Wednesday, January 30, 2019

Sinopsis C-Movie : To My 19 Year-Old (part 5)

0 comments




Yi Xue datang ke tempat pameran lebih awal seperti apa yang tertulis pada surat undangan di meja nya. Namun saat akan memasuki gedung pameran, dia di tahan oleh seorang petugas, karena pameran belum dibuka. Tapi Yi Xue mengabaikan si petugas, dan masuk begitu saja ke dalam.


Yi Xue sangat kaget sekali, ketika dia melihat semua foto dirinya yang dicetak dalam ukuran besar dan digantung di seluruh tempat pameran.



“Kamu datang lebih awal. Apakah kamu menyukai nya?” tanya Xiao Feng, mendekati Yi Xue, saat dia melihat nya datang. Tapi Yi Xue tidak menjawab dan berjalan untuk melihat semua foto dirinya yang dia tidak tahu kapan itu diambil.

“Apakah aku menunjukan kecantikan mu? Butuh beberapa saat untuk memilih foto. Aku bisa merubahnya, jika kamu tidak puas,” jelas Xiao Feng sambil mengikuti Yi Xue berjalan.


“Kapan kamu mengambil foto ku?” tanya Yi Xue.

“Dari… mm… sudah sejak lama, sudah lama sekali.”

Flash back


Hari pertama ketika Yi Xue datang ke asrama. Disana Xiao Feng sudah merasa tertarik saat melihat Yi Xue. Dia memotret Yi Xue berkali- kali, lalu setelah itu dia berteriak menanyakan nama Yi Xue. Tapi karena tidak mendengar, maka Yi Xue tidak menjawab dan masuk begitu saja ke dalam gedung asrama.


Hari selanjutnya. Ketika Yi Xue sedang menaiki sepeda pulang ke asrama. Yi Xue berada disana dan memotretn ya dari jauh.


Hari selanjutnya. Ketika Yi Xue sedang duduk melamun di tepi jendela kamar. Xiao Feng ada disana dan memotret nya dari jauh.


Hari selanjutnya. Ketika Yi Xue sedang berlari pagi dan tanpa sengaja mengijak taik anjing, disana Xiao Feng ada dan memotret nya dari jauh.

Flash back End.

“Kenapa aku terlihat bulat?” tanya Yi Xue, sedikit bercanda.

“Seperti yang aku katakan. Wajah bulat yang terimut,” jawab Xiao Feng sambil tersenyum.



Li Qian datang dan menampar Yi Xue, lalu dia memarahi Yi Xue serta Xiao Feng. Dia marah karena mereka menggunakan foto2 ini untuk mempermalukannya.



“Li Qian, kamu benar2 salah paham. Sejak terakhir kali aku berjanji padamu, aku tidak pernah menghubungin dia. Aku selalu menganggap mu sebagai sahabatku. Sebelumnya, sekarang dan dimasa depan nanti, aku tidak pernah ingin mencampuri hubunganmu,” jelas Yi Xue.

“Kamu masih bersikeras itu bukan sebuah kesalahan. Ingin menjadi temanku selamanya? Berkacalah! Kamu hanya menjadi ekor ku. Tidak ada kesempatan untuk membandingkan mu dengan aku,” balas Li Qian dengan marah sambil mendorong Yi Xue. Dan melihat itu, Xiao Feng langsung mengulurkan tangannya untuk menlidungin Yi Xue.


Merasa tidak tahan lagi, Yi Xue berteriak agar Li Qian diam. Kemudian tepat disaat itu, Dongdong serta Da Mao datang, dan mereka berdua membela Yi Xue.

“Lihatlah. Apakah itu terlihat tidak biasa?” tanya Dongdong sambil membagikan selebaran yang dibawanya kepada mereka semua.


Diselebaran tersebut ada foto Li Qian yang sedang menyuap seseorang. Orang itu adalah si Gemuk yang toilet nya rusak dan jatuh ke bawah kamar asrama Xiao Feng serta teman2 nya. Karena itulah, makanya Xiao Feng berserta teman2 nya terpaksa harus pindah ke asrama perempuan.



“Kamu mengatakan itu pada semua orang bahwa kamu berpacaran dengan Mo Xiao Feng. Benarkan?” tanya Dongdong dengan sinis pada Li Qian.


Diselebaran kedua. Ada foto Li Qian yang mengunci puintu sekolah, sehingga Yi Xue tidak bisa keluar dari dalam sekolah.


Diselebaran ketiga. Ada foto Li Qian yang sedang menempel banyak selebaran di kampus, ketika kampus sedang sepi. Yaitu selebaran yang menyebutkan bahwa Yi Xue bukanlah wanita yang baik.



“Omong kosong,” sangkal Li Qian dengan marah.

“Apakah aku akan mengatakan demikian jika aku tidak memiliki bukti? Nona Primadona sekolah, lihatlah ini. Aku yakin kamu mengenali mereka semua. Oh, mungkin kamu belum pernah mendengarnya. Tukang Ledeng telah diberhentikan oleh sekolah. Dia mengaku,” balas Dongdong.


Li Qian menyangkali semua itu, lalu dia berjalan mau pergi. Tapi Da Mao langsung menghalanginnya. “Kamera2 di kampus mengambil semuanya. Semua orang bisa datang dan menonton,” kata Da Mao sambil membagikan selebaran kepada semua orang yang berada disana.



Alasan Dongdong serta Da Mao melakukan semua ini adalah karena Yi Xue selalu menganggap Li Qian sebagai temannya, tapi mengapa Li Qian tega melakukan hal itu kepada Yi Xue.

“Aku hanya membela cintaku. Apa salah? Aku tidak tahan denganmu! Kamu selalu bersikap bahwa dunia damai dan ramah, berhentilah melakukannya! Aku tahu kamu menolak Mo karena aku, kamu pikir kamu baik hati, jadi aku harus berterima kasih? Aku tidak membutuhkan simpatimu!” kata Li Qian menumpahkan semua rasa kesal nya pada Yi Xue yang mulai menangis.



Xiao Feng tidak tahan lagi. Dia menghentikan Li Qian yang telah merusak pamerannya, dan dia menyuruh agar Li Qian pergi. Dongdong, Da Mao, serta yang lainnya juga menyuruh agar Li Qian pergi.

“Baik. Baik. Kamu memaksa aku untuk pergi. Aku lebih suka menghancurkan, apa yang tidak bisa aku mliki,” kata Li Qian kepada Xiao Feng sambil menahan air matanya, lalu dia pergi.

Yi Xue ingin mengejar Li Qian, tapi mereka menahannya agar tidak perlu mengejar Li Qian.



Didalam kamar. Yi Xue menatap sedih keluar jendela, saat dia melihat  Li Qian pergi.



Pagi hari. Menggunakan pengeras suara, Chen Wei berteriak menyatakan cintanya kepada  Dongdong. Dan melihat itu, Dongdong merasa sangat senang dan terkesan padanya, tapi semuanya langsung hancur, ketika sebuah rekaman yang ada dipengeras suara itu menyala.

“Jangan Omong kosong! Kulkas, TV berwarna, Mesin Cuci!”

“Chen Wei! Kamu bodoh!!” teriak Dongdong merasa kesal.



Chen Wei mengembalikan pengeras suara yang dipinjamkan oleh seorang temannya itu. Lalu dia berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Dongdong serta meminta maaf. Tapi karena Chen Wei telah telanjur membuatnya malu dan ditertawakan oleh orang yang banyak yang berada di dekat situ, maka Dongdong tidak mau mendengarkan.


“Aku akan putus denganmu!!!” teriak Dongdong.

“Dia belum meminta mu menjadi pacarnya,” sela Yi Xue, mengingatkan sambil tertawa.


Sebuah pesan masuk ke dalam grup kelas. Dan saat membaca pesan itu, Yi Xue langsung segera berlari ke atas atap dengan panik.



Diatas atap. Yi Xue merasa sangat panik, karena Li Qian sedang berdiri di dekat pinggir pembatas atap, seperti mau bunuh diri. “Li Qian! Jangan melakukan apapun untuk menyakiti diri sendiri,” pinta Yi Xue.

“Aku tidak bodoh. Aku hanya ingin menakut- nakuti mu, bodoh! Kecuali kalau kamu mau bersumpah,” balas Li Qian.

“Aku bersumpah,” kata Yi Xue langsung.



Tepat disaat itu Xiao Feng serta yang lainnya datang ke atap juga. Dan Yi Xue pun langsung menahan mereka semua. Lalu dia bersumpah bahwa dia tidak akan pernah bersama dengan Mo Xiao Feng seperti yang Li Qian harapkan. Dan mendengar itu, Li Qian tertawa.

“Apakah kamu mendengar itu, Mo Xiao Feng? Kamu sangat menyukainya, tapi dia dengan mudah …. Akhhhh…” kata Li Qian sambil memanjat pagar pembatas, tapi tanpa sengaja dia malah terpeleset dan terjatuh.



Melihat itu mereka semua langsung berteriak dengan panik dan menelpon 120.

***


“Jadi begitulah. Li Qian meninggal secara tidak sengaja. Aku tahu dia membenciku. Bertahun- tahun, aku tidak bisa membiarkannya pergi,” kata Yi Xue bercerita kepada Zi Yu.

“Itu adalah sebuah kecelakaan. Bagaimana kamu bisa disalahkan? Karena masalah ini, kamu sangat takut dengan gosip, dan kamu serta Mo tidak bisa bersama,” balas Zi Yu.

“Ya, Zi Yu. Terima kasih sudah mau mendengarkan ku.”

“Sekarang kamu memiliki kotak itu. Kamu memiliki kesempatan untuk memulai nya kembali.”


Zi Yu menemanin Yi Xue masuk ke dalam kampus lama Yi Xue, dia menjelaskan bahwa mereka harus memanfaatkan waktu yang ada, karena sebentar lagi gedung lama kampus ini akan segera di hancurkan.

“Beri aku buku harian itu. Kali ini aku akan mulai dari awal,” kata Yi Xue dengan berani. Dan Zi Yu memberikan buku harian Yi Xue yang dibawanya didalam tas.


“Zi Yu, tidak kah kamu takut bahwa kita akan menjadi orang asing setelah kita masuk?” tanya Yi Xue dengan ragu, ketika teringat sesuatu.

“Jangan khawatir. Tidak peduli dimanapun aku berada. Aku dapat menemukan mu, ketika kamu membutuhkan ku,” balas Zi Yu, menenangkan Yi Xue.

No comments:

Post a Comment