Sunday, October 21, 2018

Sinopsis Lakorn : Game Sanaeha Episode 11 - part 4

15 comments
Network : Channel 3


Wes datang kerumah dan menjelaskan kepada Vi serta Nok. Dia mengatakan bahwa stuktur tulang Wat sudah mulai baikan. Dan mendengar itu, Nok pun bertanya dengan heran kenapa Ayahnya masih belum bisa berjalan, kepadahal ini sudah lewat tiga bulan.

“Dokter fisioterapi bisa memberikan perkiraan waktu. Tapi pikiran sensitif, jadi tidak ada Dokter di dunia ini yang bisa memprediksikan waktunya. Mungkin apa yang diinginkan Ayahmu adalah seorang pendorong,” jelas Wes.


“Ada aku,” balas Nok.

“Nok.”

“Ada aku dan Ibu ku. Ayah tidak kekurangan dorongan apapun. Ini bukan alasannya. Jika kamu mempunyai solusi yang lain, maka tolong beritahu padaku,” balas Nok dengan sedikit kesal. Kemudian dia permisi untuk mencheck Ayahnya.



Saat akan pulang, Vi mengatakan bahwa dia mengerti dengan maksud Wes, tentang apa yang Wes ingin beritahu pada Nok. Dan dia mengenal Nok dengan baik juga, menurutnya Nok percaya bahwa dia telah mendapatkan Ayahnya kembali. Jadi sangat sulit untuk menghancurkan harapan Nok tersebut.

“Tapi aku tidak setuju. Menurutku Nok bisa melakukannya,” kata Wes.

“Aku, Ibu nya dan aku tidak mempercayai itu. Mengapa kamu begitu percaya diri?” balas Vi.

“Karena aku melihat dari Ibu Nok. Nong Nok menurunin sifat- sifat itu dan banyak perilaku dari kamu. Dia hanya kekurangan beberapa pengalam hidup. Jadi dia lambat dalam menanganin masalah dan perubahan. Tapi sekarang Nong Nok memiliki Khun Nai dan dimasa depan dia akan memiliki anak. Beberapa hal, dia mungkin akan mempelajarinya dari keluarganya sendiri,” jelas Wes.



“Itu benar. Karena jika aku tidak memiliki Nok, sampai sekarang aku masih bimbang.  Seorang janda yang diceraikan suaminya ketika dia 40 tahun. Siapapun yang ku kencanin, aku sudah terlalu tua,” balas Vi.

“Berkencan lah dengan anak sepertiku,” kata Wes. Dan Vi terkejut. Lalu Wes melanjutkan perkataannya,”Beberapa hari ini kita berkencan kan? Bibi Vi dan Aku dan Ibuku,” kata Wes. Dan Vi tertawa.


Dirumah sakit. Khae sedang berbicara dengan Thorsaeng di telpon. Dan saat Nai datang, Khae langsung beralasan kepada Thorsaeng bahwa dia sedang ada klien, jadi Khae pun lalu mematikan sambungan telponnya.



“Aku sudah bilang bahwa kamu tidak perlu menemanin ku lagi. Aku tidak akan membahayakan bayi ini,” kata Khae.

“Aku hanya datang untu memastikan,” balas Nai.



Diruang tunggu. Nai menanyakan apa Khae masih menyembunyikan soal kehamilan ini dari Thorsaeng. Dan Khae membenarkan, dia menjawab bahwa ketika Ibunya selesai tour di Eropa, dia tidak yakin apa dia masih bisa menyembunyikan ini, karena perut nya semakin besar.

Dan menurut Nai itu adalah hal yang baik, karena jika begitu maka dia bisa mengirim Khae kembali kepada Wat. Namun Khae tidak sependapat, karena saat ini Wat telah memiliki Putrinya serta Istrinya yang menjaganya. Yaitu Nok serta Vi.


“Bagaimana denganmu? Apa kamu bahagia akhir- akhir ini?” tanya Khae, mengubah arah pembicaraan.

“Bagus. Begitu bagus sampai aku merasa ini adalah waktu terbaik di hidupku,” jawab Nai sampai tersenyum.

“Orang baik sepertimu pantas untuk bahagia. Dan sebagai teman, aku ikut bahagia bersama mu,” balas Khae dengan tulus.



Nok masuk ke dalam kamar dan memperhatikan Wat yang sedang tertidur. Lalu secara diam- diam, Nok mengambil hape milik Wat. Kemudian Nok mengingat perkataan Wes padanya tadi. Setelah itu dengan sengaja, Nok menghapus nomor milik Khae dari hape Ayahnya.

“Dia memiliki aku. Dia tidak memerlukan siapapun lagi,” gumam Nok.



“Nok, kamu memiliki aku. Apa kamu lupa?” tanya Nai yang tiba- tiba sudah berada dibelakang Nok. Dan mendengar itu, Nok pun langsung berbalik dengan terkejut. Namun dengan segera, Nai memberikan tanda agar Nok tidak berbicara keras.

“Kamu pulang telat,” keluh Nok.

“Aku pulang telat karena aku sibuk mencari sesuatu yang enak untuk Istriku. Lihat. Ini semua adalah favoritmu,” kata Nai sambil menunjukan semua makanan yang dibawanya. Tapi Nok tidak tampak ceria melihatnya. Jadi Nai pun bertanya.



“Seseorang begitu keras kepala dan tidak mencoba untuk berjalan,” kata Nok mengeluh kan Ayahnya.

“Dia telah berada didalam rumah beberapa bulan. Dia mungkin merasa tercekik. Bagaimanapun besok adalah hari libur, jadi mari bahwa dia untuk merubah suasana,” saran Nai. Dan mendengar itu, Nok tersenyum.



Keesokan hari. Nok membawa Wat ke taman untuk merubah suasana. Tapi Wat tidak bersemangat sama sekali.

“Kamu tidak akan terluka jika kamu jatuh di atas rumput. Bukankah ini bagus?” tanya Nok dengan perhatian, lalu dia memberikan kode kepada Nai. Jadi Nai pun pamit untuk mengambilkan alat bantu jalan.


Dengan perlahan. Nok menopang Wat dan membantunya untuk agar dapat berjalan. Lalu tanpa sengaja, karena belum terlalu kuat, maka Wat pun terjatuh. Dan dengan panik, Nok ingin membantu. Tapi Wat menolak.

Wat meminta Nok untuk membawa nya pulang ke rumah, karena dia capek. Wat merasa malu karena sakit dan dia tidak suka orang- orang melihat padanya.

“Tapi kamu tidak sakit. Kamu telah sembuh. Sekarang kamu bisa duduk dan berdiri….” Kata Nok, berusaha untuk menyakinkan Wat.

“Tapi aku tidak bisa berjalan! Jika ini bukan sakit, kemudian apa?” balas Wat dengan marah.

Kemudian Wat menyuruh Phai membawakan kursi rodanya. Lalu dia menyuruh Nok untuk pergi. Dan dengan sedih, Nok bertanya mengapa Wat begitu cepat sekali menyerah.



“Ini yang cocok untuk orang cacat sepertiku! Semua yang kamu katakan benar. Tapi aku ingin kamu menerima kenyataan juga, bahwa aku tidak akan pernah sama lagi. Berhenti menekanku. Ini melelahkan,” kata Wat dengan keras.

Lalu Wat memanggil Phai sekali lagi, jadi Phai pun membantu Wat. Dan Nok juga ingin ikut membantu, tapi Wat menolak untuk Nok bantu. Lalu dengan perasaan yang sangat sedih, Nok hanya bisa duduk diam disana dan membiarkan Ayahnya untuk pergi.




Kemudian Nai yang melihat itu dari jauh, dia tidak bisa melakukan apapun.

15 comments:

  1. Mantappp 3part skaligus, semangattt ya min...ditunggu kelanjutan'y.

    ReplyDelete
  2. Dipercepat ya mimin, tidak sabar lagi ke episode ke 12, trimakasih

    ReplyDelete
  3. Makasi banyak kak, lanjut ya kak

    ReplyDelete
  4. Selalu ditunggu kelanjutannya 💪💪💪

    ReplyDelete
  5. Terima kasih ditunggu kelanjutannya sampai episode terakhir .. Tambah penasaran tiap hari nunggu kelajuatan akhir x hari ini 3 epesode langsung. 😊😊😊

    ReplyDelete
  6. Makasihh ya kak di tunggu selalu kelanjutannya semangattt

    ReplyDelete
  7. Thank you kak,ditunggu kali kelanjutannya

    ReplyDelete
  8. Trima kasih.d tunggu part selanjutnya.

    ReplyDelete
  9. Benar2 drama bgs makin lm makin menarik, gk membosankn ceritany.tq min

    ReplyDelete
  10. Makasih kak ... di tunggu yaa kelanjutannya . Riques bikin juga sinopsis RAK NAKARA ya kak ada 12 episode . Yg main nataphon sama mark prin pasti selalu aku baca blog ini . Makasih sebelumnya ya kak semangat

    ReplyDelete