Tuesday, January 1, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 5 - part 1

0 comments
Khun Chai Puttipat (2013) Episode 5 - Part 1

Network : Channel 3

Pagi hari. Chai Pat menguap kecil, menunggu Keaw yang masih tidur. Dan ketika Keaw terbangun serta menyadari bahwa saat ini dia sedang berada di pangkuan Chai Pat, maka dia pun segera berdiri.

“Khun Chai. Aku minta maaf ya,” kata Keaw, merasa tidak enak.

“Tidak apa,” balas Chai Pat sambil tersenyum.


Keaw menanyakan mengapa Chai Pat tidak membangun kannya, karena kasihan Chai Pat harus duduk seperti itu sepanjang malam membiarkannya tidur di atas pangkuan. Dan sambil tersenyum, Chai Pat membalas bahwa dai tidak apa- apa, jadi Keaw tidak perlu khawatir.

“Aku pikir Ayah sudah bangun sekarang. Mari temui dia!!” ajak Keaw. Dan Chai Pat setuju.
Namun saat baru berdiri, karena kaki Chai Pat sedikit kebas,  maka dia terjatuh duduk kembali di kursi dengan berpengangan pada Keaw. Lalu selama sesaat mereka saling menatap satu sama lain dan terdiam.


Tapi ketika sadar, Chai Pat langsung melepaskan Keaw dan meminta maaf, karena kaki nya sedikit kebas. Dan Keaw tertawa, lalu dia menanyakan apa Chai Pat bisa berjalan.

“Bisa,” kata Chai Pat. Lalu dia kembali berdiri, namun masih sedikit kesulitan.

“Mari ku bantu,” kata Keaw sambil memegangin lengan Chai Pat.

Didalam kamar. Tiba- tiba saja tubuh Kiti mengejang kuat, dan melihat itu Keaw pun langsung berlari mendekat sambil berteriak memanggil- manggil Ayahnya. Tapi Chai Pat langsung menahan tangan Keaw dan menyuruhnya untuk tetap tenang.


Perawat yang berada disana, dia mengambil tirai pemisah untuk menutupi Kiti. Dan Dokter menjelaskan kepada Keaw bahwa tekanan darah pasien tiba- tiba drop, dan dia akan memeriksa nya, jadi Keaw harus menunggu di luar.

“Ayah!! Jangan terluka ya!! Kamu harus hidup denganku,” teriak Keaw sambil menangis. Dan Chai Pat pun memeluk Keaw untuk menenangkan nya.

Marathee datang ke rumah sakit mengenakan pakaian yang bergaya, bukannya pakaian putih perawat. Dan melihat itu Piangporn pun menasehatinya. Namun dengan sikap tidak hormat, Marathee membalas nya.

“Ini 10 menit sebelum shift ku dimulai. Aku bisa bertukar pakaian dengan cepat. Jadi berpikirlah dua kali sebelum mengomel, perawat Piangporn,” kata Marathee. Dan Piangporn pun terdiam.

Piangporn lalu mengambil map miliknya, dan akan pergi menuju ke kamar pasien. Tapi Marathee menghentikannya, dia menanyakan dimana Chai Pat berada. Dan sambil tersenyum, Piangporn menjawab,”Sekarang, aku sedang bertugas. Berpikirlah dua kali sebelum bertanya.”


Seorang perawat yang suka menggosip, dia memanggil Marathee, dan dia memberitahukan segalanya. Kemarin malam, saat Keaw ingin keluar dari rumah sakit, Chai Pat tiba- tiba datang, dan dia memberikan izin untuk Keaw pergi.

“P’Chai Pat ingin menendangnya keluar!!” komentar Marathee sambil tersenyum sinis.


“Bukan seperti itu. Setelah dia mengizinkannya, sekarang Krongkeaw dan Dokter Khun Chai menghilang. Bahkan pagi ini, Dokter Khun Chai tidak datang bekerja. Tidak ada yang tahu mengapa. Bukankah menurutmu ini aneh?” jelas si Perawat kepo.

Marathee sedikit terkejut mendengar itu, karena selama ini yang dia tahu adalah tidak peduli ada masalah pribadi atau sakit, Chai Pat pasti akan datang. Bahkan di hari off nya, Chai Pat selalu datang ke rumah sakit untuk membantu yang lain. Dan ini aneh.


Dokter memberitahukan kepada Chai Pat serta Keaw bahwa saat ini Kiti berhasil selamat, tapi sejak Kiti telah terkena serangan mendadak seperti ini, dia masih tidak yakin apa itu karena tumor otak atau tidak. Jadi mereka perlu membawa nya ke Bangkok untuk melakukan X- Ray.

“Kemudian bawalah dia hari ini ke Bangkok. Saya akan mengurusnya,” kata Chai Pat.


“Saya tidak berpikir bisa begitu, Dokter Khun Chai. Tubuh pasien sangat lemah, tekanan darah nya tidak stabil, jadi kami masih harus mengawasi nya sambil memberikan obat padanya. Kami harus memastikan tidak ada tanda komplikasi,” jelas si Dokter.

Keaw menggenggam tangan Ayahnya yang sedang tertidur. Dan Chai Pat berdiri menemanin di sebelahnya. Lalu setelah agak lama, Chai Pat memanggil Keaw, dia menanyakan apa yang akan Keaw lakukan. Dan Keaw menjawab bahwa dia tidak tahu.

“Haruskah kita kembali ke Bangkok duluan?” ajak Chai Pat.

“Tidak. Aku ingin tinggal dengan Ayahku sampai dia baikan. Khun Chai, aku minta maaf ya. Aku lupa bahwa kamu harus kembali bekerja. Apa kamu ingin kembali sekarang?” balas Keaw.
“Bagaimana bisa kamu tinggal disini?”

“Ini adalah kampung halamanku.”


Apapun yang General Pinit inginkan atau siapapun yang General Pinit mau, maka General Pinit pasti akan mendapatkan  nya. Jadi menurut Chai Pat, tidak aman bagi Keaw untuk tinggal disini sendirian, karena pasti nanti akan ada orang yang datang mencari Keaw.

“Jika seperti itu, aku harus kembali ke siapa di Bangkok? Itu lebih baik, jika aku bisa tinggal jauh dari nya,” jelas Keaw.

“Tinggal jauh darinya tidak berarti kamu aman, Keaw. General Pinit memiliki pendukung hampir di semua kota. Hanya seorang Miss kecantikan Thailand, apa kamu pikir dia tidak bisa menemukanmu? Apa kamu bisa menjaga dirimu sendiri?” balas Chai Pat.

Keaw merasa sangat ragu. Dia tidak mau meninggalkan Ayahnya sendirian lagi, dan dia mau tinggal bersama dengan Ayahnya.

Marathee mendekati Yodsawin. Dia berbicara dengan suara yang keras dan memaksa, dia menanyakan kemana Chai Pat pergi, karena Yodsawin adalah teman baik Chai Pat maka seharusnya Yodsawin tahu.

Dan Yodsawin langsung membalas bahwa dia tidak tahu, lagian Marathee adalah calon istri masa depan Chai Pat, jadi seharusnya Marathee yang lebih tahu.

Piangporn yang melihat itu mendekati Yodsawin dan memanggilnya. “Dokter, banyak pasien yang menunggu kamu,” katanya. Dan lalu Yodsawin pun berjalan pergi, mengabaikan tatapan kesal Marathee.

“Mengapa? Mengapa kamu begitu baik pada ku?” tanya Keaw, karena Chai Pat begitu perhatian kepadanya.


Chai Pat memegang tangan Keaw dan menuntun nya untuk duduk dikursi. Lalu dia menangkup tangan Keaw dengan kedua tangannya.

“Jika teman mu kesulitan, akankah kamu menolongnya? Aku melihat mu sebagai teman. Sejak kamu sedang kesulitan, apa kamu ingin aku berbalik dari mu? Keaw. Tolong yakin dan percayalah padaku. Aku janji. Aku akan berdiri di sisimu. Aku tidak akan membiarkan mu kesulitan sendirian,” jelas Chai Pat dengan lembut. Dan Keaw diam.

No comments:

Post a Comment