Saturday, October 6, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 04 – 2

5 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 04 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Na yang membuat suara karena tanpa sengaja menginjak ranting pohon, langsung pergi bersembunyi. Khun Nat terlalu terkejut mendengar suara itu, hingga dia menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya.
--

Esok hari,
Para pembantu menggosip kalau kemarin malam Khun Nat kembali menangis keras. Lert bahkan berkomentar kalau dia sampai mengira itu suara hantu, mana dia lagi nonton film horor lagi. Kebetulan sekali, Nuan yang hendak ke dapur mendengar gossip para pembantu tersebut.
Salah seorang pembantu komentar kalau sudah lama sekali Khun Nat tidak menangis seperti itu sejak kematian Khun Pipop, tapi kenapa kemarin tiba-tiba menangis lagi? Lert menduga kalau itu mungkin karena kepindahan Siriya dan KhaoSuay ke rumah ini.
“Aku merasa kasihan padanya. Dari seorang wanita kuat dan tidak takut pada orang lain seperti Khun Nat, harus di kecewakan karena suaminya memiliki simpanan. Hal itu membuatnya gila seperti ini.”
--
Nuan segera ke kamar Na dan melapor kalau berdasarkan gossip pembantu sepertinya Khun Nat mempunyai penyakit mental. Dan hal itu sepertinya sejak Khun Pipop ketahuan punya simpanan.
“Sebenarnya Khun Nat sangat kasihan juga,” ujar Na.
“Benar. Bagaimanapun kita juga wanita.”
KhaoSuay tiba-tiba menghampiri Na dan memberitahu kalau dia rindu pada Mae’Ya dan ingin bertemu.
“Aku rasa Khun Nat menjadi seperti ini karena dirinya sendiri,” ujar Na pada Nuan. “Ini konsekuensi yang di terimanya atas apa yang dilakukannya pada P’Ya. Dan dia harus membayarnya.”
--
Nuan dengan Na memerintahkan semua pembantu untuk memasang foto Siriya dengan Khun Pipop di sudut rumah. Khun Pawinee yang melihat hal itu, merasa marah dan merasa kalau perbuatan Siriya telah keterlaluan. Pa juga ikut memanas-manasi situasi.
“Awalnya, aku tidak mau men-judge mu. Tapi, semua simpanan sama saja. Turunkan foto itu sekarang juga sebelum aku kehilangan kesabaranku,” perintah Khun Pawinee.
“Tidak perlu, Khun Mae,” ujar Khun Nat. “Walau foto itu di pajang, itu tidak akan mengubah fakta bahwa aku adalah istri saja. Selama ini, hal yang lebih menyakitkan dari ini saja bisa ku terima. Jika hanya ini, aku masih bisa menerimanya, Khun Mae.”
“Kalau Khun Nat dapat menerimanya, maka aku ingin meminta pada Khun Nat, untuk keluar dari kamar Khun Pipop juga. Aku ingin menggunakannya menjadi gudang,” pinta Na (kalau ini memang keterlaluan sih).
Semua yang ada di sana, jelas marah dan merasa kalau kelakuan Siriya telah keterlaluan. Da meminta Khun Nat untuk tidak menyetujui permintaan Siriya. Tapi, Na malah berkata kalau Khun Nat tidak bisa membantah permintaannya, dia punya hak di rumah ini, dan setiap orang yang ada di rumah ini harus menurutinya.
“Maka aku akan menggunakan hak-ku sebagai pemilik sebagian rumah ini. Aku membiarkan Khun Nat tetap di ruangannya,” ujar Khun Pawinee.
“Jika ibu memang menginginkan ruangan itu, maka aku akan memberikannya. Tapi, sebagai gantinya, berikan ruangan besarmu untukku. Aku akan menggunakannya sebagai gudang,” ujar Na.
Semua merasa marah atas kelakukan Siriya yang keterlaluan. Khun Nat yang menahan emosinya, meluapkannya dan memarahi Siriya yang tidak bertingkah seperti manusia. Na balas berkata kalau mereka juga tidak memperlakukannya sebagai manusia dulu, apalagi orang yang telah membuatnya menjadi lumpuh. Semua terdiam, tidak berani menjawab.
Khun Nat akhirnya mengalah. Dia memberikan kamarnya bersama Khun Pipop kepada Siriya untuk di jadikan gudang.
“Tapi… aku memberikan ruangan itu, semuanya karena wasiat, itu saja. Aku ingin kau mengingat bahwa aku selalu berada di jalan yang benar. Hanya saja, Khun Pipop tidak mencintaiku. Tapi itu tidak berarti kalau kamu bisa melakukan apapun yang kau inginkan padaku, Siriya,” tekan Khun Nat pada setiap perkataannya. Dia tampak terluka.
Na juga jadi nampak bersalah. Menyadari tindakannya sudah keterlaluan, apalagi dia tidak berhasil membuka topeng Khun Nat seperti harapannya.
--
Da merasa sangat marah pada apa yang terjadi pada kakaknya. Dia duduk dengan kesal di tepi kolam renang. Kebetulan sekali, Thi baru pulang kerja dan melihat Da yang duduk dengan sedih di tepi kolam renang. Dia bertanya apa yang terjadi?
Awalnya, Da tidak mau memberitahu, tapi, Thi memaksanya. Dan dengan sedih, Da memberitahu apa yang Siriya lakukan pada kakaknya.
--

Na berada di ruang tamu bersama dengan KhaoSuay. Thi masuk ke sana bersama dengan Da, dan Thi langsung berteriak marah karena Siriya telah keterlaluan. khaoSuay terkejut, mengira kalau Thi marah padanya, dan dia menangis dengan keras. Na menenangkannya dan menjelaskan kalau Thi tidak marah pada KhaoSuay.
Na kemudian memarahi Thi karena berteriak hingga membuat KhaoSuay ketakutan. Thi memerintahkan Da untuk menjaga KhaoSuay, sementara dia membawa Na bicara dengannya di luar.
Saat Thi dan Siriya sudah menjauh, Da langsung memarahi KhaoSuay karena menangis. Dia tampak senang, menanti pertengkaran Siriya dan Thi.
--
Thi membawa Siriya ke tengah taman belakang rumah. Na bisa menebak kalau Thi pasti marah terkait kelakuannya pada Khun Nat. Thi membenarkan dan memarahi Siriya yang terus membuat masalah dan bukan duduk dengan tenang saja di tempatnya. Na mengingatkan kalau dia adalah pemilik rumah ini.
“Hey. Biar kutanya, apa kau punya hati? Kau mencuri suaminya dan kau masih belum puas? Setidaknya kau juga wanita. Kau seharusnya bersimpati padanya. Tunjukkan simpatimu padanya sebagai istri pertama (Mia luang – penggunaan kata Mia luang digunakan untuk menunjukkan adanya wanita simpanan Mia Noy). Kau tahu, menjadi istri pertama, berapa banyak kesulitan dan rasa sakit yang harus di laluinya?” marah Thi.
“Apa kau lupa? Kau juga adalah anak dari wanita simpanan juga. Kau bicara seolah kau putra dari istri pertama!” ejek Na.
Hal ini membuat emosi Thi semakin tersulut. Dia mengingatkan Na untuk tidak memancing (kemarahannya). Na tidak takut dan malah menyuruh Thi untuk bersimpati padanya karena dia berada di posisi yang sama seperti ibu Thi.
“Kenapa aku harus bersimpati pada wanita yang mencari kenyamanan, egois dan tidak punya harga diri sepertimu,” ujar Thi penuh penekanan.
“Aku tidak akan mengatakan bahwa perbuatanku benar (menjadi simpanan). Aku menyadari kesalahanku dan menyesal setiap saat. Tapi, tidak ada satupun wanita yang ingin menjadi simpanan!”
“Kau tahu, di dalam hidup ini, kita bisa memilih. Kenapa orang sepertimu memilih untuk menghancurkan cinta dan hubungan keluarga orang lain? Kau tahu, orang-orang sepertimu, kata egois saja tidak cukup.” (nah… untuk para pelakor di luar sana, tolong bertobatlah. Jangan menghancurkan keluarga orang lain. Bangunlah keluarga mu sendiri. Bukan bermaksud untuk sok bijak, sok baik, atau apapun ya. Ini hanya pendapat)
“Kau tidak pernah mencintai, jadi kau tidak mengerti!” (Please… ini pemikiran yang salah ya guys. Cinta bukan berarti bisa melakukan segalanya, walau itu hal yang salah. Ingat, cintai Tuhan di atas segalanya, baru sesama manusia. Jika kamu mencintai Tuhan, maka kamu akan tahu perbuatanmu salah. Jangan pernah menyakiti orang lain, ingatlah kalau karma itu selalu ada. Sekali lagi, bukan sok bijak, sok baik atau sok benar. Ini hanya pendapat).
 “Jika demi mendapatkan cinta aku harus membuat orang lain terluka, cinta seperti ini, lebih baik aku tidak punya!” tegas Thi dan beranjak pergi.
“Apa yang kau katakan benar,” ujar Na menghentikan langkah Thi. “Simpanan seperti ku seharusnya diam saja di tempatku dan menyesal. Dan aku seharusnya tetap diam sepanjang hidupku. Jika tidak ada orang yang datang dan menyakitiku duluan!”
Thi menatap Na dengan tajam dan mengatakan kalau Na sangat berbeda dengan wanita yang Khun Pipop katakan (ya iyalah, yang di bilang khun Pipop kan Ya!). Dan karena melihat kalau Na sangat berbeda dari yang di katakan Khun Pipop, Thi menduga kalau Khun Pipop telah terpedaya. Na tidak terima dan menuduh Thi  yang sengaja mencari kesalahannya karena tidak bisa membuktikan kalau dia tidak lumpuh.
“Pikirkan saja sesukamu, itu urusanmu! Tapi, urusanku adalah mendapatkan keadilan dan segalanya kembali untuk Siriya!” tegas Na.
“Jika keadilan yang kau cari menyakiti orang – orang di keluargaku, aku tidak akan membiarkanmu. Dan biar ku katakan terlebih dahulu, jika kau ingin tinggal dengan damai di rumah ini, jangan mencari masalah!”
Mereka saling bertatapan tajam.
--
Hari sudah malam, KhaoSuay sudah tertidur. Dan Nuan berbicara berdua dengan Na. Dia memberitahu pendapatnya kalau kelakuan Na tadi siang sudah keterlaluan. Na membenarkan, tetapi hal itu dilakukannya agar bisa melihat sifat asli dari penghuni rumah ini.
Na merasa kalau selama dia datang ke rumah ini, semuanya terasa sangat normal. Dan hal itu membuatnya lebih takut, sepertinya si pelaku sangat pintar untuk berakting dan bersembunyi. Dia mengingatkan Nuan untuk lebih berhati-hati. Tidak ada seorangpun di rumah ini, yang bisa di percaya.
--
Orang di kantor kembali bergosip apalagi saat mendengar kabar kalau Khun Nat berniat mengambil cuti. Pas sekali, Nat turun dari ruangannya usai membereskan barang-barangnya. Thi langsung mengajaknya bicara.
Mereka bicara di ruangan Thi. Khun Nat menjelaskan kalau dia hanya ingin beristirahat sejenak dan dia juga sudah memberitahu hal ini pada Khun Pawinee. Kebetulan Pa lewat dan melihat mereka, jadi dia menguping. Thi meminta pada khun Nat memberitahunya jika ada masalah. Khun Nat hanya tersenyum dan menjawab dia bisa mengatasinya sendiri, hanya saja dia terlalu lelah dan butuh istirahat. Thi mengerti.
Pa yang mendengar Khun Nat mengambil cuti, tersenyum senang.
--
Wiset pulang bersama Nam Neung, mereka membeli banyak belanja. Nam Neung bermanja-manja pada ayahnya yang telah menemaninya nonton, makan, dan belanja. Pa yang tahu, malah marah-marah karena tidak di ajak. Untung Nam Neung membela ayahnya, jadi Pa tidak marah terlalu lama.
Pa kemudian bercerita mengenai kelakuan Siriya kemarin yang memasang fotonya dengan Khun Pipop, dan mengusir Khun Nat dari kamar. Dan hari ini, dia mengusir Khun Nat dari kantor. Khun Wiset heran mendengarnya, setaunya, Khun Nat untuk mengambil cuti. Eh… sih Pa malah ngotot kalau itu cuma alasan, semuanya adalah ulah Siriya.
Pa menyuruh suaminya untuk berpikir mengatasi masalah ini. Nam Neung malas mendengar ocehan ibunya, memilih untuk masuk kamar. Pa langsung mengomel lagi.
--
Pagi-pagi, Nuan membantu para pembantu menyiapkan makanan. Sambil membantu, Nuan mencoba mengorek informasi dari salah seorang pembantu P’Orn. Nuan menanyakan kenapa pembantu di rumah Sutharak hanya ada 2 orang padahal rumahnya sangat besar. Dan P’Orn langsung bercerita kalau dulu ada satu pembantu lagi, Jaem.
Nuan segera melapor pada Na mengenai informasi yang di dapatnya. Ada pembantu bernama Jaem yang dulu bekerja, tetapi di pecat oleh Khun Nat.
Na memberitahukan informasi itu ke Krit. Dan Krit ternyata ingat dengan Jaem, tetapi dia tidak tahu kalau Jaem sudah di pecat. Na memberitahu informasi yang di dapatnya, kalau sepertinya Jaem di pecat karena dia menguping pertengkaran Khun Pipop dan Khun Nat terkait Ya. Krit heran, kenapa hanya karena itu di pecat? Na juga merasa aneh, dan karena itu ingin menyelidiki mengenai Jaem untuk mendapat informasi. Krit mengerti dan akan mencoba mencari alamat Jaem.

Krit melihat ada daun di rambut Na dan membantunya untuk mengambil daun itu. Eh, ada si Pa yang tukang gosip, melihat hal itu dan berpikir yang tidak – tidak. Dia tersenyum sinis seolah mempunyai rencana.
Apa rencananya?

Dia masuk ke ruang tamu, dimana Thi sedang duduk sendirian. Dia berbicara seorang diri kepada dirinya dan membuat Thi menjadi penasaran. Pa langsung memberikan gosip kalau dia melihat Siriya dan Krit di taman belakang, dan sepertinya ada sesuatu di antara mereka.

Thi tidak percaya. Dan Pa menantang Thi untuk melihatnya sendiri dan nilai sendiri. Pa memanasi dengan berkata kalau sepertinya ada hubungan antara Krit dan Siriya dan mereka memperdaya Khun Pipop. Thi jadi penasaran mendengarnya. Tetapi, dia tetap bersikap tidak peduli.

Di taman belakang, usai bicara dengan Na, Krit bermain dengan KhaoSuay dan Nuan. Mereka tampak bersenang-senang. Usai bermain, Krit beristirahat sejenak. Angin berhembus dan membuat mata Na kelilipan. Krit dengan niat baik, memeriksa mata Na dan Na meminta Krit untuk membantunya meniup debu dari matanya.

Sial! Si Thi lewat dan mellihat pose mereka dari belakang yang seperti sedang berciuman. Perkataan Pa tadi, jadi terngiang di kepalanya, mengenai Siriya dan Krit yang punya hubungan dan mungkin sudah menipu Khun Pipop.
Krit sudah pulang. Nuan, KhaoSuay dan Na masuk ke dalam rumah. Tetapi, tiba-tiba, Krit menarik kursi roda Na dan dengan cepat membawanya ke kamar, dan menguncinya. Nuan panik. Dia menggedor pintu dari luar dan meminta Krit untuk membuka pintu.
Di dalam kamar, Thi menahan kursi roda Na, sehingga dia tidak bisa pergi. Na memberontak dan bertanya apa yang Thi lakukan?
“Aku seharusnya yang bertanya, apa yang kau lakukan?”
“Melakukan apa? Apa yang kau katakan? Huh? Biarkan aku pergi.”
“Jika kau tidak mengerti, aku akan membuatmu mengerti,” ujar Thi dan tersenyum sini.
Dia mencium pipi Na!!
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.
--
Sedikit minta pendapat kalian mengenai lakorn ini dong ^^ hehehe… tema nya cukup unik, mengenai wanita simpanan dan menebak pelaku. Menurut kalian, siapa pelakunya? Aku juga belum nonton sampai akhir, karena takut nanti nggak surprise lagi. Jadi sambil nulis, nonton juga sambil ikutan nebak siapa pelaku yang menembak Ya dan membunuh Pipop. Kita bisa saling sharing ya.
Aku ada baca di mydramalist dan ada salah seorang yang meninggalkan komentar (intinya sih), dia bilang kalau wanita simpanan itu salah. Namun, jika di lihat dari sudut pandang Na, sebagai adik dari si wanita simpanan, seharusnya jalan cerita masih cukup rasional. Karena dari sudut pandang Na, dia tahu kalau kakaknya salah telah menjadi wanita simpanan, namun bagaimanapun mereka tetap bersaudara. Kembar. Melihat kakaknya di sakiti (di tembak dan menjadi lumpuh), wajar jika Na ingin menangkap pelakunya, walaupun kakaknya ada di pihak yang salah sejak awal.
Aku merasa kasihan pada Khun Nat. Bagaimanapun dia bisa di bilang korban akibat perselingkuhan Khun Pipop bersama Ya, dan bahkan perselingkuhan mereka sampai mempunyai anak. Kelewatan! 

5 comments:

  1. Ini sih temanya cukup sensitif... 🙈🙈🙈
    Tapi seru kok dramanya..

    ReplyDelete
  2. Klo mnurutku..ini yg suka kompor2in tu plakunyaa..adiknya khun natt..si Da..hahaaa..nebak doang kakk 😆

    ReplyDelete
  3. Lanjut ya kak... aku suka ceritanya. Kemungkinan pelakunya adik P-Pop

    ReplyDelete
  4. Aq suka kak ... Lanjut yaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  5. Curiga sm Nat.

    Seru,lanjuuuut ...

    ReplyDelete