Monday, December 24, 2018

Sinopsis Lakorn : Piang Chai Kon Nee Mai Chai Poo Wised Episode 2 - part 4

3 comments

Broadcast Network: Channel 3


Mirantee datang ke rumah sakit untuk menjenguk Ayah Nuth. Tapi saat Chaya melihatnya, dia langsung menuduh bahwa Mirantee pasti datang untuk mencari berita. Dan Mirantee pun berusaha menjelaskan, namun Chaya tidak percaya.

“Kemudian bisakah kamu memberikan ini pada Jao Sua (Ayah Nuth / Pol)?” pinta Mirantee sambil memberikan parcel buah yang dibawanya kepada Chaya.



Namun tanpa disangka, Chaya malah membuang parcel itu ke tempat sampah. “Jika kamu tidak berhenti menyebarkan berita ku, maka aku akan menuntut mu dan perusahaan berita mu!” kata Chaya dengan marah, lalu pergi. Dan Mirantee menatap dengan tidak percaya.



Didalam kamar. Keempat Tante Nuth sibuk merawat Pol yang terbaring di tempat tidur. Dan karena mengerti dengan sifat adik- adiknya ini, maka Pol pun menanyakan apa yang sebenarnya mereka ingin kan, khawatir atau takut dia mati.

Dengan mulut yang manis, mereka menjawab bahwa mereka khawatir. Lalu mereka mengatakan bahwa yang perlu Pol lakukan sekarang adalah beristirahat saja, dan membiarkan mereka untuk mengurus perusahaan. Lalu Pol juga harus menunjuk seseorang untuk bertindak sebagai CEO.



Tepat disaat itu, Nuth masuk ke dalam kamar. Dan saat melihat sikap berlebihan para tantenya kepada Ayah, maka Nuth mengatakan kepada mereka bahwa saat ini mereka harus membicarakan tentang siapa yang akan membagi ginjal nya untuk Ayah.



Dan mendengar itu, mereka berempat langsung beralasan masing- masing. Yang pertama, alasannya dia sudah tua juga seperti Pol. Yang kedua, alasannya dia suka makan yang masam, jadi ginjalnya tidak baik. Yang ketiga, alasannya walaupun dia tampak cantik, tapi ginjalnya sangat buruk. Yang keempat, alasannya sakit dan hidup adalah kejadian alami, jadi jika mereka mengubahnya, maka itu berarti mereka menentang hukum alami dari hidup.

“Kalian semua sangat mengkhawatirkan tentang Ayah ku, kan,” kata Nuth dengan tegas. Dan dengan segera, setiap orang membuat alasan untuk pergi. Lalu setelah mereka pergi, Nuth menggeleng- gelengkan kepalanya.


Diluar ruangan, sambil berjalan bersama, para Tante membicarakan tentang tadi. Nun berpikir jika Nuth menduduki posisi CEO, maka apa yang akan mereka dapatkan. Dan Tante ketiga membalas bahwa itu tidak mungkin, Pol tidak akan berani membiarkan Nuth untuk menginjak- injak mereka.

Tante Kedua berpendapat bahwa ini bukan karena Nuth, tapi karena Chaya, menurutnya Chaya adalah kambing hitam di balik ini semua. Dan Tante Keempat setuju, menurut nya Chaya membawa sial. Dan mereka berempat pun setuju untuk melakukan sesuatu.



Didalam kamar. Nuth menenangkan Ayahnya agar tidak perlu khawatir, dia mengatakan bahwa dia dan Chaya akan mengurus perusahaan. Dan Chaya ikut berbicara, dia berjanji bahwa dia tidak akan membiarkan Nuth berjuang sendiri. Namun Pol memalingkan muka dari Chaya.

“P’Pol, tentang ginjal. Aku bersedia untuk…” kata Chaya, tapi Pol mengangkat tangannya dan memberikan tanda agar Chaya pergi. Dan karena itu, maka Chaya pun pergi. Lalu karena tidak tahu harus perbuat apa, maka Ibu Chaya dan Nuth pun hanya bisa diam saja.



Saat mengunjungin tempat fitness, seorang resepsionis memperlihatkan berita tentang Wat dan Soam yang tersebar di internet kepada Saoworos. Dan karena itu, maka sesampainya dirumah, Saoworos langsung mencoba untuk menghubungin Wat, tapi sayang Wat tidak mengangkat nya.



Lalu saat Jan dan Chamhua lewat, Saoworos memanggil mereka dan menanyakan dimana Wat berada, tapi mereka berdua juga tidak tahu. Dan Saoworos pun mengomel, lalu Jan menjelaskan bahwa saat ini Wat pasti sedang sibuk mencari uang untuk membayar hutang Saoworos.

Dengan bangga, Saoworos menceritakan tentang Wat yang saat ini sudah punya pacar. Dan Jan pun mengajak Saoworos untuk bertaruh. Namun Chamhua langsung memperingatkan Jan agar jangan seperti itu, tapi Jan tidak peduli, karena dia sangat yakin bahwa Wat tidak punya pacar, dan hanya sibuk bekerja saja.



Taruhannya adalah gaji sebulan penuh Jan. Dan tentu saja, Saoworos langsung setuju, kemudian dia mengambil baju yang dipakai oleh Wat semalam dan menciumnya, dan benar ada wangi parfum wanita. Dan hal itu menandakan bahwa Saoworos menang, karena berarti gosip mengenai Wat yang memiliki pacar adalah benar.

“Bulan ini kamu akan bekerja secara gratis!” kata Saoworos dengan senang, kemudian pergi.



Lalu setelah Saoworos pergi, Jan pun langsung bersikap baik kepada Chamhua, karena sebulan penuh ini dia tidak akan mendapatkan gajinya, jadi sebagai saudara Chamhua harus membagi gaji miliknya. Tapi tentu saja, Chamhua menolak dan tidak mau.

“Jangan ‘tidak’! Kita adalah saudara sekarang,” kata Jan, memaksa.

“Oo… aku tidak punya saudara seperti kamu,” balas Chamhua sambil berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh Jan dengan erat.


Diarea tunggu, rumah sakit. Nuth merasa ragu apa dia harus menghubungin Wat atau tidak. Dan tepat disaat itu, Wat yang kebetulan lewat mendekati Nuth dari belakang. Lalu ketika dia melihat Nuth yang sedang kebingungan sambil memegang kartu namanya, maka dia pun mengeluarkan hape nya dan menghubungin Nuth.


Dengan gugup, Nuth mempersiapkan mentalnya sebelum menjawab telpon Wat. Dan ketika dia mengangkat serta mendengar betapa dekatnya suara Wat, maka dia pun menjadi heran. Lalu saat dia berbalik dan melihat bahwa Wat berada tepat dibelakangnya, dia langsung berdiri dengan terkejut.



“Hey, Khun. Jika kamu ingin menelpon, maka lakukan saja. Jangan berpikir terlalu banyak,” goda Wat sambil tersenyum.

“Bagaimana kamu bisa mendapatkan nomorku?” tanya Nuth dengan serius.

“Dokter memiliki nomor keluarga pasien. Jangan berpikir bahwa setiap orang yang menelpon ingin merayu mu,” balas Wat. “Mm… aku sedang off sekarang. Apa kamu ingin aku bekerja lembur untukmu?” tanya Wat, kemudian duduk dengan santai di sofa yang berada di depan Nuth dan mempersilahkan Nuth untuk duduk juga.



Nuth menjelaskan masalahnya, yaitu mengenai ginjal untuk Ayahnya. Tidak peduli apapun yang dia katakan, Ayahnya tidak mau mengambil ginjal dari keluarga. Jadi Nuth ingin Wat membantunya Ayahnya untuk mendapatkan ginjal dari orang lain.

“Tapi tidak mudah menemukan yang sesuai. Dan ada pasien yang telah menunggu di dalam list selama bertahun- tahun,” jelas Wat.

“Aku tahu. Jadi aku ingin menegosiasi kannya denganmu,” balas Nuth.

“Apa?”

“Mmm… aku… aku… aku ingin kamu mendahulukannya di dalam list. Aku bersedia mengurangin hutang mu, tidak peduli berapa jumlahnya, jika kamu bisa melakukan ini,” jelas Nuth.


Wat berdiri dengan marah, dia mengatakan bagaimana bisa Nuth membayarnya untuk mengorbankan hidup orang lain. Kemudian Wat mengambil jasnya, dan ingin pergi. Tapi dengan segera Nuth berdiri dan menahannya.

“Aku tahu. Itu sulit untukmu. Tapi aku hanya mencari cara yang menguntungkan kita berdua. Kamu bisa memikirkan tentang ini dulu,” jelas Nuth. Tapi Wat tidak mau mendengarkan dan berjalan pergi.


Saat Wat mau berjalan pergi, Nuth segera memegang tangannya dan menahannya. Nuth menjelaskan bahwa ribuan orang bergantung pada Ayahnya untuk makan dan hidup. Jadi dia ingin Wat berpikiran terbuka mengenai ini dan mempertimbangkan permintaannya ini.

Dengan ekspresi seperti tampak seperti sedikit kesal. Wat dia memandangin Nuth.


Tepat disaat itu, Soam datang. Dia bertanya dengan marah, apa Nuth dan Wat saling mengenal. Dan Wat pun menjawab bahwa dia adalah Dokter yang menanganin Ayah Nuth. Lalu mengetahui itu, Soam malah menuduh Nuth sedang mencoba merebut Wat darinya.




“Buka matamu sebelum kamu cemburu buta begini. Seorang pria seperti dia tidak cukup pantas untuk ku merendahkan diri menangkapnya,” kata Nuth dengan tajam pada Soam. Dan dengan pandangan terkejut, Wat berbalik menatap Nuth.

“Kemudian jangan biarkan aku melihat kamu merendahkan dirimu nantinya,” balas Soam.

“Ya. Beritahu pria mu untuk menjauh dariku. Karena aku tidak pernah berpikiran untuk mendekatinya,” balas Nuth. Kemudian dia mengambil kartu nama milik Wat dan meremasnya dengan kuat, lalu dia membuang itu tepat didepan mereka berdua. Dan lalu dia pergi.

Melihat itu, Wat tampak terluka serta kesal.


Diluar rumah sakit. Soam mengeluh, karena dia kesulitan untuk mencari tahu dimana Wat berada, tapi tidak tahunya Nuth malah menemukan Wat duluan. Dan Wat pun menjelaskan bahwa dia serta Nuth tidak dekat sama sekali, mereka hanyalah orang asing saja.

“Tunggu… sebenarnya aku bahkan tidak perlu menjelaskan apapun padamu,” kata Wat setelah sadar, kenapa dia malah repot menjelaskan pada Soam.



Dengan begitu aggressive dan cerewet, Soam mengikuti Wat sampai ke parkiran, dan dia terus menanyakan apa alasan Wat tidak mau menjadi pacarnya.

“Dengarkan baik- baik. Tidak ada wanita yang bisa menerima seorang pria yang berada diposisiku,” jelas Wat, kemudian menyalakan motornya.

“Doc, tidak peduli berapa banyak istri atau anak yang kamu miliki. Aku bisa menerima nya! Ngerti? Aku tidak peduli! Aku tidak peduli! Aku bisa menerima nya!” teriak Soam dengan keras kepada Wat yang pergi meninggalkannya.

Sesampainya dirumah. Wat mendapatkan pesan LINE yang berasal dari Nuth. Untuk membuat mu lebih mudah membuat keputusan. Jika kamu bisa menemukan donor ginjal dalam 3 bulan. Aku akan mengurangin 10 juta dari hutangmu.

Membaca pesan itu, Wat merasa sangat jengkel dan kesal. Kemudian dia pun membalas.


Dirumah. Nuth membaca pesan LINE balasan dari Wat. Aku memberitahu ini padamu, jadi kamu akan lebih mudah paham. Untuk pasien bisa menemukan yang cocok, mereka harus menunggu sekitar 4 tahun atau kasus yang lebih buruk, tidak ada ginjal yang cocok sama sekali. Dari 100 pasien, kurang dari 10% yang punya kesempatan untuk mendapat donor ginjal.

Membaca pesan itu, Nuth mengomel. Dia berpikiran bahwa Wat sedang bermain sulit untuk mendapatkan harga yang besar.



Nuth memberikan menaikan harga yang ditawarkannya menjadi 15 juta. Dan Wat menolak dengan tegas tawaran dari Nuth itu. Kemudian karena Wat terus menolak semua penawarannya, maka Nuth pun langsung menelpon Wat.

“Jadi kamu tidak akan mendahulukan donor ginjal nya, kan?” kata Nuth.

“Pertama- tama, aku tidak bisa melakukannya. Dan kedua, bahkan jika aku bisa, tidak seorangpun yang akan melakukan ini, karena ini bukan sesuatu yang bisa kamu beli dan jual begitu saja. Dan biar ku beritahu hal yang paling penting, uang tidak bisa membuat hidup Ayahmu menjadi lebih penting daripada orang lain,” jawab Wat dengan tegas.


Karena Wat masih saja menolak, maka Nuth pun mengancam Wat. Lalu dia mematikan telponnya. Dan setelah itu, Nuth menjadi kebingungan sendiri harus melakukan apa lagi untuk bisa menyelamatkan Ayahnya.


3 comments: