Monday, January 21, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 10 - part 2

1 comments


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 10 - Part 2
Network : Channel 3
Malam hari. Sebelum masuk ke dalam sungai untuk mandi, Keaw melihat ke sekeliling nya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya. Tapi saat dia baru saja masuk ke dalam sungai, Chai Pat yang telah menunggu sedari tadi datang dan mengejutkannya.



“Khun Chai. Aku kira kamu itu hantu. Kamu menkagetkan ku. Bagaimana jika aku terkena serangan jantung?” omel Keaw dengan kesal.

“Aku akan menolongmu,” balas Chai Pat sambil tersenyum.



Keaw menanyakan berapa lama Chai Pat telah menunggu nya di dalam sungai, karena jika terlalu lama maka kaki Chai Pat bisa saja kram. Dan Chai Pat menjawab bahwa dia memang telah berencana untuk menunggu hingga Keaw datang.

“Kamu terdengar begitu menakutkan, Khun Chai. Aku baru tahu bahwa ternyata kamu begitu kekanak2an,” keluh Keaw. Lalu dia berenang sedikit menjauh dari Chai Pat.



Chai Pat menarik tangan Keaw, dia meminta agar Keaw tidak jangan melarikan diri darinya lagi, lalu dia menanyakan apa Keaw tidak bisa melihat betapa besar cintanya. Dan Keaw menjawab bahwa dia tahu betapa besarnya cinta Chai Pat, tapi dia punya alasan kenapa dia tidak bisa bersama dengan Chai Pat.

“Keaw. Aku mencintai mu dan kamu mencintai ku. Ketika kita bersama, kamu bahagia, dan aku juga bahagia. Ketika kita berpisah, kamu sakit, dan aku juga sakit. Menurutmu mana yang lebih baik?” tanya Chai Pat

“Bagaimana dengan yang lainnya?” balas Keaw, masih ragu.



“Jika maksudmu keluarga ku, mereka semua menyanyanginku. Jika aku bahagia, mereka pun akan ikut bahagia. Siapapun yang ku cintai, mereka akan mencintai orang itu juga,” jelas Chai Pat.

“Benarkah?” tanya Keaw. Dan Chai Pat mengiyakan, lalu dia menjelaskan tentang apa yang dikatakannya kepada Nenek sebelum dia datang ke sini, dan setiap orang mengizinkan nya untuk datang ke sini melamar Keaw.

Keaw kemudian ingin menjelaskan tentang saat dia diculik oleh General Pinit, tapi Chai Pat langsung menyela dan mengatakan bahwa dia mengenal Keaw dengan sangat baik, dan dia yakin Keaw tidak akan melakukan sesuatu yang buruk. Mendengar itu, Keaw merasa sangat terharu dan senang sekali, karena Chai Pat mengerti dirinya.

Chai Pat melepaskan kalung nya. “Keaw. Kamu adalah istriku. Hanya kamu yang ada di dalam pikiran ku. Jadi kamu harus menjaga kalung giok yang dibuat oleh Ibu mertua mu ini ya,” jelas Chai Pat. Lalu dia memasangkan kalung tersebut di leher Keaw.



“Keaw. Mari menikah. Sejak aku lahir, aku tidak pernah jatuh cinta dengan siapapun. Kamu adalah cinta pertama ku, dan akan menjadi cinta terakhir ku,” kata Chai Pat. Kemudian dia mendekatkan wajahnya secara perlahan kepada Keaw, dan sambil tersenyum Keaw membiarkan Chai Pat yang mencium pipi nya. Sesudah itu, mereka berdua saling berdiam diri dan bertatapan dengan senyum.



Pagi hari. Taewaprom berteriak memanggil Marathee untuk datang ke ruang tamu. Lalu dengan marah dia menunjukan berita dikoran. Dan Rampa membaca kan nya, “Khun Chai Puttipat Jutathep akan menikahi Nona Krongkeaw Boonmi, tanpa membicarakan tentang tunangan lamanya M.L. Marathee Taewaprom. Kami menebak, itu karena rumor mengenai M.L. Marathee Taewaprom dan General Pinit yang memiliki hubungan dekat.”

Taewaprom memarahi Marathee yang telah mempermalukannya. Dan Marathee meminta agar Ayahnya jangan membiarkan ini begitu saja. Tapi Taewaprom tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang, karena hal memalukan yang telah Marathee lakukan dengan General Pinit.



