Monday, December 10, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 7 - part 2

0 comments


Network : GMM One
Dikantin. Claire memberikan ringkasan materi kepada Korn yang sedang makan. Lalu sesudah itu dia menanyakan kapan Korn akan memberitahu guru Pom mengenai potensinya. Tapi menurut Korn itu bukanlah sebuah potensi. Potensi Korn adalah dia tidak bisa tidur dan tidak perlu tidur.



“Itu tidaklah buruk. Kamu tahu, dengan potensi itu kamu dapat banyak waktu luang dengan mudah? Waktu. Kamu mempunyai lebih banyak daripada orang lain,” kata Claire.

“Ingin bertukar? Beri aku potensimu dan ambil potensiku,” balas Korn.


Saat Punn datang, perhatian Claire langsung teralihkan kepada Punn. Dan melihat itu, Korn tampak kecewa, sedih, serta cemburu.

Didalam kantor Adminstrasi. Bu Ladda memuji Koi yang sangat pintar. Lalu dia menanyakan apa benar Koi sedang menyelidiki tentang murid Kelas Berbakat. “Program Berbakat adalah rahasia besar milik sekolah, jadi bagaimana kamu ingin membuka cerita seperti itu?” tanya Bu Ladda.

Dan Koi terdiam sesaat. Lalu setelah itu dia tersenyum.



Didalam ruangan klub jurnalis. Ada berbagai data mengenai siswa Berbakat yang dimiliknya. Disana Koi mulai menuliskan dibukunya apa saja yang didapatkannya mengenai Kelas Berbakat. Kemudian setelah itu, dia membuka akun sosial media nya dan melihat status Korn.

Lebih dalam kamu mencari sesuatu, semakin jauh kamu dari apa yang kamu inginkan.
  


Pada malam hari. Korn menyalakan lilin wangi dan memakai penutup mata. Dia berusaha untuk tidur, tapi tidak bisa. Jadi dia pun bermain hape. Dia melihat status orang lain yang berada di akun media sosialnya. Lalu disaat itu, dia melihat status Koi.

Apa yang membuat hidup layak untuk menjadi anak- anak? Peringkat yang bagus, mematuhi orang tua, menghormati guru. Lakukan semua itu dan hidupmu akan lebih bermanfaat. Itu semua?


Koi membaca status terbaru Korn. Aku ingin berenang.



Korn merasa heran melihat bagaimana bisa Koi masuk ke tempat renang ini, karena hanya kelas berbakat yang boleh menggunakan kolam kapanpun. Dan Koi membalas bahwa itu tidak adil, karena murid biasa juga ingin berenang dimalam hari.


Saat penjaga datang Korn berusaha menyembunyikan agar Koi tidak ketahuan. Dan Koi pun tertawa, karena seharusnya Korn tidak perlu ikut sembunyi. Lalu dengan malu, Korn membalas bahwa pikiran nya menjadi tidak jernih karena Koi.



Setelah penjaga pergi. Koi mengajak Korn untuk mencoba melompat dari atas  loncatan tinggi. Sambil berpegangan tangan, Koi menjelaskan bahwa dia akan menghitung satu, dua, tiga, dan setelah itu mereka harus lompat bersama. Tapi ternyata tidak satupun dari mereka yang lompat.

“Kamu bilang kamu akan melompat bersama,” protes Koi.

“Kamu juga tidak. Kamu tidak bisa dipercaya,” balas Korn.



“Tidak. Ini membuang waktu,” kata Koi, lalu ingin pergi turun. Tapi Korn menahannya. Dan tanpa sengaja, mereka malah terjatuh bersama ke dalam kolam renang.

Didalam air. Korn dan Koi saling menatap sambil tersenyum. Mereka berkomunikasi melalui pikiran satu sama lain. Lalu mereka saling berpegangan tangan dan keluar dari dalam kolam.

Kamu aneh. Komentar Korn.

Itu pujian atau komentar sinis? Balas Koi.

Tidak juga. Aku juga mendapat julukan aneh.

Bukankah dunia yang aneh? Menjadi normal dipanggil aneh. Tapi sesuatu yang aneh adalah normal.

Korn telah berganti baju. Dia mengatakan bahwa dia lebih suka siang hari. Dan Koi membalas kalau begitu kenapa Korn lebih suka menghabiskan waktu dimalam hari.

“Kadang kamu hidup dengan kehidupan yang tidak kamu suka, tanpa menyadarinya,” jelas Korn.

“Lalu pilih. Kembali ke kehidupan yang kamu suka atau seperti kehidupanmu sekarang,” balas Koi. Lalu Koi menanyakan maksud status Korn, yaitu kita menyadari arti dari mimpi ketika kita tidak memimpikannya lagi.


Didalam ruangan klub. Korn menunjukan dua tablet obat tidur kepada Koi. Dan lalu Korn meminumnya, tapi tetap saja dia tidak mengantuk. Melihat itu Koi pun bertanya apa Korn tidak merasa lelah.



“Aku manusia yang bisa menghabiskan waktu 24 jam. Tanpa tidur,” jelas Korn.

“Apa?”

“Sebenarnya, murid Berbakat. Bukanlah anak biasa. Mereka dianugrahi kekuatan super.”


“Seperti tidak tidur? Itu tidak mungkin. Kamu lucu,” balas Koi sambil tertawa tidak percaya. Dan Korn pun ikut tertawa. Korn berpura- pura bersikap bahwa perkataannya tadi adalah  benar hanya sebuah candaan saja, bukan kenyataan.

No comments:

Post a Comment