Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 4 - part 4


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 4 - Part 4

Network : Channel 3

Dengan gembira, Keaw langsung menanyakan kabar Ayahnya. Begitu juga dengan Kiti. Mereka saling mengobrol menanyakan kabar, dan lalu saat Ayahnya mengatakan mau datang untuk menjemputnya, Keaw langsung mengatakan bahwa itu tidak perlu.

Keaw berbohong bahwa dia baik- baik saja, dan saat ini dia sedang sibuk menjalakan tugas nya sebagai pemenang Miss kecantikan. Dan Keaw berjanji bahwa jika nanti dia punya waktu, dia pasti akan segera pulang ke rumah.

“Keaw. Jika kamu tidak mau tinggal di Bangkok, maka jangan tinggal di sana. Pulang lah ke rumah, anak ku. Pulang lah. Jangan pedulikan apapun. Jangan pedulikan tentang uang. Jangan lalui kesulitan untukku. Keaw. Mengerti kan, Keaw? Mengerti, kan?!” kata Kiti.


Kemudian sakit di kepalanya tiba- tiba saja terasa semakin sakit, dan akhirnya karena tidak tahan lagi. Kiti pun pingsan.

Mendengar itu dari telpon, Keaw merasa sangat khawatir sekali. Dia terus memanggil- manggil Ayahnya di telpon, tapi tidak ada jawaban lagi.

Diberanda. Chai Pat berdiri memandangin halaman, dia memikirkan tentang General Pinit yang ingin menjadi kan Keaw sebagai selir.


Keaw menangis. Dia meminta izin kepada Piangporn agar diizinkan keluar, karena Ayahnya sedang sangat sakit, dan dia harus pulang. Dengan kebingungan, Piangporn mengatakan bahwa siang ini, ketika Keaw di izinkan keluar, Keaw malah tidak mau.

“Tidak seorang pun yang mengerti aku!! Tolong izinkan aku pergi sekarang!” pinta Keaw.

“Tidak seorang pun bisa memberi kamu izin untuk pergi dari sini, selain Dokter Khun Chai,” balas Piangporn dengan tegas.


Keaw berlutut di depan Piangporn, dia memohon agar Piangporn menelpon Chai Pat untuk mengizin kannya keluar sekarang. “Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu,” pinta Keaw.

“Tidak, Krongkeaw. Jangan lakukan ini. Aku tidak akan menelpon dia. Dokter Khun Chai sudah kesulitan sampai sekarang, karena kamu. Satu hal lagi, malam ini bukan tugasnya. Besok, dia akan menanda tanganin surat untukmu. Tunggu saja sampai besok. Siapa dia dan betapa penting nya dia. Kamu tahu kan?” jelas Piangporn dengan lembut.


“Aku tahu. Tapi ini permintaan terakhir ku. Aku tidak akan mengganggu Dokter Khun Chai lagi. Aku tidak akan menempelin dia lagi,” jelas Keaw berjanji.

Tepat disaat itu. Chai Pat datang dan mendengar kan semua itu, dan dia menanyakan apa semua yang Keaw katakan benar.


Dikantor. Chai Pat menanyakan alasan Keaw yang tiba- tiba ingin keluar dari rumah sakit di jam 10 malam ini. Tapi Keaw tidak mau menceritakannya, karena ini adalah masalah pribadinya, dan dia tidak ingin memberitahu orang luar.

“Orang luar? Aku hanya orang luar untuk mu, hah?!” kata Chai Pat dengan nada seperti terluka. Lalu tanpa mengatakan atau bertanya apapun lagi, Chai Pat menanda tanganin surat keluar Keaw dan menyuruhnya untuk pergi.

Keaw mengucapkan terima kasih dan menerima surat itu. Lalu dia keluar dari ruangan Chai Pat.



Piangporn mengikuti Chai Pat, dia menanyakan apa Chai Pat sudah akan pergi. Dan Chai Pat membenarkan, karena ini bukan jam tugasnya. Lalu Piangporn pun mengatakan bahwa dia merasa seperti Chai Pat sengaja datang hanya untuk memberikan izin keluar pada Keaw.

“Kembali lakukan pekerjaanmu,” kata Chai Pat dengan tegas, karena tidak mau menjawab.

Tepat disaat, Piangporn telah pergi. Chai Pat tanpa sengaja melihat Ingorn serta kedua anak nya yang datang ke rumah sakit.


Keaw berganti baju dan keluar dari kamar nya dengan hati- hati. Lalu saat dia melihat Ingorn serta kedua anaknya, maka dengan cepat Keaw pun segera bersembunyi. Dan saat baru mau pergi, tanpa sengaja dia melihat Baibua serta anak buahnya, jadi dia pun bersembunyi lagi.

Kemudian setelah tidak ada siapapun yang melihatnya, dengan cepat Keaw pun segera pergi. Karena kaki Keaw masih sakit, jadi dia berjalan dengan sedikit pincang.


Ditempat pangkalan becak. Keaw meminta di antarkan ke stasiun kereta api, karena dia harus menaiki kereta api pertama besok pagi. Dan karena ini sudah sangat malam, si tukang becak meminta bayaran tinggi. Dan Keaw menyanggupin.

Namun tiba- tiba Keaw teringat bahwa saat ini dia tidak ada membawa uang. Jadi karena Keaw tidak punya uang, maka si tukang becak pun tidak mau mengantar Keaw.


Keaw lalu berjanji kepada si tukang becak bahwa setelah dia memiliki uang, dia pasti akan datang untuk membayar. Lalu karena si tukang becak tampak tidak percaya, maka Keaw pun mengenalkan dirinya sebagai Miss kecantikan. Dan dia memohon bantuan si tukang becak untuk membantu nya.
Ingorn merasa sangat terkejut, ketika mengetahui bahwa Keaw sudah pergi dari rumah sakit. Dan mengetahui bahwa Chai Pat lah yang telah mengizinkan nya, Nun merasa tidak percaya.


Kemudian tepat disaat itu, Baibua datang. Dan ketika dia mendengar semua itu, dia langsung mendekat serta memarahi Ingorn. Dia menuduh Ingorn sengaja menyembunyikan Keaw untuk bersaing dengannya.


Para tukang becak berkumpul dan mengetawai Keaw, karena mereka tidak percaya kepada Keaw. Tapi karena tidak ada pilihan lain, maka Keaw membiarkan mereka mengetawainya dan terus memohon agar mereka mau membantunya.


Tepat disaat itu. Chai Pat datang. Dia menarik tangan Keaw untuk ikut bersama dengannya. Dengan tegas dia menanyakan kemana tujuan Keaw, dan dia menawarkan diri untuk mengantarkan Keaw. Tapi Keaw menolak.


“Mengapa? Karena … aku orang asing?” tanya Chai Pat dengan nada terluka.

“Bukan. Aku… aku hanya tidak ingin menyebabkan masalah untuk mu,” jelas Keaw.

“Apa kamu pikir aku takut? Keaw. Apa aku teman mu? Seorang teman bisa menolong teman kan?” balas Chai Pat.

“Kamu bukan teman ku. Kamu … kamu seseorang yang berbeda kasta. Aku tidak berani,” jawab Keaw. Dan tanpa mengatakan apapun lagi, Chai Pat langsung membuka kan pintu mobil, dan menyuruh Keaw untuk masuk ke dalamnya.

Didalam mobil. Chai Pat menanyakan tujuan Keaw, dan Keaw menjawab bahwa itu sangat jauh dari sini yaitu di Ayutthaya. Lalu Keaw mengatakan bahwa dia tidak ingin merepotkan Chai Pat lagi, karena dia sudah banyak merepotkan Chai Pat.


“Tidak mau merepotkan ku? Bagaimana kamu ke Ayutthaya? Ini sudah malam. Kamu tidak punya uang, tidak ada kerabat, dan tidak ada teman. Ini bukan waktunya memperdulikan perasaan yang lain,” jelas Chai Pat. Dan karena masuk akal, maka Keaw pun diam.

Sambil tersenyum, Chai Pat menanyakan kenapa Keaw begitu buru- buru ingin pergi ke Ayutthaya. Dan Keaw hanya diam saja tidak menjawab. Lalu dengan sengaja Chai Pat menyindirnya, tapi Keaw tetap saja tidak mau bercerita.

Sesampainya di pom bensin. Chai Pat mengajak Keaw untuk mencari makan, karena sedari tadi Keaw belum ada makan. Tapi Keaw menolak. Dan Chai Pat langsung memberikan nasihat bahwa butuh waktu beberapa jam untuk mereka bisa sampai di Ayutthaya. Lalu karena itu, maka Keaw pun keluar dari dalam mobil dan mengikuti Chai Pat.


Sambil berjalan untuk mencari makan, Chai Pat bertanya sekali lagi, apa alasan Keaw mau pergi malam- malam ke Ayutthaya. Dan kali ini, dengan jujur, Keaw menceritakan semua yang terjadi pada Ayahnya.

“Mengapa kamu tidak membawa Ayahmu berobat ke Bangkok?” tanya Chai Pat.

“Aku tidak punya uang. Jika Ayahku butuh di operasi, akan ada biaya yang sangat besar. Keluarga kami miskin. Itu mengapa aku mengikuti kontes kecantikan,” jelas  Keaw.

“Jadi, apa yang kamu katakan di panggung itu benar?”

“Khun Chai. Apa kamu mau bilang bahwa aku bohong? Itu benar. Untukmu, aku hanya wanita yang ingin menunjukan paha nya saja, dan membuat cerita untuk mendapatkan simpati juri. Jadi aku bisa mendapatkan mahkota dan menjual diriku sendiri kepada General. Itulah aku menurut mu,” kata Keaw dengan nada terluka. Karena selama ini Chai Pat tidak mempercayai nya.


Chai Pat mengejar Keaw dan meminta maaf, dia mengatakan bahwa dia tidak bermaksud begitu. Dan dengan nada sangat terluka, Keaw mengatakan bahwa barusan Chai Pat memandang rendah dirinya, dan dia memang pantas untuk itu, lalu dia berterima kasih karena Chai Pat telah mengingatkan nya.

“Keaw!  Aku tidak bermaksud untuk memandang rendah kamu. Aku minta maaf,” kata Chai Pat dengan sangat menyesal.

“Aku yang harusnya minta maaf. Kamu yang terhomat menjadi ternoda oleh ku,” balas Keaw. Lalu berjalan pergi.


Chai Pat mengikuti Keaw dan terus memanggil nama Keaw. Dengan sangat menyesal, Chai Pat meminta maaf terus kepada Keaw. Tapi Keaw mengabaikan Chai Pat, dan masuk ke dalam mobil.

Setelah bensin mobil di isi, Chai Pat memberikan uang kepada si petugas. Dan lalu tanpa berbicara lagi, dia masuk ke dalam mobil juga dan menjalan kannya.

Ingorn mengikuti Baibua dan meminta agar Baibua mendengar kan nya dulu. Tapi Baibua tidaki peduli dan tidak mau mendengarkan, karena Ingorn telah merusak citra nya dengan membuat dia menjadi seorang penipu.

Ingorn yang tidak terima membalas, apa Baibua akan menyalahkan segala nya kepadanya dan mengambil semua keuntungan sendiri. Dan dengan marah, Baibua ingin memukul Ingorn. Tapi Nun langsung menahan Baibua untuk tidak memukul Ibunya.


Kemudian situasi menjadi kacau. Mereka saling menyerang dan memukul satu sama lain. Piangporn dan para perawat yang berada disana pun menjadi kebingungan serta cemas.

Post a Comment

Previous Post Next Post