Wednesday, December 19, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 1 - Part 4

0 comments



Khun Chai Puttipat (2013) Episode 1 - Part 4

Network : Channel 3


Di dalam kantor Guru. Ingorn menolak saran dari Guru Boot, karena menurutnya Keaw itu gadis yang kotor dan kampungan, jadi Keaw tidak cocok untuk mengikuti kontes kecantikan.

“Dia sangat cantik ketika dia mengenakan sesuatu yang cantik,” jelas Guru Boot, tapi Ingorn tetap tidak percaya dan dengan kasar mengatai Keaw. Lalu untuk membuktikan perkataannya, maka Guru Boot pun meminta Ingorn menunggu, dan Keaw mengikutinya keluar sebentar.



Di rumah sakit. Chai Pat dan Yodsawin saling mengobrol mengenai operasi hari ini. Kemudian dengan ramah, Yodsawin menawarkan diri untuk membantu Chai Pat dalam mengurus pernikahan. Dan dengan heran Chai Pat pun bertanya tidak mengerti tentang pernikahan siapa yang Yodsawin maksud.

“Eh… Khun Chai. Setiap orang dirumah sakit sudah tahu. Jangan bersikap seperti kamu tidak tahu apapun,” kata Yodsawin, mengira Chai Pat berpura- pura.

“Tunggu. Aku akan menikah? Segera? Dengan?” tanya Chai Pat tidak mengerti.


Sebelum Yodsawin sempat menjawab, Marathee beserta rekan suster nya datang. Dengan sikap akrab, Marathee memanggil Chai Pat dan memberitahu kan bahwa Nenek Aiet menyampaikan agar Chai Pat pulang ke rumah, karena Nenek Aiet memiliki sesuatu yang mau dikonsul kan.

“Suster M.L. Marathee begitu manis. Kamu menjaga Dokter Khun Chai dengan baik,” komentar rekan suster 1 marathee.

“Aku tahu. Jika tidak ada seorang pun yang memaksa nya pulang, Dokter Khun Chai mungkin akan tinggal semalam di rumah sakit. Sejak setiap orang bisa menghubunginnya kapan pun. Untungnya ada suster Marathee, hanya dia yang bisa membuat Dokter Khun Chai mendengarkanmu,” tambah rekan suster 2 Marathee.

Mendengar pujian kedua rekannya, Marathee tampak senang, namun dia merendah dan membalas bahwa itu tidak benar. “P’Chai tidak pernah mendengarkan ku,” kata Marathee dengan menyebut nama Chai Pat tidak menggunakan gelar dokter, seolah mereka berdua akrab. Dan Yodsawin tersenyum mendengar itu.

“Khun Chai. Nikmatilah waktu mu. Sejak kamu free hari ini, pulang lah dan beristirahat lah,” kata Yodsawin, pamit.



Namun sebelum Yodsawin pergi, dengan segera Chai Pat memegang lengan nya dan menahannya. Dengan sedikit mendesak, Chai Pat mengatakan bahwa dia tidak free, karena kan ada rapat mengenai pembangunan yayasan yang harus dibahas. Dan dengan raut kebingungan, Yodsawin menatap Chai Pat, karena setahunya tidak ada rapat, tapi karena Chai Pat terus mendesak, maka Yodsawin pun jadi mengerti dan mengiyakan.

Kemudian Chai Pat pun pamit untuk pergi duluan kepada Marathee. Dan dengan segera Yodsawin mengikutinya.



Setelah berjalan agak jauh, Yodsawin menanyakan dengan heran, kenapa Chai Pat tidak mau pulang. Dan Chai Pat langsung menjelaskan bahwa dia tidak akan menikah dengan Marathee, dia bahkan tidak pernah memikirkan tentang itu.

“Tapi Marathee adalah tunangan mu dari kamu kecil kan,” kata Yodsawin.

“Itu tidak benar. Aku tidak pernah punya tunangan. Tolong bantu aku membenarkan gosip ini,” balas Chai Pat dengan tegas.


Sambil tersenyum, Guru Boot memanggil Ingorn yang sedang memandang keluar jendela. Dan ketika Ingorn berbalik, lalu melihat betapa cantik nya Keaw, dia menjadi takjub dan kagum.

“Tolong ikutilah Kontes kencatikan Miss Thailand sebagai perwakilan dari provinsi Ayutthaya dan dibawah nama salon kecantikan Ingorn,” kata Ingorn sambil memengang tangan Keaw.

“Tidak. Tidak mungkin,” balas Keaw menolak dan menarik tangannya.


Diruang tamu. Keempat saudara Chai Pat, membahas tentang tipe wanita kesukaan Chai Pat. Dan Chai Pee tiba- tiba teringat bahwa sebentar lagi akan diadakan kontes kecantikan, dan dia mengajak mereka semua untuk bertaruh.

“Aku akan pastikan untuk membawa P’Chai Pat melihat kontes kecantikan itu. Mari lihat. Jika paha wanita terbuka di depan P’Chai Pat, petapa kita itu apa hanya akan duduk dan melihat atau tidak,” jelas Chai Pee.


“Kamu bilang kamu akan membawa Chai Pat melihat kontes kecanitkan. Aku bertaruh dia tidak akan kesana. Lupakan tentang duduk dan melihat. Chai Pat bukan jenis orang yang suka menyukai kontes ini,” balas Chai Yai.


“Bahkan jika Chai Pat melihat paha terbuka para wanita di depannya, dia tidak bisa memikirkan apapun, kecuali kaki manusia. Kaki manusia memiiki kerangka, saraf, kulit, dan otok. Apa dia sakit atau tidak? bagaimana mengobatinya?” kata Chai Ruj.


“Tidak mungkin. P’Chai adalah manusia juga. Dia pria seperti kita. Tidak ada yang tahan dengan paha wanita,” kata Chai Lek. Dan Chai Pee setuju.

Jadi hasil akhirnya adalah. Chai Lek dan Chai Pee yakin bahwa Chai Pat akan mau pergi dan tergoda. Sementara Chai Yai dan Chai Ruj yakin bahwa Chai Pat tidak akan mau pergi dan tidak akan tergoda. Pemenang nya bakal mendapatkan makanan gratis di Pantai Bangsean. Dan semua nya setuju.


Marathee mengadu kepada Ayahnya, karena akhir- akhir ini Chai Pat bersikap dingin kepadanya. Dan dengan emosi, Taewapan membalas kenapa Marathee memiliki banyak sekali masalah.


“P’Chai Pat bukan hanya dingin kepada P’Marathee, tapi dia juga dingin kepada semua wanita di dunia. Dia tidak suka wanita,” jelas Rampa kepada mereka berdua. Menurut Rampa jika Marathee ingin mendekati Chai Pat, maka Marathee harus berhenti bergaya menyolok, dan mengejar- ngejar seperti ini.

Tapi Taewapan tidak setuju dengan Rampa, menurutnya Chai Pat adalah dokter dan Marathee adalah suster, jadi mereka berdua sudah sangat cocok bersama, bahkan takdir sudah menentukan begitu, jadi tidak akan ada yang bisa mengubah takdir ini.


“Ayah. Aku pasti akan menikah dengan P’Chai Pat. Aku akan punya cukup uang untuk membeli segala yang ku inginkan. Aku akan memberi Ayah uang. Aku akan menggunakan uangnya untuk memperbaiki tempat kita. Lebih penting, aku bisa mendapatkan semua barang yang aku ingin kan dari Yokfah department store (Milik kakek Chai Pat dan Chai Lek),” jelas Marathee, mulai berangan- angan tentang barang mewah apa yang ingin di belinya.


“Kamu harus meminta Chai Pat membuka klinik. Lihat Katesara, dia pemilik toko desserts. Apa kamu tahu betapa sulit nya dia sebelum dia bisa menghasilkan uang? Jika kamu membuka klinik, hanya perlu menyuntik atau mengobati pasien deman, dan menjual obat penawar sakit. Kamu akan mendapat kan banyak pendapatan,” jelas Taewapan, ikut berangan- angan terlalu tinggi.


Mendengar semua angan- angan ketinggian keluarganya, Rampa langsung menjelaskan bahwa Chai Pat telah mengetahui rencana mereka, sehingga dia tidak mau menikah dengan Marathee. Dan Chai Pat itu terlalu mendedikasikan diri untuk para pasien, jadi jika pasien tidak punya cukup uang, pasti Chai Pat yang akan membayar untuk mereka.



“Jadi, aku perlu mengubah karakter ku. Aku akan melakukan pekerjaan baik. Aku mesti bernampilan rapi, sederhana, dan berpura- pura baik di depan P’Chai Pat. Hari aku menikah dengannya dan mendapatkan surat pernikahan. Hari itu aku akan melakukan segala yang ku inginkan,” jelas Marathee sambil tersenyum jahat. Dan Taewapan juga sama.


Malam hari. Di rumah. Chai Pat bermain piano. Dan melihat itu, Nenek Aiet berpikiran bahwa Chai Pat pasti merasa kesepian, karena dia belum memiliki pasangan, dan hanya sibuk bekerja saja.



Lalu Nenek Oon menyarankan agar Nenek Aiet segera melamar kan Marathee untuk Chai Pat, karena jika mereka terus menunggu, takutnya Chai Pat akan menikah dengan wanita kelas rendahan yang vulgar. Dan Nenek Aiet pun berpikir.



Pagi sampai siang hari, diitaman, Keaw berjualan bunga jasmine garland. Malam hari, dirumah, Keaw membuat bunga jasmine garland dengan menggunakan cahaya bulan sebagai penerang, sehingga kadang Keaw bisa tidak sengaja melukai tangannya nya sendiri.


Di hari selanjutnya. Keaw bekerja membersihkan rumah orang, menyetrika, mencuci baju, dan berbagai pekerjaan rumah. Dan setelah semua selesai, dia akan mendapatkan bayaran.




Kemudian setelah selesai bekerja. Keaw duduk didepan rumah dan menceleng semua uang yang didapatkan nya hari itu. Keaw juga tidak lupa untuk mengucap syukur.

No comments:

Post a Comment