Saturday, December 29, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 4 - part 2

0 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 4 - Part 2

Network : Channel 3


Keaw sama sekali tidak bisa mengelak lagi, dan dia menjadi panik harus melakukan apa. Apalagi ketika General Pinit berjalan perlahan untuk mendekatinya. Lalu sebelum General Pinit sempat memeluk nya, dengan sengaja Keaw langsung berteriak ke sakitan sambil memegang perutnya. Dan General Pinit pun menjadi cemas.

Melihat itu, Nun langsung mengatai Keaw dan menyuruh Keaw untuk berhenti berakting. Tapi Keaw tidak mau, dia mengatakan bahwa dia berlari ke sini karena perutnya sangat sakit sekali.


Nun menjadi emosi dan ingin menghampiri Keaw, tapi Ingorn menahan tangan Nun agar tidak melakukan kekerasan, karena sedang ada General Pinit. Dan General Pinit yang percaya kepada akting Keaw, dia memanggil perawat dan menyuruh mereka untuk merawat Keaw.

“Keaw! Tahan ya,” kata General Pinit dengan lembut.


Diluar ruang bioskop. Chai Pat berjalan mondar- mandir dengan gelisah, dan melihat itu seorang penjaga bioskop mendekatinya. Si Penjaga mengira bahwa Chai Pat ingin ke toilet, tapi tidak tahu dimana, jadi dia menunjukan arahnya.

“Aku tidak mau,” kata Chai Pat dengan sedikit keras. Lalu berjalan ke arah pintu keluar.



Dirumah sakit. General Pinit ingin menyentuh Keaw yang terus meringis kesakitan, dan dengan ketakutan Keaw langsung berteriak agar General Pinit jangan menyentuhnya. Dan karena itu, maka General Pinit pun tidak jadi menyentuh Keaw.



Lalu tepat disaat itu, Yodsawin dan Piangporn datang. Dengan sopan, Yodsawin meminta agar General Pinit serta semua nya bisa keluar dari ruangan. Tapi dengan marah General Pinit berteriak bahwa dia tidak mau keluar, dan dia menanyakan dimana Chai Pat.

“Saya bisa menyembuhkan dia, pak,” kata Yodsawin.

“Keaw butuh dokter yang terbaik di rumah sakit ini!! Hanya Dokter Khun Chai Puttipat!! Dalam sejam, jika Dokter Khun Chai tidak muncul, kalian akan dipublikasi kan!” teriak General Pinit, mengancam mereka.



Keaw langsung pura- pura meringis kesakitan lagi. Dan dengan cemas, General Pinit ingin menyentuhnya. Tapi Keaw langsung mengelak. Sementara Yodsawin dan Piangporn menjadi kebingungan harus melakukan apa.


Yodsawin dan Piangporn berdiskusi harus melakukan apa. Chai Pat sedang pergi menonton. Direktur sedang ada rapat, jadi tidak mungkin dia bisa datang ke sini. Lalu Yodsawin memutuskan agar mereka menghubungin Prof. Suchat, dokter senior di rumah sakit ini.



Tapi sebelum Piangporn akan pergi untuk memanggil Prof. Suchat. Chai Pat menelpon. Dan mengetahui itu, Yodsawin langsung menjelaskan semuanya kepada Chai Pat. Lalu saat Yodsawin menyebutkan nama Keaw, tiba- tiba saja Chai Pat mematikan telpon nya. Dan Yodsawin pun menjadi kebingungan.



Ingorn memarahi Krit yang telah berbuat bodoh. Dan Krit membela diri, dia mengatakan bahwa dia hanya ingin membantu Ingorn membawa Keaw pulang, tapi Keaw malah melarikan diri dan berpura- pura sakit.

Dengan kesal, Nun pun ingin langsung balik ke kamar Keaw untuk memarahinya. Tapi Ingorn langsung menyuruhnya untuk tidak bertindak bodoh. Dan mereka bertiga pun mulai berpikir harus bagaimana.



Chai Pat datang. Dan General Pinit langsung menyingkir sedikit untuk membiarkan Chai Pat memeriksa Keaw. Namun sebelum Chai Pat akan memeriksa Keaw, tepat disaat itu, Ingorn beserta dengan kedua anaknya masuk ke dalam kamar.



Dan raut wajah Keaw langsung berubah menjadi seperti panik serta ketakutan, menyadari hal itu, dengan tegas Chai Pat pun menyuruh mereka semua untuk menunggu diluar.

“Orang yang tidak ada hubunganya, keluar!! Keluar!! Keluar!! Dokter perlu memeriksa Keaw,” kata General Pinit dengan nada keras kepada Ingorn serta kedua anak Ingorn.

Setelah mereka bertiga keluar. Dengan tegas Chai Pat menyuruh General Pinit untuk keluar juga. Dan dengan terpaksa, maka General Pinit pun keluar. Kemudian Piangporn ikut keluar dan menutup pintu.



“Berhenti bertingkah kekanakan! Beritahu aku mana yang sakit,” kata Chai Pat dengan tegas, karena Keaw terus meringis serta mengeluh kesakitan. Dan Keaw terdiam.


Dibioskop. Marathee merasa sangat marah, ketika dia mengetahui bahwa Chai Pat meninggalkannya. Dan malah menyuruh Somboon untuk mengantar nya pulang.



Saat Keaw menolak untuk diperiksa, dan malah meminta izin untuk di biarkan menginap satu hari lagi saja di rumah sakit. Dengan tegas, Chai Pat mengatakan bahwa jika Keaw tidak membiarkan nya untuk memeriksa, maka dia tidak tahu apa harus membiarkan Keaw menginap disini atau memperbolehkan Keaw keluar.

Tepat disaat itu, Piangporn datang membawakan alat pemeriksaan. Dia membujuk Keaw untuk mau diperiksa. Tapi Keaw langsung mengelak, tidak mau di sentuh.



“Jika kamu mengizinkan ku untuk tinggal disini malam ini saja, maka besok pagi aku pasti sudah akan baikan. Dan tolong beritahukan kepada General serta Khun Ingorn untuk pulang duluan,” kata Keaw dengan cepat.

“Penyakit jenis apa ini? Kamu terus saja sakit,” kata Chai Pat.

Dengan kebingungan, Keaw berpikir sejenak, lalu dia berbohong dengan alasan yang tidak masuk akal sama sekali. Dan mendengar itu, Chai Pat dan Piangporn tersenyum kecil, karena mereka tahu bahwa Keaw telah berbohong.


Kemudian Chai Pat menyuruh agar Piangporn keluar dan menemui wali Keaw untuk memberitahukan bahwa dia akan keluar sebentar lagi.

Setelah Piangporn keluar dari dalam kamar dan menutup pintu. Chai Pat langsung meminta Keaw untuk menceritakan segala yang terjadi secara jujur. Namun karena masih ragu, maka Keaw pun terus berakting kesakitan dan berbohong. Dia berbohong bahwa dia sakit Hernia. (Hernia adalah jenis penyakit yang biasa di alami pria).

Chai Pat yang telah mengetahui bahwa Keaw berbohong, dia menasehati bahwa Keaw tidak bisa terus menggunakan alasan sakit untuk bisa tinggal di rumah sakit. “Jujurlah. Ada masalah apa? Mengapa kamu tidak mau memberitahu ku?”

“Aku tidak punya masalah,” kata Keaw, masih tidak berani untuk bercerita.

“Apa kamu yakin?” tanya Chai Pat dengan tegas sambil menatap mata Keaw secara dekat.

“Ya.”

“Berbaringlah. Buka bajumu dan biarkan aku melihat perutmu. Aku perlu memeriksa mu,” kata Chai Pat sambil mau membuka baju Keaw. Dan dengan cepat Keaw langsung mengelak.


Lalu Chai Pat menjelaskan bahwa dia mau memeriksa Keaw, karena penyakit hernia terjadi di daerah sekitar perut, maka Keaw harus membuka baju. Dan dengan ketakutan, Keaw langsung mengatakan bahwa dia sudah baik- baik saja sekarang.

“Mengapa kamu menjadi seperti ini? Barusan bilang. Mengapa kamu tidak mengizinkan ku untuk memeriksa mu?” tanya Chai Pat seperti mengancam Keaw.

“Aku mohon padamu, Khun Chai. Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu,” pinta Keaw sambil melipat tangannya.


“Khun Keaw. Kamu merepotkan ku dan setiap orang disini. Ini terlalu berlebihan! Disini rumah sakit, bukan hotel! Kamu tidak bisa tinggal disini sesukamu. Kamu pilih, pulang ke rumah atau jujur,” kata Chai Pat dengan tegas, menunggu jawaban Keaw. Dan Keaw diam, kebingungan.

Chai Pat terus berusaha untuk menyakinkan Keaw agar jujur, tapi Keaw masih saja ragu. Dan karena itu, Chai Pat pun mengancam Keaw, dia mengatakan bahwa jika Keaw tidak mau bercerita dengan jujur, maka sekarang dia akan memberitahu General Pinit dan Ingorn bahwa Keaw berpura- pura sakit.


Mendengar itu, Keaw langsung memegang tangan Chai Pat dan menahannya. Dia memohon agar Chai Pat jangan melakukan itu.

“Jika kamu tidak mempercayai ku, tidak menganggap ku sebagai teman, tidak mau jujur. Aku punya alasan untuk tidak menolong mu,” kata Chai Pat dengan tegas.

“Aku minta maaf,” kata Keaw sambil meneteskan air mata.


“Air matamu. Mungkin bekerja dengan yang lain, tapi tidak padaku. Hal yang ku ingin kan adalah kebenaran. Simpan saja air mata mu itu untuk General Pinit,” balas Chai Pat dengan sikap seolah cuek.

Mendengar nama General Pinit disebut, Keaw langsung memandangin Chai Pat. Dan Chai Pat lalu menjelaskan bahwa dia tahu, General Pinit mengirimkan pengawal dan membayar rumah sakit Keaw, itu pasti ada maksudnya, dan itulah mengapa Keaw berpura- pura sakit dan tidak mau pulang, karena Keaw ingin menaikan harga menjadi lebih tinggi.


“Jika kamu berpikir bahwa aku jenis orang seperti itu, kemudian kirim kan lah aku kepada General,” kata Keaw dengan sedih. Dan Chai Pat terdiam.

Dirumah. Marathee memukul- mukul tempat tidur menggunakan jas Chai Pat, dan Rampa pun menghentikannya, karena itu adalah jas mahal. Lalu Marathee pun berhenti memukul dan mulai mengomel.

Marathee merasa telah dipermalukan oleh Chai Pat, karena Chai Pat telah meninggalkannya sendirian. Dia bertanya apa yang akan wartawan pikirkan ketika melihat itu. Dan Rampa meminta Marathee untuk tetap tenang.


“Dulu kita bermain dengan Khun Chais di rumah. Kemudian mereka membuat kita marah dan kita memberitahu Nenek. Lalu apa yang terjadi?” tanya Rampa.

Sambil tersenyum jahat Marathee menjawab,”Mereka di hukum.”

“Setelah itu?”

“Mereka tidak mau bermain dengan kita lagi.”

“Itu benar. Apa kamu mengerti sekarang? Jika Nenek memaksa P’Chai Pat, menurut mu apa yang akan terjadi?” tanya Rampa lagi.

“Dia mungkin berpikir aku pengadu dan mengganggu, jadi dia menjauh dari ku!!”


Rampa menjelaskan bahwa itu benar, jika Marathee tidak mengadu dan membiarkan Chai Pat, maka ketika Nenek tahu, dia akan berpikir bahwa Marathee begitu pengertian, karena mengerti akan situasi dan tanggung jawab Chai Pat. Lalu Nenek akan semakin mendukung Marathee.

“Benarkah?” tanya Marathee dengan senang.

Chai Pat memberikan sapu tangannya, namun Keaw tidak mengambilnya. Kemudian Chai Pat pun mengatakan bahwa Keaw menjadi seperti ini adalah karena Keaw takut menjadi selir General. Dan Keaw membenar kan hal itu, sambil menangis, dia menceritakan segalanya.


Keaw menceritakan bahwa awalnya dia mengikuti kontes ini adalah karena dia ingin mendapatkan uang untuk pengobatan Ayahnya. Tapi tidak disangka, mereka malah mau menjualnya. Lalu sambil melipat tangannya, Keaw memohon agar Chai Pat mau menolongnya.

Dengan lembut, Chai Pat memegang tangan Keaw. “Jika kamu tidak mau kembali bersama dengan orang- orang itu, maka aku akan coba membantu mu untuk melarikan diri malam ini.”


“Benarkah? Kamu pria yang baik. Khun Chai, dari sekarang, jika kamu butuh sesuatu, hubungin saja aku kapan pun!!” kata Keaw dengan senang. Dia lalu memegang tangan Chai Pat dan menaruhnya di pipinya. Dan Chai Pat tersenyum senang.



Dikantor. Chai Pat membuat alasan bahwa malam ini Keaw harus di operasi. Dan mengetahui hal itu, dengan terkejut Ingorn bertanya mengapa Keaw harus di operasi. Sementara General Pinit menanyakan bagian mana Keaw akan di operasi. Lalu Yodsawin pun menunjukan area di sekitar perut.

“Area itu tertutup pakaian. Tidak seorang pun yang bisa melihat nya,” jelas Chai Pat.

“Mengapa aku tidak bisa melihatnya?” teriak General Pinit dengan keras. Lalu saat sadar mereka melihatnya dengan tatapan heran, dia berusaha  mencari alasan.

“Maksud nya Miss kontes kecantikan Thailand harus memiliki tubuh yang sempurna tanpa bekas,” kata Ingorn membantu General Pinit membuat alasan.


Ingorn menenangkan bahwa General Pinit untuk tidak perlu takut ada bekas jahitan nantinya, karena Chai Pat adalah dokter terbaik. Dan Chai Pat pun membalas bahwa dia akan melakukan yang terbaik agar tidak meninggalkan bekas panjang, paling garis- garis saja.

Mendengar itu, General Pinit serta Ingorn sama- sama jadi terkejut. Sementara Chai Pat dan Yodsawin, mereka menahan senyum.

No comments:

Post a Comment