Wednesday, December 26, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 3 - part 1

0 comments


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 3 - Part 1

Network : Channel 3
Dengan sengaja. Keaw menjatuhkan dirinya sendiri dari atas tangga, sehingga paha atas nya yang terbuka itu terluka dan berdarah sangat banyak. Melihat hal tersebut, semua wartawan langsung mendekat untuk memotret.

Begitu juga dengan General Pinit dan beberapa orang lainnya, mereka langsung naik ke atas panggung untuk membantu Keaw.



Keaw terus menatap ke arah Chai Pat, dia memberikan tatapan meminta bantuan, karena mungkin menurutnya, Chai Pat bisa menolongnya. Tapi Chai Pat hanya diam saja melihat itu, walau sebenar nya dia juga tampak sangat terkejut saat melihat Keaw terjatuh.

“Dokter!! Dimana Dokter? Dokter!!” teriak General Pinit dengan keras.


Tapi tidak ada satupun di antara penonton yang merupakan seorang dokter, jadi mereka hanya diam saja. Kecuali Chai Pat. Chai Pee meyuruh Chai Pat untuk segera menolong Keaw, karena Chai Pat adalah seorang Dokter. Tapi Chai Pat hanya diam saja juga, lalu dia pergi.

“Tenang ya! Jangan terluka! Tunggu saja Dokter dulu ya,” kata General Pinit dengan lembut kepada Keaw yang memang telah terluka. Lalu sekali lagi, General Pinit berteriak memanggil Dokter! Dokter!



Chai Pee menyusul Chai Pat yang main pergi begitu saja, dia menanyakan kenapa Chai Pat tidak menolong Keaw. Dan Chai Pat membalas bahwa mereka sudah punya tim paramedis pastinya, jadi mengapa tidak harus membantu.

“Jika berlanjut seperti ini, itu berarti segalanya akan berakhir malam ini,” kata Chai Pee.

“Apa maksudmu? Sejak lukanya tidak dalam seperti itu, mereka cuma perlu membawa nya ke rumah sakit,” balas Chai Pat.
Chai Pee menyarankan untuk membawa Kaew ke rumah sakit dimana Chai Pat bekerja, karena itu tidak jauh dari sini. Tapi Chai Pat langsung memotong perkataan Chai Pee, dan dia menegaskan bahwa dia tidak tertarik dengan Keaw.



“Tapi dia membuat kontak mata denganmu. Aku melihat dia hanya menatap pada mu. Mungkin… ini adalah takdir,” jelas Chai Pee.

“Berhenti berbicara omong kosong! Tidak ada cinta yang romantis di dalam kenyataan. Mungkin dia mencoba untuk membuat kita bertarung dengan General Pinit,” balas Chai Pat.

Dengan serius, Chai Pee bertanya sekali lagi, apa benar Chai Pat tidak tertarik kepada Krongkeaw. Dan Chai Pat tidak bisa menjawab sama sekali, dia lalu mengguna kan alasan bahwa dia harus kembali ke rumah sakit dan pergi.


Dirumah sakit. Didalam kamar rawat. Para perawat ingin mengobati luka di paha Keaw, tapi Keaw menolak siapapun untuk menyentuh nya dan pergi. Lalu para perawat dan Keaw saling melawan satu sama lain.

Marathee lalu datang. Dia mengatakan dengan tegas kepada Keaw bahwa luka Keaw harus segera dibersihkan dan diobati, karena jika dibiarkan terlalu lama, maka itu akan menjadi infeksi sehingga harus di amputasi.



Mendengar itu, Keaw merasa terkejut, tapi dia tetap tidak berhenti melawan dan menolak untuk diobati. Lalu Marathee pun ikut membantu para perawat untuk menahan Keaw, namun dengan lebih kuat, Keaw berhasil mendorong mereka semua menjauh dari nya.

Dan dengan kesal, Marathee menatap Keaw yang telah berani mendorongnya.



Diluar kamar. Ingorn menjelaskan bahwa Keaw memang bertingkah aneh, seperti dugaannya. Dan Baibua bertanya dengan tidak mengerti, maksud Ingorn. Lalu Ingorn pun menjelaskan tentang kejadian Keaw tidak sengaja terjatuh tadi, dia bertanya- tanya bagaimana bisa Keaw terjatuh begitu saja saat akan turun.

“Inilah gadis kampungan, mom. Dia baru saja tahu bagaimana cara nya memakai sepatu high- heel. Gadis ceroboh!!” kata Nun.



General Pinit serta Madame Sara datang, dan melihat mereka, Baibua, Ingorn, serta Nun segera mendekati mereka. Dibelakang para wartawan, dengan suara pelan, Baibua bertanya tentang apa General belum berubah pikiran kan.

“Semuanya. Tolong beritahu dokter gadis itu bahwa Mantan Miss kecantikan Thailand, dia menyanyangin dan mengkhawatir kan junior nya, yaitu Miss kecantikan Thailand yang baru. Benar kan?” jelas General Pinit sambil tersenyum di depan para wartawan.

“Ya. Saya benar- benar mengkhawatirkan tentang Krongkeaw,” tambah Madame Sara, membenar kan.



Dengan sikap seolah- olah orang yang baik, General Pinit mengatakan bahwa dia khawatir kepada Keaw, jadi dia ingin dokter terbaik dirumah sakit ini mengobati Keaw, dan untuk semua biaya rumah sakit, dia yang akan menanggung nya.

Mendengar itu, Baibua serta Ingorn tersenyum, karena itu berarti bahwa General Pinit masih menginginkan dan tertarik kepada Keaw.

“Yang lebih penting, aku ingin kulit Keaw tetap bersih dan tidak ada bekas. Aku menjamin bahwa aku akan menanggung semua biaya rumah sakitnya,” kata General Pinit penuh arti kepada Ingorn dan Baibua.

“Ya. General!” jawab Ingorn dan Baibua bersamaan.



Setelah semua wawancara selesai, para wartawan pun bubar. Dan General Pinit menyuruh agar Madame Sara kembali duluan ke dalam mobil, dan dengan raut tampak sedih Madame Sara menurut. Lalu Ingorn serta Baibua segera mendekati General Pinit.



“Malam ini? Keaw bisa melakukannya?” tanya General Pinit.

“Oh. Ini cuma luka kecil, tidak sakit sama sekali. Keaw telah bekerja sangat keras sejak kecil, jadi dia bisa melakukannya,” kata Ingorn.

“Benar. Aku jamin kamu akan bermimpi indah malam ini,” tambah Baibua sambil tertawa.

Lalu mereka berdua menyinggung masalah uang, dan General Pinit menjelaskan bahwa mereka tidak perlu khawatir, karena ini hanyalah luka kecil saja, jadi dia bisa menerima nya. Tapi mereka harus memastikan agar Keaw tinggal bersama dengannya. Dan mereka mengiyakan sambil tertawa.



Setelah General Pinit pergi, Baibua segera menyuruh Ingorn untuk mengurus segala nya, jangan ingkar janji. Jika tidak maka, Ingorn bukan hanya tidak mendapatkan uang, tapi toko Ingorn juga akan bangkrut. Lalu setelah itu Baibua pergi.

Dengan kesal, Ingorn pun menggerutu.



Didalam kamar. Karena Keaw terus melawan dan mendorong mereka, maka Marathee memanggil dua orang pria untuk masuk dan menahan Keaw agar tidak terus melawan. Lalu saat Keaw melihat sebuah nampan diatas meja, dia langsung mengambil itu untuk pertahanan diri.

“Apa kamu perawat atau gangster? Apa kamu mengancamku? Aku tidak takut! Tidak seorang pun bisa menyentuhku!! Kecuali… Dokter! Hanya Dokter!!” teriak Keaw.

“Kami mencoba untuk menolong mu!!” balas Marathee.

“Jika kamu bukan dokter, maka keluar lah dari sini!!”



Tidak tahan dengan Keaw, maka Marathee bergerak maju untuk memukul Keaw, tapi karena Keaw memegang nampan, makanya dia mundur. “Rumah sakit ini punya banyak pasien kondisi kritis. Tapi merkea tidak pilih- pilih seperti ini!” kata Marathee. Kemudian dia mempersilahkan kedua pria itu untuk maju dan menahan Keaw.

Dengan memakai nampan yang di pegangnya,  Keaw memukul kedua pria itu hingga mereka menjauhinya. “Sebagai Putri Kecantikan, aku adalah wakil negara ini!! Kaki ku tidak bisa meninggalkan bekas. Jadi orang yang bisa menyembuhkan ku, hanyalah dokter terbaik!! Mengerti? Panggil Dokter!!” teriak Keaw.


Mendengar itu, Nun mengerutu mengapa Keaw berteriak seperti itu, padahal itu hanyalah luka kecil. Dan Ingorn pun setuju, lalu mereka semua mau masuk ke dalam kamar. Dan tepat disaat itu Piangporn datang, dia menahan mereka agar tidak masuk ke dalam.

Baibuan langsung mengira bahwa maksud Piangporn adalah para wartawan, jadi dia menahan mereka. Tapi Piangporn langsung membenarkan, dia mengatakan bahwa tidak seorang pun yang boleh masuk ke dalam, termaksud wali pasien. Mereka semua harus menunggu disini.

Lalu setelah itu, Piangporn masuk ke dalam. Dan Baibuan serta Ingorn pun menjadi kebingungan.


Didalam kamar. Kedua pria itu bersama dengan Marathee dan seorang perawat, mereka menahan kaki serta tangan Keaw hingga Keaw tidak bisa bergerak dan melawan. Sementara seorang perawat lagi, dia mengambil jarum suntik dan bersiap untuk menyuntik Keaw.

Dengan keras, Keaw berteriak meminta tolong. Dan tepat disaat itu Piangporn masuk ke dalam. Lalu saat melihat itu, dia langsung menyuruh semua orang berhenti dan memarahi Marathee.



“Keluar dari ruangan ini dan renungkan dirimu sendiri!!” tegas Piangporn. Dan dengan kesal, Marathee pun terpaksa keluar. Begitu juga dengan yang lainnya.



Dengan lembut, Piangporn berbicara kepada Keaw. Dan sambil menangis, Keaw memohon agar Piangporn memanggilkan seorang dokter terbaik untuk nya.

“Pikirkanlah tentang kebaikan untuk Miss Kecantikan Thailand yang menyedihkan ini,” pinta Keaw sambil melipat tangannya.

“Kamu tidak terlihat seperti seseorang yang keras kepala. Kamu akan melukai dirimu sendiri, kamu tahu? Tidak kah itu sakit?” tanya Piangporn dengan tidak mengerti

Keaw hanya diam serta menangis saja. Lalu seorang perawat yang lain datang, dia mengatakan kepada Piangporn bahwa Dokter telah datang.



Ternyata Dokter yang datang, ialah Yodsawin. Sambil tersenyum dia memperkenalkan dirinya dan memeriksa luka Keaw. Dan Piangporn mengatakan bahwa kini Keaw bisa tenang, karena Dokter Yodsawin akan menjahit luka Keaw dalam waktu satu jam. Sehingga Keaw bisa segera pulang bersama dengan wali dan sponsor Keaw.

“Apa? Dalam waktu sejam?” tanya Keaw dengan terkejut dan ketakutan.

“Tidak akan lama. Kamu tidak perlu sampai menginap malam ini disini,” jelas Yodsawin.



Keaw merasa sangat panik dan ketakutan, dia menolak ketika Yodsawin ingin mengobatinya. Dan  Piangporn pun menjadi kebingungan. Lalu Keaw berteriak bahwa dia tidak menginginkan Yodsawin sebagai dokternya.


Keaw berusaha mencari alasan apapun agar dia tidak perlu pulang malam ini dan bisa menginap di rumah sakit. Jadi karena itu, maka dia terus menolak dan mencari alasan ketika ada perawat atau dokter yang ingin mengobatinya.


Walaupun Piangporn menjelaskan bahwa Yodsawin adalah dokter terbaik disini, tapi Keaw tetap menolak, dia meminta di panggilkan Dokter yang lebih baik untuk mengobatinya.

“Jika seorang resident ada disini dan tidak ada kasus darurat, maka rumah sakit kita tidak bisa menghubungin dokter yang lain,” jelas Piangporn.


Dikamar lain. Chai Pat sedang mengobati pasien yang lain.
  

Keaw merasa sangat cemas dan kebingungan harus melakukan apa lagi. Dan Piangporn yang tidak mengerti apa- apa, dia mengatakan agar Keaw tidak perlu khawatir, karena kini sponsor dan wali Keaw masih menunggu diluar. Yang lebih penting General Pinit dan Madame Sara telah memerintahkan mereka untuk mengobati Keaw dengan baik.

Mendengar itu, Keaw semakin kebingungan dan ketakutan. Dengan begitu putus asa, Keaw menangis dengan keras dan mencari berbagai alasan agar dia bisa tetap dirumah sakit. Dia menyuruh mereka memanggilkan ahli operasi yang terbaik untuk mengobatinya, jika tidak, maka dia akan tetap di sini dan tidak akan pergi kemana pun.


“Aku lebih baik mati daripada hidup dengan bekas luka,” kata Keaw beralasan.

Yodsawin serta Piangporn pun menjadi kebingungan, dan tidak tahu harus melakukan apapun, karena Keaw terus menangis dengan keras dan meminta permintaan yang terdengar tidak masuk akal bagi mereka.



Diluar kamar. Nun serta Ingorn bertanya dengan marah kepada Marathee, kapan Keaw bisa dibawa pulang, karena mereka ingin sesegera mungkin membawa Keaw. Dan dengan nada yang sama keras nya, Marathee menjawab bahwa dia tahu, tapi Keaw begitu pemilih seperti seorang putri.

“Pasien dan walinya begitu mengganggu. Jika aku tidak bekerja sekarang… huh,” gumam Marathee dengan kesal. Lalu pergi.



Baibuan mengancam Ingorn bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab untuk apa yang akan terjadi setelah ini. Karena dia tidak bisa menunggu lagi.



Dirumah. General Pinit merasa heran mengapa begitu lama, dan Baibuan tidak ada menghubungin nya juga. Lalu General Pinit menyuruh anak buahnya untuk menghubungin rumah sakit dan menanyakan keadaan Keaw.

“Jika disana tidak ada banyak wartawan. Aku akan pergi menemui Keaw dirumah sakit,” keluh General Pinit dengan kesal.



“General. Bisakah kamu menunggu nya hingga sembuh dulu?” tanya Madame Sara dengan lembut. Dan General Pinit membalas bahwa dia pasti bisa menunggu, dan itu bukan masalah, tapi akan lebih baik jika dia bisa mendapatkan Keaw hari ini.


Karena sudah merasa lelah, maka Madame Sara pamit untuk kembali ke dalam kamar. Dan karena masih mau menunggu Keaw, maka General Pinit tidak ikut. Lalu dengan heran, Madame Sara menanyakan dimana General akan tidur, bila Miss Kecantikan tidak bisa melakukan tugasnya malam ini.

“Jika begitu, maka Baibuan harus bertanggung jawab. Karena dia telah berjanji untuk membawa Keaw kepada ku,” jelas General Pinit. Lalu dia mengecup pipi Madame Sara.


Setelah itu, General Pinit sibuk berbicara kepada anak buahnya mengenai kondisi Keaw yang belum ada kabarnya sama sekali. Dan mendengar itu, Madame Sara tampak seperti sangat sedih, tapi dia diam dan masuk ke dalam kamarnya.



Didepan cermin. Madame Sara duduk menatap dirinya sendiri. Lalu dia melihat foto hitam- putih diri nya dengan General Pinit dulu. Dan dengan sedih, sambil menangis, dia mengelus foto itu.



Dirumah sakit. Didalam kamar rawat. Keaw turun dari atas tempat tidur dan mengintip melalui jendela, lalu saat dia melihat bahwa Ingorn dan yang lainnya masih berada diluar, Keaw menjadi ketakutan dan panik.



Piangporn yang kembali tepat disaat itu, dia menasehati Keaw untuk tidak berdiri dulu, karena sebentar lagi mereka akan menjahit luka Keaw, sehingga malam ini Keaw bisa pulang. Tapi jika Keaw tidak menurut, dan luka Keaw terkoyak lebih parah, maka Keaw tidak bisa pulang hari ini.

Mendengar hal itu, Keaw tampak bersemangat dan senang. Lalu Keaw meminta Piangporn agar mengambilkan air untuknya, karena ini sudah lebih sejam, dan tidak ada air disini. Dan karena itu, maka Piangporn pun keluar untuk mengambilkan air.

Setelah Piangporn keluar. Keaw menarik nafas dan memberanikan dirinya. Dengan sengaja, Keaw menjatuhkan dirinya sendiri dari atas tempat tidur, sehingga luka dipaha atasnya semakin terkoyak parah. Ketika Piangporn kembali dan melihat itu, dia sangat terkejut.

Yodsawin menemui Chai Pat yang masih berada di rumah sakit. Dan dia meminta agar Chai Pat menolongnya.

No comments:

Post a Comment