Wednesday, January 30, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 01 - 1

5 comments


Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 01 - 1

Images by : Mango TV

Catatan Seribu Bangsa menggambarkan perubahan dinasti di tanah yang di sebut Xia. Catatan memiliki rentang beberapa dinasti mencakup seribu tahun. Narasi suara pria tua.



Di sebuah tempat bersalju yang terletak di atas tempat yang sangat-sangat tinggi, dimana tidak ada satupun tanda kehidupan. Berdirilah seorang wanita dan seorang pria di depan sebuah tugu, dan di depan tugu tersebut tertancap sebuah pedang dengan ukiran yang indah.


Sang wanita berlutut di depan sang pria. Dia menyodorkan tangannya ke depan sang pria dengan pergelangan tangan menghadap ke atas. Sang pria kemudian mengangkat tangan kanan-nya, membuka telapaknya dan dengan sihir-nya, dia menyayat telapak tangannya dengan garis lurus, membuat darah menetes dari telapaknya menuju ke pergelangan tangan wanita itu.

Dahulu kala, dewa yang bertanggung jawab atas waktu jatuh cinta dengan seorang gadis manusia dan melakukan sihir terlarang padanya. Dewa itu di hukum karena ini. Narasi suara wanita.


Ketika darah sang pria menetes mengenai pergelangan tangan sang wanita, angin tiba-tiba bertiup kencang hingga membuat badai salju. Terlihat darah yang menetes dari sang pria, terserap masuk ke dalam tubuh sang wanita.


Badai terus menghantam tubuh sang pria dan wanita, hingga membuat tugu yang ada di sana, retak dan kemudian hancur. Hal ini membuat sang wanita (yang adalah manusia) dan sang pria (yang adalah dewa waktu) merasa takut. Tiba-tiba dari atas awan, terdengar suara tawa seperti tawa pria tua.


“Pan Huan, kamu dewa waktu yang unggul. Kamu kehilangan pikiran lebih dari manusia. Risiko hidup kamu sendiri. Lakukan sihir terlarang,” ujar suara itu dalam bentuk kasat mata dan melayang. Si kasat mata mengeluarkan sihirnya dan menyerang Pan Huan, wanita yang melihat itu, segera berlari melindungi Pan Huan hingga dirinya yang terluka.

Pan Huan (sang dewa waktu) menjadi marah dan mengejar makhluk kasat mata (yang memakai baju bertudung hitam seperti malaikat maut) menggunakan pedang yang tertancap di depan tugu tersebut.

“Kekuatan kamu telah habis. Beraninya kau melawan aku,” marah si makhluk dan mulai membalas serangan Pan Huan. “Kamu telah menjaga meterai saya selama seribu tahun. Kamu akhirnya dikuasai oleh kesendirian dan jatuh cinta pada seorang gadis manusia. Sayang sekali aku menghancurkan jiwanya.”

Sang wanita mulai kesulitan bernapas akibat serangan yang tadi di halaunya.

“Cinta yang begitu dalam. Biarkan aku menyatukan kalian,” lanjut si makhluk. Tetapi kemudian dia di kalahkan oleh Pan Huan. Pan Huan membunuh makhluk itu dengan pedangnya, hingga makhluk itu berubah menjadi asap dan menghilang.

Pan Huan kembali menancapkan pisaunya di depan tugu tersebut. Dan segera menemui sang wanita yang mulai kehabisan tenaga. Dia melanjutkan hal yang mereka lakukan tadi, walaupun sang wanita menolak.

Pan Huan dengan kekuatan sihirnya,  melakukan sesuatu pada pergelangan tangan wanita yang menyerap darahnya tadi. Setelah itu, Pan Huan tampak kehabisan tenaga.

“Percayalah kepadaku. Di mana pun kamu berada saya akan menemukan kamu kita akan bertemu lagi,” janji Pan Huan. Dan kemudian tubuhnya lenyap menjadi cahaya bewarna kebiruan.

Sang wanita menangis, menyadari kalau Pan Huan telah menghilang.

Pada akhirnya, hanya gadis manusia yang tersisa. Hidup dalam kesendirian. Menunggu cintanya pada kehidupan terakhirnya, dewa yang hancur jiwa untuk menemukannya.


Itulah kisah yang di ceritakan oleh seseorang yang mirip dengan sang wanita, Luo Xi. Fei Yan yang mendengar cerita itu memuji kalau kisah itu sangat menyentuh hati. Luo Xi dengan serius memberitahu Fei Yan, kalau kisah itu bukan cerita dongeng, tapi benar-benar kisah nyata.

“Aku kasih tahu ya, dari kecil, aku sudah berbeda. Aku punya mata ketiga. Aku bisa melihat masa lalu dan masa depan seseorang. Fei Yan, gadis manusia dalam kisah tadi sebenarnya kamu (pfft… bohong banget si Luo Xi).”

Dan Fei Yan dengan polos-nya percaya pada omongan Luo Xi. Dia bahkan makin semangat mendengar cerita Luo Xi.

“Tiga bulan yang lalu, kamu membaca telapak tangan dan memberi tahu salah satu teman sekelas  kita tentang keberuntungannya dalam urusan cinta. Dan kemudian dia putus dua hari kemudian. Dua bulan yang lalu kamu membaca masa depan ku dan bilang aku sangat beruntung. Lalu, aku kehilangan ponsel pada hari berikutnya. Non Luo Xi terkasih, ramalan Anda tidak begitu akurat,” beritahu Le Xue, karena kasihan melihat Fei Yan yang percaya pada omongan Luo Xi.

Luo Xi langsung menenangkan Fei Yan untuk tidak usah mendengar omongan Le Xue. Percaya saja padanya demi kebahagiaan seumur hidupnya. Dan Luo Xi kemudian membawa Fei Yan ke kamarnya dan menunjukkan sesuatu di laptop-nya.


Fei Yan sudah tidak tampak tertarik lagi. Dia bertanya, bukankah Luo Xi bilang bisa menemukan kekasihnya di kehidupan sebelumnya? Tapi kan tidak ada bilang mengenai website perjodohan seperti ini (yang Luo Xi tunjukkan di laptopnya). Dengan lihai, Luo Xi beralasan kalau dia melihat dari ‘mata ketiga’ nya kalau kekasih Fei Yan di kehidupan sebelumnya juga mendaftar di website itu.

Fei Yan yang polos malah percaya begitu saja. Dan Luo Xi semakin gencar menyuruh Fei Yan untuk mendaftar di website jodoh itu agar bisa menemukan kekasih di kehidupan sebelumnya itu. Fei Yang langsung setuju dan mendaftar di website itu (daftar-nya bayar, bukan gratis).


Setelah Fei Yan pergi, Luo Xi baru membujuk Le Xue agar tidak marah padanya karena menipu Fei Yan seperti itu, dia kan melakukannya untuk Fei Yan juga. Le Xue langsung membalas kalau Luo Xi melakukannya kan demi masa magang-nya di website perjodohan itu. (Jadi, Luo Xi ini sepertinya kerja magang di website jodoh itu -sejenis aplikasi Tatan gitu- dan dia kayaknya harus rekrut orang untuk mendaftar jadi member di website itu)

“Kamu tidak dapat menilai ku begitu. Kamu kan tahu sendiri kalau Fei Yan berkhayal mengenai kekasihnya adalah bos multimiliuner yang suka memerintah. Itu kan tidak masuk akal. Yang aku lakukan tidak hanya menghibur hati kecilnya yang terluka tetapi juga membantu masa magang-ku. Ini seperti menembak dua elang dengan satu panah. Membunuh dua burung dengan satu batu. Itu sempurna,” jelas Luo Xi dengan gembira.

“Sempurna dengkulmu. Hal ini akan membahayakanmu cepat atau lambat,” omel Le Xue. “Dengan kemampuanmu dalam bercerita, kenapa kamu malah mencari member untuk website itu?  Lebih baik kamu menjadi penulis dan membuat novel. Itu kan lebih menghasilkan banyak uang,” saran Le Xue.

Luo Xi langsung protes kalau dia tidak mengarang ceritanya pada Fei Yan tadi. Dia memimpikannya. Dan mimpi itu terasa sangat nyata. Dia dapat mengingat setiap detail-nya dan bahkan merasakannya. Hanya saja wanita yang di selamatkan dewa itu adalah dirinya (bukan Fei Yan). Anehnya, dia tidak bisa mengingat wajah pria itu, yang pasti pria itu sangat sangat sangat tampan.

Le Xue langsung mengejek Luo Xi yang pasti baru puber hingga bisa bermimpi seperti itu. Luo Xi tidak marah dan malah menganggap kalau Le Xue cemburu. Tapi, tenang saja, cintanya tetap untuk Le Xue, kok. Dan Luo Xi bahkan langsung memeluk Le Xue. Mereka saling bercanda dan tertawa-tawa.

--

Fei Yan ternyata benar-benar percaya pada semua omongan Luo Xi. Dia bahkan memposting di SNS-nya : Ternyata, kekasihku di kehidupan sebelumnya adalah Dewa Waktu. Jiwa-nya hancur demi ku. Di kehidupan ini, kita harus menyatukan cinta kita kembali.

Teman sekamar-nya, Jingjing, melihat Fei Yan yang sedang memposting itu dan bertanya apa itu? Fei Yan segera menutup ponselnya dan berkata bukan apa-apa, sambil tersenyum-senyum bahagia.

--

Esok hari,

Di kelas, dosen sedang mengajar sejarah, dan apa yang di ucapkannya sama seperti narasi awal drama ini, mengenai Catatan Seribu Bangsa dan tanah Xia. Dosen melanjutkan kalau kali ini mereka akan fokus mempelajari Negara Qi.

Luo Xi mendengar ajaran dosen itu dengan terkantuk-kantuk. Sementara Le Xue mencatat pelajaran itu dengan serius.

--

Di jam istirahat,

Le Xue bertemu dengan seorang pria (sepertinya kekasih-nya), He Mo. Dia memberikan kotak bekal makan siang untuk He Mo, yang adalah intern di rumah sakit. He Mo jelas senang dan memakan habis semua bekal itu. Dia sangat berterimakasih karena Le Xue mau membuatkannya bekal tiap hari dengan menu yang berbeda. Le Xue tidak merasa keberatan, karena dia tahu sebagai intern di rumah sakit, He Mo pasti sibuk.

Le Xue kemudian curhat pada He Mo mengenai Luo Xi yang suka bicara omong kosong dimana-mana dan hal itu membuatnya khawatir. Apalagi Luo Xi tidak mau mendengarkan nasihatnya. He Mo menenangkan Le Xue agar tidak cemas, karena Luo Xi itu memang seperti orang tanpa beban tapi niatnya baik. Lagipula, hanya Le Xue yang bisa membuat Luo Xi diam, kalau Le Xue saja menyerah apalagi orang lain.

He Mo kemudian pamit untuk kembali ke rumah sakit. Sebelum pergi, dia mencium kening Le Xue terlebih dahulu.

Baru saja He Mo pergi, Le Xue mendapat notifikasi : Website perjodohan mendapatkan keanggotaan dengan kisah cinta kehidupan terakhir.


Dan tampak para mahasiswi yang sedang membaca sesuatu kemudian menertertawakan orang yang percaya pada kisah cinta di kehidupan sebelumnya hingga mendaftar ke website jodoh itu. Mereka menyebut orang itu bodoh dan berotak kosong hingga bisa di tipu. Jelas kita semua tahu, kalau orang itu adalah Fei Yan.

--


Luo Xi yang masih belum menyadari berita itu, sedang tertidur di atas meja belajar. Dia bermimpi sedang melihat ponsel dan tidak terus berjalan, tetapi dia hampir di tabrak gerobak. Saat itu, Luo Xi baru sadar kalau dia berada di tempat yang aneh. Dia seperti berada di masa lampau, dan anehnya, tidak ada satupun yang menyadari kehadirannya, walaupun dia berteriak memanggil orang-orang itu.


Saat itu, lewatlah rombongan Kaisar Qi yang sedang melihat proses pembangunan. Luo Xi tidak bisa melihat jelas wajah Kaisar Qi karena tertutup oleh asap dari tungku pembakaran. Dan tiba-tiba, sebuah batu pembangunan terjatuh dari atas, dimana Luo Xi berada tepat di bawahnya. Anehnya, Kaisar Qi melihat hal itu, dan dia langsung berlari menolong Luo Xi.

Mereka saling bertatapan.

“Siapa kau?”

“Kau bisa melihatku?” tanya Luo Xi heran dan terpesona melihat ketampanan wajah Kaisar Qi.


Sayangnya, mimpi anehnya itu harus berakhir karena panggilan dari Le Xue. Le Xue dengan panik menyuruh Luo Xi untuk menge-check Weibo dan jangan bicara omong kosong mengenai Kaisar.

Begitu melihat weibo-nya, Luo Xi langsung panik dan berlari keluar asrama. Dia harus mencari Fei Yan.

--


Jing Jing juga melihat weibo-nya dan terkejut. Teman-temannya langsung memberitahu kalau itu adalah akun teman sekamar Jing Jing, Fei Yan, yang percaya pada omongan orang yang mengaku punya ‘mata ketiga’.

--

Luo Xi mencari Fei Yan di setiap sudut kampus. Dan selama dia mencari, dia selalu mendengar orang-orang yang menertertawakan Fei Yan yang adalah nerd dan percaya pada hal-hal tidak masuk akal mengenai kekasih di kehidupan sebelumnya. Emang dia kira lagi main drama gitu. Pokoknya, semua menertertawakan Fei Yan yang bodoh karena percaya hal seperti itu.

--


Luo Xi tidak bisa menemukan Fei Yan dimanapun, dan hal itu membuatnya semakin takut. Dia menelpon Fei Yan, tapi ponsel Fei Yan tidak aktif. Luo Xi meninggalkan pesan suara meminta Fei Yan untuk segera menemuinya.

Tidak lama, Luo Xi menerima telepon dari Le Xue yang memberitahu kalau Fei Yan ada di Gedung Lima.


Luo Xi dan Le Xue bersama-sama menuju gedung lima. Le Xue sambil berlari memeriksa Weibo Fei Yan, dan terlihat kalau Fei Yan memposting foto dirinya yang duduk di pinggir atap gedung dan status : Sangat berisik dimanapun, aku hanya ingin waktu sendirian.



Luo Xi dan Le Xue semakin panik dan secepat mungkin naik ke atap gedung. Mereka menemukan Fei Yan yang sedang duduk di pinggir atap. Luo Xi segera meminta maaf karena sudah berbohong pada Fei Yan, tapi dia benar-benar percaya mengenai cinta di kehidupan sebelumnya, dan yakin kalau Fei Yan akan menemukan cinta-nya. Dia memohon agar Fei Yan memaafkannya dan tidak berbuat hal bodoh.

“Buat bodoh? Aku hanya mau waktu tenang sendirian,” jawab Fei Yan dengan bingung melihat reaksi Luo Xi dan Le Xue.

 “Jangan duduk di sana walau kamu butuh waktu tenang. Ayo turun,” pinta Luo Xi dan Le Xue yang merasa ngeri karena Fei Yan duduk di pinggir atap begitu.

Fei Yan mengiyakan. Tapi, masalahnya, dia merasa kesemutan dan kakinya tidak bisa di gerakkan. Le Xue dan Luo Xi langung mengomel, kenapa kau duduk di sana sih? Fei Yan dengan wajah memelas menjawab kalau dia tidak mengira kalau duduk di tempat seperti itu akan berbahaya.


Luo Xi dan Le Xue akhirnya, dengan perlahan, mendekat untuk membantu Fei Yan agar menjauh dari sana. Orang-orang yang melihat dari bawah mengira kalau Fei Yan hendak bunuh diri dan Luo Xi serta Le Xue hendak menolong. Semua langsung berkerumun dan menyuruh agar Fei Yan tidak bunuh diri.



Le Xue menahan tangan Luo Xi sebelah kiri, sementara Luo Xi mengulurkan tangan kanannya pada Fei Yan untuk di pegang. Dia akan membantu Fei Yan berdiri. Eh, si Fei Yan malah kasar kali narik tangan Luo Xi, hingga memnbuat Luo Xi kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Le Xue yang sedang memegang tangan Luo Xi juga otomatis tertarik ke bawah dan ikut terjatuh.




Mereka berdua terjatuh ke bawah. Dan saat terjatuh itu, entah kenapa Luo Xi seperti melihat sekilas-sekilas kejadian masa lalu.

--

Luo Xi dan Le Xue terbangun. Mereka tidak terluka sama sekali, tapi malah berada di tempat yang aneh. Seperti kerajaan dan banyak prajurit. Bukankah mereka tadi terjatuh dari atap gedung?

5 comments:

  1. Kak lanjut dampai selesai y makasih

    ReplyDelete
  2. Drama china will intended love dong kak...

    ReplyDelete
  3. Makasih kak sinopsisnya, lanjut sampai selesai y

    @annisa uda da yg bwt drama itu, liat tamura deh, pakai judul how boss marry me

    ReplyDelete