Monday, January 28, 2019

Sinopsis C-Movie : To My 19 Year-Old (part 4)

2 comments


Berita mengenai siswa yang memecahkan kaca jendela dan kabur semalam di tempel di mading. Ditulis disana bahwa siswa tersebut berusaha untuk mencuri mumi dari labotarium, tapi sayangnya dia gagal, karena penjaga keamanan menemukannya dan mengejarnya dari jarak yang jauh.

Mengetahui hal itu, Yi Xue meminta temannya untuk menggantikan absennya, lalu setelah itu dia berlari pergi. Li Qian yang merasakan bahwa ada sesuatu, dia juga meminta temannya untuk menggantikan absennya, lalu setelah itu dia berlari peri.

“Eh. Aku akan berpura- pura menjadi Li Qian dan kamu akan menjadi Yi Xue,” kata Da Mao.

“Bagian mana dari mu yang sama dengan Li Qian yang cantik?” balas Dongdong.

“Semuanya. Tak ada keraguan,” kata Da Mao dengan bangga.

“Omong kosong, tidak ada keraguan,” balas Dongdong.


Dikantor guru. Xioa Feng diminta untuk memberitahu yang sebenarnya, karena mereka memiliki bukti di CCTV, dan juga mereka menanyakan siapa gadis yang bersama Xiao Feng tersebut.

“Aku yang memecahkan mumi itu,” kata Yi Xue, dia masuk ke dalam kantor guru dan mengaku.

“Benar. Benar. Itu dia. Aku mengenali suara itu,” kata si Penjaga Sekolah, membenarkan.


“Yang Yi Xue, kamu adalah siswa yang baik. Bagaimana bisa kamu bersama dengan Mo Xiao Feng?” kata Guru merasa kecewa pada Yi Xue. “Dan kamu, bukankah Li Qian pacarmu?” tanya nya pada Xiao Feng.

“Li Qian bukan pacarku,” jawab Xiao Feng langsung.

“Aku pacarnya. Dan aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam,” kata Li Qian yang telah mendengarkan dari luar pintu kantor, dia masuk ke dalam ruang kantor dan mengakui sesuatu yang tidak diperbuatnya.

“Pertunjukan yang bagus, Li Qian,” kata Xiao Feng dengan sinis.


Merasa bingung, Guru pun membuka rekaman CCTV yang berada di depan kelas ruang sejarah. Dan disana terlihat jelas Xiao Feng mencium pipi Yi Xue. Lalu si Guru berdiri sambil memukul meja, dan memarahi Yi Xue serta Xiao Feng. Sementara Li Qian, dia langsung berlari keluar dari dalam kantor guru. Dan Xiao Feng tersenyum senang memandang Yi Xue.


Didalam kamar. Li Qian memarahi Yi Xue yang telah mencuri pacarnya secara terang- terangan. Dan Yi Xue menjelaskan bahwa itu semua cuma salah paham. Tapi Li Qian tidak mau percaya dan terus memarahi Yi Xue.


Dongdong masuk ke dalam kamar dengan panik. Dia memperlihatkan selebaran yang tersebar di seluruh sekolah kepada Yi Xue, dan melihat itu Yi Xue langsung  berlari keluar dari kamar. Sementara Li Qian, dia tersenyum jahat.



Yi Xue mencabut semua selebaran tentang dirinya yang dipajang disepanjang dinding sekolah. Yaitu selebaran gosip mengenai dirinya yang merebut Xiao Feng dari Li Qian. Lalu disaat sedang mencabut semua selebaran itu, Yi Xue melihat Xiao Feng yang berada di dekatnya dan juga sedang mencabut semua selebaran itu.

Xiao Feng berhenti mencabuti semua selebaran, dan berjalan mendekati Yi Xue. Lalu dia menarik tangan Yi Xue dan membawanya untuk pergi.

© Aku harusnya membiarkan dunia tahu aku mencintaimu ©

© Bahkan bintang- bintang tahu aku dirugikan ©

© Setiap senyuman dengan kata- kata yang tidak diucapkan ©

© Terima kasih atas keberanian mu ©


“Aku bukan pacar Li Qian. Dan aku tidak akan pernah menjadi pacarnya. Dia berbohong. Aku sudah jatuh cinta pada seseorang. Aku tahu jadwal kuliahnya. Aku mulai mempercayai ramalan. Ketika dia tidak menolak ku sebagai pasangan, aku senang setengah mati. Ketika gaunnya meledakan pikiranku, aku berharap orang yang lewat akan buta,” kata Xiao Feng menjelaskan semuanya sambil masih memegang tangan Yi Xue dan menariknya terus berjalan.


