Friday, October 19, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 08 – 2

3 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 08 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Ya kaget karena Thi datang ke rumah sakit. Krit yang sedang tidur sampai terbangun karena mendengar suara Thi. Thi dengan tenang menjawab kalau dia datang untuk menjenguk, apa tidak boleh?
“Boleh. Aku hanya kaget,” jawab Krit.
“Tapi, aku lebih terkejut lagi melihat kalian berdua di sini,” balas Thi.
“Itu… aku merasa bersalah pada Khun Krit. Jadi aku mengunjunginya. Apa itu aneh?” jawab Ya.
Thi menjawab tidak. Tetapi biasanya Siriya selalu bersama dengan Nuan. Ya beralasan kalau dia hari ini datang sendiri. Thi balas menyindir Ya yang pasti merasa sangat bersalah hingga rela datang sendiri. Ya merasa tidak nyaman mendengar sindiran Thi. Krit berusaha mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tujuan Thi sebenarnya kemari?
Tetapi, Thi terus berkata kalau dia datang hanya untuk menjenguk. Dan, dia sekarang akan pulang bersama dengan Siriya. Ya dan Krit terkejut mendengarnya, dan langsung menolak. Ya beralasan kalau dia tidak mau pulang sekarang. Tetapi, Thi tidak peduli, dia mendorong kursi roda Ya keluar dari rumah sakit. Krit hendak mencegah, tetapi suster melarang Krit untuk beranjak dari kamar.
Pas sekali, tidak lama, Peuk masuk dan heran karena kamar menjadi sepi. Krit tidak menjelaskan dan hanya menyuruh Peuk untuk segera mengejar Ya.
--
Sebuah taksi tiba di depan rumah Sutharak untuk menjemput Na dan Nuan pergi menjemput KhaoSuay di sekolah. Kebetulan, Lert ada di depan gerbang sedang menyiram tanaman dan menawarkan diri untuk membantu mengangkat Siriya ke dalam mobil.
--
Na dan Nuan di dalam taksi dan Krit menghubunginya. Dia bertanya posisi Na, dan Na menjawab kalau dia berada di taksi dan dalam perjalanan menjemput Khao Suay. Ada apa?
“Itu… Khun Thi sekarang sedang membawa Siriya asli pulang,” beritahu Krit.
Na jelas kaget mendengarnya.
--
Thi membawa Siriya pulang dengan terburu-buru. Ya berusaha bertanya kenapa Thi bersikap seperti ini? Tetapi, Thi tidak mau menjawab dan hanya berkata akan membicarakannya saat mereka sudah tiba di rumah.
--
Peuk mengejar mobil Thi. Dia sangat panik. Jika aunt On sampai tahu, dia pasti akan di pecat. Na menelponnya dan Peuk langsung mengangkat, sambil meminta maaf. Na meminta Peuk untuk tenang terlebih dahulu dan ikuti saja mobil Thi terus. Dia akan menyusun rencana dan memberikan perintah pada Peuk.
--
Di dalam mobil, Thi akhirnya bicara dengan Siriya. Dia menyindir Siriya yang sekarang sedang berakting agar di kasihani.
--
Na melihat maps dan menyadari kalau di depan akan ada tempat pengisian bensin. Jadi, dia meminta supir taksi untuk berhenti di sana sebentar. Setelah itu, dia mengirim pesan pada Ya untuk mencari cara agar berhenti di tempat pengisian bensin, dia akan menunggu di sana. Ya diam-diam membaca pesan itu dan setelah itu meminta Thi untuk berhenti sebentar di tempat pengisian bensin. Dia mau pipis.
Dan Thi setuju untuk berhenti di sana.
--
Peuk menelpon Na dan melapor kalau mobil Ya dan Thi mau berbelok ke tempat pengisian bensin. Na dan Nuan senang mendengarnya, karena rencana mereka hampir berhasil.
Tetapi, Thi tiba-tiba membelokkan mobilnya dan tidak jadi masuk ke tempat pengisian bensin. Ya jelas kaget dan Thi menjawab kalau dia tahu kalau Siriya pasti mau kabur darinya.
“Kenapa aku harus kabur?”
“Karena kau tidak tidak ingin menjawab pertanyaanku mengenai khun Krit.”
“Apa hubungannya Khun Krit dengan hal ini?”
“Itu yang seharusnya ku tanyakan,” balas Thi.
Peuk melapor pada Na kalau Thi tidak jadi berhenti di tempat pengisian bensin. Na langsung kesal dan menyebut Thi sebagai orang gila yang selalu mencari masalah. Nuan lebih panik, kalau Ya sampai tiba di rumah Sutharak, bagaimana lagi Ya dan Na akan bertukar posisi?
“Conan pernah berkata, puzzle yang tidak bisa di pecahkan, tidak ada di dunia ini,” ujar supir taksi.
“Apa P’ supir sedang bicara dengan kita?” tanya Nuan pada Na.
“Hey! Aku mendengar semuanya. Kalian harus berpikir hati-hati. Tidak peduli apapun, pasti ada jalan keluar,” ujar si supir.
Dan perkataan itu, membuat Na terpikir sebuah cara. Dia bertanya, apa Nuan membawa ‘hal’ itu? Dan Nuan langsung menunjukkan tas besar yang di bawanya.
--
Thi dan Ya tiba di rumah. Lert seperti biasa menyambut Thi. Tetapi, dia sedikit heran karena Thi pulang bersama Siriya dan bahkan Siriya memakai baju yang berbeda saat keluar rumah tadi. Dia hendak bertanya mengenai keanehan itu, tetapi Thi tidak mendengarkannya dan langsung masuk ke rumah membawa Ya.
Thi langsung bertanya mengenai hubungan sebenarnya Ya dan Khun Krit? Krit sudah memberitahunya kalau dia tidak punya hubungan dengan Siriya, dan dia percaya pada Krit sebagai seorang lelaki. Tetapi, yang tidak dia percayai adalah Siriya.
“Aku akan menegaskan hal ini. Aku dan Khun Krit, tidak memiliki hubungan apapun.”
“Dan orang yang tidak punya hubungan apapun, akan menjaga sampai seperti itu?”
“Sejak Khun Pipop meninggal, Khun Krit selalu menjagaku dan KhaoSuay selama ini. Jika aku menjaga Khun Krit sebagai bentuk balas budi, apa itu salah?”
“Karena pemikiran seperti itulah, kau menjadi wanita simpanan.”
Ya terluka mendengarnya. Menurutnya, Thi tidak punya hak apapun untuk menilainya. Tetapi, Thi malah menyebut  Ya sudah merusak keluarga orang lain dan menipu abangnya agar bisa mendapatkan harta keluarga Sutharak. Ya emosi mendengarnya, dan langsung menampar Thi.
Thi sedikit terkejut apalagi melihat Ya menangis, padahal tidak pernah sebelumnya.
“Aku tahu perbuatanku salah karena menjadi wanita simpanan. Dan aku masih merasa bersalah hingga hari ini. Aku tidak marah padaku jika kau mengatakan apa yang kulakukan … sangat buruk. Tapi, aku marah karena kau menuduhku memperdayai Khun Pipop. Karena Khun Pipop adalah orang yang aku hormati dan ku cintai. Dia memberikanku hidup. Jika tidak ada Khun Pipop, mungkin aku tidak akan ada hari ini. Dan, aku tidak akan pernah mengkhianatinya.”
Thi tidak tahu harus membalas apa. Dan ponsel Ya berbunyi, sms dari Nuan yang memberitahu kalau dia ada di depan rumah dan meminta Ya untuk keluar. Ya langsung pamit pada Thi untuk ke gerbang karena KhaoSuay sudah pulang.
“KhaoSuay sangat kasihan. Kau bilang bahwa hubunganmu dengan P’Pop adalah cinta. Tapi aku rasa itu hanyalah keegoisan dua orang dewasa. Kau tidak akan pernah mengerti hal yang harus anak seorang wanita simpanan hadapi,” marah Thi.
“Itu masa lalumu, bukan hidup KhaoSuay. Karena KhaoSuay terlahir dari cinta. Dan aku yakin kalau putraku tidak akan berpikiran sempit. Dan dia akan mengerti kalau ayah dan ibunya mencintainya. Tidak peduli dari istri mana dia terlahir. Kau bisa menilai segalanya, tetapi tidak untuk hal ini. Karena, aku mencintai anakku. Dan aku tidak akan pernah meninggalkan KhaoSuay seperti ibumu yang meninggalkanmu!”
Hal itu membangkitkan memori Thi saat ibunya pergi meninggalkannya, tidak peduli sebanyak apapun dia menangis dan memohon agar ibunya tidak pergi.
Dengan hati terluka, Ya pergi meninggalkan Thi yang berdiri kaku. Dia menuju gerbang rumah.
Di depan gerbang, dia bertemu dengan Lert. Lert dengan penasaran bertanya kenapa Ya bisa pulang dengan Thi padahal tadi pergi dnegan Nuan untuk menjemput KhaoSuay? Ya sedikit gugup dan berbohong kalau dia menyuruh Nuan untuk pergi sendiri menjemput KhaoSuay karena dia ada urusan di rumah sakit.
Lert mengerti tetapi kenapa baju Ya berubah? Ya bingung harus menjawab apa, dan pas sekali taksi yang membawa Na, Nuan dan KhaoSuay tiba. Ya langsung berkata akan menyambut KhaoSuay.
Lert mengikuti, dan Nuan langsung mengalihkan pandangan Lert dari Ya dengan meminta tukar uang kecil untuk bayar taksi. Untungnya, perhatian Lert teralih. Dan Ya langsung buru-buru dengan kursi rodanya ke sisi sebelah pintu. Saat Lert masuk ke dalam rumah untuk menukar uang kecil, mobil Peuk langsung datang. Peuk dan Nuan serta Na dengan cepat menukar posisi Na dan Ya, setelah itu, Peuk langsung membawa mobilnya pergi. Dan taksi juga langsung pergi.
Lert berbalik dan terkejut karena taksi sudah pergi. Nuan berbohong kalau tadi taksinya ketemu uang kecil jadi bisa memberikannya kembalian.
Dan kita mundur ke beberapa saat sebelumnya, mengenai Na yang bisa menggunakan pakaian yang sama seperti Ya.
Flashback
Di dalam tas Nuan, ternyata ada pakaian yang sama seperti yang Ya gunakan. Jadi, mereka berhenti di toilet umum dan bertukar pakaian, sekaligus bertemu dengan Peuk. Na masuk ke dalam mobil Peuk, sementara Nuan menjemput KhaoSuay di sekolah dengan taksi. Dan sama seperti yang kita lihat, begitulah cara Na dan Ya bertukar posisi kembali.
End
--
Na, Ya dan Krit melakukan video call. Na merasa mereka cukup beruntung, karena kejadian waktu itu dimana Thi membawanya ke rumah sakit untuk di periksa, dia dan Ya jadinya selalu menyiapkan satu set pakaian sama setiap waktu. Jika sesuatu terjadi, mereka bisa langsung bertukar pakaian yang sama.
Krit merasa kalau itu benar, mereka beruntung. Dan Na meminta Ya untuk tidak datang lagi ke Bangkok agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Ya tidak lagi membantah dan setuju. Tetapi, dia meminto bantuan Krit untuk selalu menjaga KhaoSuay dan Na, dia dapat merasa kalau Thi selalu ingin mencari kesalahannya dengan Khun Krit. Krit berjanji dan meminta Ya untuk tidak perlu khawatir.
“Na, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu mengenai Khun Thi,” ujar Ya.
--
Thi pergi ke kolam berenang. Dia melepas stress akibat pertengkarannya tadi dengan Ya. Perkataan Ya yang terakhir mengenai dirinya yang tidak akan pernah meninggalkan KhaoSuay dan bahwa dia berbeda dengan ibu Thi, cukup mengganggu pikiran Thi.
--
Thi pulang ke rumah saat sudah malam. Na belum tidur. Dan Thi meminta maaf karena kelakuannya hari ini. Dia menyadari kalau hari ini dia terlalu kasar. Na mengingat yang Ya beritahukan, bahwa hari ini dia menampar Thi.
Dan Na tertawa mengingat hal itu. Thi sedikit kesal karena Siriya tiba-tiba tertawa. Tetapi, Thi tetap meminta maaf dan menyadari kesalahannya.
“Kau harus menyesal. Orang-orang sekarang ini suka sekali menilai seseorang berdasarkan asumsi. Suka memandang orang bahkan saat mereka tidak mengenalnya orang itu. Dunia yang kita tinggali saat ini sangat menyebalkan, bukankah begitu? Tapi, aku melihat kalau kau telah sadar, maka tidak ada masalah. Apalagi aku sudah menamparmu sebagai balasannya,” ujar Na.
“Okay. Berarti itu sudah berakhir. Tapi, masalah mengenai kau dan Khun Krit, itu belum berakhir. Aku akan selalu mengawasi kalian berdua.”
“Silahkan saja,” jawab Na dan tersenyum sinis.
“Kau bipolar ya?” kesal Thi dan masuk kamar mandi. (mungkin karena tadi Siriya (Ya) bersikap lembut tetapi sekarang Siriya (Na) tampak sinis.).
“Kau menyebabkan saudaraku menangis, kau harus menerima balasannya dariku,” gumam Na dengan kesal.
Dan saat Khun Thi keluar dari kamar mandi, kamar sudah seperti tempat disko. Thi jelas kesal dan Na dengan santai berkata kalau dia hanya sedang ingin berpesta. Dan setelah pertengkaran panjang mematikan musik dan lampu disko, akhirnya kamar menjadi tenang.
Dan Na serta Thi tertidur di tempat masing-masing. Na tidur sambil memegang palu mainan.
Tetapi, Thi masih memikirkan sikap Siriya yang tampak berbeda dari siang dan malah hari.
“Orang seperti apa sebenarnya kau?” gumam Thi dan lanjut tidur.
Dan ternyata, Na belum tidur dan mendengar gumaman Thi tersebut. Dia tersenyum sinis.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

3 comments:

  1. This blog is truly useful to convey overhauled instructive undertakings over web which is truly examination. I discovered one fruitful case of this truth through this blog. I will utilize such data now.
    Valentine’s Day in Bangkok

    ReplyDelete
  2. Kalau mau streaming ini, link nya ap ya kak? Makasih 😊

    ReplyDelete
  3. Lanjutin dong...nanggung😇😇😇

    ReplyDelete