Sunday, October 14, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 05 – 2

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 05 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Keluarga Sutharak berkumpul semuanya untuk membahas mengenai kecelakaan yang menimpa Krit dan Siriya. Pa dan keluarganya juga datang. Pa terus mengomel dan menggerutu karena harus di undang ke rapat keluarga lagi.
Dan seperti biasa, Na dan keluarga Sutharak berdebat mengenai pelaku di balik kecelakaan itu. Keluarga Sutharak tentu tidak mau di tuduh sebagai dalang di balik kecelakaan itu.
Khun Nat memberitahu kalau pada saat kejadian, dia punya janji dengan dokter. Dan dia pergi dari rumah sebelum Krit datang (artinya, tidak mungkin dia yang membuat rem blong). Dan Siriya juga melihatnya saat dia pergi kan?
Na teringat saat itu, dan memang benar, dia melihat Khun Nat keluar dari rumah sebelum Krit datang.
Khun Pawinee memberitahu kalau dia pergi ke kuil dan baru saja kembali. Jika tidak percaya, Siriya bisa menanyakannya ke Lert. Dan Lert membenarkan, dia yang mengantar Khun Pawinee ke kuil.
Da juga punya alibi, dia tidak ada di rumah karena menemui customer. Thi bisa menjadi saksinya. Dan Thi membenarkan kalau Da pergi menemui customer.
Sementara 2 pembantu lain, memasak bersama di dapur.
Pa, Wiset dan Nam Neung juga selalu berada di rumah sepanjang hari sebelum ke sini. Nam Neung membenarkan kalau dia bahkan melakukan live instagram dan insta story bersama Wiset di rumah.
Situasi semakin memanas karena Na terus tetap pada pendiriannya kalau ada orang di keluarga Sutharak yang ingin membunuhnya.
“Biarkan aku mengatakannya sekarang. Aku tidak takut. Jika kau pikir dengan melakukan hal ini akan membuatku takut dan lari dari rumah ini, itu bukan meotde yang pintar. Karena aku orang yang suka membalas. Jika orang memperlakukanku dengan baik, aku akan membalasnya dengan baik juga. Tapi, jika ada yang melakukan hal buruk padaku, aku akan membalasnya dengan cara yang sama juga,” tekan Na kepada semua orang di keluarga Sutharak.
Dan semua langsung menghindari tatapan matanya, kecuali Thi. Usai mengatakan hal itu, Na kembali ke kamarnya.
--
Thi bersama dengan Lert melihat CCTV garasi saat Siriya dan Krit keluar dari rumah. Tapi, mereka tidak bisa menemukan seorang pun yang dapat menjadi tersangka. Lert bahkan berkata kalau tidak mungkin pelakunya tidak tertangkap kamera CCTV. Lert kemudian mengeluh mengenai mobil Thi yang di parkir di dekat mobil Krit dan menghalangi rekaman. Lert merasa kalau pelakunya sangat beruntung.
Thi merasa khawatir, karena jika mereka tidak bisa segera menangkap pelakunya, Siriya akan terus mencurigai keluarga Sutharak.
--
Nuan dengan Na berdiskusi. Nuan bertanya langkah Na selanjutnya, apalagi setiap orang mempunyai alibi. Na tidak berpikir demikian.
“Setiap orang di rumah ini, tidak ada satupun yang bebas dari kecurigaan. Meskipun mereka mempunyai alibi, itu tidak berarti mereka tidak bisa melakukannya. Dan yang lebih penting, ada satu orang yang sangat mencurigakan,” ujar Na.
“Siapa?” tanya Nuan penasaran.
Dan kita tidak di perlihatkan jawaban Na.
--
Esok hari,
Na menjenguk Krit yang belum sadarkan diri bersama dengan Thi. Tidak lama, Krit terbangun dan hal itu membuat Na sangat lega.
Krit yang sudah tahu bagaimana mereka bisa selamat, mengucapkan terimakasih pada Thi yang telah menolong mereka.
“Kau belum menjawab pertanyaanku kemarin. Apa yang kau lakukan di lokasi saat itu? Kau diam-diam membuntuti kami, kan?” tanya Na.
“Ya!” jawab Thi dengan jujur.
“Kenapa kau mengikuti kami? Atau kau mengikuti untuk melihat apa rencanamu berhasil atau tidak?”