Ketika Yi Xue mendengar kedua temannya yang berteriak memanggil namanya, dia langsung menarik tangannya lepas dari Xiao Feng dan berhenti berjalan. “Jangan lagi dekat denganku. Aku tidak seberani yang kamu pikirkan,” kata Yi Xue sambil menangis, lalu dia berlari pergi.

Pada malam itu, berlari bersama denganmu dalam jarak yang tidak jauh. Tapi sepertinya panjangnya seluruh masa mudaku. Untuk mu yang berusia 19 tahun. Satu sisi adalah persahabatan, sisi lain adalah cinta. Kamu pikir kamu harus berpihak. Faktanya, kamu harus memberikan jawaban kepada diri sendiri. Untuk mencintai atau tidak mencintai.

Yi Xue masa depan menulis kan surat itu di dekat lorong sekolah. Dan didepannya, terlihat Xiao Feng masa lalu yang sedang merobek semua selebaran di tangannya.

Dibantu oleh ketiga temannya, Xiao Feng menyingkirkan pria yang duduk bersama dengan Yi Xue di perpustakaan. Lalu dia duduk dan tersenyum manis kepada Yi Xue, tapi Yi Xue langsung berdiri dan pergi.

Dibelakangnya, Xiao Feng dan ketiga temannya bertengkar dengan beberapa orang di dalam perpustakaan yang merasa terganggu.


Saat mendengar suara Xiao Feng dan ketika temannya yang sedang menaiki tangga, Yi Xue langsung bersembunyi agar tidak bertemu dengan Xiao Feng.


Diatap. Saat hari hujan. Xiao Feng menunggu didekat jemuran pakaian Yi Xue, dia berharap dapat bertemu dengan Yi Xue yang datang untuk mengambil jemuran itu. Tapi Yi Xue yang berada disana, dia bersembunyi dan tidak berani keluar untuk mengambil jemuran pakaiannya.

Pada saat itu kamu tidak mengerti. Cinta haruslah egois. Kamu hanya peduli tentang perasaan orang lain. Dan takut menyakiti sahabat terbaikmu. Tapi kamu tidak menyadari. Kamu telah menyakiti Pria itu, orang yang sangat peduli padamu dan mencintaimu. Bertahun- tahun kemudian, rasa sakit mendengar nama Mo Xiao Feng, ini seperti menarik keluar duri dari hatimu.

***
Yi Xue masa depan berlari menaiki tangga yang menuju ke atap.

***
Saat naik ke atap untuk mengambil pakaiannya yang dijemur, Yi Xue dengan sengaja melewati Xiao Feng begitu saja, bersikap seperti dia tidak melihat Xiao Feng yang sedang bermain gitar di dekat pintu masuk atap.

Xiao Feng tidak berdiam diri. Dia mendekati Yi Xue dan menyapanya serta mengajaknya mengobrol. Tapi Yi Xue mengabaikan Xiao Feng dan menyibukan diri untuk secepat mungkin mengambil semua pakaiannya di jemuran.


“Bulan depan adalah pameran fotoku. Maukah kamu datang?” tanya Xiao Feng sambil menaruh sesuatu ke dalam baskom Yi Xue.

“Aku punya urusan lain,” balas Yi Xue, lalu pergi.

“Kenapa kamu bersembunyi dariku? Karena gosip kah?” teriak Xiao Feng bertanya. Tapi Yi Xue tetap berjalan pergi.


Didalam kamarya. Yi Xue melihat foto dirinya dan membuka sebuah surat yang Xiao Feng berikan. Lalu setelah selesai membaca surat itu, Yi Xue menangis, dan kemudian dia merobek undangan pameran yang Xiao Feng berikan padanya. Dan membuangnya keluar jendela.

Semoga kamu bisa tetap hangat di musim dingin ini. Dan bisakah kamu memberitahuku. Jika aku masih harus menunggu?

***
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Yi Xue berjalan menaiki anak tangga. Tapi karena kelelahan dan tidak kuat untuk berjalan lagi, maka dia pun terjatuh. Dan kotak tua yang dipegangnya itu terjatuh serta rusak.


Dirumah sakit. Saat terbangun, Yi Xue langsung berdiri dan turun dari atas tempat tidurnya untuk mencari kotak tua miliknya. “Kotak kayu ku?”

“Kotak apa? Kotak apa sebenarnya?” tanya teman pria Yi Xue (Zi Yu) dengan kebingungan sambil memegang kan tempat infus Yi Xue.

“Kotak yang Xiao Feng tinggalkan,” jawab Yi Xue sambil mencari- cari.

“Yi Xue. Mo sudah mati. Kamu harus menghentikan hal- hal aneh yang ada dalam pikiranmu. Yi Xue. Yi Xue, tenanglah. Mo Xiao Feng sudah mati. Dia sudah pergi. Kamu seharusnya tidak merusak diri sendiri, bisakah?” tanya Zi Yu mengingatkan Yi Xue.

“Kamu selalu peduli padaku. Tolong. Mungkin ini yang terakhir kalinya bagiku untuk bisa memperbaiki kesalahanku? Kotak ini penting bagiku. Tolong bantu aku menemukannya. Tolonglah,” pinta Yi Xue sambil berlutut memohon.


Yi Xue mencari- cari kotak tua itu disekitar lingkungan rumahnya, dia mencari sampai ke tempat sampah. Melihat itu, Zi Yu tidak tega, dan membantu Yi Xue untuk mencari kotak tua itu. Tapi sayangnya, kotak tua itu sudah rusak. Namun Yi Xue tidak berputus asa.


Didalam rumah. Yi Xue memperbaiki kotak tua tersebut. Dan selagi Yi Xue memperbaiki kotak tua itu, Zi Yu mengingatkan Yi Xue untuk berjanji padanya. “Minumlah air hangat dan mandi. Lalu kita kembali ke rumah sakit. Atau aku akan membiarkan orang tua mu untuk membawa mu kembali ke rumah,” jelas Yi Xue sambil menyiapkan air hangat.


Yi Xue menuliskan sesuatu di sebuah surat undangan kecil yang tampak sudah lama. Lalu dia memasukan kertas undangan itu ke dalam kotak dan menutupnya. Kemudian dia berdoa. Dan setelah itu, dia membuka kotak tua tersebut. Tapi Zi Yu yang merasa heran melihat itu, dia langsung menutup kotak tua itu.

“Yi Xue orang yang baik. Aku percaya padamu. Aku tanpa syarat mempercayaimu. Berikan padaku,” pinta Zi Yu, mungkin dia mengira Yi Xue sedang berkhayal.


“Kenapa kamu tidak percaya padaku?” tanya Yi Xue dengan histeris sambil memeluk kotak tersebut. Lalu dia duduk menjauh dan kembali berdoa lagi, kemudian dia membuka kotak tua itu secara perlahan.

Tapi berapa kali pun dia membuka tutup kotak tua itu, namun kertas undangan yang diletakannya di dalam tetap tidak menghilang. Dan Yi Xue pun menangis putus asa, air matanya menetes diatas kotak tua itu.



Melihat Yi Xue yang mulai menangis, Zi Yu mengambil kotak tua itu dan menjauhkan nya dari Yi Xue, dan tepat disaat itu kertas undangan kecil itu muncul secara ajaib di hadapan mereka berdua. Dan Yi Xue langsug tersenyum senang, karena itu berarti kotak tua itu masih berfungsi.

Didalam kamarnya. Yi Xue membolak- balik kertas halaman pada buku catatan lamanya. Tahun 2007. Lalu dia mengambil sebuah kertas undangan kecil dan menuliskan sesuatu di atasnya.

Dengan perhatian, Zi Yu memakaikan sweater di bahu Yi Xue agar dia tidak kedinginan.

***


Xiao Feng menghampiri Yi Xue yang sedang berada di tempat parkir sepeda. Disana dia memberikan sebuah kertas undangan baru kepada Yi Xue, karena dia tahu bahwa Yi Xue pasti telah membuang kertas undangan yang diberikannya kemarin.

“Kamu pasti harus datang ke pameran ku ya!!” kata Xiao Feng dengan sikap riang sambil tersenyum, lalu dia pergi.


Setelah Xiao Feng pergi, Yi Xue berusaha membersihkan bangku sepedannya yang dicoret. Tapi tidak peduli sekeras apapun dia menggosok, coretan dibangku sepedanya tetap tidak menghilang. Kemudian saat salju turun, dia menangis.


Diasrama. Beberapa murid menghindari Yi Xue ketika dia datang, kecuali dua teman sekamar Yi Xue. Dongdong memberikan makanan kepada Yi Xue dan menyemangatinya.

Yi Xue duduk dimejanya dan dia memakan makanan yang diberikan oleh Dongdong tersebut. Tapi dia tidak jadi memakan makanan itu, ketika dia melihat sebuah undangan yang mirip sekali dengan apa yang Xiao Feng berikan kepadanya.

Aku tidak menggunakan undangan (tiket) ini. Dan aku menyesali keputusan ku selama 10 tahun. Apapun yang terjadi, kamu harus menghadiri pameran itu. Itu pasti pameran milikmu. Datanglah lebih awal. Dan hentikan Li Qian untuk masuk ke aula. Aku adalah kamu yang berusia 29 tahun. Yang Yi Xue.


Selesai membaca apa yang tertulis di undangan tersebut, Yi Xue menatap ke sekelilingnya, tapi tidak ada siapapun di sekitarnya. Dan dia pun menjadi merasa bingung.

2 comments: