Monday, December 10, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 7 - part 4

0 comments


Network : GMM One
Koi terpaku melihat video mengenai kelas Berbakat itu. Dan tepat disaat itu, Claire menelpon, jadi Korn menjauh dan menjawabnya.



Claire menanyakan kenapa Korn membawa Koi masuk kedalam ruangan komputer, apa Korn ingin menunjukan semuanya. Dan Korn membalas bahwa Koi pasti tidak akan menghancurkan hidupnya, seperti apa yang Claire dan kelas Berbakat lakukan.

“Kamu tahu, Claire. Bagaimana sulitnya mencoba untuk menutup matamu, tapi tidak bisa tidur setiap malam nya,” kata Korn. Dan Claire mengerti.

“Baiklah. Jika kamu ingin menyalahkan ku atau orang lain, baiklah. Tapi kamu membuatnya semakin buruk. Jika kamu membiarkan Koi membukanya, hidupmu akan hancur,” balas Claire.



Korn percaya dengan Koi. Dan alasan Korn menunjukan semua nya kepada Koi adalah karena dia ingin Koi lebih mengenalnya. Disaat itu, Koi tiba- tiba memanggilnya dan mengatakan ingin ke kamar mandi, lalu Koi berjalan cepat dan keluar.


Setelah Koi keluar, Korn mendekati komputer tadi. Lalu disana dia melihat bahwa semua data yang ada disana telah disalin. Dan dengan buru- buru, Korn pun mengejar dan memanggil Koi. Tapi Koi dengan cepat masuk ke dalam ruang klub jurnalis dan mengunci pintunya.



Korn berteriak- teriak memanggil Koi agar membuka pintu. Tapi Koi tidak memperdulikannya. Koi dengan segera membuka semua video itu dan rekaman suara yang diambilnya, lalu dia menguploadnya.



Tepat disaat itu, lampu menyala. Dan Koi pun terkejut, apalagi tampak Claire dan Pang disana.


Ternyata sebelumnya, Claire dan Pang telah bekerja sama. Mereka ingin membantu Korn, karena Koi tidak bisa dipercaya. Tapi tidak mungkin mereka memberitahukan hal ini kepada Guru Pom, karena jika Guru Pom tahu maka Korn akan dikeluarkan.



Pang membuka kan pintu, sehingga Korn bisa masuk ke dalam. Lalu Claire langsung menjelaskan bahwa Koi mengkhianati Korn dan ingin memberitahukan kepada semua temannya mengenai Gifted.


Kemudian Claire mendekati Koi untuk menghentikan proses upload, tapi Koi langsung mengambil silet dan mengancam agar Claire tidak mendekat. Begitu juga kepada mereka berdua.


“Kejadian aneh di gym, dimana beberapa murid menjadi gila dan menyerang temanku, itu karena kalian. Tidak heran banyak kejadian aneh terjadi disekolah ini. Itu semua selalu berakhir dengan misteri tanpa jawaban. Berapa lama lagi, murid biasa akan menjadi korban dari hal gila ini? Mereka harus tahu, ada monster seperti kalian di dunia ini,” kata Koi menjelaskan tentang keadilan yang diinginkannya.



Claire menuduh Koi iri kepada mereka. Lalu Korn menanyakan bukankah Koi bilang sudah keluar dari klub. Dan Koi menjelaskan bahwa jika ini bukan hal penting, maka dia akan membiarkannya, tapi ini terlalu besar untuk dibiarkan, jadi dia tidak bisa membiarkannya.

“Tolong jaga rahasia itu diantara kita,” pinta Korn sambil mendekat untuk memegang tangan Koi. Dan Koi pun terdiam untuk sesaat.



Namun saat tiba- tiba terdengar suara upload yang sudah hampir selesai. Koi langsung menarik pisaunya, sehingga melukai tangan Korn. Dan dengan khawatir, Claire langsung mendekati Korn. Sementara Koi tidak peduli.

Koi sibuk melihat hasil upload-annya. Tapi tiba- tiba saja, upload nya batal dan komputernya menjadi rusak. Lalu muncul lah video dari Wave.



“Semua data sudah terhapus. Untung saja, aku selalu memperhatikanmu,” kata Wave yang saat ini sedang berada didalam ruangan komputer.

Tepat disaat itu Guru Pom dan Bu Ladda datang. Guru Pom langsung menanyai apa yang sedang terjadi saat ini. Dan Wave yang menjelaskan. Kemudian dengan tegas, Bu Ladda menyuruh Guru Pom untuk mengurusi Korn. Sementara Bu Ladda sendiri akan mengurusi Koi.

Lalu dengan pandangan tajam, Bu Ladda menarik tangan Koi untuk ikut bersamanya.



Korn mengakui kesalahannya. Guru Pom lalu menasehati Pang dan Claire yang juga salah tidak memberitahu. Kemudian Guru Pom berencana untuk memberitahu Direktur untuk melepakan mereka semua. Tapi Wave tidak terima, karena Korn telah menyebarkan info The Gifted kepada orang lain.

“Kamu akan dikeluarkan dari Program. Buat dirimu bisa bertemu dengan Direktur besok,” tegas Guru Pom. Lalu keluar dari ruangan.


Pang mengikuti Guru Pom dan memanggilnya. Pang meminta pengertian Guru Pom, tapi tidak bisa. Dengan emosi Pang menjelaskan perasaannya selama mengikuti Kelas Berbakat, terkadang dia merasa tidak mengerti, terkadang dia takut melihat penampilan nya sendiri di cermin, dia tidak ingin mengenal dirinya sendiri.

“Pang, kamu sedang bingung. Aku beritahu sesuatu. Suatu hari kamu akan menyadari bahwa kamu tidak kehilangan apapun. Kamu tetap menjadi dirimu sendiri, hidup dengan kehidupan yang kamu harapkan dengan bakat yang kamu miliki,” jelas Guru Pom.



Pang mendekati Guru Pom dan memegang tangan Guru Pom. “Pak Pom, tolong jangan keluarkan  Korn. Beri dia waktu. Beri dia kesempatan lagi,” pinta Pang. Dan Guru Pom menganggukan kepalanya.



Meliha itu dari CCTV. Wave merasa sangat terkejut.




Bu Ladda memberikan surat pengunduran diri yang harus Koi tanda tanganin. Dan setelah malam ini berlalu, dengan sendirinya Koi akan melupakan segala yang terjadi. Dengan sedih, Koi menangis melihat surat yang harus ditanda tanganinya itu.



Diperpustakaan. Pang menceritakan segalanya kepada Ohm dan Namtaan. Dan Ohm merasa kagum mengetahui Korn tidak dikeluarkan karena bakat Pang. Tapi Pang meminta agar Ohm tidak memberitahu siapaun.



“Aku pikir aku setuju dengan apa yang dikatakan Koi. Menyembunyikan kebenaran tentang Program The Gifted dari yang lain. Itu tidak adil bagi yang lain,” komentar Namtaan.

“Tapi itu tidak benar. Jika murid biasa mengetahui tentang kita, itu akan membuat keributan,” balas Ohm, tidak setuju.

Selagi Namtaan dan Ohm sibuk berdebat. Pang berpikir.


Didalam ruangan klub. Korn memperhatikan satu persatu foto Koi. Kemudian dia membuang nya dan menyalakan api.



Didalam kelas. Guru Pom tampak mengetahui sesuatu, jadi dia bertanya pada Pang. Tapi karena Pang tidak mau cerita, maka dia membiarkan. Namun di kertas Gifted, Guru Pom menceklis nama Pang, yang berarti Pang telah memiliki potensi.

No comments:

Post a Comment