Monday, August 13, 2018

Sinopsis Lakorn : Piang Chai Kon Nee Mai Chai Poo Wised Episode 1 - 2

0 comments


Broadcast Network: Channel 3



Si Pria perahu meraih dan menarik Nuth ke atas permukaan bersamanya. Dia membawa Nuth ke tepi pantai dan memanggil- manggil nama Nuth yang tidak sadarkan diri.

“Ini panas,” keluh Nuth sambil bergerak- gerak gelisah.

“Apa kamu minum obat peransang?” tanya si Pria perahu melihat itu.



Nuth tidak menjawab dan terus bergerak dengan gelisah. Dan bahkan Nuth ingin membuka pakaiannya sendiri karena dia merasa sangat kepanasan.

Tapi si Pria  perahu langsung menahan tangan Nuth dan memperingatkan Nuth. Bahkan dia mengikatkan kembali tali pada pakaian Nuth yang telah Nuth lepaskan.




Nuth lalu membrontak. Dia mencoba untuk kembali kedalam laut. Dan si Pria perahu pun menahan Nuth, karena itu berbahaya. Lalu tanpa sengaja, kaki mereka berdua tersandung dan mereka terjatuh.

Si pria perahu berbaring dibawah. Sedangkan Nuth berada diatas tubuhnya. Lalu karena lelah, Nuth pun tertidur diatas si Pria perahu.



Pagi hari, Nuth terbangun dari tidurnya. Dan ketika dia melihat, dimana tempat dia berada saat ini. Maka dengan agak cemas, Nuth langsung memeriksa pakaian dalamannya. Tapi ternyata dia tidak ada memakai BH apapun, sehingga dia pun menjadi panik.



Nuth lalu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari dalam kamar dengan sikap waspada. Dan diluar, ia melihat pakaian nya yang sedang dijemur.

Tiba- tiba Nuth mendengar suara Pria yang sedang bersiul. Dan mendengar itu, Nuth pun mendekati sumber suara yang berasal dari kamar mandi. Lalu dia berjongkok dan mengintip melalui celah- celah bawah pintu kamar mandi. Untuk melihat siapa itu.



Merasa ada yang mengintipnya, maka si Pria perahu menunduk untuk melihat siapa. Namun tiba- tiba saja Nuth yang kaget berteriak dengan sangat keras. Dan tanpa sengaja pintu kamar mandi pun roboh.

Nuth berteriak semakin keras ketika melihat itu dan berlari dengan cepat. “Aku janji. Aku tidak melihat apapun,” teriak Nuth.



Si Pria perahu berlari mengejar Nuth sambil mengenakan sebuah sarung. Dia mengejar Nuth yang panik untuk menjelaskan, tapi Nuth tidak mau mendengarkan dan tetap berlari.

Tanpa sengaja Nuth tersandung dan jatuh. “Jangan dekati aku. Aku menyerah. Aku takut. Aku tidak melihat apapun. Aku janji,” teriak Nuth dengan panik.



“Jangan khawatirkan itu,” balas si Pria perahu. Dan dengan curiga, Nuth melindungin tubuhnya.

“Mengapa malu sekarang? Bukankah ini sedikit terlambat,” kata Si Pria perahu, melihat sikap Nuth.

“Terlambat. Apa maksudmu?” balas Nuth tidak mengerti.


Chaya menekan bel pintu kamar hotel Nuth berkali- kali. Bahkan mengetuknya. Tapi tidak ada respon.



“Aku membicarakan tentang kemarin malam. Terima kasih sudah datang untuk menggoda ku. Aku tidak akan pernah melupakan ini,” jelas si Pria perahu sambil mendekati Nuth.

Dan karena takut, Nuth pun bergerak mundur. “Apa kamu memperkosaku?” tanya Nuth, menuduh. Lalu dia mendorong dan melemparkan pasir kepada si Pria perahu.


Seorang warga yang melihat itu, langsung merekam mereka berdua.



Si Pria perahu mengangkat Nuth yang terus melawan, tapi dengan sekuat tenaga Nuth memukuli punggung si Pria perahu dan berhasil melepaskan diri.

Namun Si Pria perahu berhasil menangkap kaki Nuth. Dia menahan menarik kaki Nuth dan menahannya. “Berhenti menjadi gila. Dengarkan aku. Aku tidak memaksamu. Kamu yang menggodaku,” jelas si Pria perahu.




Nuth masih membrontak. Dan dengan makin kuat, si Pria perahu menahan Nuth dan meminta Nuth mengingat apa yang terjadi kemarin malam. Tapi karena Nuth tidak ingat, maka si Pria perahu mengingatkan Nuth.

Lalu setelah itu, Nuth mengingat apa yang terjadi pada dirinya kemarin malam.




Nuth melepaskan dirinya . “Tapi kamu masih tidak bisa dipercaya.”

Seorang warga yang merekam itu menjadi kaget dan dia mulai berpikiran negatif. Lalu pada saat itu BH milik Nuth yang sedang dijemur terjatuh diatas kepalanya. Dan karena itu si Warga mengambil nya, lalu pergi dari sana.


Chaya meminjam kunci kamar hotel Nuth. Dan ketika dia masuk kedalam, dia melihat kamar yang begitu bersih serta kosong. Lalu karena itu diam pun menjadi panik.



Chaya menghampiri Chris, karena seingatnya Nuth kemarin malam ada bersama dengan Chris. Dan Chris beralasan bahwa dia tidak tahu, karena kemarin dia mau mengantar Nuth, tapi Nuth tidak mau.

“Mungkin dia bertemu seseorang dipesta dan pergi dengannya,” tambah Soam.

“Nuth bukan orang seperti itu. Aku telah mengenal Nuth sejak lama. Tidak ada yang mengenal Nuth sebaik aku,” balas Chaya, tidak mau percaya.



Menengahi Soam serta Chaya yang mulai bertatapan dengan tajam dan bertengkar. Maka Chris menawarkan bantuan untuk mencari Nuth. Dan dengan kesal, Chaya pergi meninggalkan mereka berdua.



Nuth mengambil baju milknya yang dijemur oleh Si Pria perahu. Tapi dia tidak bisa menemukan BH nya.

“Itu mungkin tertiup angin. Biarkan saja,” jelas Si Pria perahu.




Nuth lalu meminta agar si Pria perahu untuk tolong memperbaiki pintu kamar mandinya. Karena dia ingin bertukar baju.

Dan walaupun agak capek dengan sikap memerintah Nuth, tapi Si Pria perahu tetap melakukannya.



Chris memberitahu tentang Nuth yang melompat dari kapal kemarin malam. Dan mendengar itu, Soam pun menjadi pusing, karena jika Chaya berhasil menemukan Nuth yang hilang dan tau, maka Chaya pasti akan marah.


Chaya berkeliling di sekitar pulau. Dan bertanya pada penduduk setempat. Untuk mencari Nuth.



Nuth yang telah selesai bertukar pakaian menghampiri Si Pria perahu dan bertanya tempat dimana mereka berada saat ini. Dan Si Pria perahu menjelaskan bahwa ini adalah Koh Rok (Pulau Rok), sekitar 20 menit dari pulau tempat pesta Nuth diadakan.

Nuth lalu meminjam ponsel Si Pria perahu untuk menghubungin seseorang agar menjemputnya. Tapi sayangnya, pulau ini tidak memiliki signal. Dan mendengar itu Nuth pun menjadi kebingungan, lalu dia meminta agar si Si Pria perahu untuk tolong mengantarnya.




Jika Si Pria perahu mau mengantarnya, maka dia akan membayarnya secara tunai. “10k… 20k… 30k… 40k… 50k…  Berapa yang kamu mau? Beritahu aku,” kata Nuth memberikan penawaran.

Dan mendengar itu, dengan malas Si Pria perahu mengabaikan Nuth dan berjalan pergi. Karena Nuth tidak berterima kasih atau meminta tolong dengan tepat, tapi malah memerintah.



Mariam merengek dengan keras. Dia tidak percaya Si Pria perahu (Wat) mau berhubungan dengan tipe wanita seperti Nuth. Dan si Warga yang merekam (Orso) kejadian Wat serta Nuth tadi, dia mengeluarkan BH Nuth yang didapatkannya kepada Mariam sebagai bukti.

“Tidak benar! Tidak benar, tidak benar…!” rengek Mariam.



Mariam merengek sambil menghampiri Wat yang datang. Dia menanyakan kebenaran gosip yang didengarnya. Tapi Wat tidak menjawab dan mengabaikannya.




Wat mendekati Orso dan meminjam kapalnya untuk mengantar Nuth kembali ke pulau utama. Dan mendengar itu Mariam langsung protes, tidak terima.

“Aku pergi untuk sebuah urusan saja. Aku akan kembali,” kata Wat, kepada Mariam yang terus merengek.

Orso memberikan kunci kapalnya dan meminta agar Wat tolong mengisikan bensin untuk kapalnya sekalian saat pulang nanti. Dan Wat pun mengiyakan, lalu pergi.




Mariam ingin mengikuti Wat pergi. Tapi Orso menahannya. Dan dengan kesal Mariam pun melampiaskan amarahnya pada BH Nuth. “Dada palsu. P’Wat, milikku asli,” teriak Mariam.


Menggunakan perahu karet kecil, Nuth mendayung dan berusaha untuk pulang sendirian. Tapi karena tidak terbiasa mendayung, maka Nuth pun agak kesusahan sendiri.

Tepat disaat itu, Nuth melihat sebuah perahu. Dan sambil melambaikan tangan, Nuth berteriak meminta pertolongan.



Dengan kapalnya, Wat melewati Nuth. Dan karena itu, tanpa sengaja, Nuth yang sedang berdiri diatas perahu pun terjatuh kedalam laut.

“Jika kamu mau mendayung pulang. Silahkan. Bye,” teriak Wat pada Nuth yang sedang berenang, karena terjatuh tadi.




“Kami ingin mengerjaiku, kan?” teriak Nuth yang telah sampai ditepi pantai. Dan disaat itu, tanpa sengaja Nuth menginjak duri Bulu Babi. Sehingga dengan kesakitan, Nuth pun terjatuh dan tidak mampu untuk berjalan.

Dengan khawatir, Wat pun mendekati Nuth dan menggendong Nuth.




Dirumahnya. Wat mengobati kaki Nuth yang terluka karena menginjak Bulu Babi. Wat memukul- mukul telapak kaki Nuth dengan botol dan menaruh perasan jeruk nipis. Sehingga karena kesakitan, Nuth pun terus menjerit, menahan perihnya.



“Akankah itu sembuh?” tanya Nuth, saat Wat telah selesai mengobatinya.

“Kurang berbahaya dibanding obat yang kamu minum,” balas Wat.

“Aku bukan gadis pesta. Aku hanya…”

“Hanya bersenang- senang. Setiap orang mengatakan itu. Jika kamu bersenang- senang, kamu harus menggunakan pengaman. Mengerti?” balas Wat, salah paham. Lalu tanpa mendengarkan Nuth, dia berjalan pergi.



Wat memberikan makanan kepada Nuth dan berjanji bahwa ia akan mengantar Nuth pulang nanti. Lalu sambil Nuth makan, Wat memeriksa luka di kaki Nuth.

“Rasa sakitnya akan terasa beberapa hari. Kamu perlu untuk menahannya,” kata Wat mengingatkan dengan nada lembut.



Karena lapar, maka Nuth tidak menjawab dan terus memakan makanannya. Dan melihat itu, Wat tersenyum sendiri melihat Nuth.

Nuth yang menyadari kalau Wat terus melihat padanya, jadi terbatuk- batuk. Dan lalu ia pun bertanya,” Ada apa? Apa ada sesuatu diwajahku?” tanya Nuth sambil menlap mulutnya.



“Tidak. Tidak ada. Cepat makan. Jadi kita bisa pulang,” balas Wat. Ia tersadar bahwa ia telah memperhatikan Nuth terlalu lama. Dan dengan agak salah tingkah, Wat pun mulai membereskan lemarinya.

Dengan gugup, Nuth membuka pembicaraan. Dia menjelaskan tentang kesalah pahaman Wat padanya. Dan lalu Nuth menanyakan nama Wat serta memperkenalkan dirinya sendiri.




“Senang bertemu denganmu, Wat. Namaku Nuth. Anusaniya,” kata Nuth sambil tersenyum serta mengulurkan tangannya. Dan Wat menyalamin tangan Nuth yang terulur padanya itu sambil tersenyum juga.



Chaya terus mencari Nuth bahkan sampai ke laut, tapi dia tetap tidak bisa menemukan Nuth. Dan lalu Chaya mendekati Karyawan A serta memintanya untuk mengurusi para tamu serta jangan sampai  berita Nuth menghilang tersebar, karena dia tidak ingin terjadi masalah.



Nuth berjalan dengan pincang, karena kakinya yang sakit. Dan melihat itu, maka Wat pun menggendong Nuth ke kapal. Lalu setelah itu, dia menjalankan kapalnya, mengantarkan Nuth.



Di dalam kapal. Dalam perjalanan pulang. Nuth sekali- kali melirik kepada Wat sambil tersenyum. Begitu juga dengan Wat yang sekal- kali melirik kepada Nuth sambil tersenyum.


Seorang penjaga pantai yang melihat kedatangan kapal Wat. Langsung pergi dan melaporkan itu kepada Chaya.



Sesampainya dipulau. Wat menggendong Nuth turun dari kapal.

“Kita sudah sampai. Selanjutnya, hati- hati. Kamu tidak akan bertemu pria baik dengan mudah sepertiku,” kata Wat, penuh perhatian, mengingatkan Nuth.

“Aku tidak akan sesial ini lagi,”  balas Nuth.


Karena telah selesai mengantarkan Nuth pulang, maka Wat pun pamit untuk pergi sekarang. Dan dengan agak gugup, Nuth memanggil Wat untuk menunggu sebentar, karena dia ingin mengucapkan terima kasih.

Tapi karena tidak terbiasa serta gugup, maka Nuth tidak bisa mengucapkan terima kasih dengan benar. Serta Wat sendiri langsung salah paham kepada Nuth.



“Membayarku? Hey Khun. Jangan khawatir. Aku berjanji bahwa aku tidak akan menceritakan ini pada siapapun. Kamu bisa tenang. Aku jamin,” kata Wat yang salah paham.

“Bukan begitu. Aku hanya ingin berterima kasih,” balas Nuth menjelaskan.




Nuth berjalan ke arah Wat untuk berbicara lebih dekat. Tapi karena kakinya sedang sakit, maka tanpa sengaja Nuth tersandung dan hampir saja terjatuh. Namun untungnya, Wat berhasil menahannya.

“Hati- hati,” kata Wat sambil memandangin Nuth. Dan selama sesaat, mereka berdua saling bertatapan.


Tepat disaat suasana antara Nuth serta Wat sedang romantis. Chaya datang dan melihat itu.

No comments:

Post a Comment