Monday, December 10, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode13 part 1

0 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode13 part 1
Images by : GMM Tv
Pup tiba di tempat kejutan yang di siapkan oleh Kluay. Tetapi, tidak ada siapapun di sana termasuk Kluay. Yang ada hanyalah 2 orang pria yang sedang membereskan semua pernak pernik pesta yang telah di pasang sebelumnya. Pup jelas heran melihatnya, kemana semuanya?
Dia bertanya kepada pria yang ada di sana, dan si pria menjawab kalau semua orang sudah pergi. Pup benar-benar bingung, padahal ini adalah kejutan ulang tahunnya, bahkan fotonya masih ada di sana.
Kemana Kluay?

Kluay dan Cholsa pergi ke rumah sakit menemui P’Golf. Ternyata, Kluay menerima video dari Ploy, dimana di video itu terlihat Pup yang mendekat seolah ingin mencium Ploy. Kluay menangis karena merasa terkhianati.
“Sebenarnya, aku sudah memperingatinya,” beritahu Golf.
“Apa? Kau sudah tahu mengenai hal ini?” tanya Cholsa.
“Uh… itu… uh… Pup sebenarnya memberitahuku kalau Ploy sepertinya berusaha mendekatinya. Jadi, aku memperingatinya untuk berhati-hati. Tapi, ternyata dia gagal.”
Kluay menangis, baginya Pup bukan gagal menahan godaan dari Ploy, tetapi dia memang menikmati hal itu.

Baru juga di bicarakan, Ploy sudah menelpon Kluay. Kluay jelas marah dan Ploy malah dengan tenang menyuruh Kluay untuk tidak marah. Yang dia kirimkan hanya part pertama video, untuk part keduanya, dia tidak tega untuk kirimkan. Dia ingin menggunakannya untuk bagian klimaks. Kluay sangat marah dan memaki Ploy dengan sebutan bitc*. Dia tidak mau melihat video itu sama sekali.
“Jika kau ingin lihat, aku akan menunggumu di gedung Diamond. Bye.”
Usai Ploy mematikan telepon, Kluay memberitahu Cholsa dan Golf kalau Ploy memintanya untuk bertemu untuk melihat bagian kedua video yang belum di kirimnya. Golf masih tidak menyangka mengenai kelakuan Ploy, dan masih mencoba percaya kalau Ploy pasti tidak akan melakukan macam-macam.
“P’Golf, telepon dr. Pup sekarang. Kita harus meluruskan masalah ini,” perintah Cholsa.
“Jangan telepon. Aku tidak ingin mendengar apapun darinya,” tolak Kluay. “Aku hanya ingin tahu apa yang di katakannya pada Ploy,” ujar Kluay dan langsung pergi dari rumah sakit untuk menemui Ploy.
--
Tawan mendapat telepon dari atasannya yang menyuruhnya untuk pergi meliput konferensi pers yang di adakan Kluay. Tawan jelas kaget dengan konferensi pers yang tiba-tiba tersebut.
P’Jub mennerima telepon dari banyak wartawan yang menanyakan konferensi pers tersebut. P’Jub jelas heran karena mereka tidak ada rencana mengadakan konferensi pers. Sayangnya, para wartawan sudah pergi ke gedung Diamond untuk meliput konferensi pers tersebut.
--
Golf, Cholsa dan Kluay tiba di gedung Diamond. Ploy menelpon Kluay, dan Kluay memberikan ponselnya pada Cholsa agar Cholsa yang bicara pada Ploy. Cholsa langsung tanya dimana Ploy? Dia sangat tegas menyuruh Ploy untuk tidak basa-basi dan langsung to the point saja. Tetapi, Ploy tidak memberitahu dan menyuruhnya untuk menunggu saja.
Ploy tersenyum senang melihat para wartawan telah berkumpul di sebuah ruangan. Dialah yang menyebarkan rumor kalau Kluay akan melakukan konferensi pers.

Pas sekali, P’Jub tiba di sana dan melihat Kluay dkk. Kluay dan yang lain jelas heran melihat P’Jub yang juga datang ke gedung tersebut.
“Ploy… dia menelpon semua reporter untuk berkumpul di sini. Dia memberitahu mereka kalau Kluay mengadakan konferensi pers penting,” beritahu P’Jub dengan panik. Semua jelas kaget.
--
Tawan juga tiba di gedung itu, dan dia menemukan Ploy yang berada di balik ruangan itu. Dia bertanya apa yang hendak Ploy lakukan? Tetapi, Ploy malah menyuruh Tawan untuk tidak ikut campur, dan dia tidak akan mendengarkan apapun yang Tawan katakan.
“Jangan bilang kau akan membongkar mengenai kau dan dr. Pup? Hentikan Ploy. Apa kau tidak sadar kalau itu artinya kau mencuri suami kakakmu sendiri? Jika kau melakukan itu, kau akan berakhir.”
“Berhenti bicara. Biar ku katakan dengan keras dan jelas. Orang yang akan berakhir bukan aku tapi Kluay! Tidak akan ada yang bisa menghentikanku sekarang.”
“Aku mungkin tidak bisa. Tapi, ada satu orang yang bisa menghentikanmu,” ujar Tawan dan dari belakangnya muncul Khun Napa.
Ploy jelas kaget, dan Khun Napa menuntut penjelasan Ploy. Ploy menghampiri Tawan dan berbisik dengan marah pada Tawan yang berusaha menghentikannya.
“Aku rasa kau orang yang bisa menghentikan Ploy sekarang.”
“Apa yang dia lakukan?” tanya Khun Napa.
“Ploy ingin mengungkapkan video saat dia mencoba merayu dr. Pup,” beritahu Ploy.
“Tidak, dia yang merayuku. Dr. Pup yang datang dan menggodaku,” bohong Ploy.
Dan Khun Napa lebih percaya pada Ploy. Di matanya, Pup adalah bajing** yang dapat melakukan hal bejat seperti itu. Dan Khun Napa bahkan memberikan dukungan pada Ploy untuk melakukan konferensi pers ini. Ini saatnya agar Kluay dapat melihat sifat asli dari Pup yang adalah playboy.
Ploy langsung bertingkah seperti korban, dan hal itu membuat Tawan sampai kehilangan kata-kata.
--
Kluay dkk tiba di ruangan konferensi dan mereka kaget karena di depan ruangan saja sudah ada banner mengenai konferensi itu. cholsa menduga kalau Ploy berencana untuk menyebarkan video itu langsung ke public. P’Jub yang sudah mendegar mengenai video itu, ikut panik dan tidak menyangka dengan kelakukan Ploy. Golf menyarankan agar Kluay pergi sekarang juga.
“Kau sudah datang, mau pergi kemana lagi? Atau ini kali pertama mu takut padaku?” ejek Ploy yang keluar ruangan dan melihat mereka.
“Takut dengan rencana kotormu,” tekan Cholsa.
“Ploy, apa ini? Ini hanya masalah keluarga, kenapa kau harus memanggil reporter?”
Dan Ploy malah dengan tenang menyuruh mereka masuk saja karena para reporter sudah menunggu lama. P’Jub menyuruh Kluay untuk tidak mendengarkan Ploy, lebih baik mereka pergi. Dan untuk Ploy, P’Jub memperingati Ploy untuk ikut dengannya untuk bicara. Ploy setuju, tapi nanti, setelah konferensi pers.
Ploy juga tidak peduli walaupun Kluay tidak mau masuk, dia yang akan masuk dan bicara menggantikan Kluay.

Tanpa malu, Ploy masuk dan menyapa para reporter yang sudah menunggu 30 menit. Tawan langsung bertanya, kalau Kluay tidak ada. Ploy berbohong kalau Kluay mungkin tidak dapat hadir, jadi dia yang akan melakukannya. Dan Kluay masuk bersama dengan yang lain. Tawan memberi tanda pada Ploy untuk berhenti melakukan hal ini.
“Ploy, jangan lakukan hal bodoh!” tegas Kluay.
“Kau lah yang harusnya berhenti jadi bodoh,” terdengar suara Khun Napa. Dia ada di antara para reporter (aishhh… pantesan Ayah Kluay benci padanya!!!) “Ploy, lanjutkan.”
Ploy mulai bicara.
“Ploy,” hentikan Kluay. “Jika kau ingin menghancurkanku dengan video clip itu, kau salah. Kau hanya akan menghancurkan dirimu sendiri.”

Semua reporter jadi makin penasaran, video clip apa? Dan Ploy berdiri. “Aku punya video clip yang membuktikan kalau P’Kluay dan dr. Pup bukanlah pasangan beneran.”
Semua kaget, ini berbeda dari yang mereka bayangkan, terutama Khun Napa.
“Aku tanpa sengaja mendengar Khun Napa bicara dengan dr. O kalau pernikahan antara P’Kluay dan dr. Pup adalah palsu!”
“Apa yang kau bicarakan, Ploy?!” marah Khun Napa (tuh kan, kena tipu!)
Dan Ploy langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video yang dia rekam diam-diam saat Khun Napa bicara dengan dr. O. Khun Napa bilang kalau Kluay menikah dengan Pup untuk menyelamatkan image-nya dan mereka tidak saling mencintai satu sama lain. Segalanya adalah settingan, dan Jub, Golf serta Cholsa tahu hal ini.
Dan Ploy bertingkah seperti orang yang tertipu juga, menyatakan kalau Kluay telah berbohong pada masyarakat. Semua reporter langsung heboh, mereka setuju dengan Ploy.
“Sebentar!” terdengar suara Pup. Dia maju ke depan para reporter itu, “Kluay tidak membohongi siapapun.”
“Tapi dr. Napa telah menyatakan kalau semua adalah palsu. Kenapa kau masih menyangkalnya?” tanya seorang reporter.
“Aku ingin membuat pengakuan juga. Semua yang terjadi adalah karena aku. Kalian pasti berpikir kalau aku dan Kluay telah melakukan hal yang jahat, dan kami menipu seluruh masyarakat. Tapi, biar ku beritahu kebenarannya. Sebenarnya, Kluay juga adalah korban seperti kalian semua di sini. Karena, aku juga membohonginya.”
“Apa maksudnya? Siapa yang membohongi siapa? Dan siapa yang membohongi semuanya?” tanya Tawan.
“Seseorang mencoba menjebak Kluay dengan menukar kartu kamar malam itu,” cerita Pup. Memberitahu awal kisahnya dan Kluay.
Para reporter jadi heboh, siapa orang yang bisa sampai berbuat seperti itu? Mereka masih sulit percaya. Dan Khun Napa yang baru tahu hal itu, sampai tidak tahu harus berkata apa. P’Jub angkat bicara, dia menegaskan kalau semua yang di katakan Pup adalah benar.
“Semua terserah pada kalian mau percaya atau tidak. Karena hal itu memang sulit di percaya. Jadi aku punya kesempatan untuk membohongi Kluay. Aku menipu Kluay untuk percaya kalau alasan ku setuju pacaran dengannya karena aku ingin membantunya membersihkan namanya. Kebenarannya, aku hanya pria biasa, dan aku tertarik padanya sejak hari pertama aku melihatnya. Dan… semakin aku dekat dengannya, aku semakin tahu kalau image-nya mungkin superstar, tapi dia sangat biasa. Dia tidak memilih dan memakan apapun yang aku masak untuknya. Aku menipunya untuk manjat gunung dan dia bahkan tidak protes. Dan yang lebih penting, ketika dia mencintai seseorang, tidak peduli seberapa banyak pria itu menyakiti perasaannya, yang dia katakan hanyalah, tolong hargai perasaannya. Itulah Kluay, artis no. 1 kita. Tapi maaf, dia sangat biasa-biasa saja. Dan, dia sangat manis.”
Perkataan Pup membuat Khun Napa menangis. Dia telah salah menilai Pup dari awal.
“Semakin aku bersamanya, semakin aku merasa beruntung sebagai seorang pria yang dapat menjadi bagian dari hidupnya, Kluay Katthareerat. Itu aritnya, semua yang terjadi bukanlah tipuan Kluay. Tapi ini adalah niatku yang ingin menjadi miliknya. Jika ada satu di antara kalian yang masih belum senang karena aku dan Kluay berpura-pura pacaran awalnya, dapatkah aku memina bantuan? Tolong, bersimpatilah padanya. Dia tidak berbuat salah, tetapi tidak ada yang percaya padanya. Kalian pikir, apa pantas baginya untuk mengorbankan karirnya karena skandal itu? jika itu adalah kalian, apa yang akan kalian lakukan? Coba pikirkan.”
Dan para reporter jadi kasihan dan percaya pada Kluay dan Pup. Ini jelas bukan seperti yang di rencanakan oleh Ploy. Ploy langsung ribut berkata kalau itu tidak mengubah fakta kalau Kluay telah berbohong.
“Ploy, jika kau tidak dapat menerima kebohongan ini, aku punya kebohongan lain yang pasti tidak dapat kau terima. Apa yang ada di kartu memori ini belum terhapus,” ujar Pup dan menunjukkan kartu memori yang di ambilnya dari ruangan Ploy, yang sebelumnya kita kira telah di hapus.
Ploy jadi panik. Tetapi, para reporter penasaran dengan isinya dan ingin melihatnya. Pup dengan tenang menyuruh Ploy untuk memeriksa ponsel Ploy, karena dia telah mengirim videonya ke sana. Ploy sedikit takut dan memeriksa video tersebut.


Flashback
Saat wajah Pup mendekat ke wajah Ploy, dia tidak menciumnya, tetapi hanya meletakkan wajahnya ke leher Ploy. Ploy menjerit jijik dan menyebut Pup mesum dan menjijikkan. Tetapi, Pup tidak takut, dia membalas kalau Ploy sudah sadar kan, yang di rencanakannya bukan hal baik. Ploy ketakutan, karena Pup ternyata tahu rencananya.
End

Para reporter terus mendesak Ploy menunjukkan video tersebut. Ploy bingung harus bagaimana. Tawan hanya bisa diam melihatnya dengan khawatir. Dan karena tidak tahu harus bagaimana, Ploy memilih kabur dari sana.
“Kluay, hal yang membuatmu marah hari ini, itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku mungkin suka menipumu, tapi aku tidak pernah berselingkuh darimu. Jika kau tidak percaya, aku punya buktinya.”
Tetapi, Kluay malah mendekat dan dia memukul dada Pup. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Pup menatapnya dan memeluknya.
3 ketukan artinya Wo Ai Ni. Ini yang dulu di ajarkan Pup pada Kluay.  


No comments:

Post a Comment