Friday, December 28, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 3 - part 4

1 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 3 - Part 4

Network : Channel 3
Marathee mendorongkan kursi roda Keaw, lalu karena harus mengambil obat, maka dia pamit dan meminta mereka menunggu sebentar. Tapi Ingorn ingin ikut juga, lalu dia menyuruh Nun untuk membawa Keaw ke mobil duluan dan menunggu.


Namun Nun langsung protes tidak mau mendorong kursi roda Keaw. Dan dengan suara pura- pura lembut, Ingorn mengatakan bahwa Keaw adalah anggota keluarga mereka, jadi Nun harus membantunya.

Setelah Ingorn serta Marathee pergi. Keaw mengatakan pada Nun untuk tidak perlu membawa nya ke mobil, karena dia ingin menunggu disini. Dan karena malas mendorong kursi roda, maka Nun setuju, dan lalu dia duduk sedikit jauh dari Keaw.

Kemudian Keaw melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang melihatnya, dan setelah itu dia memberanikan dirinya dan menggerakan kursi roda nya ke arah tangga kecil yang berada disana. Sekali lagi, Keaw sengaja menjatuhkan dirinya dan melukai dirinya sendiri.

Chai Pat yang berada di lantai dua bangunan sebelah, sedari awal ketika Marathee mendorong kan kursi roda Keaw. Dia telah memperhatikan semua nya. Dan ketika dia melihat Keaw yang dengan sengaja menjatuhkan diri sendiri, dia sangat terkejut sekali.

Didesa. Saat Ayah Keaw (Kiti) datang menemui nya, Guru Boot mengucapkan selamat karena putri Kiti berhasil memenangkan kontes. Dan Kiti menanyakan apa Guru Boot sudah ada membaca artikel mengenai Keaw yang jatuh di atas panggung, dia merasa sangat khawatir sekali dan ingin menemui Keaw.

“Bagaimana kamu bisa kesana? Kamu sedang sakit sekarang,” kata Guru Boot.

“Tapi aku benar- benar khawatir sekali tentang anak ku, Guru. Ini artikelnya,” jelas Kiti sambil memberikan koran yang dibacanya.

Melihat isi koran itu, Guru Boot menyuruh Kiti tidak perlu khawatir, karena tertulis disana bahwa Keaw telah di obati oleh Dokter. Jadi pastinya Keaw baik- baik saja sekarang, dan jika pekerjaan Keaw telah selesai disana, Keaw pasti akan pulang dan membawa Kiti berobat.

Mendengar itu, Kiti hanya diam saja. Walaupun dia masih merasa sangat khawatir.


Saat masuk ke ruangan operasi, Chai Pat langsung memarahi Keaw yang telah sengaja melukai dirinya sendiri. Sehingga dia harus ke sini untuk menjahit ulang luka Keaw, padahal dia ada jadwal operasi lain jam 9, dan sekarang sudah jam 8.30.

Mengetahui hal itu, Keaw merasa sangat bersalah dan meminta maaf. Lalu Chai Pat menanyakan ada masalah apa sebenarnya Keaw, sehingga Keaw terus mencari cara agar tidak perlu ke luar dari rumah sakit. Dan Keaw diam, karena dia ragu untuk bercerita.

Dirumah keluarga Chai Pat. Nenek Aeit dan Nenek Oon beserta para pelayan, mereka sibuk membuat bunga untuk di jual saat festival yang diminta tolong oleh Chai Pat. Dan disaat itu, Marathee menghubungin mereka.


Marathee menggunakan telpon rumah sakit unruk menghubungin Nenek Aeit. Dia mengadukan mengenai Keaw yang bepura- pura menjadi pasien dan bertindak seperti sakit untuk menggoda Chai Pat. Dan mengetahui itu, Nenek Aeit mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan hal itu, dan dia meminta agar Marathee menunggu nya.

Dan mendengar itu, Marathee tersenyum senang.


Diruang operasi. Chai Pat memperingatkan Keaw bahwa ini adalah terakhir kalinya dia akan menjahit luka Keaw. Dan lalu dia menyuntikan sesuatu pada Keaw, dan karena saking sakitnya, maka Keaw pun meringis.

Chai Pat langsung menasehati Keaw, seandainya Keaw tidak melakukan itu, maka Keaw tidak akan merasa kesakitan dan bisa bersantai dengan nyaman di rumah. Dan mendengar itu, Keaw menjadi bersemangat, dia menanyakan apa ini berarti dia bisa menginap di rumah sakit lagi.

“Apa ini yang kamu inginkan?” tanya Chai Pat, dan Keaw mengangguk.

“Aku tahu, aku membuat kamu dan rumah kesulitan. Tapi aku benar- benar punya masalah,” jelas Keaw. Dan sekali lagi, Chai Pat menanyakan apa masalah Keaw. Lalu tepat di saat itu, seorang perawat masuk, jadi Keaw kembali ragu untuk bercerita.


Setelah Chai Pat menyuruh si Perawat keluar, karena dia bisa mengurus ini sendirian. Dia menyuruh Keaw untuk menceritakan kepadanya, apa masalah Keaw. Tapi karena masih merasa sangat takut, maka Keaw diam.

Karena Keaw masih tidak mau bercerita kepadanya, maka Chai Pat pun tidak memaksa. Tapi dengan sedikit menakuti, Chai Pat mengatakan bila Keaw terus menyakiti diri sendiri, maka mungkin bisa saja suatu hari kaki Keaw terpaksa harus di amputasi. Dan Keaw menjadi takut.


“Baiklah. Sejak kamu melakukannya sampai sejauh ini. Aku akan mengizinkan kamu untuk menginap disini. Tapi besok, tidak peduli apa yang terjadi, kamu harus keluar,” jelas Chai Pat.

“Aku benar- benar berterima kasih padamu. Kamu tidak tahu bahwa kamu telah membuat pahala yang besar. Aku tidak akan pernah melupakannya,” balas Keaw dengan lega.


Ingorn mengoceh kepada Chai Pat, dia tidak terima kalau Keaw harus menginap lagi disini. Dan dengan tegas, Chai Pat mengatakan bahwa ini memang harus dilakukan, karena Keaw baru saja terjatuh dari kursi roda, sehingga lukanya terbuka lagi. Jadi jika mereka tidak membiarkan Keaw untuk menginap disini, maka luka Keaw bakal semakin parah.

Ingorn lalu memarahi Nun dengan pelan karena tidak menjaga Keaw baik- baik. Kemudian Ingorn menjelaskan kepada Chai Pat bahwa dia memiliki alasan yang sangat penting untuk membawa Keaw pulang hari ini.


“Apa? Kemana kamu akan membawa nya?” tanya Chai Pat.

“Tidak ada. Kami mau membawa Keaw pulang untuk bisa mengawasi kondisi nya,” jelas Ingorn.

“Mengawasi kondisinya? Dia bisa mengawasi kondisinya dirumah sakit. Ini bukan masalah besar untuk membiarkan dia menginap disini. Dia punya seseorang yang akan menjaga nya disini, benar kan? Setelah perbannya dibuka besok, mari diskusikan lagi nanti,” balas Chai Pat.
Ingorn merasa panik dan membuat alasan seolah- olah dia sangat khawatir kepada Keaw, jadi dia ingin merawat Keaw sendiri, dan dia meminta agar Chai Pat memberikan saja anti biotik padanya nanti.


Chai Pat lalu menjelakan, dengan sedikit menakut- nakuti Ingorn. Dia mengatakan bahwa bisa saja luka Keaw nantinya infeksi dan menyebabkan Keaw terkena penyakit lalu mati, jadi sebagai Dokter yang bertanggung jawab, dia yang akan mengurus Keaw.

Setelah Chai Pat pergi. Ingorn langsung memukuli Nun dengan pelan dan memarahi nya, karena Nun telah membuat hal menjadi sulit.


Dirumah. General sangat marah sekali, saat mendengar bahwa Keaw terluka lagi. Dan dengan takut- takut, Ingorn menjelaskan bahwa Keaw terluka di tempat yang sama, dan itu dikarena kan sebuah insiden kecil di rumah sakit.

“Tapi ini bukan salah siapapun. Aku pikir ini karena perawat nya kurang bagus. Ini tidak seperti luka yang serius. Jika kamu tidak percaya, maka tanyakan saja anak buah mu. Keaw masih sama seperti sebelumnya,” jelas Ingorn.


General marah dan bertanya siapa perawat itu, dan Ingorn meminta General Pinit untuk tenang, karena jika orang mendengar bahwa General Pinit menghukum seorang perawat demi Miss kontes kecantikan Thailand, maka itu akan tidak baik.

Dan dengan frustrasi, General Pinit menjadi stress. Lalu dia mengatakan bahwa apapun yang terjadi, perawat itu harus di hukum.

Jam 1. Marathee yang telah selesai bertugas, dia mengenakan pakaian cantik dan datang menemui Chai Pat yang baru saja selesai melakukan operasi. Dia mengajak Chai Pat untuk makan siang bersama.


Awalnya Chai Pat menolak, tapi karena Nenek Aeit datang dan mengajaknya, maka Chai Pat tidak bisa menolak dan setuju. Namun dengan alasan ada yang harus dilakukan lagi jam 2 nanti, maka dia tidak bisa pergi makan siang terlalu jauh.

Lalu Nenek Aeit pun setuju untuk makan siang di kantin rumah sakit, daripada Chai Pat tidak ikut makan siang sama mereka. Dan dengan terpaksa Marathee tersenyum serta mengikuti mereka.


Dikantin rumah sakit. Dengan sikap perhatian, Marathee mengambilkan sayur untuk Nenek Aeit serta Chai Pat. Dan melihat itu, Nenek Aiet memuji sikap Marathee yang begitu perhatian. Lalu Marathee memuji- muji Nenek Aeit juga, sehingga Nenek Aeit semakin senang dengan Marathee.

Disaat Chai Pat hanya diam saja, dengan alasan dia sedang fokus makan. Maka Nenek Aeit meminta pelayannya untuk mengambilkan sebuah amplop pink di dalam tasnya. Lalu dia mengatakan kepada Chai Pat bahwa dia telah membeli 2 tiket nonton untuk besok siang, jadi Chai Pat dan Marathee harus pergi berdua.


Saat melihat tiket film apa itu, Marathee dengan sikap pura- puranya, dia mengatakan bahwa dia memang ingin sekali menonton film itu, tapi tidak bisa karena kakak nya takut menonton film horror. Lalu dia meminta Chai Pat untuk yang memegang tiket itu, dengan alasan dia takut menghilangkan nanti. Dan dengan terpaksa, Chai Pat menyimpan kan tiket itu.

1 comment: