Monday, October 22, 2018

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 09

0 comments


Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 09
Images by : Naver TV Cast
Prolog
Bo Ram, Do Ha dan Kim Ha bicara bertiga. Do Ha hendak membahas janji nonton mereka kemarin, tetapi belum sempat dia menyelesaikan pertanyaannya, Do Ha sudah langsung berkata kalau kemarin Kim Ha ada janji dengan Ha Min?
“Kedengarannya seperti aku berbohong padamu,” balas Kim Ha dengan kesal.
Papan Mading SMA Seoyeon
Sohn Jaewon! Saya tahu sulit untuk belajar sebagai siswa kelas 12, tapi berhentilah bersikap kejam!
Episode 09 :  Jika aku tetap diam, aku akan sedih di tinggalkan sendirian
Bo Ram makan bersama keluarganya yang terdiri dari ibu, kakak dan adik laki-laki. Saat Bo Ram hendak mengambil lauk, ibunya menghalangi sumpitnya dan malah memberikannya untuk kakaknya yang sedang belajar untuk masuk universitas.
Bo Ram berusaha sabar, dengan meminta lauk itu baik-baik, tetapi ibunya menolak memberikan karena Bo Ram tidak pernah belajar dan hanya tidur. Tetapi, ibunya malah memberikan lauk itu pada adik laki-lakinya. Bo Ram sangat kesal karena ibunya pilih kasih.
Hanya satu hari lagi untuk mereka.
Bo Ram dengan kesal bangkit berdiri dan berkata akan belajar dengan giat. Tetapi, kakaknya malah menyindirnya yang membawa tas besar ke sekolah, padahal tidak akan pernah berhasil.
Tapi ini adalah hari yang menyedihkan bagiku.
Bo Ram pergi ke sekolah dengan perasaan dongkol.
--
Di sekolah, Bo Ram sibuk mencari di internet mengenai kebencian terhadap kakak. Do Ha bertanya pada Kim Ha mengenai acara Kim Ha hari ini dan mengingatkan janji mereka untuk jalan jalan hari ini. Kim Ha meminta maaf karena dia sudah punya janji, dan lupa. Bo Ram dan Do Ha sedikit sedih karena mereka ingin nonton film animasi bersama dengan Kim Ha.
Kim Ha jadi teringat obrolan nya dengan Gi Hyun bahwa kemarin Do Ha dan Bo Ram sudah nonton film bersama.
Bo Ram bertaya dengan siapa Kim Ha berjanji. Dia menggoda Kim Ha yang sepertinya janji dengan pria. Tetapi, Kim Ha hanya diam tanpa merespon.
--
Bo Ram dalam perjalanan pulang. Dan tanpa sengaja dia melihat Kim Ha bersama dengan Ha Min di taman. Bo Ram langsung memotret mereka diam-diam.
--
Esok paginya, Bo Ram menunjukkan foto itu pada Do Ha. Dia yakin kalau Kim Ha dan Ha Min pacaran.
Kim Ha masuk ke kelas. Dan Do Ha membahas mengenai janji nonton mereka, mau di atur kapan lagi? Tetapi, Do Ha langsung bertanya pada Kim Ha bahwa janji Kim Ha kemarin adalah bersama dengan Ha Min?
Kim Ha mencoba membuat alasan, tetapi Do Ha sangat ketus. Hal ini membuat Kim Ha kesal karena seolah Do Ha menuduhnya berbohong. Do Ha membantah bahwa bukan itu maksudnya. Bo Ram menyadari kalau situasi memanas, jadi dia berusaha mengalihkan perhatian dengan mengajak mereka nonto bersama besok.
Kim Ha menolak karena dia ada les besok. Tetapi, Do Ha bisa pergi dengan Bo Ram, mereka selalu bersama dan bersenang-senang. Do Ha tidak suka mendengarnya, karena mereka kan berteman, jadi harus jalan bersama. Kim Ha tetap ngotot kalau dia tidak bisa.
“Yang aku maksud, kenapa tidak bilang kau punya janji dengan Ha Min? kami tidak akan melarangmu keluar dengan Ha Min.”
“Kau juga tidak memberitahuku,” marah Kim Ha.
Bo Ram berusaha mengalihkan terus dengan berbicara mengenai acara nonton besok. Tetapi, pertengkaran antara Do Ha dan Kim Ha tidak terelakkan. Do Ha meminta Kim Ha jujur, tetapi Kim Ha balas menyuruh Do Ha jujur kalau dia menyukai Ha Min.
Pas sekali, Ha Min masuk dan memberitahu kalau Hana di panggil wakil kepala sekolah.
Bo Ram jelas kaget karena wakil kepala sekolah itu terkenal genit dengan siswi perempuan. Do Ha bertanya, siapa yang di panggil, Kim Hana atau Do Hana? Tetapi, Ha Min juga tidak tahu, karena yang di sebut hanya Hana.
Kim Ha merasa itu untuk dia, jadi dia mau pergi. Tetapi, Do Ha ikut serta, karena tidak jelas siapa yang di cari.
Bo Ram menghela nafas melihat sikap dingin mereka.
--
Bo Ram menunggu di depan ruangan wakil kepsek dengan cemas. Tidak lama, Do Ha dan Kim Ha keluar. Bo Ram langsung bertanya keadaan mereka, dan mereka bilang tidak ada yang terjadi karena mereka bersama. Bo Ram merasa lega dan menyarankan untuk membawa Shi Woo, Ha Min atau Gi Hyun lain kali jika di panggil lagi sama wakil kepsek itu.
Do Ha kemudian pamit untuk ke toilet. Sementara Kim Ha pamit ke kelas. Dan Bo Ram di tinggl sendirian.
Bo Ram mendapat pesan dari ibunya untuk pulang lebih awal untuk melakukan upacara peringatan (kematian). Bo Ram menghela nafas membaca pesan itu. Padahal ibunya punya 3 anak, tetapi selalu dia yang di suruh untuk membantu. Bo Ram sangat kesal.
Kata orang, kamu setidaknya akan berada di tengah jika kamu tetap diam.
--
Bo Ram menelpon ibunya meminta agar boleh pulang telat karena dia ingin berlatih menjadi gamer pro. Ibu tidak peduli dengan alasan Bo Ram, karena menjadi gamer pro tidak perlu belajar untuk masuk universitas, dia menyuruh Bo Ram untuk cepat pulang membantunya menyiapkan acara peringatan.
Gi Hyun mendengar perdebatan Bo Ram dan ibunya di telepon, jadi selesai Bo Ram menelpon, dia memberitahu kalau dia yang akan membayari Bo Ram bermain hari ini. Bo Ram sangat senang.
Tetapi, saat dia masuk ke dalam warnet, mereka berjumpa dengan adik Bo Ram yang sedang bermain. Bo Ram langsung memukuli kepala adiknya karena ada di warnet, dan adik Bo Ram balas menyindir Bo Ram yang juga tidak pulang. Adiknya tidak peduli walau Bo Ram mengancam akan memberitahu ibu.
Jika aku tetap diam, setidaknya…
Adiknya kemudian bertanya kalau ibu dari tadi mencari Bo Ram.
--
Esok hari, di sekolah, hubungan Do Ha dan Kim Ha belum membaik. Do Ha mengatakan kalau dia tidak enak perut dan tidak akan makan siang, jadi menyuruh Kim Ha dan Bo Ram makan bersama saja. Kim Ha juga menolak karena dia sedang diet dan menyuruh Do Ha dan Bo Ram makan bersama saja.
Saya berada di tengah, lagi.
Bo Ram berusaha menyembunyikan kesedihannya. Dia bersikap ceria dan mengajak mereka berdua makan, jika tidak, dia juga tidak akan makan.
“Pergi makan dengan Hana. Dia tidak mau makan siang denganku, ku rasa,” ujar Do Ha.
“Aku tidak pernah mengatakannya,” ujar Kim Ha.
Dan mereka kembali berdebat. Dan saat mereka berdebat, Bo Ram mendapat sms dari kakak dan adiknya. Kakaknya marah-marah menuduh Bo Ram memakai hoodie-nya, sementara adiknya menyuruh Bo Ram mengakui bahwa dia yang memakai hoodie kakak, atau kalau tidak dia akan melapor ke ibu melihat Bo Ram kemarin di warnet.
Aku sudah terbiasa, berada di tengah.
Do Ha meminta maaf karena tidak mengajak Kim Ha nonton film dengannya bersama dengan Bo Ram. Tetapi karena Do Ha memakai istilah urri , Kim Ha menjadi marah, seolah dia tidak berada di antara Do Ha dan Bo Ram.
Tetapi orang-orang mengatakan, kau akan merasa kurang sensitif setelah terbiasa.
Bo Ram tidak tahan lagi dan menyuruh Do Ha serta Kim Ha berhenti bertengkar. Tetapi, Do Ha dan Kim Ha masih terus berdebat.
“Tolong berhenti,” teriak Bo Ram dan menangis. “Berhenti, tolong hentikan.”
Do Ha dan Kim Ha jelas kaget.
“Kenapa kalian bertengkar? Apa kalian tidak memikirkanku? Kita bertiga. Jika dua bertengkar, satu di biarkan sendiri. Aku capek dan lelah di tinggalkan sendiri di rumah dan di sekolah! Ibuku memperlakukan kakakku lebih baik karena dia belajar untuk ujian nasional, ibuku menyayangi adikku karena dia laki-laki. Aku… aku tidak mau membantu upacara pemakaman. Aku tidak mau memakai sepatu bekas kakakku. Aku tidak mau merasa kesepian saat kalian sedang bertengkar. Aku tidak meminta perhatian, aku hanya tidak ingin terjebak di antara kalian!” tangis Bo Ram melampiaskan perasaannya.
Orang berkata, kau setidaknya akan berada di tengah. Tapi… jika aku tetap diam, aku sedih di tinggalkan sendiri.
Kim Ha langsung berkata kalau mereka tidak bertengkar. Dan Do Ha mengajak makan tteobokki. Bo Ram langsung berhenti menangis dan meminta mereka untuk tidak bertengkar lagi.
“Tapi, Do Ha, kau beneran suka Min?” tanya Bo Ram.
Do Ha terkejut mendengarnya, apalagi dia sedang minum, jadi keselek. Melihat hal itu, Bo Ram kembali tertawa.


No comments:

Post a Comment