“Jika temanku bertanya, apa yang harus ku katakan pada mereka?! Hei.. berapa lama kamu akan terus mempermalukanku?” keluh Rampa dengan kesal.

“Kamu tidak berani untuk pergi bekerja. Jadi siapa yang akan mengurus biaya Istana ini?! Istana kita sudah tua sekarang, kita memerlukan banyak uang untuk memperbaikinya dan biaya untuk hidup!!! Apa kamu pikir, kita bisa menerima segalanya dari Kate?!” kata Taewaprom dengan marah kepada Marathee.



“Berhenti! Berhenti! Aku tidak akan membiarkan ini! Hidupku rusak karena Krongkeaw!!” teriak Marathee dengan marah, menyalahkan Keaw yang tidak bersalah.



Dirumah Katesara. Keaw mencoba gaun pengantin milik Katesara, dan setelah Keaw mencobanya, dia merasa sangat senang. Lalu Katesara pun memuji Keaw yang tampak sangat cantik serta elegan memakai itu.

“Tapi aku pikir gaun ini agak sedikit longgar di bagian pinggang. Haruskan kita memperbaikinya?” komentar Yam.


“Mm… benar. Oh iya! Aku punya seset permata yang cocok dengan gaun ini. Aku akan membawakannya untuk mu ya,” kata Katesara, setuju dengan Yam, lalu dia pergi untuk mengambilkan seset permatanya.


“Apa kamu lapar? Aku akan menyiapkan beberapa snack untuk mu ya,” kata Yam, lalu dia pergi ke dapur.



Tepat disaat itu, Marathee datang. Dan melihat kedatangan Marathee yang terpantul didalam cermin, Keaw pun merasa terkejut dan langsung berbalik menghadap Marathee.

“Kamu pasti senang kan. Semua kebahagiaan itu kamu ambil dari ku!! Apa kamu bahagia?!” tanya Marathee dengan sinis.

“Apa yang sebenarnya kamu mau?” tanya Keaw, sedikit takut.



“Kebahagiaanku. Kekasihku!! P’Chai Pat harusnya menjadi milik ku. Dia harusnya menikahi ku,” kata Marathee dengan nada tajam.

“Tapi aku tidak merebut Khun Chai dari kamu. Dari awal Khun Chai tidak mencintai kamu,” balas Keaw, menjelaskan.

“Tidak benar! Kamu bohong! P’Chai Pat dan aku saling mencintai! Itu semu karena kamu! Kamu menggodanya, itu mengapa dia jatuh pada mu!! Jika kamu tidak ada, gaun ini akan menjadi milik ku!!” teriak Marathee.



“Apa kamu pikir, jika aku tidak ada, Khun Chai akan mencintaimu?” balas Keaw.

Marathee tampak sangat marah. Dia berteriak bahwa Chai Pat hanya menyukai badan dan wajah Keaw, jadi jika itu tidak ada, maka Keaw akan kehilangan segalanya. Lalu sambil tersenyum Marathee bertanya, apa Chai Pat akan masih tetap mencintai Keaw, bila wajah Keaw hancur dan menjadi jelek.




Keaw merasa sangat ketakutan, ketika Marathee menunjukan sebotol cairan kimia. Jadi secepat mungkin, Keaw pun berlari keluar dari dalam rumah untuk menghindari Marathee. tapi sayangnya, Marathee berhasil mengejarnya, dan karena gaun pengantin yang dipakainya terlalu panjang, maka dia tidak bisa melarikan diri ketika Marathee menginjak gaunnya.

“Khun Marathee, jangan melakukan apapun kepada ku!!” pinta Keaw.

“Aku benci kamu!!” balas Marathee.




Saat Marathee ingin menyiramkan cairan kima tersebut kepada nya, Keaw langsung menahan tangan Marathee yang memegang botol cairan kimia tersebut. Dan lalu tanpa sengaja,  Marathee terjatuh, dan cairan kimia di dalam itu tumpag mengenai wajahnya.


Dengan keras, Marathee berteriak. Dan mendengar itu, Katesara serta Yam langsung keluar dari dalam rumah, lalu saat melihat hal itu, mereka semua tampak sangat terkejut, termaksud Keaw juga.

1 comment: