Monday, December 10, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 7 - part 1

0 comments


Network : GMM One

Didalam ruangan gelap. Korn mencuci hasil fotonya, ditemanin oleh Koi. Disana mereka berdua mengobrol, kemudian Korn menggenggam tangan Koi dengan lembut.

“Jika kekuatan super itu nyata, mereka tidak seperti yang kamu bayangkan,” kata Korn.

“Seperti apa mereka?” tanya Koi. Tanpa menjawab Korn membawa tangan Koi ke pipinya dan tersenyum lembut.

T H E      G I F T E D

Didalam kelas. Guru Pom memberikan nasihat kepada Pang serta Korn, karena hanya mereka saja yang belum menemukan bakatnya. Dan karena Pang serta Korn hanya diam saja, maka Guru Pom pun menanyakan apa ada yang ingin mereka berdua bahas dengannya, apapun itu.

“Tidak ada,” jawab Pang. Begitu juga dengan Korn.


“Apa kalian pernah bertanya mendalam kepada diri kalian sendiri? Seperti mengapa aku dilahirkan?” tanya Guru Pom.


Korn menulis distatusnya. Beberapa pertanyaan, sebaik apapun kamu, kamu tidak dapat menjawabnya.

Setelah semua selesai. Korn menaruh kursinya di atas meja. Dan keluar dari dalam ruangan.


Kenapa kamu dilahirkan?

Korn berkelilng sekolah dan mulai memotret berbagai hal yang dilihatnya.



Kamu mungkin terlahir untuk melihat yang tidak perlu dilihat.

Dikantin. Saat melihat kemesraan antara Claire dan Punn. Korn memotrenya. Namun saat Claire melihat ke arahnya, Korn langsung memakai headsetnya dan mengalihkan pandangan ke arah lain.


Film adalah yang paling mendekati untuk mengerti tentang kehidupan. That’s all.


Didalam kelas. Hanya ada Pang dan Korn berdua. Disana Pang sibuk bermain- main bola. Sementara Korn duduk saja. Dan berdua mereka saling mengobrol.

“Kamu pikir berapa lama Pak Pom akan menahan kita disini?” tanya Pang.

“Aku pikir, sampai kamu memberi tahu kebenarannya. Aku melihat apa yang terjadi pada hari itu,” jawab Korn. Dan Pang langsung teringat kejadian tentang Nack.

Pang berterima kasih, karena Nack tidak bercerita. Kemudian dia menanyakan bagaimana dengan Korn, apa Korn belum menemukan atau sudah menemukan tapi diam.


Didalam ruangan gelap. Korn mencuci semua foto yang dipotretnya.

Kita menyadari arti dari mimpi ketika kita tidak memimpikannya lagi. Yang lain menemukan bakat mereka, tapi aku menemukan sebuah keterbatasan.



Pagi hari. Koi datang keruangan klub fotografi. Disana dia menghampiri Korn yang sedang sarapan. Dan dengan sikap santai Koi mengambil snack Korn dan memakannya.

“Bukankah kamu dari klub jurnalis? Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Korn.

“Aku hanya ingin mengobrol,” jawab Koi.


Pas Koi melihat ruangan gelap, dengan bersemangat dia masuk kesana. Dan Korn mengikuti untuk menghentikannya. Didalam ruangan gelap, Koi melihat semua hasil potretan Korn yang sangat menarik, seperti ‘kami adalah anak biasa’.


“Kamu yang mengambilnya, kan?” tanya Koi.

“kamu pastinya sangat membenci murid Kelas Berbakat,” balas Korn.

“Siapa yang tidak? Kecuali teman sekelasmu di kelas berbakat. Aku ingin menggali tentang kelas berbakat. Bolehkah aku mewawancarai mu?”

“Tidak,” balas Korn dengan tegas, lalu mau keluar.



“Apakah kamu tahu kamu punya penganggum rahasia?” tanya Koi sambil tersenyum, lalu keluar duluan dari dalam ruangan gelap.

No comments:

Post a Comment