Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 3 - part 2



Khun Chai Puttipat (2013) Episode 3 - Part 2

Network : Channel 3

Chai Pat menolak untuk untuk membantu Yodsawin, menurutnya tidak peduli betapa hebatnya keluarga si pasien, tapi dia tidak akan membiarkan si pasien itu melakukan apapun yang di inginkan nya. Karena jika dia membiarkannya seperti ini, maka pasien lain juga akan melakukan hal yang sama, dan itu akan merusak peraturan.

“Aku mengerti. Tapi sekarang setiap orang begitu gugup da tidak bisa melakukan apapun karena pasien ini. Tolong lah,” pinta Yodsawin. Tapi Chai Pat tetap menolak.



Sebelum Chai Pat pergi, seorang perawat datang sambil berlari dan meminta bantuan Chai Pat. Dia memberitahukan bahwa ini adalah perintah dari Direktur. Mengetahui hal itu, Chai Pat langsung berpikir bahwa pasien itu pasti sangat special VIP. Dan Yodsawin tersenyum.


Didalam kamar rawat. Piangporn mencoba membujuk Keaw agar mau diobati, tapi Keaw terus menolak dan tidak mau. Sehingga Piangporn menjadi kebingungan, karena dia tidak bisa hanya membiarkan begitu saja, ketika melihat seorang pasien melukai diri sendiri.



Piangporn menyuruh seorang perawat untuk membantunya, lalu seorang perawat lagi, dia suruh untuk keluar dan menemui wali Keaw. Dan dengan ketakutan, Keaw meminta agar mereka jangan menyuruh Ingorn untuk masuk.

“Tidak peduli apapun yang mereka katakan, trainer atau orang yang berkuasa, jangan suruh mereka ke sini. Ya?” pinta Keaw dengan panik. Lalu dia menolak untuk disentuh juga.



Tepat disaat itu. Chai Pat masuk. Dan ketika melihat Keaw, Chai Pat tampak sangat terkejut sekali. Begitu juga dengan Keaw. Mereka saling terdiam dan mengingat tentang pertemuan pertama mereka, saat Kontes kecantikan berlangsung.

Ketika tersadar, Chai Pat langsung mengenalkan dirinya dengan sopan. Dan Keaw tersenyum lega mengetahui hal itu.


Keaw telah berganti pakaian memakai baju rumah sakit, dan dia berbaring diatas tempat tidur. Namun sebelum Chai Pat menyentuhnya untuk melihat lukannya, Keaw langsung mengelak dan mengatakan bahwa dia ingin mendiskusikan sesuatu tentang proses jahit luka nya ini terlebih dahulu.

“Berbaring. Aku perlu menchek luka mu dulu,” kata Chai Pat dengan tegas dan serius.



Keaw lalu berbaring dan membiarkan Chai Pat untuk memeriksa luka nya. Dan saat memeriksa itu, Chai Pat menanyakan apa ini sakit, tapi Keaw hanya diam saja.

“Bagus, jika ini tidak begitu sakit,” kata Chai Pat.

“Itu sakit! sangat sakit!” kata Keaw dengan cepat, ketika tersadar dari rasa sedihnya.

“Ketika aku menekan luka mu, kamu berbaring dengan tenang,” balas Chai Pat.

“I.. itu… itu sakit, sangat sakit sampai kaki ku terasa mati rasa. Itu mengapa aku tidak merasakan apapun,” kata Keaw beralasan.

Keaw membuat berbagai alasan agar dia bisa tinggal lebih lama di rumah sakit, tapi dengan tegas Chai Pat mengatakan bahwa setelah dia selesai mengobati luka Keaw ini, maka Keaw bisa pulang. Dan dengan terkejut, Keaw langsung duduk.

“Pulang?” teriak Keaw.



Ketika Piangporn dan seorang perawat pergi untuk mempersiapkan semuanya. Keaw langsung berkata dengan panik kepada Chai Pat bahwa dia tidak bisa pulang. Dan Chai Pat pun menatap nya dengan heran.

“Bisakah aku tinggal satu hari lagi di rumah sakit? Ini sangat sakit,” pinta Keaw, sambil beralasan.

“Luka kecil ini, tidak perlu sampai menginap di rumah sakit,” balas Chai Pat.

“Aku mau. Aku ingin memastikan bahwa jahitan lukanya, tidak meninggalkan bekas. Kamu tahu bahwa aku baru menang, ini benar- benar penting untukku,” kata Kaew, sambil beralasan lagi.

“Jadi ini alasanmu? Kamu membuat keributan, karena khawatir tentang kaki mu. Sehingga membuat petugas tidak bisa menjalankan tugas mereka. Ada pasien yang sampai tidak ditanganin, karena setiap orang sibuk mengurus kamu,” balas Chai Pat dengan sinis.

Keaw merasa bersalah, tapi dia harus melakukan ini, dan dia meminta simpati Chai Pat. Dan Chai Pat pun bertanya, tapi Keaw tidak bisa menceritakan semuanya dengan jujur, jadi dia membuat alasan yang egois lagi.
“Baiklah. Aku janji akan melakukan yang terbaik. Tanpa meninggalkan bekas, sebisa mungkin. Aku mengerti. Pekerjaanmu adalah menjual paha mu,” kata Chai Pat salah sangka.


Mendengar itu, Keaw tampak terluka, tapi dia menyembunyikannya dengan cepat. Dan sebelum Chai Pat keluar dari dalam ruangan, Keaw menanyakan, apa bisa dia tinggal sehari saja lagi di  rumah sakit.

Dan Chai Pat pun menjelaskan bahwa Keaw bisa tinggal disini, tapi jika ada pasien kritis yang membutuhkan tempat tidur, maka Keaw harus mengerti. Lalu sebelum dia pergi, Chai Pat menanyakan apa ada yang Keaw butuhkan lagi. Dan Keaw menggelengkan kepalanya, tanda tidak ada lagi.



Marathee memberitahu kan hal itu kepada Ingorn, dan mengetahui itu Ingorn merasa terkejut. Sementara Nun, dia menjadi sangat bersemangat, karena Chai Pat ada dirumah sakit ini. Lalu Nun mengajak Ingorn untuk segera pulang, karena dia tidak ingin Chai Pat melihatnya seperti ini.

“Kamu tahu bahwa aku berjanji kepada Gneral!!” hardik Ingorn. Tidak peduli apa yang terjadi dan jam berapa ini, dia akan menunggu dan membawa Keaw pulang.


Piangporn lalu menjelaskan kondisi Keaw yang Chai Pat beritahukan padanya, yaitu Keaw masih belum boleh berjalan terlebih dulu dan perlu menginap semalam disini. Kemudian dengan kata sindiran halus, Piangporn bertanya apa jangan- jangan Ingorn punya kesulitan dalam keuangan, sehingga tidak mau membiarkan Keaew menginap semalam disini.

Nun membawa Ingorn sedikit menjauh, lalu dia mengajak Ingorn untuk pulang saja hari ini. Dia menjelaskan bahwa walaupun mereka membawa Kaew kepada General malam ini, Keaw tidak akan bisa melakukan apapun. Dan mereka tidak perlu takut Keaw bakal melarikan diri, karena para anak buah General ada berjaga- jaga disini.

“Nun. Aku punya ide. Sebelum Baibua tahu, kita harus mengambil semua yang bisa didapat. Sekarang, General pasti menunggu Keaw, jika dia tidak melakukan nya dengan Keaw malam ini, dia akan menyalahkan kita. Aku perlu menenangkannya sebelum dia marah,” jelas Ingorn.

“Mom!! Kamu sudah tua sekarang!” balas Nun salah paham. Mengira Ibunya yang akan menjadi penggati Keaw diatas ranjang General malam ini.

“Nun!! Apa yang kamu pikirkan? Maksudku juara dua nya. Kita harus menemukannya malam ini, dan menawarkan hidup bagus padanya. Ayo, cepat! kita harus mendapatkan nya sebelum Baibua memiliki ide ini juga,” jelas Ingorn dengan suara pelan.

Dan dengan bangga, Nun memuji Ibunya yang sangat pintar sekali.


Setelah mereka berdua pergi, Marathee mendekati para anak buah General dan bertanya- tanya kepada nya.

Marathee masuk ke dalam ruang operasi, dimana Chai Pat sedang menjahit luka Keaw. Disana dengan sinis, Marathee mengatai Keaw yang sedang tertidur karena obat bius. Dan karena tidak mengerti dengan apa yang Marathee katakan, Chai Pat pun mengabaikannnya dan terus fokus menjahit luka Keaw.

Tapi Marathee tidak berhenti bicara, sehingga Chai Pat menanyakan apa Marathee datang ke sini untuk membuat Keaw terbangun dan membuat kekacauan. Lalu karena itu, maka Marathee pun terdiam, tapi hanya sesaat.

“Dia baru saja menang beberapa jam yang lalu, tapi dia sudah bertingkah seperti yang paling penting. Ada banyak pria yang di kirim oleh General Pinit ke sini. Setelah kamu selesai mengobati lukanya, mereka akan membawa dia ke Paradise. Jika dia menjadi selir General Pinit, aku bertanya- tanya, jika dia akan bertindak ketinggian dan berkuasa,” oceh Marathee.

“Kita dokter dan perawat. Semua pasien itu sama,” kata Chai Pat dengan sangat tegas, karena tidak tahan dengan ocehan Marathee lagi.

“Perawat Marathee, kamu tidak ada hubungannya dengan ini,” tambah Yodsawin.

“Keluar. Kamu harusnya ada di lantai satu, bukan disini,” kata Chai Pat dengan tegas.

Setelah Marathee keluar dari ruangan. Chai Pat menasehati semua orang bahwa dalam pekerjaan mereka ini, setiap orang harus mengetahui tentang tugas nya dan tata krama.


Piangporn memanggil Marathee dengan tegas. Dia menasehati Marathee yang adalah seorang perawat, tapi malah memperlakukan pasien dan wali pasien dengan sikap yang aggressive. Mengancam mereka dan berbicara dengan nada tinggi.

“Hal yang kamu lakukan pada Krongkeaw. Aku bisa mengatakan bahwa kamu tidak berpikir tepat,” kata Piangporn.

“Dia yang mengacam ku duluan!!” balas Marathee dengan marah.

“Kita harus nya mencari cara lain yang terbaik untuk menanganinnya,” jelas Piangporn.


Marathee tidak terima di nasihati oleh Piangporn, tapi dengan tegas dan lembut Piangporn terus menjelaskan kepada Marathee bahwa tindakan Marathee itu tidak benar sebagai seorang perawat, apalagi sikap Marathee yang mencampurkan urusan pribadi hingga mengganggu pekerjaan Chai Pat.

“Apa kamu pikir aku ingin melakukan pekerjaan ini?” kata Marathee dengan kesal.

“Jika kamu tidak mau. Mengapa kamu melakukannya? Jika kamu tidak mau menjadi perawat, maka keluarlah dan cari pekerjaan yang lain. Kamu putri bangsawan. Kamu cantik. Kamu bisa  bekerja di perusahaan atau hotel,” balas Piangporn dengan tegas.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Chai Pat melihat anak buah General Pinit yang berjaga di depan pintu kamar rawat Keaw. Dan lalu dia teringat akan perkataan Marathee tadi diruang operasi.

Dia mengikuti kontes kecantikan, karena dia begitu ingin menjadi selir General Pinit? Tanya Chai Pat didalam hatinya. Lalu dia mengingat tentang ekspresi sedih Keaw saat diatas panggung tadi, serta saat Keaw meminta izin untuk menginap semalam.

Kemudian mengapa dia terlihat begitu tidak bahagia? Berhenti! Berhenti! Dia hanya seorang wanita yang menyukai kenyamanan hidup dan dia ingin seseorang mengangkat dia. Mengapa aku berpikir begitu berlebihan? Pikir Chai Pat. Lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Keesokan harinya. Pagi- pagi sekali, Chai Pat berjalan perlahan untuk keluar dari dalam rumah. Dan Chai Lek yang kebetulan melihat itu, dia bertanya mengapa Chai Pat menyelinap pergi seperti itu.


“Chai Lek. Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu baru pulang atau kamu akan pergi keluar?” kata Chai Pat bertanya balik. Dan Chai Lek menyuruh agar Chai Pat diam, jangan sampai Nenek mendengar itu.

Chai Lek menjelaskan bahwa dia baru saja pulang. Dan Chai Pat menjelaskan bahwa dia mau pergi bekerja. Lalu dengan nada menggoda, Chai Lek bertanya, sepagi ini, apa ada operasi? Dan dengan jujur, Chai Pat menjawab tidak, dia mau memeriksa pasien.


“Memeriksa pasien? Miss kecantikan Thailand, kan? Mereka membawanya ke rumah sakitmu,” kata Chai Lek sambil menunjukan berita di majalah.

“Aku tidak ada hubungannya dengan ini. Kami dokter punya jadwal tugas. Aku punya pasien. Aku tidak ada hubungannya dengan ini,” balas Chai Pat menyangkal terus.

“Apa aku mengatakan sesuatu?”

“Aku akan pergi kerja dulu,” kata Chai Pat dengan cepat, karena gugup, lalu pergi.


Dan Chai Lek tertawa. “Hati- hati ya. Jangan terus memikirkan tentang Miss itu,” katanya. Lalu dia memberikan majalah yang baru saja dibacanya itu kepada Chai Pat.

Setelah Chai Pat pergi. Chai Lek tersenyum senang, dan mengatakan kepada Somboon (pelayan) bahwa tampaknya dia dan Chai Pee memenangkan taruhan. Tapi dia tidak mau memberitahu kepada Somboon, taruhan apa itu.


General Pinit dan Baibua bertemu. General Pinit sangat senang mengetahui Keaw bisa sembuh tanpa bekas luka, dan dia yakin bahwa Chai Pat pasti membantunya, karena dia telah memberikan banyak donasi ke sana.

Lalu General Pinit menanyakan tentang orang tua Keaw, karena dia tidak ingin ada masalah ke depannya. Dan Baibua menjelaskan bahwa General Pinit tidak perlu cemas, karena Ingorn telah mengurus semuanya itu, lalu dia juga menjelaskan tentang Ayah Keaw yang sakit.

Kemudian General Pinit pun memberikan upah kepada Baibua. Tapi dia hanya memberikan separuh saja, sisanya akan menyusul, saat dia berhasil tidur dengan Keaw. Dan dengan senang, Baibua menerima itu serta pergi.


Setelah Baibua pergi, juara kedua dari kontes kecantikan semalam datang. Dan dengan mesra, General Pinit memeluk serta bermesraan dengannya.

Madame Sara yang melihat itu dari jauh, dia tampak sangat sedih. Tapi karena tidak bisa melakukan apapun, makanya dia pun hanya diam saja.


Sesampainya dirumah sakit. Chai Pat merasa heran, karena tidak menemukan Keaw di atas tempat tidur rumah sakit. Dan dia melihat ke sekeliling dengan cemas.

3 Comments

Previous Post Next Post