Sinopsis
Lakorn : Love At First Hate Episode13 part 1
Images by : GMM Tv
Pup
tiba di tempat kejutan yang di siapkan oleh Kluay. Tetapi, tidak ada siapapun
di sana termasuk Kluay. Yang ada hanyalah 2 orang pria yang sedang membereskan
semua pernak pernik pesta yang telah di pasang sebelumnya. Pup jelas heran
melihatnya, kemana semuanya?
Dia
bertanya kepada pria yang ada di sana, dan si pria menjawab kalau semua orang
sudah pergi. Pup benar-benar bingung, padahal ini adalah kejutan ulang
tahunnya, bahkan fotonya masih ada di sana.
Kemana
Kluay?
Kluay dan Cholsa pergi ke rumah sakit menemui P’Golf. Ternyata, Kluay menerima video dari Ploy, dimana di video itu terlihat Pup yang mendekat seolah ingin mencium Ploy. Kluay menangis karena merasa terkhianati.
“Sebenarnya,
aku sudah memperingatinya,” beritahu Golf.
“Apa?
Kau sudah tahu mengenai hal ini?” tanya Cholsa.
“Uh…
itu… uh… Pup sebenarnya memberitahuku kalau Ploy sepertinya berusaha mendekatinya.
Jadi, aku memperingatinya untuk berhati-hati. Tapi, ternyata dia gagal.”
Kluay
menangis, baginya Pup bukan gagal menahan godaan dari Ploy, tetapi dia memang menikmati
hal itu.
Baru juga di bicarakan, Ploy sudah menelpon Kluay. Kluay jelas marah dan Ploy malah dengan tenang menyuruh Kluay untuk tidak marah. Yang dia kirimkan hanya part pertama video, untuk part keduanya, dia tidak tega untuk kirimkan. Dia ingin menggunakannya untuk bagian klimaks. Kluay sangat marah dan memaki Ploy dengan sebutan bitc*. Dia tidak mau melihat video itu sama sekali.
“Jika
kau ingin lihat, aku akan menunggumu di gedung Diamond. Bye.”
Usai
Ploy mematikan telepon, Kluay memberitahu Cholsa dan Golf kalau Ploy memintanya
untuk bertemu untuk melihat bagian kedua video yang belum di kirimnya. Golf masih
tidak menyangka mengenai kelakuan Ploy, dan masih mencoba percaya kalau Ploy pasti
tidak akan melakukan macam-macam.
“P’Golf,
telepon dr. Pup sekarang. Kita harus meluruskan masalah ini,” perintah Cholsa.
“Jangan
telepon. Aku tidak ingin mendengar apapun darinya,” tolak Kluay. “Aku hanya
ingin tahu apa yang di katakannya pada Ploy,” ujar Kluay dan langsung pergi
dari rumah sakit untuk menemui Ploy.
--
Tawan
mendapat telepon dari atasannya yang menyuruhnya untuk pergi meliput konferensi
pers yang di adakan Kluay. Tawan jelas kaget dengan konferensi pers yang tiba-tiba
tersebut.
P’Jub
mennerima telepon dari banyak wartawan yang menanyakan konferensi pers
tersebut. P’Jub jelas heran karena mereka tidak ada rencana mengadakan konferensi
pers. Sayangnya, para wartawan sudah pergi ke gedung Diamond untuk meliput
konferensi pers tersebut.
--
Golf,
Cholsa dan Kluay tiba di gedung Diamond. Ploy menelpon Kluay, dan Kluay
memberikan ponselnya pada Cholsa agar Cholsa yang bicara pada Ploy. Cholsa
langsung tanya dimana Ploy? Dia sangat tegas menyuruh Ploy untuk tidak
basa-basi dan langsung to the point saja. Tetapi, Ploy tidak memberitahu dan
menyuruhnya untuk menunggu saja.
Ploy
tersenyum senang melihat para wartawan telah berkumpul di sebuah ruangan. Dialah
yang menyebarkan rumor kalau Kluay akan melakukan konferensi pers.
Pas
sekali, P’Jub tiba di sana dan melihat Kluay dkk. Kluay dan yang lain jelas
heran melihat P’Jub yang juga datang ke gedung tersebut.
Tanpa malu, Ploy masuk dan menyapa para reporter yang sudah menunggu 30 menit. Tawan langsung bertanya, kalau Kluay tidak ada. Ploy berbohong kalau Kluay mungkin tidak dapat hadir, jadi dia yang akan melakukannya. Dan Kluay masuk bersama dengan yang lain. Tawan memberi tanda pada Ploy untuk berhenti melakukan hal ini.
Semua reporter jadi makin penasaran, video clip apa? Dan Ploy berdiri. “Aku punya video clip yang membuktikan kalau P’Kluay dan dr. Pup bukanlah pasangan beneran.”
Para
reporter terus mendesak Ploy menunjukkan video tersebut. Ploy bingung harus bagaimana.
Tawan hanya bisa diam melihatnya dengan khawatir. Dan karena tidak tahu harus
bagaimana, Ploy memilih kabur dari sana.
“Ploy…
dia menelpon semua reporter untuk berkumpul di sini. Dia memberitahu mereka
kalau Kluay mengadakan konferensi pers penting,” beritahu P’Jub dengan panik. Semua
jelas kaget.
--
Tawan
juga tiba di gedung itu, dan dia menemukan Ploy yang berada di balik ruangan
itu. Dia bertanya apa yang hendak Ploy lakukan? Tetapi, Ploy malah menyuruh
Tawan untuk tidak ikut campur, dan dia tidak akan mendengarkan apapun yang Tawan
katakan.
“Jangan
bilang kau akan membongkar mengenai kau dan dr. Pup? Hentikan Ploy. Apa kau
tidak sadar kalau itu artinya kau mencuri suami kakakmu sendiri? Jika kau
melakukan itu, kau akan berakhir.”
“Berhenti
bicara. Biar ku katakan dengan keras dan jelas. Orang yang akan berakhir bukan
aku tapi Kluay! Tidak akan ada yang bisa menghentikanku sekarang.”
“Aku
mungkin tidak bisa. Tapi, ada satu orang yang bisa menghentikanmu,” ujar Tawan
dan dari belakangnya muncul Khun Napa.
Ploy
jelas kaget, dan Khun Napa menuntut penjelasan Ploy. Ploy menghampiri Tawan dan
berbisik dengan marah pada Tawan yang berusaha menghentikannya.
“Aku
rasa kau orang yang bisa menghentikan Ploy sekarang.”
“Apa
yang dia lakukan?” tanya Khun Napa.
“Tidak,
dia yang merayuku. Dr. Pup yang datang dan menggodaku,” bohong Ploy.
Dan
Khun Napa lebih percaya pada Ploy. Di matanya, Pup adalah bajing** yang dapat
melakukan hal bejat seperti itu. Dan Khun Napa bahkan memberikan dukungan pada
Ploy untuk melakukan konferensi pers ini. Ini saatnya agar Kluay dapat melihat
sifat asli dari Pup yang adalah playboy.
--
Kluay
dkk tiba di ruangan konferensi dan mereka kaget karena di depan ruangan saja
sudah ada banner mengenai konferensi itu. cholsa menduga kalau Ploy berencana
untuk menyebarkan video itu langsung ke public. P’Jub yang sudah mendegar
mengenai video itu, ikut panik dan tidak menyangka dengan kelakukan Ploy. Golf menyarankan
agar Kluay pergi sekarang juga.
“Kau
sudah datang, mau pergi kemana lagi? Atau ini kali pertama mu takut padaku?” ejek
Ploy yang keluar ruangan dan melihat mereka.
“Takut
dengan rencana kotormu,” tekan Cholsa.
“Ploy,
apa ini? Ini hanya masalah keluarga, kenapa kau harus memanggil reporter?”
Dan
Ploy malah dengan tenang menyuruh mereka masuk saja karena para reporter sudah
menunggu lama. P’Jub menyuruh Kluay untuk tidak mendengarkan Ploy, lebih baik
mereka pergi. Dan untuk Ploy, P’Jub memperingati Ploy untuk ikut dengannya
untuk bicara. Ploy setuju, tapi nanti, setelah konferensi pers.
Ploy
juga tidak peduli walaupun Kluay tidak mau masuk, dia yang akan masuk dan
bicara menggantikan Kluay.
Tanpa malu, Ploy masuk dan menyapa para reporter yang sudah menunggu 30 menit. Tawan langsung bertanya, kalau Kluay tidak ada. Ploy berbohong kalau Kluay mungkin tidak dapat hadir, jadi dia yang akan melakukannya. Dan Kluay masuk bersama dengan yang lain. Tawan memberi tanda pada Ploy untuk berhenti melakukan hal ini.
“Kau
lah yang harusnya berhenti jadi bodoh,” terdengar suara Khun Napa. Dia ada di antara
para reporter (aishhh… pantesan Ayah Kluay benci padanya!!!) “Ploy, lanjutkan.”
Ploy
mulai bicara.
“Ploy,”
hentikan Kluay. “Jika kau ingin menghancurkanku dengan video clip itu, kau
salah. Kau hanya akan menghancurkan dirimu sendiri.”
Semua reporter jadi makin penasaran, video clip apa? Dan Ploy berdiri. “Aku punya video clip yang membuktikan kalau P’Kluay dan dr. Pup bukanlah pasangan beneran.”
Semua
kaget, ini berbeda dari yang mereka bayangkan, terutama Khun Napa.
“Aku
tanpa sengaja mendengar Khun Napa bicara dengan dr. O kalau pernikahan antara P’Kluay
dan dr. Pup adalah palsu!”
“Apa
yang kau bicarakan, Ploy?!” marah Khun Napa (tuh kan, kena tipu!)
Dan
Ploy langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video yang dia rekam
diam-diam saat Khun Napa bicara dengan dr. O. Khun Napa bilang kalau Kluay menikah
dengan Pup untuk menyelamatkan image-nya dan mereka tidak saling mencintai satu
sama lain. Segalanya adalah settingan, dan Jub, Golf serta Cholsa tahu hal ini.
Dan
Ploy bertingkah seperti orang yang tertipu juga, menyatakan kalau Kluay telah
berbohong pada masyarakat. Semua reporter langsung heboh, mereka setuju dengan
Ploy.
“Sebentar!”
terdengar suara Pup. Dia maju ke depan para reporter itu, “Kluay tidak membohongi
siapapun.”
“Tapi
dr. Napa telah menyatakan kalau semua adalah palsu. Kenapa kau masih
menyangkalnya?” tanya seorang reporter.
“Aku
ingin membuat pengakuan juga. Semua yang terjadi adalah karena aku. Kalian pasti
berpikir kalau aku dan Kluay telah melakukan hal yang jahat, dan kami menipu seluruh
masyarakat. Tapi, biar ku beritahu kebenarannya. Sebenarnya, Kluay juga adalah
korban seperti kalian semua di sini. Karena, aku juga membohonginya.”
“Apa
maksudnya? Siapa yang membohongi siapa? Dan siapa yang membohongi semuanya?”
tanya Tawan.
“Seseorang
mencoba menjebak Kluay dengan menukar kartu kamar malam itu,” cerita Pup. Memberitahu
awal kisahnya dan Kluay.
Para
reporter jadi heboh, siapa orang yang bisa sampai berbuat seperti itu? Mereka
masih sulit percaya. Dan Khun Napa yang baru tahu hal itu, sampai tidak tahu
harus berkata apa. P’Jub angkat bicara, dia menegaskan kalau semua yang di katakan
Pup adalah benar.
“Semua
terserah pada kalian mau percaya atau tidak. Karena hal itu memang sulit di
percaya. Jadi aku punya kesempatan untuk membohongi Kluay. Aku menipu Kluay untuk
percaya kalau alasan ku setuju pacaran dengannya karena aku ingin membantunya
membersihkan namanya. Kebenarannya, aku hanya pria biasa, dan aku tertarik
padanya sejak hari pertama aku melihatnya. Dan… semakin aku dekat dengannya,
aku semakin tahu kalau image-nya mungkin superstar, tapi dia sangat biasa. Dia tidak
memilih dan memakan apapun yang aku masak untuknya. Aku menipunya untuk manjat
gunung dan dia bahkan tidak protes. Dan yang lebih penting, ketika dia
mencintai seseorang, tidak peduli seberapa banyak pria itu menyakiti
perasaannya, yang dia katakan hanyalah, tolong hargai perasaannya. Itulah Kluay,
artis no. 1 kita. Tapi maaf, dia sangat biasa-biasa saja. Dan, dia sangat
manis.”
“Semakin
aku bersamanya, semakin aku merasa beruntung sebagai seorang pria yang dapat
menjadi bagian dari hidupnya, Kluay Katthareerat. Itu aritnya, semua yang terjadi
bukanlah tipuan Kluay. Tapi ini adalah niatku yang ingin menjadi miliknya. Jika
ada satu di antara kalian yang masih belum senang karena aku dan Kluay
berpura-pura pacaran awalnya, dapatkah aku memina bantuan? Tolong, bersimpatilah
padanya. Dia tidak berbuat salah, tetapi tidak ada yang percaya padanya. Kalian
pikir, apa pantas baginya untuk mengorbankan karirnya karena skandal itu? jika
itu adalah kalian, apa yang akan kalian lakukan? Coba pikirkan.”
Dan
para reporter jadi kasihan dan percaya pada Kluay dan Pup. Ini jelas bukan
seperti yang di rencanakan oleh Ploy. Ploy langsung ribut berkata kalau itu
tidak mengubah fakta kalau Kluay telah berbohong.
“Ploy,
jika kau tidak dapat menerima kebohongan ini, aku punya kebohongan lain yang
pasti tidak dapat kau terima. Apa yang ada di kartu memori ini belum terhapus,”
ujar Pup dan menunjukkan kartu memori yang di ambilnya dari ruangan Ploy, yang
sebelumnya kita kira telah di hapus.
Ploy
jadi panik. Tetapi, para reporter penasaran dengan isinya dan ingin melihatnya.
Pup dengan tenang menyuruh Ploy untuk memeriksa ponsel Ploy, karena dia telah
mengirim videonya ke sana. Ploy sedikit takut dan memeriksa video tersebut.
Saat wajah Pup mendekat ke wajah
Ploy, dia tidak menciumnya, tetapi hanya meletakkan wajahnya ke leher Ploy. Ploy
menjerit jijik dan menyebut Pup mesum dan menjijikkan. Tetapi, Pup tidak takut,
dia membalas kalau Ploy sudah sadar kan, yang di rencanakannya bukan hal baik. Ploy
ketakutan, karena Pup ternyata tahu rencananya.
End
“Kluay,
hal yang membuatmu marah hari ini, itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku mungkin
suka menipumu, tapi aku tidak pernah berselingkuh darimu. Jika kau tidak
percaya, aku punya buktinya.”
Tetapi,
Kluay malah mendekat dan dia memukul dada Pup. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Pup
menatapnya dan memeluknya.
3 ketukan artinya Wo Ai Ni. Ini yang
dulu di ajarkan Pup pada Kluay.
Tags:
Love At First Hate