Monday, December 10, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 8 - part 1

1 comments


Network : GMM One

Satu hari sebelum ujian tengah semester.

Diperpustakaan. Guru Pom berdiri memandangin semua piagan serta piala yang berada dipajang disana. Kemudian Direktur datang dan mengajaknya bicara. Sampai saat ini sudah ada 15 ‘Gifted’, ada hal baik dan buruknya.


“Kamu tahu mengapa kita punya lemari piala ini? Orang- orang lebih sering mengingat hal buruk lebih jelas daripada hal bagus. Suatu hari akan datang waktu ketika kita butuh dorongan semangat, mengatakan pada diri sendiri bahwa tidak ada prestasi yang datang dengan mudah. Yang paling penting adalah untuk tetap maju ke depan,” jelas Direktur. Dan Guru Pom mengiyakan.

Direktur lalu menanyakan tentang para murid, karena ini sudah mau ujian tengah semester. Dan Guru Pom menjawab bahwa murid Berbakat tahun ini sangat luar biasa, potensi mereka lebih menyebar daripada kelas sebelumnya.



“Bahkan Pawaret (Pang)?” tanya Direktur.

“Dia belum memberi tahu saya apapun. Tapi saya merasa bahwa dia sudah menemukan bakatnya,” jelas Guru Pom.

“Kamu merasakannya?”

“Sangat tidak beralasan, kan?”

“Apa perasaanmu memberitahu tentang bagaimana luar biasanya dia?”

Guru Pom teringat saat Pang memegang tangannya dan mengatakan sesuatu kepadanya. Guru Pom merasa bahwa Pang jauh lebih luar biasa daripada Punn. Dan Direktur membalas bahwa dia tidak sabar untuk melihatnya.


Wave yang berada diluar ruangan mendengarkan semua pembicaraan tersebut.

T H E      G I F T E D


Dilaboratorium. Pang menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara jantung Ohm, kemudian Pang memberikan perintah agar Ohm menutup matanya. Tapi Ohm tidak menutup matanya, melainkan dia bertanya kenapa dia harus menutup matanya. Yang berarti Pang tidak bisa menggunakan potensinya.

“Ini pasti karena kamu memberikan perintah yang bodoh,” komentar Ohm.



“Tutup matamu,” perintah Pang tegas sambil memegang bahu Ohm. Dan perintah itu bekerja, karena Ohm tidak bisa membuka matanya sama sekali. Kemudian karena saking cerewetnya Ohm, maka Pang menyuruhnya untuk menutup mulut juga, sehingga Ohm tidak bisa berbuat mengatakan apapun.

“Itu cukup!” perintah Pang sambil tertawa setelah puas. Dan Ohm pun langsung protes bahwa Pang telah curang. Lalu Ohm merebut stetoskop yang dipakai oleh Pang, karena dia ingin mencoba juga.



Namtaan yang mendengar teriakan mereka membuka tirai pemisah. Dan saat melihat adegan mereka berdua yang tampak sangat mesra. Namtaan langsung tersenyum dan menutup kembali tirai pemisah.

“Tunggu! Tunggu! Kembali!” teriak Pang dan Ohm bersamaan memanggil Namtaan.



“Bercanda. Bagaimana percobaan kalian?” tanya Namtaan.

“Dari apa yang kita pelajari sejauh ini, bakatku memerlukan 2 hal bersamaan. Pertama, aku harus menyentuh orang itu. Kedua, aku harus merasakan detak jantung orang itu,” jelas Pang membaca kan catatannya.

“Yang berarti, jika hanya satu kondisi saja yang terpenuhi, itu tidak akan bekerja,” tambah Ohm.


Namtaan menyarankan agar Pang memberitahu Guru Pom, karena Guru Pom bisa membantu untuk menganalisa dengan lengkap. Lalu melihat raut wajah Pang yang tampak tidak bersemangat, maka Namtaan pun mengganti topik pembicaraan. Namtaan membahas tentang UTS yang akan diadakan.

“Ayo! Semangat!” teriak Ohm dengan penuh semangat.

“Ya!” balas Pang dengan semangat juga.



“Hei… hei… satu hal lagi. Lakukan yang terbaik, murid dari ruang 2 dan 8,” ejek Namtaan sambil tertawa, karena dia berasal dari kelas 1. Dan Ohm serta Pang pun langsung bergegas mengejar Namtaan yang sudah lari duluan.


Hari UTS. Didalam ruang kelas masing- masing. Namtaan mengerjakan dengan serius. Ohm terus berdoa dan menebak asal. Pang mengerjakan dengan serius juga, tapi dia tampak sangat kebingungan dan pusing. Sementara Wave, dia duduk dengan santai sambil memandang pemandangan diluar jendela.


Ditaman. Saat Namtaan sedang sibuk mengajar. Ohm malah tiduran. Dan melihat itu, timbullah ide jahil Pang. Dia bersama dengan Namtaan mencoret- coret muka Ohm yang tertidur. Kemudian saat tiba- tiba Ohm terbangun dan sadar, Namtaan dan Pang segera berlari sambil tertawa- tawa.



Ujian akhirnya selesai. Dikamar Pang. Ohm serta Namtaan datang untuk merayakan berakhirnya ujian. Lalu dengan heran, Ohm menanyakan kenapa tidak ada ujian dari Program Gifted. Dan Namtaan membalas mungkin saja Guru Pom ingin mereka fokus pada ujian.

“Sejujurnya, walaupun kita berada di peringkat terbawah, kita tetap seorang ‘Gifted’. Disini tidak perlu bersaing dengan siapapun,” jelas Ohm.

“Hei. Tapi bukankah lebih baik jika kamu naik ke kelas yang lebih tinggi,” balas Namtaan.



Pang hanya diam saja, selagi Ohm dan Namtaan berbicara. Dan saat Namtaan menyadari hal itu, maka dia pun bertanya. Lalu Pang menjelaskan bahwa dia bertanya- tanya kenapa mereka bisa mendapatkan semua fasilitas disekolah ini.

“Jangan katakan, kamu masih memikirkan tentang apa yang Koi katakan,” tebak Namtaan. Dan Pang mengakui bahwa itu memang sedikit mengganggu nya.

“Ayolah, jangan terlalu dipikirkan. Lihatlah Ohm, dia tidak stress karena apapun,” jelas Namtaan, menyemangati Pang.


“Oi… aku juga stress. Stress memikirkan bagaimana cara kita harus merayakannya,” canda Ohm.

Karena Ohm telah mengotori kamar, maka Namtaan pun mengajak mereka untuk membersihkannya. Dan lalu Pang pun memberikan usul untuk membuat kuis, siapa yang kalah harus membersihkan kamar. Kemudian sambil mengejek Pang yang berasal dari ruang 8, Ohm menerima usulan itu.



Lalu Namtaan pun mengajukan pertanyaan kepada mereka berdua. Dan hebatnya, Pang berhasil menjawab dengan benar. Mendengar itu Namtaan pun merasa kagum, sementara Ohm tidak percaya. Ohm menyerang Pang dengan kertas dan bantal, karena menurutnya Pang telah curang. Dan Pang pun membalas balik.



Kemudian tanpa sengaja, bantal itu malah terlempar mengenai Namtaan. Dan mereka berdua pun langsung terdiam. Namun ternyata Namtaan ikut bermain lempar bantal bersama mereka. Namtaan mulai menyerang balik mereka berdua.

Tiba- tiba saja disaat itu, mereka bertiga mendapat pesan dari Guru Pom yang menyuruh semua murid Gifted untuk berkumpul di auditorium, karena UTS akan segera dimulai.


Didalam auditorium. Semua murid telah berkumpul, lalu Ohm dan Pang yang terlambat saling menyalahkan satu sama lain. Sementara Namtaan hanya diam saja mengikuti mereka berdua. Lalu disaat itu, Direktur datang. Jadi mereka duduk dengan rapi di bangku masing- masing.



Direktur menyapa mereka semua. Dia memperkenalkan dirinya dan mengatakan bahwa dia kagum kepada mereka semua, termaksud Pang, dia tidak sabar untuk mendengar tentang bakat Pang. Dan Pang mengiyakan.

“Apa kalian menyadari kenapa setiap sekolah punya legenda? Kejadian misterius aneh yang tidak terpecahkan? Itu karena setiap sekolah punya rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang biasa,” jelas Direktur.



Kemudian ujian pun dimulai. Ujian akan dimulai sampai jam 12, siapa yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan satu permintaan yang akan dikabulkan.

“Kalau saya meminta untuk mengeluarkan murid dari Program Gifted, apa boleh?” tanya Wave sambil mengangkat tangannya. Dan dengan tegang setiap orang menantikan jawaban Direktur. Sementara Pang, dia langsung merasa kesal, karena dia tahu siapa yang Wave maksud.

Direktur tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Wave. “Aku berharap kalian berhasil pada ujian ini. Semoga kalian menikmati menyelesaikan misteri ini. Itu akan memberikan pengalaman yang bagus bagi ‘Gifted’ seperti kalian.”



Setelah Direktur pergi. Guru Pom memulai ujiannya. Dia membuka dan memperlihatkan sebuah video kepada mereka semua.


Sejak 2003, sebuah legenda telah menyebar di SMA Ritdha. Suara aneh selalu terdengar setiap malam seperti ini. Tik.. tik.. aaahhh .. suara itu mungkin berhubungan dengan kematian seorang gadis.

Dihari dimana Olimpiade Kimia Nasional sedang dilaksanakan. Dia mati secara misterius. Dikatakan bahwa kemarahannya yang membuat semua murid mendengar suara aneh itu.

Mungkinkah arwahnya ingin memberitahu pesan tertentu?

Pang menemukan sebuah alat kecil serta surat dari dalam lacinya. Kemudian setelah video selesai ditayangkan, tiba- tiba saja dari arah belakang mereka, terdengar suara teriak seorang gadis yang sangat nyaring.


Dan saat mereka semua melihat kebelakang. Seorang mayat wanita telah berada disana.

1 comment: