Wednesday, January 9, 2019

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 12 - part 1

0 comments

Network : GMM One


“Pang!!”

“Ada apa?” tanya Pang yang akirnya tersadar.

Wave menjelaskan bahwa seharunya dia yang menanyakan itu, karena sewaktu dia masuk, Pang telah berdiri diam di depan pintu. Dan sambil menggelengkan kepala sedikit, Pang membalas bahwa dia tidak ingat apapun, yang dia ingat hanyalah sampai dia masuk ke dalam kamar, dan tidak peduli bagaimanapun Pang mencoba, dia tetap tidak bisa ingat apa yang terjadi setelah itu.

T H E      G I F T E D


Wave melemparkan satu persatu gumpalan kertas ke arah Pang, sambil terus mengomelinya, “Bodoh. Tolol. Goblok. Bego. Pantas saja, kamu di Kelas 8. Kamu sama sekali tidak bisa diandalkan.”

“Aku sudah minta maaf,” keluh Pang.

“Apa maafmu bisa mengembalikan foldernya? Lihat, semua penyelidikan kita hilang. Dan ingatanmu juga dihapus,” balas Wave dengan sedikit kesal.



Pang merasa sedikit heran, mengapa semua ingatannya tidak dihapus, karena dia masih mengingat dengan jelas semua informasi didalam folder itu. Dan Pang merasa curiga kepada satu orang, tapi dia tidak yakin apa itu masuk akal.

“Terserah lah!” kata Wave dengan capek, lalu dia mengambilkan sekotak susu dan melemparkan itu kepada Pang. Dan ketika Pang meminum itu, dia jadi terpikir akan sesuatu.



“Sayang sekali, harusnya ada CCTV, jadi kita bisa lihat wajahnya,” jelas Pang. Dan Wave setuju.

Ternyata sejak awal, Wave memang telah ada memasang kamera CCTV di kamar Pang. Tapi dia sengaja tidak memberitahu Pang, karena jika dia bilang maka Pang pasti tidak akan memperbolehkannya. Lalu Pang pun mengeluh, tapi karena dia juga ingin mengetahui siapa pelakunya, maka dia pun tidak melanjutkan keluhannya.



“Sial!! Kalau Guru Pom benar adalah musuh kita, tamat sudah,” kata Wave dengan kesal, ketika telah selesai menonton rekaman CCTV nya.

“Tunggu. Coba putar ulang,” pinta Pang.



Didalam rekaman tersebut. Guru Pom tampak menyentuh kepala Pang, tapi baru sesaat, tiba- tiba saja Guru Pom langsung terburu- buru mengambil semua barangnya dan mengambil lencana The Gifted yang di pakai oleh Pang, kemudian dia pergi dari dalam kamar.

Dan Wave menduga bahwa itu pasti karena Guru Pom mengetahui kedatangannya. Cuma yang membuat Wave sangat heran adalah kenapa Guru Pom mengambil lencana Pang.



Pang mulai berpikir, dia mengingat tentang kasus Chanon, dan potensi menghapus ingatan si Pelaku yang membuat Namtaan lupa. Lalu seperti terpikirkan sesuatu, Pang langsung berkata dengan keras kepada Wave bahwa semua ini belum berakhir.

“Kita harus merebut kembali dokumen itu. Jika potensi Guru Pom adalah menghapus ingatan, maka informasi di dalam folder itu bisa membalik kan keadaan,” jelas Pang dengan sangat yakin.



Didalam kantor. Guru Pom ingin membuka folder tersebut, tapi dia tidak jadi membuka nya, saat dia mengingat tentang Chanon yang merupakan teman baiknya. Dan seperti sangat kelelahan, Guru Pom lalu menghela nafas serta bersandar di kursi.


Hari terakhir semester pertama. Semua murid dengan bersemangat pergi meninggalkan area sekolah. Kecuali murid dari kelas Berbakat, karena mereka harus mengikuti ujian akhir nanti sore, tapi begitu selesai Direktur yakin maka semua nya juga akan merasa bahagia.



“Selalu ada hal special dari siswa Berbakat di sekolah ini,” komentar Prof.Dr. Premchai Taeweesilp, Wakil Direktur Jenderal, Kementerian pendidikan.

“Makanya mereka layak mendapatkan lebih,” balas Direktur. Kemudian saat bel sekolah berbunyi, Direktur mengajaknya untuk memulai rapat.



Diauditorium. Semua murid kelas Berbakat berkumpul bersama. Disana saat melihat Namtaan yang tampak sedih, maka Ohm pun bertanya. Dan Namtaan menjelaskan bahwa dia merasa seperti semester ini berlalu sangat cepat sekali, dan banyak orang yang telah berubah.

“Kamu selalu sok misterius,” komentar Ohm. Dan Namtaan tersenyum. Lalu mereka berdua melihat kearah Pang yang tampak sedang sibuk mengobrol bersama dengan Wave.



Guru Pom masuk ke dalam ruang auditorium dengan wajah yang sangat serius, berbeda dari biasanya. Lalu dia berdiri di depan dan mulai berbicara kepada semuanya, “Hari ini, kita akan menjalanin ujian akhir semester Kelas Berbakat. Semoga potensi kalian terus berkembang dan tidak kehilangan fokus. Dan sebelum ujian dimulai, ada yang harus Bapak sampaikan. Ada tamu dari Kementerian Pendidikan yang akan rapat dengan Direktur. Jadi dalam ujian hari ini, Bapak minta kalian tetap tenang. Tolong jangan sampai mengganggu rapat,” kata Guru Pom.



Flash back

Wave menjelaskan rencana yang telah dibuatnya kepada Pang. Mereka harus menyiarkan kebusukan Direktur kepada publik, tenggang waktu nya adalah pukul 5 sore. Jadi sebelum rapatnya berakhir, maka mereka harus bisa mendapatkan folder tersebut.

“Tapi masalahnya, hari itu kita ada ujian,” komentar Pang.

“Benar. Guru Pom akan mencoba menghentikan kita,” balas Wave.

“Mungkin juga tidak. Dia tidak tahu bahwa kita mengetahui soal potensinya. Tapi ujian akhir itu akan jadi momen yang menentukan, kita bisa merebut folder itu atau tidak,” jelas Pang. Dan Wave setuju.

Flash back End.



Guru Pom menjelaskan mengenai ujian akhir Kelas Berbakat. Sesuai dengan tradisi sekolah mereka, yaitu lencana sekolah yang menjadi simbol sistem pembagian di sekolah mereka, sehingga membuat mereka menjadi sekolah unggul seperti sekarang ini.

“Lencana Berbakat yang kalian pakai bukan sekedar Lencana biasa. Tapi sumpah bahwa kalian akan maju untuk memimpin di masa depan. Jadi untuk ujian hari ini, lencana Berbakat di baju kalian bernilai 100 poin, lencana lain bernilai lebih kecil dan tersembunyi di berbagai ruangan. Kalian mungkin sudah bisa menebak tugas kalian hari ini, yaitu kumpulkan poin dari lencana,” jelas Guru Pom.



Ada dua peraturan dalam ujian ini, yaitu jangan melukai mereka yang memakai lencana. Dan kedua, siswa yang tidak bisa menemukan satu lencana pun akan gagal ujian dan langsung di keluarkan. Batas waktu nya adalah sampai pukul 5 sore.

Mengetahui hal itu, Pang tampak kebingungan dan melirik ke arah Wave, karena lencana nya telah hilang di ambil oleh Guru Pom semalam. Sementara yang lainnya, seperti Claire, dia tersenyum senang dengan ujian ini.

“Detail lainnya ada di dokumen di laci meja kalian. Semoga sukses,” kata Guru Pom.



Kemudian semua orang langsung mengambil denah serta dokumen detail yang berada di laci meja mereka, dan membaca itu. Lalu saat Guru Pom pergi, maka Pang serta Wave pun langsung berdiri.

No comments:

Post a Comment