Pen,” kata Nai sambil tersenyum dan menyentuh bahu Pen sekilas. Lalu setelah itu dengan cepat, Nai berjalan masuk kembali ke dalam rumah.



Dengan kesal, karena tidak sempat membalas, maka Pen masuk ke dalam mobilnya. Lalu di dalam mobil, ketika hape nya tiba- tiba berbunyi. Dengan cepat Pen memberitahukan kepada orang di telpon bahwa dia tidak mau menerima acara apapun, selain daripada acara yang berhubungan dengan pesta Full Moon di pulau Boom.

Dan setelah selesai berbicara, Pen tersenyum memikirkan sebuah rencana.



Di pulau Boom. Nok mengomeli Jomyuth, karena Stan mewarnai wajah miliknya tidak berada ditempat yang di inginkannya. Lalu Nai datang dan menjelaskan bahwa dialah yang menyuruh Jomyuth untuk memindahkan itu.



“Tempat yang kamu pilih berdekatan dengan Stan minuman beralkohol. Jika ada turis yang mabuk dan tidak sadarkan diri, itu akan menjadi berbahaya,” jelas Nai.

“Datang ke pesta Full Moon pasti ada yang mabuk. Dan yang lebih penting, tempat ini berada di sudut paling ujung. Lihat itu!” kata Nok sambil menunjuk ke arah Stannya.



Nai menjelaskan kepada Nok. Tapi Nok tetap tidak mau tahu. Nok menyuruh Jomyuth untuk memindahkan Stan miliknya ke tempat awal. Dan Jomyuth pun melaksanakan itu.

Tapi Nai lalu menyuruh agar Jomyuth menaruh kembali semua barang yang kini sedang Jomyuth angkat itu. Dan Jomyuth pun melaksanakan nya.


Kemudian, Nok mengancam Jomyuth, jika Jomyuth menaruh semua barang itu kembali, maka dia akan memotong 1 tahun gaji Jomyuth dan tidak akan ada bonus. Dan mendengar itu, Jomyuth pun menjadi kebingungan harus mengikuti perintah siapa.

“Khun Nok, lebih baik tusuk aku dan biarkan aku mati,” kata Jomyuth, putus asa.



“Jika kamu mengangkat itu. Double gaji ditambah 20% bonus,” kata Nok memberikan penawaran. Dan dengan senang hati, Jomyuth langsung melaksanakan perintah Nok.

“Tapi jika kamu dipecat hari ini. Kamu tidak akan mendapat apapun,” kata Nai, mengancam Jomyuth. Dan dengan segera, Jomyuth kembali menjadi pusing harus mengikuti perintah siapa.



Nai menegaskan kepada Nok bahwa selama Nok berada di dalam proyek ini, maka Nok harus mengikuti perintahnya, karena Nok adalah bawahannya. Lalu Nai menyuruh agar Jomyuth meletakan barang itu ke tempat semula. Dan dengan terpaksa, maka Nok pun menerima.

“Hari ini aku setuju melakukan itu. Bahkan walau aku sadar kamu kamu dengan sengaja mengangguku. Tapi ingat dengan baik Luckanai. Suatu hari, aku akan mengambil segalanya kembali darimu,” kata Nok dengan kesal. Lalu pergi.




Sambil berjalan di tepi pantai. Nok mengomel tentang Nai. Lalu disaat itu, Nok melihat dua orang bule yang pergi dari pantai dengan meninggalkan sampah mereka tetap berada diatas pasir.

Dan melihat itu, Nok memotret semua sampah itu dan lalu memungutnya. Setelah itu sambil lanjut berjalan, Nok terus memotret setiap sampah yang dilihatnya.


Selesai dengan tugasnya. Nok berjalan dengan santai di tepi pantai. Lalu disaat itu, tiba- tiba Nok merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya. Tapi ketika dia melihat ke belakang, dia tidak melihat siapapun.

Dengan perasaan panik, Nok pun berjalan secepat mungkin. Dan ketika dia merasa bahwa orang itu masih mengikutinya, maka Nok pun langsung berlari. Tapi orang itu malah ikut berlari, mengejarnya.



Memberanikan dirinya, Nok mengambil daun kering besar di dekatnya. Dan lalu memukuli orang yang mengikutinya.  Dan ternyata orang itu adalah Nai. Dia meminta agar Nok berhenti memukulinya. “Khun Nok! Ini aku!” kata Nai.

Tapi tanpa mendengar itu, Nok terus memukuli Nai. Dan tanpa sengaja, Nok pun lalu terjatuh. “Luckanai. Mengapa kamu mengikutiku?” tanya Nok dengan kesal, saat sadar itu Nai.



“Aku melihat kamu telah berjalan sedikit jauh dari tempat mu menginap. Dan ini adalah tempat yang terpencil,” jelas Nai.

“Dalam hidupku, hanya kamu berbahaya,” balas Nok.



Ketika Nok mau berdiri dan berjalan pergi, dia hampir saja terjatuh lagi, karena kakinya yang terluka. Tapi untungnya, dengan cepat Nai menahan Nok agar tidak terjatuh.

“Aku minta maaf,” kata Nai dengan menyesal.

“Pergi sana,” balas Nok. Lalu berjalan pergi dengan kaki sebelah yang sedikit sakit.



Nai mengikuti Nok dan mengingatkan bahwa bila Nok masih berjalan, maka luka Nok akan semakin buruk. Dan Nok pun membalas bahwa itu semua karena Nai, makanya dia terluka seperti ini.

“Ya, aku yang membuatmu terluka. Jadi aku akan bertanggung jawab,” kata Nai.

“Bagus kamu tahu,” balas Nok dengan sinis.



Nai lalu meminta maaf kepada Nok. Dan lalu dengan cepat dia menggendong Nok sebagai bentuk tanggung jawabnya, karena telah menyebabkan Nok terluka. Nai berkata bahwa dia akan menggendong Nok sampai ke kamar Nok, sehingga luka Nok tidak memburuk.



Dan tentu saja, Nok tidak mau. Dia memberontak, ingin melepaskan diri. Tapi Nai tidak mau membiarkan Nok turun. Jadi dengan kesal, maka Nok pun mengigit bahu Nai dengan kuat, sehingga Nai merasa kesakitan.

“Jika kau tidak menurunkan ku. Aku akan mengigitmu lebih keras!” ancam Nok.

“Baiklah. Jika aku terluka sebagai ganti agar kamu tidak menjadi lebih sakit lagi. Maka aku setuju,” balas Nai. Dan mndengar itu, maka Nok pun terdiam untuk sesaat.



Nok kembali membrontak untuk turun. Dan Nai menjelaskan bahwa Nok pasti tidak mau dia bekerja sendirian dan mendapatkan penilaian lebih pada proyek milik Nok. Lalu tanpa bisa mengatakan apapun, Nok membiarkan dirinya di gendong oleh Nai.


Setelah berjalan agak jauh. Nok kembali menyuruh agar Nai menurunkannya. Tapi Nai tetap tidak mau membiarkan Nok berjalan sendiri. Dan tepat disaat itu, Sudjai datang menghampiri mereka. Jadi dengan cepat, Nok pun meloncat turun dari gendongan Nai.

“Apa yang terjadi?” tanya Sudjai dengan keheranan.


“Khun Nok terjatuh. Jadi aku menggendongnya,” jelas Nai.

“Aku sedang sial. Aku bertemu seekor anjing, dia mengejarku dan mengigitku. Beruntungnya, aku tahu, jadi aku hanya terjatuh,” tambah Nok untuk menyindir Nai. Lalu setelah itu, Nok berjalan pergi dari sana.


Sudjai yang terkejut, mendekati Nai dan menanyakan dimana anjing itu berada. Dan Nai pun membalas, “Guk.”



Seorang pria gemulai meminta agar Pen untuk berjalan lebih cepat. Dan lalu dia memberikan kartu kunci kamar milik Pen serta menjelaskan bahwa malam ini mereka akan tidur berbagi dikamar yang sama. Dan mendengar itu, Pen pun terkejut.

“Eh… jangan bilang padaku bahwa kamu telah memiliki seorang Pria disini?”

“ Ya! Seorang Pria… VIP juga,” balas Pen, lalu mengambil kartu kunci cadangan ditangan si Pria gemulai.



Wat mendekati putrinya yang sedang sibuk mengatur meja Stan mewarnai wajah. Dia menawarkan makanan untuk Nok dan meminta agar Nok beristirahat sejenak, karena sedari tadi dia melihat kalau Nok telah terlalu lama bekerja. Tapi Nok tidak mau.

Wat lalu menawarkan diri untuk membantu Nok. Dan Nok membalas agar Wat tidak perlu repot.



“Walau aku bukan Ayah yang baik dalam pandanganmu. Tapi aku ingin kamu tahu. Aku masih Ayah yang akan selalu mencintai dan mengkhawatirkan kamu. Ini tidak benar bahwa kamu harus bertahan hidup sendirian,” jelas Wat.

Tapi Nok tidak merespon. Dan karena itu maka, Wat pun meninggalkan makanan untuk Nok diatas meja dan menepuk pelan kepala Nok, lalu berjalan pergi dengan kecewa.



“Pa,” panggil Nok sebelum Ayahnya berjalan lebih jauh.

Nok mengambil makanan yang ditinggalkan Wat untuknya tadi. Lalu dia mendekati Wat dan menawarkan makanan itu kepada Wat sambil tersenyum. Dan sambil balas tersenyum, Wat pun menerima makanan itu.



Vi bertelponan dengan Pat. Dia meminta Pat agar memberitahunya ketika telah tiba nanti. Dan setelah itu mereka akan melakukan nya seperti rencana.

Lalu tepat setelah Vi telah selesai bertelponan, dia baru sadar bahwa Nai berada di belakangnya. Dan ternyata dari awal tadi, Nai telah mendengar semua pembicaraan Vi dengan Pat.



Disaar itu, ketika Vi melihat Nok serta Wat sedang berjalan ke arahnya. Serta Wes dan Pat yang juga sudah tiba. Maka dia pun menjadi panik. Lalu Vi menyuruh agar Nai membantunya dengan memberitahu mereka kalau dia sedang pingsan.

Dan belum sempat Nai bertanya maksud Vi. Tiba- tiba saja Vi langsung pingsan.



Melihat Ibunya tiba- tiba pingsan, Nok menjadi panik dan segera berlari mendekat. Dia memanggil- manggil Ibunya. Dan Wat pun menanyai Nai, apa yang terjadi kepada Vi. Lalu dengan kebingungan Nai, kesulitan untuk menjawab, karena tangan Vi menggelitinya sebagai kode. Jadi dengan terpaksa Nai pun berbohong,” Dia pingsan.”



“Mom.. Mom..,” panggil Nok. “Apa ada yang punya inhaler?” tanya Nok dengan cemas kepada setiap orang yang berada disana.

Pat dan Wes yang melihat itu segera mendekat untuk membantu Vi yang sedang pingsan.  Tapi bukannya langsung membantu Vi yang pingsan, Wes malah menatap dengan pandangan terpesona kepada Nok.

Dan melihat itu, Nai pun langsung menyela,” Orang yang pingsan ada disini. Bukan disana.”



Wes lalu memberikan inhaler kepada Vi. Dan setelah itu Vi pun berpura- pura tersadar. Lalu seolah- olah seperti sebuah kebetulan, Vi dan Pat saling menyapa. Dan melihat itu, Wat menjadi sedikit heran.



Di tempat bersantai. Mereka semua duduk bersama. Disana Pat dan Vi berakting seperti sudah lama tidak bertemu dan baru hari ini mereka ketemu lagi, seperti sebuah takdir atau kebetulan.

“Tapi minggu lalu, kita baru saja bertemu, tante,” kata Wes dengan heran.



Mendengar itu, mereka semua menjadi terkejut. Lalu Vi yang awalnya tertawa, pun berhenti tertawa. Dan Pat pun memperingatkan anaknya untuk tidak berbicara. Setelah itu suasana pun menjadi sedikit canggung.



Untuk mencairkan suasana, Vi kembali berbicara. Dia berterima kasih karena Wes telah menyelamatkannya dan lalu dia menanyakan alasan ke datangan Pat ke pulai ini. Dan Pat pun menjelaskan bahwa dia ada membuka pub baru disini dan dia lalu mengajak Vi serta Nok untuk ikut bersama mereka ke sana.

Nok menolak untuk ikut, karena ada Stan milik perusahaan yang harus diurusnya pada pesta Full Moon. Lalu Pat pun menyarankan agar Wes tetap disini dan membantu Nok. Sementara Vi bisa ikut pergi bersama dengannya.



Dan sebelum Wes sempat berbicara. Vi mengucapkam terima kasih, karena Wes telah mau membantu Nok dan dia meminta agar Wes menjaga Nok untuknya.

“Tapi ma…” kata Nok.

“Tidak apa. Kamu lihat, aku terlalu serius sampai aku pingsan. Jadi biarkan aku pergi ke tempat yang lain.  Sehingga aku akan menjadi lebih baik, ya, ya,” potong Vi dengan cepat.




Menjauh dari kumpulan para wanita. Wat mengetahui bahwa Vi pasti ingin menjodohkan Wes dengan Nok, karena melihat sikap Vi tadi. Tapi Wat tidak mau begitu saja membiarkan Vi menjalankan rencana nya itu, karena dia belum mengenal Wes dengan baik.

Jadi Wat meminta agar Nai untuk tidak membiarkan Nok terlalu dekat dengan Wongwes.



Wes memuji acara Nok yang tampak sedikit menarik. Lalu dia mengatakan, “Jika kamu menemukan sesuatu yang menarik. Tidak perlu untuk melarikan diri. Hanya karena Ibu kita menjodohkan kita,” kata Wes.

Mendengar serta melihat sikap Wes yang menyenangkan seperti ini. Maka Nok pun menjadi tampak tertarik kepada Wes. Dan lalu Nok mengajak Wes untuk ikut bersamanya, untuk membuat Wes berguna dalam membantunya.



Nok menggambar sayap di punggung Wes. Dan lalu dia menggambarkan gambar yang lain di dada Wes. Dan melihat itu dari jauh, Nai tampak sedikit tidak senang.



Sambil saling bercanda. Wes mengambil kuas lain milik Nok dan ingin gantian untuk menggambar di wajah Nok. Tapi Nok tidak mau dan melarikan diri. Lalu disaat itu tanpa sengaja, Nok menabrak dada Nai.


Dan melihat keberadaan Nai disana, Nok tampak terkejut.

9 comments:

  1. Thhanks kk..... Sudah mau lanjutin sinopsis drama on

    ReplyDelete
  2. Ayo min....semangat nulis drama game sanaeha d tunggu kelanjutan crta ny☺

    ReplyDelete
  3. thanks min...semangat terus nulis sinopsisnyaa ditunggu kelanjutannyaa...fighting💪

    ReplyDelete
  4. Thanks kak sudah mau ngelanjutin sinopsis ny .semangat terus nulis sinopsis ny ya kak.di tunggu kelanjutan nya ..semangat💪

    ReplyDelete
  5. Di tunggu kelanjutan nya.. semangattt teruss ya nuliss nya😊😊😊

    ReplyDelete
  6. Thx bgt ka udah di lanjut sinopsisnya..ttep semangat

    ReplyDelete
  7. Lanjut Kak ☺ semangat kakak
    Aku suka bgt sama James jj 😍

    ReplyDelete
  8. Di tunggu ya kak klnjutan nya,aq bru nntn nympe ep 6 itu pun yg eng sub,klnjutn nya blm ada lgi yg engsub��,untung ad sinopsis sub indo nya disni..di tunggu klnjutn nya

    ReplyDelete
  9. Mksh banyak mbak udah di lanjut ceritanya

    ReplyDelete