“Jika semuanya adalah rencanaku, kalian tidak akan selamat dan berada di sini sekarang. Aku mengikuti kalian karena aku ingin melihat apakah kalian benar-benar pergi terapi atau melakukan hal yang lain.”
Dan lagi-lagi, Na kembali berdebat dengan Thi. Mereka saling menuduh pihak masing-masing melakukan hal mencurigakan. Mereka sampai lupa kalau di sana ada Krit yang sedang terbaring sakit.
Akhirnya, Thi memilih mengalah dengan keluar dari ruang rawat Krit. Saat keluar, dia berjumpa dengan Chanat yang ingin bertemu dengan Siriya. Dan Thi mengantarkan Chanat ke ruang rawat Krit.
Chanat menemui Siriya dan meminta waktu Siriya untuk menanyakan beberapa hal lebih mendetail mengenai kecelakaan semalam. Na setuju dan ikut keluar bersama Chanat untuk di interogasi, tetapi dia meminta Thi untuk tidak ikut.
Akhirnya, Thi tinggal berdua dengan Krit. Krit yang menyadari kalau sepertinya Thi salah paham akan hubungannya dengan Siriya, meminta Thi untuk tidak berpikir yang macam-macam. Dia dan Ya tidak memiliki hubungan seperti yang Thi bayangkan. Dan dia siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Thi mengenai hubungannya dengan Ya.  
“Aku ingin tahu. Kenapa kau dan Siriya kemarin mengemudi menuju luar kota? Kenapa? Aku sudah bertanya langsung sekarang.”
“Baik, aku akan langsung menjawabnya juga. Aku membantu Khun Ya untuk mencari siapa orang yang menembak Ya dulu. Dan kecelakaan itu malah terjadi pada kami, itu semakin menguatkan dugaan kami kalau pelakunya ada di dalam keluarga mu.”
Hal ini membuat Thi jadi sedikit meragukan keluarganya sendiri. Apalagi dari rekaman CCTV, tidak ada orang lain yang masuk ke rumah mereka kemarin.
“Maksudmu, di dalam rumahku ada seorang pembunuh?”
“Tidak peduli siapapun orang itu. Kita harus menangkapnya. Dan jika kau tidak terlibat di dalamnya, aku harap dapat menerima bantuanmu, apalagi Khun Pipop mempercayakanmu untuk menjaga Khun Siriya. Aku dapat menjamin bahwa aku dan Siriya, tidak mempunyai hubungan lebih.”
--
Na sudah berada di rumah. Dia masih memikirkan alibi semua orang.  Saat itu, Nuan masuk dengan membawa seorang wanita berusia sekitar 40-an. Wanita itu adalah Jaem. Dan Thi yang meminta Jaem datang untuk menemui Siriya.
“Dua tahun lalu… khun Nat memecatku karena aku mencuri uang,” jelas Jaem.
“P’Jaem. Anda tidak perlu takut kalau aku akan mengadu ke Khun Nat. kau bisa memberitahuku kebenarannya,” bujuk Na.
“P’Jaem, sekarang ini Khun Ya adalah pemilik dari rumah ini. Khun Ya dapat membantumu jika Khun Nat memfitnah atau mengancammu, kau bisa memberitahu. Tidak perlu takut,” tambah Nuan.
“Khun Nat tidak pernah mengancamku. Dia malah membantuku.”
Flashback
Jaem memohon ampun pada Khun Nat karena dia sudah mencuri. Dia meminta agar tidak di laporkan ke polisi. Khun Nat setuju untuk tidak melaporkan Jaem ke polisi tetapi dia tetap akan menghukum Jaem dengan cara memecatnya. Jaem berterimakasih atas kemurahan hati Khun Nat.
End
“Tidak hanya itu, dia juga tidak menceritakan perbuatanku. Karena dia takut aku tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain lagi. Khun Nattaya benar-benar baik padaku.”
“Lalu, mengenai Anda yang mendengar pembicaraan Khun Nattaya dan Khun Pipop saat bertengkar, adalah benar kan?” tanya Na.
“Ya.”
Flashback
Khun Nat marah pada Khun Pipop karena tidak mau mengakhiri hubungannya dengan Siriya. Dia benar-benar kecewa dan bertanya alasannya?
“Apa karena aku sudah tua? Karena aku tidak bisa memberikan mu anak? Khun Pop, jawab aku. Jawab. Kenapa?”
“Berapa kali harus ku katakan, bukan itu alasannya. Tidak peduli sebanyak apapun kau bertanya, aku mencinta Siriya!”
Khun Nat marah mendengarnya dan menampar Khun Pipop. Setelah semua cinta yang dia berikan selama ini, teganya Khun Pipop mengatakan mencintai wanita lain.
“Mulai dari sekarang, apapun yang ingin kau lakukan, lakukan saja! Kau ingin bersama dengan Nang Siriya atau wanita manapun, terserah padamu! Aku tidak akan menghentikanmu lagi. Siapapun yang kau cintai terserah padamu. Hanya satu hal yang harus kau ingat, istri sah mu hanyalah aku seorang!”
Khun Pipop hanya bisa mengatakan kata maaf dan pergi meninggalkan Khun Nat yang hanya bisa menangis.
End
“Setelah itu, mereka menyelesaikan masalah itu. Aku bersumpah bahwa yang aku katakan, setiap katanya adalah benar. Jika tidak benar, aku akan mati dalam 3 hari atau 7 hari,” ujar Jaem sambil bersumpah. “Aku tidak tahu apa yang Khun Nat lakukan padamu, tetapi Khun Nat sangat baik padaku.”
Na dan Nuan mengerti dan tidak bertanya lagi pada Jaem.
--
Na menuju taman belakang dan berjumpa dengan Khun Nat. Khun Nat sudah tahu kalau Siriya menemui Jaem, karena Jaem melapor padanya. Jaem adalah orang yang sangat setia padanya.
“Kau mungkin mencurigai bahwa aku adalah orang yang membuatmu lumpuh.”
“Ya.”
“Lanjutkan saja kecurigaanmu itu. Kau ingin bermain game investigasi, itu terserahmu. Aku tidak akan melarang. Tapi, jangan pernah mengganggu orang-orangku!”
“Kau sangat posesif terhadap barangmu seperti dulu.”
“Itu karena aku hanya memiliki barang bagus, Siriya. Karena semua barangku telah aku berikan padamu. Aku memperingatimu dengan baik, Siriya. Jangan pernah menarik orang-orang ku dalam hal seperti ini lagi. Karena aku tidak ingin orang baik seperti Jaem terlibat masalah karenamu. Aku harap aku hanya perlu mengatakan ini dan kau bisa mengerti,” ujar Khun Nat sambil mencengkeram bahu Na dengan keras.
Na melepaskan cengkeraman Khun Nat dari bahunya. Dan Khun Nat berlalu pergi sambil memasang wajah sinis.
--
Na menemui Nuan di kamar Nuan. Dia benar-benar bingung dengan sifat Khun Nat yang sebenarnya. Dia merasa kesulitan untuk menilai-nya. Nuan menjawab balik kalau itu lah gunanya, mereka memiliki polisi dan investigator. Na dengan kesal menjawab kalau polisi dan yang lainnya tidak berguna, sudah dua tahun sejak kejadian Ya tertembak, tetapi pelakunya masih belum tertangkap juga.
Nuan memarahi Na yang terus mengeluh. Dia juga mengatakan kalau mereka sudah mendapatkan keterangan dari Jaem dan tidak ada hal yang mencurigakan, itu artinya mereka harus menyingkirkan Khun Nat dari daftar kecurigaan mereka.
“Berdasarkan pengalamanku, orang yang paling mencurigakan biasanya bukan pelaku! Kau tidak percaya dengan yang P’Jaem katakan, kan? Mengenai Khun Nat yang telah berubah.”
“Orang sepertiku tidak mudah mempercayai orang lain!” tegas Na.
Nuan langsung menggerutu karena Na tidak mempercayai orang.
--
Malam hari,
Ya masih belum bisa tertidur dan menghabiskan waktu duduk di teras rumah dan menatap bulan. Peuk yang hendak menutup gorden dan pintu, jelas heran karena Ya masih di luar dan belum tidur. Ya memberitahu kekhawatirannya dengan keadaan semua orang di Bangkok, sementara dia di sini tidak bisa melakukan apapun. Peuk akhirnya menawarkan bantuan untuk membawa Ya ke Bangkok.
--
Esok hari,
Peuk membawa Khun Ya menjenguk Krit di rumah sakit. Dia jelas heran melihat Khun Ya datang ke rumah sakit, dan khawatir jika ada anggota keluarga Sutharak yang melihat Ya dan curiga. Ya dengan tenang menjawab kalau dia tidak peduli lagi, dia datang untuk menghentikan segalanya sekarang.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


No comments:

Post a Comment